






Dalam memilih saham untuk diinvestasikan, investor dapat menggunakan acuan seperti indeks saham. Indeks saham adalah ukuran statistik yang merepresentasikan pergerakan harga sekelompok saham yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu. Indeks berfungsi sebagai tolok ukur (benchmark) yang digunakan menilai kinerja portofolio, mengukur sentimen pasar, serta membantu investor dalam melakukan analisis perbandingan antar saham atau sektor.
Salah satu indeks yang disusun oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) dan bisa dijadikan acuan adalah IDX30. IDX30 adalah indeks yang mengukur kinerja harga dari 30 saham dengan likuiditas tinggi, market cap atau kapitalisasi pasar terbesar, serta didukung oleh fundamental perusahaan yang baik.
Indeks seperti IDX80, LQ45, dan IDX30 menggunakan kapitalisasi pasar yang sudah disesuaikan dengan free float ratio. Metode ini menggunakan kapitalisasi pasar free float dan bobot konstituen juga diberlakukan batasan (capped).
Indeks kemudian dihitung dengan formula:
| Index = ∑(market cap i × free float ratio i) / Base market cap × 100 |
Saham yang masuk ke dalam Indeks IDX30 disebut sebagai konstituen. Tidak semua saham dapat menjadi konstituen IDX30 secara langsung, karena harus memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh BEI. Proses pemilihan konstituen indeks merupakan saham-saham konstituen indeks IHSG yang memenuhi kriteria umum sebagai berikut:
Untuk masuk ke dalam indeks IDX30, sebuah saham harus terlebih dahulu menjadi bagian dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan tercatat di BEI selama minimal enam bulan. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa saham tersebut memiliki rekam jejak perdagangan yang cukup panjang sehingga dapat dianalisis secara konsisten.
Sebagai contoh adalah saham dari PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). BBCA sudah lama tercatat di BEI dan menjadi salah satu saham unggulan dengan kapitalisasi pasar besar. Berdasarkan data BEI per 17 Maret 2026, BBCA memiliki kapitalisasi pasar sebesar Rp826,84 triliun. Tentu, karena memiliki riwayat perdagangan panjang, saham ini memenuhi syarat minimal 6 bulan tercatat di IHSG sebelum masuk ke IDX30
Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan kriteria yang penting bagi saham yang ingin masuk ke dalam indeks IDX30, salah satunya adalah harus termasuk dalam 150 saham dengan nilai transaksi terbesar di pasar reguler selama satu tahun terakhir. Kriteria ini bertujuan untuk memastikan bahwa saham yang masuk ke dalam indeks memiliki tingkat likuiditas yang tinggi, sehingga memudahkan investor untuk membeli atau menjual saham tanpa menghadapi kendala likuiditas yang besar.
Nilai transaksi yang besar menunjukkan bahwa saham tersebut sering diperdagangkan dengan nilai yang besar, mencerminkan ketertarikan investor yang tinggi serta kemudahan dalam melakukan transaksi jual beli. Berdasarkan data harian 17 Maret 2026, nilai transaksi saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) tercatat sebesar Rp278,8 miliar dengan frekuensi perdagangan sebanyak 18.596 kali. Hal ini menjadikan TLKM sebagai salah satu saham dengan likuiditas tinggi yang berpotensi masuk dalam indeks IDX30.
Bebas dari suspensi merupakan pilar dalam pemilihan konstituen IDX30. Sebagai contoh, PT Bank Mandiri Tbk (Persero) Tbk (BMRI) merupakan salah satu saham yang tercatat dalam IDX30 dan memiliki rekam jejak kepatuhan regulasi pasar modal yang baik.
BMRI tidak pernah mengalami suspensi perdagangan akibat pelanggaran regulasi atau ketidakjelasan informasi dalam periode evaluasi operasional bursa. Kepatuhan yang konsisten terhadap peraturan dan transparansi informasi yang baik menjadikan BMRI sebagai salah satu saham yang dapat dipercaya oleh investor untuk diperdagangkan di pasar, serta memperkuat posisinya dalam indeks IDX30.
Hal ini mencerminkan pentingnya transparansi dan tata kelola perusahaan yang baik bagi emiten yang ingin tetap berada dalam indeks unggulan seperti IDX30.
Saham yang ingin masuk ke dalam indeks IDX30 perlu memenuhi sejumlah kriteria yang ditetapkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), antara lain memiliki kapitalisasi pasar free float yang besar, tingkat likuiditas yang tinggi, serta rasio free float minimal sebesar 10%.
Selain itu, pemilihan konstituen IDX30 juga mempertimbangkan peringkat saham berdasarkan nilai transaksi dan kapitalisasi pasar, sehingga hanya saham-saham dengan ukuran dan likuiditas terbesar yang dapat masuk ke dalam indeks ini.
