makmur-logo
Reksa Dana
Bangun Kekayaan Anda Lebih Cerdas
dengan Reksa Dana
Maksimalkan produk reksa dana terkurasi dari para
profesional, untuk bantu capai tujuan finansial Anda.
Pelajari

Berinvestasi lebih mudah dengan
beragam fitur pintar
Dikelola oleh profesional yang bersertifikasi
Mudah & Dapat diakses dimana saja
Investasi mulai dari Rp10.000
Produk sesuai profil risiko
Alokasi aset dibantu oleh Mavis
faq-illustration
Ada Pertanyaan Seputar Makmur?
Kunjungi FAQ Kami
arrow-right-green
Artikel

Ingin Imbal Hasil yang Optimal? Ketahui secara Detail Jenis Reksa Dana

author
Content Management
author
16 Maret 2026
Facebook
Instagram
Tiktok
blog-detail

Key Takeaways: 

  • Setiap jenis reksa dana memiliki karakteristik dan risiko berbeda. Pilih reksa dana sesuai dengan tujuan dan toleransi risiko Anda.
  • Menentukan tujuan investasi dan profil risiko sangat penting untuk membantu memilih jenis reksa dana yang tepat.
  • Diversifikasi portofolio membantu mengurangi risiko dan meningkatkan potensi imbal hasil. 

Setiap investor memiliki tujuan investasi yang berbeda. Ada yang menjadikan reksa dana sebagai investasi jangka panjang, misalnya untuk tabungan pensiun. Ada pula yang memanfaatkannya untuk memperoleh keuntungan dari imbal hasil atau return yang ditawarkan. Oleh karena itu, penting bagi investor untuk memahami strategi dalam mengoptimalkan imbal hasil reksa dana.

Strategi Mendapatkan Imbal Hasil Reksa Dana yang Optimal 

Untuk mendapatkan hasil investasi yang maksimal, Anda perlu memahami strategi yang tepat sebelum memilih produk reksa dana. Strategi ini mencakup penentuan tujuan, analisis kinerja, hingga diversifikasi portofolio. Berikut adalah strategi mendapatkan imbal hasil reksa dana yang optimal: 

1. Menentukan tujuan investasi dan profil risiko

Setiap investor memiliki tujuan investasi yang berbeda, sehingga profil risiko juga bervariasi. Tujuan bisa berupa dana darurat, biaya pendidikan anak, membeli rumah, atau persiapan pensiun. Sementara itu, profil risiko menunjukkan sejauh mana Anda mampu menerima fluktuasi nilai investasi. Terdapat 3 jenis profil risiko, yaitu konservatif, moderat, dan agresif.

2. Riset dan bandingkan kinerja historis

Strategi kedua untuk mengoptimalkan return adalah dengan memantau kinerja historis dari reksa dana. Kinerja historis membantu Anda menilai konsistensi reksa dana dalam berbagai kondisi pasar.

Selain membandingkan dua reksa dana, Anda juga membandingkan return dengan benchmark tertentu. Misalkan, Anda bisa membandingkan imbal hasil dari berbagai reksa dana di jenis yang sama. Di Makmur, Anda dapat menggunakan fitur perbandingan reksa dana untuk mengetahui kinerja, expense ratio, dana kelolaan, hingga minimum pembelian.

Gambar 1. Contoh perbandingan kinerja produk reksa dana di Makmur App

3. Perhatikan expense ratio

Expense ratio adalah biaya tahunan yang dikenakan reksa dana untuk menutup biaya operasional dan pengelolaan. Biaya ini dihitung sebagai persentase dari total dana yang Anda investasikan. Besarnya bisa berkisar antara 1% hingga 3%, tergantung dari jenis reksa dana. 

4. Evaluasi manajer investasi

Manajer investasi (MI) adalah pihak yang mengelola dana Anda. Oleh karena itu, kualitas manajer investasi sangat menentukan imbal hasil investasi. Dalam mengevaluasi manajer investasi, Anda dapat memperhatikan beberapa indikator penting, seperti rekam jejak kinerja (track record), konsistensi imbal hasil dibandingkan benchmark, serta pengalaman dan stabilitas tim pengelola. Selain itu, besarnya dana kelolaan atau Assets Under Management (AUM) juga dapat menjadi salah satu indikator tingkat kepercayaan investor terhadap manajer investasi. Reputasi perusahaan, kepatuhan terhadap regulasi, serta konsistensi strategi pengelolaan sesuai prospektus juga penting untuk diperhatikan sebelum mengambil keputusan investasi.

5. Diversifikasi portofolio

Strategi terakhir yang bisa Anda lakukan adalah dengan menyebarkan aset atau mendiversifikasikan portofolio. Reksa dana memang mendiversifikasi portofolio dalam berbagai instrumen. Namun, diversifikasi yang ditawarkan oleh reksa dana mungkin tidak selalu cukup untuk melindungi Anda dari kerugian yang mungkin timbul akibat fluktuasi pasar.

