






Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) secara resmi mulai mempublikasikan data kepemilikan saham emiten di atas 1% kepada publik sejak 3 Maret 2026. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari Keputusan Dewan Komisioner OJK Nomor 1/KDK.04/2026 yang menetapkan BEI dan KSEI sebagai penyedia data kepemilikan saham perusahaan terbuka bagi publik.
Langkah tersebut bertujuan meningkatkan transparansi pasar modal, memberikan visibilitas lebih jelas bagi investor terkait struktur kepemilikan, serta mendukung peningkatan standar keterbukaan informasi agar sejalan dengan praktik pasar global, termasuk yang menjadi perhatian dalam penilaian indeks MSCI. Dengan keterbukaan data ini, investor kini dapat mengetahui pihak-pihak yang memiliki porsi saham signifikan dalam suatu emiten secara lebih mudah dan akurat.
Berikut adalah beberapa cara memeriksa pemegang saham di atas 1% yang dapat Anda lakukan:
BEI menyediakan informasi terkait kepemilikan saham melalui situs resminya yang dapat diakses oleh publik. Cara memeriksa pemegang saham di atas 1% melalui situs resmi BEI adalah sebagai berikut:
Laporan tersebut memberikan informasi mengenai pihak-pihak yang memiliki saham di atas 1% pada suatu perusahaan. Bahkan, Anda bisa melihat beberapa nama tokoh pasar modal di Indonesia seperti Lo Kheng Hong (LKH) dan Andry Hakim. Berdasarkan data per 27 Februari 2026, berikut merupakan beberapa saham yang dimiliki oleh Lo Kheng Hong:
Tabel 1. Daftar saham yang dimiliki oleh Lo Kheng Hong

Munculnya emiten SRIL, BEST, LSIP, PNIN, MAIN, ADMG, CFIN, dan RALS yang merupakan saham kepemilikan LKH merupakan dampak dari kebijakan baru BEI yang membuka akses data kepemilikan investor di atas 1%, di mana sebelumnya publik hanya bisa melihat data kepemilikan di atas 5%.
Dari data yang sama, Anda juga bisa melihat kepemilikan saham tokoh pasar modal lainnya. Di bawah ini adalah kepemilikan saham Andry Hakim yang tercatat di beberapa emiten:
Tabel 2. Beberapa saham yang dimiliki oleh Andry Hakim

Dari data tersebut, publik kini dapat mengetahui bahwa Andry Hakim memiliki kepemilikan saham di atas 1% di beberapa emiten, termasuk RMKO dan SOTS, yang sebelumnya mungkin tidak sepenuhnya terlihat oleh investor ritel karena porsi kepemilikannya berada di bawah ambang batas pelaporan lama.
Keterbukaan informasi ini memberikan peluang bagi investor untuk memantau pergerakan investor besar atau tokoh pasar modal yang dikenal memiliki rekam jejak investasi tertentu. Dengan demikian, investor dapat memperoleh wawasan tambahan mengenai saham yang menarik perhatian investor besar.
Sebagai catatan, meskipun data kepemilikan saham di atas 1% memperlihatkan lebih banyak saham yang dimiliki oleh tokoh pasar modal, bukan berarti investor dapat serta-merta mengikuti keputusan investasinya. Setiap investor memiliki tujuan investasi, profil risiko, serta strategi yang berbeda. Jadi, informasi kepemilikan saham sebaiknya digunakan sebagai referensi tambahan, bukan sebagai satu-satunya dasar dalam mengambil keputusan investasi.
Laporan keterbukaan informasi bulanan atau Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRPE) merupakan laporan yang disusun oleh Biro Administrasi Efek (BAE) yang mencatat komposisi kepemilikan saham suatu emiten. BAE bertindak sebagai pihak ketiga yang independen untuk melakukan pencatatan kepemilikan efek secara objektif. Hal ini meminimalisir risiko manipulasi data pemegang saham oleh pihak internal emiten. BAE yang menyusun laporan tersebut merupakan lembaga yang telah memiliki izin resmi dan diawasi langsung oleh OJK.
Laporan keterbukaan informasi tersebut juga dapat menjadi sumber informasi untuk mengetahui pemegang saham di atas 1%. Selain itu, Anda juga dapat mengetahui seluruh anggota manajemen serta jumlah saham yang dimiliki. Hal tersebut penting untuk melihat apakah manajemen “percaya” pada perusahaannya sendiri. Berdasarkan Peraturan OJK Nomor 10/POJK.04/2020, emiten wajib menyampaikan laporan tersebut paling lambat tanggal 10 setiap bulannya untuk posisi akhir bulan sebelumnya.
