makmur-logo
Masuk / Daftar
Artikel

Tidak Semua Sektor Bergerak Sejalan, Inilah Pentingnya Analisis Sektoral dalam Menyusun Portofolio Saham

author
Content Management
author
10 Maret 2026
Facebook
Instagram
Tiktok
blog-detail

Key Takeaways:

  • Analisis sektoral membantu investor memilih sektor yang tepat untuk memaksimalkan potensi imbal hasil dalam portofolio saham.
  • Terdapat sebelas (11) sektor saham yang ada di Bursa Efek Indonesia (BEI).
  • Diversifikasi lintas sektor dalam portofolio saham dapat membantu mengurangi risiko.

Saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dikelompokkan ke dalam berbagai sektor. Pergerakan antar-sektor dapat berbeda, tergantung pada kondisi ekonomi dan sentimen pasar. Beberapa sektor dapat tumbuh signifikan, sementara lainnya stagnan atau menurun, tergantung kondisi ekonomi dan sentimen pasar. Oleh karena itu, pemahaman terhadap analisis sektoral penting, agar bisa menganalisis potensi imbal hasil dan risiko sebelum membeli suatu saham.

Sektor yang ada di Bursa Efek Indonesia (BEI)

Berikut adalah daftar sektor saham di BEI, yang memberikan wawasan tentang kinerja dan faktor yang memengaruhinya:

1. Sektor Teknologi (IDX Sector Technology)

Sektor teknologi mencatatkan kenaikan 138,35% sepanjang tahun 2025. Peningkatan ini dipengaruhi oleh kemajuan pesat dalam sektor digital dan teknologi informasi, khususnya perusahaan yang bergerak di bidang software, e-commerce, dan fintech. Sektor ini terus berkembang seiring tren digitalisasi global dan adopsi teknologi baru. Hal ini menjadikannya opsi menarik bagi investor yang mencari pertumbuhan jangka panjang.

2. Sektor Industri (IDX Sector Industrials)

Sektor industri menunjukkan kenaikan 108,11% selama tahun 2025. Peningkatan ini mencerminkan kuatnya pemulihan sektor manufaktur dan konstruksi, yang didorong oleh peningkatan belanja infrastruktur dan permintaan produk industri yang tinggi. Sektor ini terus berkembang seiring dengan pemulihan ekonomi domestik dan global, yang menjadikannya sektor dengan prospek pertumbuhan stabil.

3. Sektor Infrastruktur (IDX Sector Infrastructures)

Sektor infrastruktur tercatat mengalami kenaikan 80,62% sepanjang tahun 2025. Peningkatan ini didorong oleh permintaan yang terus berkembang untuk layanan telekomunikasi, energi, serta proyek-proyek infrastruktur besar lainnya. Investasi pemerintah dalam pembangunan infrastruktur dan teknologi yang semakin maju memberikan dukungan positif terhadap kinerja sektor ini, menjadikannya sektor yang stabil dan defensif.

4. Sektor Energi (IDX Sector Energy)

Sektor Energi mencatatkan kenaikan 65,6% sepanjang tahun 2025. Sektor ini menguat seiring dengan kenaikan harga komoditas energi global, seperti minyak dan gas, serta permintaan yang terus tumbuh baik di pasar domestik maupun internasional. Kebijakan energi yang mendukung di beberapa negara penghasil energi turut memperkuat kinerja sektor ini.

5. Sektor Bahan Baku (IDX Sector Basic Materials)

Sektor bahan baku mencatatkan kenaikan sebesar 64,4% sepanjang tahun 2025. Kinerja positif sektor ini dipengaruhi oleh lonjakan harga komoditas global, seperti tembaga, nikel, dan batu bara, yang meningkatkan permintaan bahan baku untuk industri dan konstruksi, termasuk emas. Selain itu, kebijakan pemerintah terkait ekspor dan regulasi lingkungan juga berperan penting dalam memengaruhi harga serta permintaan bahan mentah tersebut.

6. Sektor Properti & Real Estate (IDX Sector Property & Real Estate)

Sektor properti mengalami kenaikan 54,98% selama tahun 2025. Penguatan sektor ini dipengaruhi oleh pemulihan pasar properti dan meningkatnya permintaan kredit untuk pembelian rumah dan properti komersial. Suku bunga yang stabil dan kebijakan pemerintah yang mendukung sektor properti turut memberikan kontribusi terhadap pertumbuhannya.

7. Sektor Transportasi (IDX Sector Transportation & Logistics)

Sektor transportasi dan logistik mencatatkan kenaikan 51,15% sepanjang tahun 2025. Sektor ini mendapat dorongan dari pemulihan mobilitas ekonomi global dan kebijakan transportasi yang semakin mendukung. Peningkatan konsumsi domestik serta ekspansi sektor logistik dan transportasi internasional turut menguntungkan sektor ini.

