






Setiap investor memiliki tujuan investasi yang berbeda. Ada yang menjadikan reksa dana sebagai investasi jangka panjang, misalnya untuk tabungan pensiun. Ada pula yang memanfaatkannya untuk memperoleh keuntungan dari imbal hasil atau return yang ditawarkan. Oleh karena itu, penting bagi investor untuk memahami strategi dalam mengoptimalkan imbal hasil reksa dana.
Untuk mendapatkan hasil investasi yang maksimal, Anda perlu memahami strategi yang tepat sebelum memilih produk reksa dana. Strategi ini mencakup penentuan tujuan, analisis kinerja, hingga diversifikasi portofolio. Berikut adalah strategi mendapatkan imbal hasil reksa dana yang optimal:
Setiap investor memiliki tujuan investasi yang berbeda, sehingga profil risiko juga bervariasi. Tujuan bisa berupa dana darurat, biaya pendidikan anak, membeli rumah, atau persiapan pensiun. Sementara itu, profil risiko menunjukkan sejauh mana Anda mampu menerima fluktuasi nilai investasi. Terdapat 3 jenis profil risiko, yaitu konservatif, moderat, dan agresif.
Strategi kedua untuk mengoptimalkan return adalah dengan memantau kinerja historis dari reksa dana. Kinerja historis membantu Anda menilai konsistensi reksa dana dalam berbagai kondisi pasar.
Selain membandingkan dua reksa dana, Anda juga membandingkan return dengan benchmark tertentu. Misalkan, Anda bisa membandingkan imbal hasil dari berbagai reksa dana di jenis yang sama. Di Makmur, Anda dapat menggunakan fitur perbandingan reksa dana untuk mengetahui kinerja, expense ratio, dana kelolaan, hingga minimum pembelian.
Gambar 2.1. Perbandingan produk reksa dana di Makmur App

Expense ratio adalah biaya tahunan yang dikenakan reksa dana untuk menutup biaya operasional dan pengelolaan. Biaya ini dihitung sebagai persentase dari total dana yang Anda investasikan. Besarnya bisa berkisar antara 1% hingga 3%, tergantung dari jenis reksa dana.
Manajer investasi (MI) adalah pihak yang mengelola dana Anda. Oleh karena itu, kualitas manajer investasi sangat menentukan imbal hasil investasi. Dalam mengevaluasi manajer investasi, Anda dapat memperhatikan beberapa indikator penting, seperti rekam jejak kinerja (track record), konsistensi imbal hasil dibandingkan benchmark, serta pengalaman dan stabilitas tim pengelola. Selain itu, besarnya dana kelolaan atau Assets Under Management (AUM) juga dapat menjadi salah satu indikator tingkat kepercayaan investor terhadap manajer investasi. Reputasi perusahaan, kepatuhan terhadap regulasi, serta konsistensi strategi pengelolaan sesuai prospektus juga penting untuk diperhatikan sebelum mengambil keputusan investasi.
Strategi terakhir yang bisa Anda lakukan adalah dengan menyebarkan aset atau mendiversifikasikan portofolio. Reksa dana memang mendiversifikasi portofolio dalam berbagai instrumen. Namun, diversifikasi yang ditawarkan oleh reksa dana mungkin tidak selalu cukup untuk melindungi Anda dari kerugian yang mungkin timbul akibat fluktuasi pasar.
Setiap produk reksa dana memiliki karakteristik, tingkat risiko, potensi imbal hasil, serta kecocokan yang berbeda dengan tujuan investasi dan profil risiko investor. Karena itu, pemahaman mendalam mengenai jenis reksa dana perlu diketahui sebelum menentukan pilihan. Berikut adalah penjelasan mengenai jenis reksa dana.
Reksa Dana Pasar Uang (RDPU) adalah jenis reksa dana yang menginvestasikan 100% dana kelolaannya pada instrumen deposito, Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), hingga obligasi tenor <1 tahun. RDPU dirancang untuk memberikan stabilitas nilai dan likuiditas tinggi, sehingga cocok investasi jangka pendek atau dana darurat. Instrumen ini memiliki risiko paling rendah karena fluktuasi harga yang sangat kecil, namun dengan potensi imbal hasil yang stabil, umumnya berkisar 4–6% per tahun. Sehingga, instrumen ini cocok untuk investor dengan profil risiko konservatif.
Salah satu contoh RDPU adalah Insight Retail Cash Fund. Reksa dana ini adalah produk reksa dana pasar uang dari PT Insight Investments Management. Berdasarkan fund fact sheet per 27 Februari 2026, reksa dana ini mengalokasikan sebagian besar aset pada obligasi jangka pendek sebesar 87,20% dan pada pasar uang sebesar 12,80%.
RDPU ini memiliki performa yang sangat baik dalam satu tahun terakhir. Berdasarkan data per 13 Maret 2026, Nilai Aktiva Bersih per unit (NAB/Unit) reksa dana ini bertumbuh 6,14% dalam 1 tahun terakhir.
Reksa dana pendapatan tetap (RDPT) adalah produk reksa dana yang mengalokasikan minimal 80% dari nilai aktiva bersihnya ke dalam efek bersifat utang atau obligasi.
Reksa dana ini memiliki risiko yang lebih tinggi (moderat) dibanding RDPU. Tetapi, reksa dana ini juga menawarkan imbal hasil historis yang lebih menarik, yakni sekitar 6–11% per tahun. Oleh karena itu, RDPT cocok untuk investasi jangka pendek hingga menengah.