Di situs BEI, laporan ini dapat Anda lihat melalui menu “Perusahaan Tercatat”, lalu pilih “Keterbukaan Informasi”, Anda bisa cari berdasarkan kode emiten. Anda juga dapat menemukannya di situs resmi emiten, umumnya pada menu “Investor Relations” atau “Hubungan Investor”, lalu pilih sub-menu “Keterbukaan Informasi” atau “Laporan Bulanan”.
Namun, perlu diketahui bahwa tidak semua emiten mempublikasikan laporan tersebut secara lengkap di situs perusahaan, sehingga investor dapat merujuk ke situs BEI sebagai sumber utama.
Setelah mengetahui siapa saja pemegang saham yang memiliki di atas 1%, investor perlu memahami pentingnya informasi tersebut terhadap keputusan investasi. Pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1% biasanya memiliki pengaruh cukup besar dalam kebijakan perusahaan dan dapat memengaruhi pergerakan harga saham. Berikut adalah beberapa hal yang perlu diketahui oleh investor:
Pemegang saham besar memiliki pengaruh yang signifikan dalam pengambilan keputusan strategis perusahaan, seperti perubahan dalam kebijakan dividen atau aksi korporasi lainnya. Dengan informasi yang lebih terbuka mengenai siapa pemegang saham di atas 1%, investor dapat memahami potensi dampak perubahan dalam struktur kepemilikan terhadap arah kebijakan perusahaan.
Sebagai contoh, aksi kuasi reorganisasi PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Juni 2025 dilakukan atas persetujuan pemegang saham, termasuk entitas pengendali yang berada di bawah Grup Bakrie dan Grup Salim. Kuasi reorganisasi merupakan tindakan korporasi untuk merestrukturisasi permodalan dengan menghapus akumulasi kerugian masa lalu menggunakan agio saham, yaitu selisih lebih antara harga penerbitan saham dan nilai nominalnya.
Secara struktur kepemilikan, pemegang saham terbesar sekaligus pengendali BUMI adalah Mach Energy (Singapore) Pte. Ltd. (MEL) dengan kepemilikan sekitar 45,78%. MEL dikendalikan secara bersama oleh Grup Bakrie dan Grup Salim.
Transparansi dalam data kepemilikan saham di atas 1% memberikan investor peluang untuk mendeteksi manipulasi pasar secara lebih dini. Misalnya, pada Juni–Juli 2018 dalam kasus manipulasi pasar yang terjadi pada initial public offering (IPO) perusahaan PT Sriwahana Adityakarta Tbk (SWAT), penyidik OJK menemukan bahwa volume transaksi saham mencapai 639 juta lembar saham atau 14,7% dari total saham, yang melibatkan transaksi melalui rekening efek dan rekening bank pihak nominee.
Manipulasi pasar ini jelas melanggar Pasal 91 dan Pasal 92 juncto Pasal 104 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal, yang mengatur tentang tindak pidana manipulasi pasar. Dengan data mengenai pemegang saham yang lebih terbuka, OJK dan BEI dapat lebih mudah melacak afiliasi antara pemegang saham besar dan mendeteksi kemungkinan manipulasi pasar.
Investor yang memantau struktur kepemilikan saham dapat mengidentifikasi potensi adanya tindakan manipulasi atau pengaturan harga saham yang tidak wajar, sehingga dapat mengambil langkah antisipasi yang tepat.
Memahami siapa pemegang saham di atas 1% juga memungkinkan investor untuk memperoleh informasi yang lebih akurat mengenai free float saham perusahaan. Free float adalah jumlah saham yang tersedia untuk diperdagangkan oleh publik dan tidak dimiliki oleh pemegang saham pengendali. Pemegang saham di atas 1% cenderung memengaruhi proporsi free float, yang pada gilirannya memengaruhi likuiditas saham tersebut.
Sebagai contoh, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) memiliki free float sebesar 45,06%, sementara sekitar 54,94% sahamnya dimiliki oleh PT Dwimuria Investama Andalan. Pemegang Saham PT Dwimuria Investama Andalan adalah Sdr. Robert Budi Hartono dan Sdr. Bambang Hartono.
Data tersebut bisa Anda dapatkan melalui web resmi BBCA, tepatnya pada halaman hubungan investor dan komposisi pemegang saham. Selain itu, sekitar 2,4% dari porsi free float dimiliki oleh pihak yang terafiliasi dengan PT Dwimuria Investama Andalan. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun saham BBCA sebagian besar dikuasai oleh pengendali, likuiditas saham tetap terjaga dengan baik karena jumlah saham beredar cukup besar di tangan investor publik.