Jenis-Jenis Reksa Dana di Indonesia 

Setiap produk reksa dana memiliki karakteristik, tingkat risiko, potensi imbal hasil, serta kecocokan yang berbeda dengan tujuan investasi dan profil risiko investor. Karena itu, pemahaman mendalam mengenai jenis reksa dana perlu diketahui sebelum menentukan pilihan. Berikut adalah penjelasan mengenai jenis reksa dana. 

1. Reksa dana pasar uang (RDPU)

Reksa Dana Pasar Uang (RDPU) adalah jenis reksa dana yang menginvestasikan 100% dana kelolaannya pada instrumen deposito, Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), hingga obligasi tenor <1 tahun. RDPU dirancang untuk memberikan stabilitas nilai dan likuiditas tinggi, sehingga cocok investasi jangka pendek atau dana darurat. Instrumen ini memiliki risiko paling rendah karena fluktuasi harga yang sangat kecil, namun dengan potensi imbal hasil yang stabil, umumnya berkisar 4–6% per tahun. Sehingga, instrumen ini cocok untuk investor dengan profil risiko konservatif.

Salah satu contoh RDPU adalah Insight Retail Cash Fund. Reksa dana ini adalah produk reksa dana pasar uang dari PT Insight Investments Management. Berdasarkan fund fact sheet per 27 Februari 2026, reksa dana ini mengalokasikan sebagian besar aset pada obligasi jangka pendek sebesar 87,20% dan pada pasar uang sebesar 12,80%.

RDPU ini memiliki performa yang sangat baik dalam satu tahun terakhir. Berdasarkan data per 13 Maret 2026, Nilai Aktiva Bersih per unit (NAB/Unit) reksa dana ini bertumbuh 6,14% dalam 1 tahun terakhir. 

2. Reksa dana pendapatan tetap (RDPT)

Reksa dana pendapatan tetap (RDPT) adalah produk reksa dana yang mengalokasikan minimal 80% dari nilai aktiva bersihnya ke dalam efek bersifat utang atau obligasi.

Reksa dana ini memiliki risiko yang lebih tinggi (moderat) dibanding RDPU. Tetapi, reksa dana ini juga menawarkan imbal hasil historis yang lebih menarik, yakni sekitar 6–11% per tahun. Oleh karena itu, RDPT cocok untuk investasi jangka pendek hingga menengah.  

Contoh produk RDPT adalah Sucorinvest Bond Fund. Berdasarkan fund fact sheet per 27 Februari 2026, reksa dana ini mengalokasikan 90,76% pada aset pada obligasi dan sebesar 9,24% pada pasar uang dan setara kas.

3. Reksa dana campuran

Reksa dana campuran adalah produk reksa dana yang mengalokasikan dana pada kombinasi efek bersifat ekuitas (saham), efek bersifat utang (obligasi), dan/atau instrumen pasar uang, dengan masing-masing aset maksimal 79%. 

Reksa dana campuran memiliki tingkat risiko dan potensi imbal hasil yang berada di antara reksa dana pendapatan tetap dan reksa dana saham. Kinerjanya sangat bergantung pada komposisi aset serta kondisi pasar. Dalam periode tertentu, imbal hasilnya dapat lebih tinggi dibandingkan reksa dana pendapatan tetap, namun tetap disertai risiko fluktuasi yang perlu diperhatikan. Oleh karena itu, reksa dana campuran umumnya cocok untuk investasi jangka menengah hingga panjang.

Contoh dari reksa dana campuran adalah Sucorinvest Anak Pintar. Produk reksa dana campuran dari PT Sucorinvest Asset Management ini mengalokasikan aset pada tiga instrumen investasi yang berbeda. Berdasarkan fund fact sheet per 27 Februari 2026, Sucorinvest Anak Pintar mengalokasikan 73,91% pada saham, 15,96% pada obligasi/sukuk, dan 10,13% pada pasar uang. Berdasarkan data yang diambil per 13 Maret 2026, NAB/Unit reksa dana ini tumbuh 39,66% dalam satu tahun terakhir. 

4. Reksa dana saham

Reksa dana saham (RDS) adalah jenis reksa dana yang mengalokasikan dana minimal 80% dananya pada efek ekuitas atau saham yang tercatat di bursa. Produk ini menawarkan potensi pertumbuhan modal (capital growth) tertinggi dalam jangka panjang, dengan return terbaik mencapai 20–22% atau bahkan lebih tergantung kondisi pasar. Namun, produk ini juga memiliki risiko fluktuasi paling besar, sehingga hanya disarankan bagi investasi jangka panjang dengan profil risiko investor agresif.

Contoh dari reksa dana saham adalah Sucorinvest Maxi Fund. Produk reksa dana saham dari PT Sucorinvest Asset Management ini mengalokasikan aset pada dua instrumen investasi. Menurut data tanggal 27 Februari 2026, reksa dana ini menempatkan 97,62% pada saham dan 2,38% pada pasar uang. 

Kinerja reksa dana saham ini sangat baik. Berdasarkan data per 13 Maret 2026, NAB/Unit reksa dana ini tumbuh 73,60% dalam satu tahun terakhir. 
*Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja di masa depan.