8. Sektor Konsumsi Non-Primer (IDX Sector Consumer Cyclicals)

Sektor konsumsi non-primer mengalami kenaikan 46,89% sepanjang tahun 2025. Meskipun lebih volatile, sektor ini tetap menunjukkan pertumbuhan yang stabil, dipengaruhi oleh peningkatan daya beli masyarakat dan kebijakan stimulus ekonomi yang mendukung konsumsi barang-barang non-pokok.

9. Sektor Kesehatan (IDX Sector Healthcare)

Sektor kesehatan mengalami kenaikan 46,89% pada tahun 2025. Peningkatan ini didorong oleh kebutuhan layanan kesehatan yang relatif stabil, peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan, serta ekspansi fasilitas dan layanan medis. Karakteristiknya yang cenderung defensif membuat sektor ini tetap menarik dalam berbagai fase siklus ekonomi.

10. Sektor Keuangan (IDX Sector Financials)

Sektor keuangan mengalami kenaikan 11,31% sepanjang tahun 2025. Meskipun pertumbuhannya lebih kecil dibandingkan sektor lain, sektor keuangan tetap menunjukkan pertumbuhan positif berkat peranannya yang penting dalam perekonomian, mencakup industri perbankan, asuransi, dan pembiayaan.

11. Sektor Konsumsi Primer (IDX Sector Consumer Non-Cyclicals)

Sektor konsumsi primer mengalami kenaikan 9,64% pada tahun 2025. Meskipun kenaikannya lebih rendah dibandingkan sektor lain, sektor ini tetap menunjukkan stabilitas karena permintaan terhadap produk kebutuhan pokok cenderung tidak terpengaruh oleh kondisi ekonomi yang buruk.

Pentingnya Melakukan Analisis Sektoral dalam Menyusun Portofolio Saham

Setelah memahami masing-masing sektor, penting untuk mengetahui peran analisis sektoral dalam penyusunan portofolio. Berikut beberapa alasan mengapa analisis sektoral perlu dilakukan:

1. Diversifikasi dan pengelolaan risiko

Dengan menganalisis berbagai sektor, investor dapat memilih saham berbeda sehingga portofolio lebih tahan terhadap tekanan jika satu sektor menurun. Sebagai contoh, dengan menggabungkan saham dari sektor teknologi yang sedang tumbuh pesat dan sektor utilitas yang lebih stabil, investor dapat mengurangi potensi kerugian jika salah satu sektor mengalami penurunan kinerja.

2. Identifikasi sektor dengan kinerja baik dalam kondisi tertentu

Melalui analisis sektoral, investor dapat mengidentifikasi sektor-sektor yang berpotensi menunjukkan kinerja yang baik dalam kondisi ekonomi tertentu. Misalnya, pada saat terjadi resesi, sektor kesehatan dan konsumsi primer (barang kebutuhan pokok) cenderung lebih tahan terhadap dampak negatif ekonomi. Hal ini karena permintaan terhadap produk dan layanan kesehatan serta barang-barang kebutuhan tetap stabil. Sebaliknya, sektor yang lebih sensitif terhadap siklus ekonomi, seperti transportasi dan otomotif, mungkin mengalami penurunan signifikan. Hal ini umumnya dipicu turunnya daya beli konsumen, sehingga kebutuhan kendaraan baru dan layanan transportasi berkurang.

3. Memanfaatkan kelemahan dan keuntungan antar sektor

Dalam kondisi pasar tertentu, terjadi pergeseran minat investor dari satu sektor ke sektor lain. Analisis sektoral membantu investor membaca pola rotasi tersebut sehingga dapat mengambil keputusan investasi yang lebih tepat.

Untuk melakukan analisis sektoral, investor perlu menganalisis kondisi makroekonomi, seperti inflasi, suku bunga, dan kebijakan pemerintah yang dapat memengaruhi sektor tertentu. Selain itu, penting untuk menilai prospek jangka panjang dari sektor yang akan dipilih.

Dengan pendekatan tersebut, investor dapat menyusun portofolio saham yang optimal, meminimalisir risiko, dan memaksimalkan potensi imbal hasil. Namun, jika Anda tidak memiliki waktu dan pengetahuan yang cukup untuk melakukan analisis tersebut, investasi melalui reksa dana saham dapat menjadi salah satu opsi yang dapat dipertimbangkan.

Melalui reksa dana saham, dana Anda akan dikelola oleh manajer investasi (MI) yang mampu menyusun portofolio dan memilih sektor saham yang berpotensi di masa depan. Ada beragam reksa dana saham di Makmur yang dapat Anda pilih, salah satunya Sucorinvest Equity Fund Kelas A

Berdasarkan fund fact sheet 30 Januari 2026, reksa dana tersebut memiliki portofolio saham dari berbagai sektor seperti sektor industri dengan emiten PT Astra International Tbk (ASII). Sektor keuangan dengan emiten PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN).

Di sektor energi terdapat emiten PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS). Terakhir, pada sektor bahan baku terdapat emiten PT Timah Tbk (TINS) dan PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP). Berdasarkan data per 10 Maret 2026, reksa dana ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 32,46% dalam satu tahun terakhir.
*Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja di masa depan.