Seiring meningkatnya transparansi mengenai kepemilikan saham di atas 1%, investor kini memiliki akses yang lebih baik untuk memahami siapa yang memiliki pengaruh besar dalam perusahaan dan bagaimana kepemilikan tersebut dapat memengaruhi pasar. Cara memeriksa pemegang saham di atas 1% melalui situs BEI, laporan tahunan, dan aplikasi investasi memberikan kemudahan dalam mengakses informasi yang relevan dan terkini.
Mengetahui siapa pemegang saham besar tidak hanya memungkinkan investor untuk mendeteksi potensi manipulasi pasar, tetapi juga memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai likuiditas saham dan kebijakan perusahaan. Transparansi ini membantu investor mengambil keputusan investasi yang lebih terukur.
Informasi mengenai pemilik saham di atas 1% tidak hanya bermanfaat bagi investor, tetapi juga bagi manajer investasi (MI) dalam menyusun strategi portofolio reksa dana yang lebih tepat. Struktur kepemilikan saham dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam analisis fundamental dan pengelolaan risiko investasi.
Jika tertarik berinvestasi pada reksa dana, Anda bisa menggunakan Makmur yang merupakan platform wealth tech berizin Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang menyediakan platform investasi terpadu untuk reksa dana dan saham. Salah satu reksa dana saham di Makmur yang dapat Anda pertimbangkan adalah Sucorinvest Maxi Fund. Berdasarkan data 4 Maret 2026, reksa dana ini berhasil mencatatkan kenaikan sebesar 8,60% dalam 3 bulan terakhir.
*Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja di masa depan.
Di Makmur, Anda juga bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo March Ramadhan dan Semua Bisa Makmur.
Link: Promo-Promo di Makmur
Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.
Perlu diketahui, selain melalui aplikasi, Anda juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.
Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:
Website: Makmur.id
Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani
Key Takeaways: Dalam memilih saham untuk diinvestasikan, investor dapat menggunakan acuan seperti indeks saham. Indeks saham adalah ukuran statistik yang merepresentasikan pergerakan harga sekelompok saham yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu. Indeks berfungsi sebagai tolok ukur (benchmark) yang digunakan menilai kinerja portofolio, mengukur sentimen pasar, serta membantu investor dalam melakukan analisis perbandingan antar saham atau sektor. […]
Key Takeaways: Setiap investor memiliki tujuan investasi yang berbeda. Ada yang menjadikan reksa dana sebagai investasi jangka panjang, misalnya untuk tabungan pensiun. Ada pula yang memanfaatkannya untuk memperoleh keuntungan dari imbal hasil atau return yang ditawarkan. Oleh karena itu, penting bagi investor untuk memahami strategi dalam mengoptimalkan imbal hasil reksa dana. Strategi Mendapatkan Imbal Hasil […]
Key Takeaways: Menjelang Hari Raya Idulfitri, Tunjangan Hari Raya (THR) merupakan salah satu hal yang dinantikan oleh banyak orang, khususnya karyawan dan pegawai. Dana THR umumnya digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan serta merayakan momen kebersamaan dengan keluarga. Namun, THR juga dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kondisi keuangan di masa depan. Salah satu langkah yang dapat dilakukan […]
Key Takeaways: Harga minyak west texas intermediate (WTI) pada (9/3) sempat mencapai US$118 per barel, meningkat sekitar 29,81% dibandingkan harga penutupan di tanggal 6 Maret 2026 yang berada di US$90,90 per barel. Berdasarkan data pembukaan perdagangan (9/3), tren harga minyak mentah menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Tabel 1. Kenaikan harga minyak mentah dunia […]
Key Takeaways: Saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dikelompokkan ke dalam berbagai sektor. Pergerakan antar-sektor dapat berbeda, tergantung pada kondisi ekonomi dan sentimen pasar. Beberapa sektor dapat tumbuh signifikan, sementara lainnya stagnan atau menurun, tergantung kondisi ekonomi dan sentimen pasar. Oleh karena itu, pemahaman terhadap analisis sektoral penting, agar bisa menganalisis potensi imbal hasil dan […]
Key Takeaways: Dividen adalah bagian dari laba bersih perusahaan yang didistribusikan kepada para pemegang saham sebagai bentuk imbal hasil atas modal yang telah diinvestasikan. Besaran dividen yang diterima setiap investor ditentukan secara proporsional berdasarkan jumlah lembar saham yang dimiliki. Dividen merupakan salah satu cara investor untuk memperoleh keuntungan dari investasi saham selain dari kenaikan harga […]