BEI menetapkan batas minimum kapitalisasi pasar free float untuk memastikan hanya saham dengan ukuran pasar yang cukup besar dan likuid yang masuk ke dalam IDX30. Hal ini penting untuk menjaga representasi indeks terhadap saham-saham unggulan di pasar. Sebagai contoh, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) memiliki rasio free float sebesar 34,8%, yang jauh di atas batas minimum 10%.
Hal tersebut mencerminkan bahwa saham ANTM memiliki tingkat likuiditas yang relatif memadai dan memenuhi salah satu kriteria dalam indeks IDX30. Kriteria ini bertujuan untuk memastikan bahwa saham yang masuk ke indeks memiliki likuiditas yang cukup tinggi dan tidak terkonsentrasi pada segelintir pemegang saham.
Untuk mengukur performa saham Indeks IDX30, Anda perlu membandingkannya dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). IHSG adalah indeks yang mencakup seluruh saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
Berdasarkan data per 16 Maret 2026, IHSG tumbuh 9,49% dalam 1 tahun terakhir, lebih tinggi dibandingkan IDX30 yang mencatatkan pertumbuhan 2,94% pada periode yang sama.
Perbedaan kinerja ini menunjukkan bahwa masing-masing indeks memiliki karakteristik dan dinamika yang berbeda, sehingga dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam menyusun strategi investasi.
Meskipun suatu saham termasuk dalam indeks IDX30, hal tersebut tidak secara otomatis mencerminkan potensi kinerja di masa depan. Oleh karena itu, analisis fundamental tetap diperlukan untuk memahami kondisi dan prospek masing-masing perusahaan.
Ada berbagai cara yang dapat dilakukan untuk menilai performa dari sebuah saham, di antaranya:
Analisis fundamental, terutama melalui laba bersih perusahaan, merupakan langkah awal untuk menilai profitabilitas sebuah perusahaan. Laba bersih mencerminkan keuntungan perusahaan, karena dihitung berdasarkan total pendapatan yang dikurangi semua biaya atau pengeluaran.
Sebagai contoh, PT United Tractors Tbk (UNTR) mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang signifikan dalam lima tahun terakhir, meskipun mengalami fluktuasi yang dipengaruhi oleh siklus harga komoditas, terutama batubara. Berikut adalah ringkasan pertumbuhan laba bersih perusahaan:
Meskipun ada penurunan laba bersih pada tahun 2023 dan 2024, tingkat laba tersebut masih tetap tinggi jika dibandingkan dengan posisi pada tahun 2020. Keberhasilan perusahaan untuk tetap mempertahankan tingkat laba yang tinggi, meskipun mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir, menunjukkan ketahanan dan stabilitasnya dalam menghadapi fluktuasi pasar.
Selain menganalisis laba bersih perusahaan, penilaian valuasi saham juga merupakan langkah penting untuk menentukan apakah suatu saham diperdagangkan pada harga yang wajar atau lebih murah daripada nilai intrinsiknya. Salah satu cara untuk melakukan analisis valuasi adalah dengan menggunakan rasio keuangan seperti price-to-earnings ratio (PER) dan price-to-book value ratio (PBV).
Sebagai contoh, per 02 Februari 2026, harga saham PT United Tractors Tbk (UNTR) tercatat sebesar Rp24.450. Dengan earnings per share (EPS) trailing twelve months (TTM) sebesar Rp4.132, ini menunjukkan laba yang dihasilkan oleh perusahaan per saham dalam 12 bulan terakhir. Sementara itu, book value per share (BVPS) tercatat sebesar Rp26.020.
Dari sisi valuasi, UNTR memiliki PE ratio (TTM) sebesar 6,1x, yang tergolong rendah jika dibandingkan dengan rata-rata historis PE ratio selama 10 tahun terakhir, yang berada pada angka 11,7x. PE ratio yang rendah ini dapat mengindikasikan bahwa saham UNTR mungkin diperdagangkan dengan harga yang lebih murah dibandingkan dengan laba yang dihasilkan oleh perusahaan.
Selain itu, PBV ratio UNTR tercatat sebesar 0,97x dan jika dibandingkan dengan rata-rata PBV 10 tahun terakhir di 1,59. Artinya, harga pasar saham UNTR lebih rendah daripada nilai aset bersih perusahaan per saham dalam 10 tahun terakhir, yang dapat menjadi indikasi bahwa UNTR merupakan saham undervalued. Kondisi ini sering kali menarik bagi investor yang mencari saham dengan potensi apresiasi harga yang lebih tinggi, karena perusahaan tersebut mungkin diperdagangkan lebih murah daripada nilai fundamentalnya.
Menilai posisi kompetitif perusahaan terhadap pesaingnya dapat membantu Anda memahami keunggulan bisnis mereka. Perusahaan dengan keunggulan kompetitif yang kuat cenderung mampu mempertahankan pangsa pasar dan laba dalam jangka panjang.