Itulah pembahasan tentang berbagai jenis reksa dana dan strategi untuk mengoptimalkan imbal hasilnya. Dengan memahami karakteristik, risiko, dan potensi setiap reksa dana, Anda bisa memilih produk yang paling sesuai dengan tujuan investasi dan profil risiko Anda.


Di Makmur, Anda juga bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo March Ramadhan dan Semua Bisa Makmur.

Link: Promo-Promo di Makmur

Silakan unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini. Jangan lupa berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.

Download Makmur

Perlu diketahui, selain melalui aplikasi Makmur juga menyediakan aplikasi melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.

Web Aplikasi Makmur

Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini: 

Website: Makmur.id


Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani

Bagikan
Facebook
Instagram
Tiktok
Artikel lainnya
Artikel

Saham yang Anda Miliki Melakukan Akuisisi Perusahaan Lain? Hal Ini yang Perlu Anda Evaluasi

Key Takeaways: Akuisisi perusahaan merupakan aksi korporasi yang berdampak material terhadap harga saham dan kinerja keuangan pihak-pihak yang terlibat, di mana suatu perusahaan membeli atau mengendalikan perusahaan lain untuk memperluas bisnis atau meningkatkan nilai. Bagi investor yang memiliki saham pada perusahaan pengakuisisi, penting untuk mengevaluasi berbagai aspek untuk memahami implikasi jangka pendek dan jangka panjang dari […]

author
Content Management
calendar
06 Mei 2026
Artikel

Prinsip Investasi Charlie Munger yang Relevan bagi Investor

Key Takeaways:  Charlie Munger adalah salah satu investor legendaris di dunia dan merupakan rekan dari Warren Buffett di Berkshire Hathaway, sebuah perusahaan investasi (holding company) multinasional asal Amerika Serikat. Charlie Munger menjabat sebagai vice chairman sejak 1978. Ia adalah sosok yang meyakinkan Buffett untuk beralih dari strategi cigar butt menjadi berfokus pada perusahaan berkualitas dengan […]

author
Content Management
calendar
05 Mei 2026
Artikel

Private Placement Saham Disebut Pendanaan Strategis, Benarkah Selalu Menguntungkan Investor?

Key Takeaways: Private placement saham adalah proses penerbitan saham baru yang ditujukan kepada investor institusi tanpa melalui pasar terbuka. Biasanya, perusahaan memilih private placement sebagai cara untuk memperkuat posisi keuangan atau mendanai proyek ekspansi. Walaupun disebut sebagai pendanaan strategis, apakah private placement selalu menguntungkan bagi investor? Mari kita bahas lebih dalam mengenai cara kerja private […]

author
Content Management
calendar
04 Mei 2026
Artikel

Reksa Dana Pasar Uang Terbaik April 2026 Berdasarkan Return

Reksa dana pasar uang (RDPU) merupakan instrumen investasi dengan risiko relatif rendah dan likuid, sehingga cocok untuk berbagai profil investor. Reksa dana ini 100% dialokasikan ke instrumen pasar uang seperti deposito dan obligasi yang memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun. Oleh karena itu, RDPU ideal untuk tujuan investasi jangka pendek dan menawarkan potensi imbal […]

author
Content Management
calendar
30 April 2026
Artikel

Reksa Dana Pendapatan Tetap Terbaik April 2026 Berdasarkan Return

Sebagai instrumen investasi yang relatif stabil, reksa dana pendapatan tetap (RDPT) menjadi salah satu pilihan utama investor di Indonesia. Hal ini tercermin dari Asset Under Management (AUM) yang mencapai Rp252,82 triliun per Maret 2026, turun 5,25% dari Rp266,82 triliun pada Februari 2026, seiring dinamika pasar. Meski demikian, RDPT tetap menjadi reksa dana dengan AUM tertinggi […]

author
Content Management
calendar
30 April 2026
Artikel

Reksa Dana Campuran Terbaik April 2026 Berdasarkan Return

Reksa dana campuran merupakan instrumen investasi yang mengalokasikan dana pada instrumen saham, obligasi, dan instrumen pasar uang, dengan masing-masing aset tidak melebihi 79% dari total portofolio. Diversifikasi ini memberikan keseimbangan antara potensi pertumbuhan dan stabilitas, sehingga cocok bagi investor dengan profil risiko moderat dan tujuan investasi jangka menengah hingga panjang. Makmur menyeleksi reksa dana campuran […]

author
Content Management
calendar
30 April 2026
Bangun Kekayaan Jangka Panjang Bersama Makmur
Hak Cipta ©2019 - 2026 PT Inovasi Finansial Teknologi
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan yang berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PT Inovasi Finansial Teknologi telah mendapatkan izin sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta telah tersertifikasi ISO 270001:2022 dalam penerapan standar internasional pada Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Reksa dana adalah instrumen investasi dan produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Makmur tidak bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Saham adalah tanda penyertaan modal atas suatu persereoan terbatas yang terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Seluruh instrumen investasi mengandung risiko dan memiliki kemungkinan berkurangnya nilai investasi. Kinerja historis instrumen investasi tidak menjamin kinerja dimasa yang akan datang.
Makmur V.1.0.0