Contoh produk RDPT adalah Sucorinvest Bond Fund. Berdasarkan fund fact sheet per 27 Februari 2026, reksa dana ini mengalokasikan 90,76% pada aset pada obligasi dan sebesar 9,24% pada pasar uang dan setara kas.
Reksa dana campuran adalah produk reksa dana yang mengalokasikan dana pada kombinasi efek bersifat ekuitas (saham), efek bersifat utang (obligasi), dan/atau instrumen pasar uang, dengan masing-masing aset maksimal 79%.
Reksa dana campuran memiliki tingkat risiko dan potensi imbal hasil yang berada di antara reksa dana pendapatan tetap dan reksa dana saham. Kinerjanya sangat bergantung pada komposisi aset serta kondisi pasar. Dalam periode tertentu, imbal hasilnya dapat lebih tinggi dibandingkan reksa dana pendapatan tetap, namun tetap disertai risiko fluktuasi yang perlu diperhatikan. Oleh karena itu, reksa dana campuran umumnya cocok untuk investasi jangka menengah hingga panjang.
Contoh dari reksa dana campuran adalah Sucorinvest Anak Pintar. Produk reksa dana campuran dari PT Sucorinvest Asset Management ini mengalokasikan aset pada tiga instrumen investasi yang berbeda. Berdasarkan fund fact sheet per 27 Februari 2026, Sucorinvest Anak Pintar mengalokasikan 73,91% pada saham, 15,96% pada obligasi/sukuk, dan 10,13% pada pasar uang. Berdasarkan data yang diambil per 13 Maret 2026, NAB/Unit reksa dana ini tumbuh 39,66% dalam satu tahun terakhir.
Reksa dana saham (RDS) adalah jenis reksa dana yang mengalokasikan dana minimal 80% dananya pada efek ekuitas atau saham yang tercatat di bursa. Produk ini menawarkan potensi pertumbuhan modal (capital growth) tertinggi dalam jangka panjang, dengan return terbaik mencapai 20–22% atau bahkan lebih tergantung kondisi pasar. Namun, produk ini juga memiliki risiko fluktuasi paling besar, sehingga hanya disarankan bagi investasi jangka panjang dengan profil risiko investor agresif.
Contoh dari reksa dana saham adalah Sucorinvest Maxi Fund. Produk reksa dana saham dari PT Sucorinvest Asset Management ini mengalokasikan aset pada dua instrumen investasi. Menurut data tanggal 27 Februari 2026, reksa dana ini menempatkan 97,62% pada saham dan 2,38% pada pasar uang.
Kinerja reksa dana saham ini sangat baik. Berdasarkan data per 13 Maret 2026, NAB/Unit reksa dana ini tumbuh 73,60% dalam satu tahun terakhir. Produk ini juga memiliki expense ratio yang cukup baik, yaitu sebesar 4,43%.
Itulah pembahasan tentang berbagai jenis reksa dana dan strategi untuk mengoptimalkan imbal hasilnya. Dengan memahami karakteristik, risiko, dan potensi setiap reksa dana, Anda bisa memilih produk yang paling sesuai dengan tujuan investasi dan profil risiko Anda.
Di Makmur, Anda juga bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo March Ramadhan dan Semua Bisa Makmur.
Link: Promo-Promo di Makmur
Silakan unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini. Jangan lupa berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.
Perlu diketahui, selain melalui aplikasi Makmur juga menyediakan aplikasi melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.
Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:
Website: Makmur.id
Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani
Key Takeaways: Menjelang Hari Raya Idulfitri, Tunjangan Hari Raya (THR) merupakan salah satu hal yang dinantikan oleh banyak orang, khususnya karyawan dan pegawai. Dana THR umumnya digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan serta merayakan momen kebersamaan dengan keluarga. Namun, THR juga dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kondisi keuangan di masa depan. Salah satu langkah yang dapat dilakukan […]
Key Takeaways: Harga minyak west texas intermediate (WTI) pada (9/3) sempat mencapai US$118 per barel, meningkat sekitar 29,81% dibandingkan harga penutupan di tanggal 6 Maret 2026 yang berada di US$90,90 per barel. Berdasarkan data pembukaan perdagangan (9/3), tren harga minyak mentah menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Tabel 1. Kenaikan harga minyak mentah dunia […]
Key Takeaways: Saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dikelompokkan ke dalam berbagai sektor. Pergerakan antar-sektor dapat berbeda, tergantung pada kondisi ekonomi dan sentimen pasar. Beberapa sektor dapat tumbuh signifikan, sementara lainnya stagnan atau menurun, tergantung kondisi ekonomi dan sentimen pasar. Oleh karena itu, pemahaman terhadap analisis sektoral penting, agar bisa menganalisis potensi imbal hasil dan […]
Key Takeaways: Dividen adalah bagian dari laba bersih perusahaan yang didistribusikan kepada para pemegang saham sebagai bentuk imbal hasil atas modal yang telah diinvestasikan. Besaran dividen yang diterima setiap investor ditentukan secara proporsional berdasarkan jumlah lembar saham yang dimiliki. Dividen merupakan salah satu cara investor untuk memperoleh keuntungan dari investasi saham selain dari kenaikan harga […]
Key Takeaways: Ramadan merupakan bulan penuh berkah dan menjadi momen yang bermakna bagi umat Muslim di seluruh dunia. Selama Ramadan, terjadi perubahan pola konsumsi, sehingga mendorong peningkatan jumlah uang yang beredar di masyarakat, karena banyaknya tradisi dan kebutuhan yang perlu dipenuhi selama bulan suci tersebut. Aktivitas ekonomi tersebut mendorong kinerja perusahaan di sektor tertentu. Oleh […]