Mari kita gunakan kembali PT United Tractors Tbk (UNTR) sebagai contoh. Perusahaan ini memiliki beberapa competitive advantage yang membedakannya dari pesaingnya:
UNTR tidak hanya bergantung pada satu sektor saja, perusahaan ini memiliki berbagai lini bisnis yang mencakup alat berat, kontraktor pertambangan, pertambangan batubara, pertambangan emas, serta energi dan konstruksi industri.
Diversifikasi ini memberi stabilitas jangka panjang karena pendapatan tidak hanya bergantung pada satu komoditas. Dampaknya, perusahaan berpotensi dapat bertahan saat ada gejolak ekonomi atau perubahan permintaan pasar pada salah satu segmennya, sehingga arus kas dan profitabilitas secara keseluruhan dapat terjaga.
UNTR juga merupakan bagian dari PT Astra International Tbk (ASII). Menjadi bagian dari ASII merupakan keuntungan bagi UNTR karena mempermudah akses permodalan, jaringan distribusi bisnis, serta dukungan manajemen yang kuat. ASII sendiri dikenal sebagai salah satu perusahaan konglomerasi terbesar di Indonesia, sehingga UNTR berpeluang mendapat dukungan strategis dalam ekspansi dan pengelolaan risiko bisnis.
Masuknya sebuah saham ke dalam indeks IDX30 memang dapat menjadi indikator kualitas dan stabilitas. Namun, keberadaan saham di indeks ini tidak serta-merta menjamin kinerja saham tetap baik di masa depan. Anda tetap perlu melakukan analisis fundamental dan riset secara mendalam bagaimana prospek perusahaan dalam jangka panjang.
Apabila Anda tidak memiliki waktu untuk melakukan analisis yang mendalam, reksa dana berbasis indeks dapat menjadi pilihan yang bisa dipertimbangkan. Reksa dana indeks dikelola oleh manajer investasi (MI) yang berpengalaman dan memiliki keahlian dalam menilai serta menganalisis saham potensial.
Melalui Makmur, Anda bisa menemukan berbagai produk reksa dana indeks, salah satunya adalah BNI-AM Indeks IDX30, yang juga mengacu pada saham yang ada di dalam indeks IDX30. Berdasarkan data per 16 Maret 2026, reksa dana saham tersebut telah bertumbuh +7,59% dalam 1 tahun terakhir.
Di Makmur, Anda juga bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo March Ramadhan dan Semua Bisa Makmur.
Link: Promo-Promo di Makmur
Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.
Perlu diketahui, selain melalui aplikasi, Anda juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.
Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:
Website: Makmur.id
Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani
Key Takeaways: Setiap investor memiliki tujuan investasi yang berbeda. Ada yang menjadikan reksa dana sebagai investasi jangka panjang, misalnya untuk tabungan pensiun. Ada pula yang memanfaatkannya untuk memperoleh keuntungan dari imbal hasil atau return yang ditawarkan. Oleh karena itu, penting bagi investor untuk memahami strategi dalam mengoptimalkan imbal hasil reksa dana. Strategi Mendapatkan Imbal Hasil […]
Key Takeaways: Menjelang Hari Raya Idulfitri, Tunjangan Hari Raya (THR) merupakan salah satu hal yang dinantikan oleh banyak orang, khususnya karyawan dan pegawai. Dana THR umumnya digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan serta merayakan momen kebersamaan dengan keluarga. Namun, THR juga dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kondisi keuangan di masa depan. Salah satu langkah yang dapat dilakukan […]
Key Takeaways: Harga minyak west texas intermediate (WTI) pada (9/3) sempat mencapai US$118 per barel, meningkat sekitar 29,81% dibandingkan harga penutupan di tanggal 6 Maret 2026 yang berada di US$90,90 per barel. Berdasarkan data pembukaan perdagangan (9/3), tren harga minyak mentah menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Tabel 1. Kenaikan harga minyak mentah dunia […]
Key Takeaways: Saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dikelompokkan ke dalam berbagai sektor. Pergerakan antar-sektor dapat berbeda, tergantung pada kondisi ekonomi dan sentimen pasar. Beberapa sektor dapat tumbuh signifikan, sementara lainnya stagnan atau menurun, tergantung kondisi ekonomi dan sentimen pasar. Oleh karena itu, pemahaman terhadap analisis sektoral penting, agar bisa menganalisis potensi imbal hasil dan […]
Key Takeaways: Dividen adalah bagian dari laba bersih perusahaan yang didistribusikan kepada para pemegang saham sebagai bentuk imbal hasil atas modal yang telah diinvestasikan. Besaran dividen yang diterima setiap investor ditentukan secara proporsional berdasarkan jumlah lembar saham yang dimiliki. Dividen merupakan salah satu cara investor untuk memperoleh keuntungan dari investasi saham selain dari kenaikan harga […]