Di Makmur, Anda bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo March Ramadhan dan Semua Bisa Makmur.

Link: Promo-Promo di Makmur

Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.

Download Makmur

Perlu diketahui, selain melalui aplikasi, Anda juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.

Web Aplikasi Makmur

Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:

Website: Makmur.id


Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani

Bagikan
Facebook
Instagram
Tiktok
Artikel lainnya
Artikel

The Fed Naikkan Suku Bunga ke 3,75%–4,00%, Apa Dampaknya bagi Investor Indonesia?

Key Takeaways: Federal Open Market Committee (FOMC) atau komite kebijakan moneter Federal Reserve resmi menaikkan kisaran target suku bunga sebesar seperempat poin persentase menjadi 3,75% sampai 4,00% pada 16 September 2026. Keputusan tersebut disetujui secara bulat melalui voting, dengan hasil 12 suara setuju tanpa adanya perbedaan pendapat.  Dalam pernyataan resminya, komite FOMC menempatkan keputusan tersebut […]

author
Content Management
calendar
18 September 2026
Artikel

Menilai Penggunaan Dana Hasil Right Issue, Apa yang Harus Diperhatikan Investor Sebelum Menebusnya?

Key Takeaways: Right issue merupakan salah satu aksi korporasi yang cukup sering dilakukan oleh emiten di pasar modal. Aksi right issue memberikan kesempatan bagi pemegang saham lama untuk menambah kepemilikan dengan harga tertentu sebelum saham baru ditawarkan lebih luas. Menilai penggunaan dana right issue menjadi langkah krusial sebelum memutuskan untuk menebus atau melepas hak tersebut. […]

author
Content Management
calendar
17 September 2026
Artikel

Mengapa Investor Wajib Menghitung Risiko Negative Real Return? Ini Alasannya

Key Takeaways: Banyak investor merasa puas ketika melihat nilai investasi mereka terus bertambah dari waktu ke waktu. Namun, pertumbuhan nominal tersebut belum tentu mencerminkan peningkatan kesejahteraan yang sebenarnya. Ada satu faktor penting yang sering diabaikan, yaitu inflasi. Investor wajib menghitung risiko negative real return karena inflasi yang tinggi dapat membuat nilai riil atau daya beli […]

author
Content Management
calendar
16 September 2026
Artikel

Tertarik Investasi Saham Ala Lo Kheng Hong? Ini Cara Memilih Perusahaan yang Fundamentalnya Kuat

Key Takeaways: Lo Kheng Hong dikenal sebagai salah satu investor terkemuka di Indonesia yang telah menunjukkan konsistensinya dalam berinvestasi di saham sejak lama. Dengan mengadopsi filosofi value investing, Lo Kheng Hong percaya bahwa investasi yang baik harus didasarkan pada perusahaan dengan fundamental yang kuat, bukan hanya sekadar fluktuasi harga jangka pendek.  Mari kita ulas lebih […]

author
Content Management
calendar
15 September 2026
Artikel

Belanja Pemerintah dan Investasi: Seberapa Besar Keterkaitannya?

Key Takeaways: Multiplier effect adalah kondisi ketika perubahan awal pada pengeluaran menghasilkan dampak yang lebih besar terhadap pendapatan maupun output ekonomi secara keseluruhan. Proses ini terjadi karena pengeluaran satu pihak akan menjadi pendapatan bagi pihak lain, yang kemudian kembali dibelanjakan sehingga menciptakan putaran aktivitas ekonomi baru. Salah satu sumber multiplier effect yang paling sering dibahas […]

author
Content Management
calendar
10 September 2026
Artikel

Ke Mana Dana Asing Mengalir? Membaca Sinyal Pasar Lewat Makro Flow of Funds Analysis

Key Takeaways: Aliran dana asing merupakan pergerakan masuk dan keluarnya modal investasi dari investor asing ke suatu negara. Pergerakan ini menjadi salah satu indikator yang sering diamati pelaku pasar karena dapat memberikan gambaran mengenai preferensi risiko investor global terhadap suatu negara. Di tengah ketidakpastian ekonomi global sepanjang 2026, sikap investor asing terhadap Indonesia menunjukkan dinamika […]

author
Content Management
calendar
09 September 2026
Hak Cipta © PT Inovasi Finansial Teknologi
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan yang berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PT Inovasi Finansial Teknologi telah mendapatkan izin sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta telah tersertifikasi ISO 27001:2022 dalam penerapan standar internasional pada Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Reksa dana adalah instrumen investasi dan produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Makmur tidak bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Saham adalah tanda penyertaan modal atas suatu persereoan terbatas yang terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Seluruh instrumen investasi mengandung risiko dan memiliki kemungkinan berkurangnya nilai investasi. Kinerja historis instrumen investasi tidak menjamin kinerja dimasa yang akan datang.
Makmur V.1.0.0