Artikel

Cara Memaksimalkan Hasil Investasi dengan Pendekatan Life-Cycle Investing

author
Content Management
author
15 Januari 2026
Facebook
Instagram
Tiktok
blog-detail

Key Takeaways:

  • Life-cycle investing menekankan bahwa strategi investasi harus disesuaikan dengan perubahan fase kehidupan.
  • Pada fase awal karier, tujuan utama adalah mengakumulasi kekayaan untuk masa depan.
  • Sedangkan di fase persiapan pensiun, fokus beralih untuk mempertahankan kekayaan dan persiapan dana pensiun yang memadai.

Banyak investor menggunakan strategi yang sama sepanjang hidupnya, padahal kebutuhan dan toleransi risiko akan terus berubah seiring waktu. Salah satu cara yang dapat Anda gunakan untuk memaksimalkan hasil investasi adalah life-cycle investing. Pendekatan ini berfokus pada perubahan profil risiko dan tujuan keuangan seseorang seiring berjalannya waktu, sehingga memungkinkan Anda untuk menyesuaikan keputusan investasi sesuai dengan tahap kehidupan yang sedang dijalani.

Fase dan Perjalanan Investasi dalam Hidup

Kebutuhan finansial seseorang akan berbeda seiring dengan perubahan usia dan fase kehidupan. Hal ini mirip dengan siklus pergerakan saham yang mengalami berbagai tahapan dalam perjalanan hidupnya. 

Pada fase awal kehidupan atau awal investasi, seseorang umumnya berada dalam tahap akumulasi, dengan fokus pada pertumbuhan aset, toleransi risiko yang lebih tinggi, serta peningkatan pendapatan. Seiring bertambahnya usia dan meningkatnya stabilitas finansial, pendekatan investasi beralih ke fase konsolidasi, yang memfokuskan keseimbangan antara pertumbuhan dan pengelolaan risiko. 

Memasuki tahap berikutnya, prioritas investor cenderung bergeser pada preservasi modal dan optimalisasi hasil investasi, fokus menjaga kestabilan finansial dan memaksimalkan pendapatan dari investasi yang sudah ada. Oleh karena itu, strategi investasi juga harus disesuaikan dengan kondisi hidup dari waktu ke waktu. Berikut adalah penjelasan mengenai beberapa fase dalam life-cycle investing:

1. Fase akumulasi 

Pada fase akumulasi, yang biasanya terjadi di usia muda (20-an hingga 30-an), seseorang berada di awal karier dan memiliki waktu yang cukup panjang untuk menumbuhkan kekayaan. Tujuan utama pada fase ini adalah akumulasi kekayaan, dengan kemampuan yang lebih besar untuk menanggung risiko. 

Oleh karena itu, investor di fase ini cenderung memilih instrumen berisiko tinggi, seperti saham atau reksa dana saham, yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi. Meskipun risikonya lebih besar, volatilitas pasar dapat dihadapi dengan harapan memperoleh imbal hasil optimal dalam jangka panjang, mengingat usia yang masih jauh dari usia pensiun. 

Pada fase ini, alokasi portofolio investasi cenderung didominasi oleh saham, dengan proporsi sekitar 80%, karena memiliki potensi pertumbuhan yang lebih besar dalam jangka panjang. Sementara itu, 20% dari portofolio bisa dialokasikan pada reksa dana pasar uang sebagai dana darurat. Reksa dana pasar uang menawarkan likuiditas yang lebih tinggi dan risiko yang lebih rendah, sehingga dapat digunakan untuk menghadapi kebutuhan mendesak.

2. Fase konsolidasi 

Pada fase konsolidasi, yang umumnya terjadi pada usia 30-an hingga 40-an, Anda cenderung memiliki pendapatan yang lebih stabil dan kemampuan untuk menabung atau berinvestasi secara rutin. Namun, tanggung jawab yang lebih besar, seperti membiayai keluarga dan pendidikan anak, juga mulai muncul. 

Investor yang berada pada fase ini mengelola kekayaan yang telah terakumulasi dan mempersiapkan kebutuhan jangka panjang, seperti dana pensiun. Pada fase ini, investor mulai meningkatkan porsi instrumen investasi berisiko lebih rendah, seperti obligasi atau reksa dana pendapatan tetap, untuk mengurangi volatilitas portofolio dan menjaga kestabilan finansial. Meskipun begitu, sebagian alokasi tetap dialokasikan pada saham yang masih memiliki potensi pertumbuhan dalam jangka panjang. Sebagai contoh, alokasi portofolio dapat dibagi sebagai berikut:

  • 50% pada obligasi atau reksa dana pendapatan tetap, yang stabil dan memiliki risiko rendah.
  • 30% pada saham dan reksa dana saham, yang berpotensi tumbuh, dengan harapan memberikan keuntungan jangka panjang.
  • Alokasi 20% pada reksa dana pasar uang sebagai dana darurat, mengingat adanya tanggungan seperti kebutuhan keluarga.

3. Fase persiapan pensiun 

Memasuki fase persiapan pensiun (usia 50-an hingga 60-an), fokus utama investasi beralih ke perlindungan modal dan persiapan dana pensiun. Pada tahap ini, penting untuk mengurangi eksposur terhadap instrumen investasi yang memiliki risiko tinggi, seperti saham atau reksa dana saham.

Agar porsi investasi lebih optimal, investor bisa meningkatkan eksposur pada obligasi atau reksa dana pendapatan tetap, untuk menjaga nilai kekayaan yang telah terkumpul. Sebagai contoh, alokasinya dapat dibagi sebagai berikut:

  • 80% pada obligasi atau reksa dana pendapatan tetap, yang memberikan kestabilan dan pendapatan tetap jangka panjang.
  • 20% pada reksa dana pasar uang, yang berfungsi sebagai dana darurat, menawarkan likuiditas yang tinggi dan dapat digunakan untuk kebutuhan mendesak menjelang pensiun.

Sebagai catatan, Anda juga perlu menghitung proyeksi kebutuhan dan pengeluaran di masa depan, agar dapat memastikan ketersediaan dana yang cukup untuk kebutuhan hidup di masa pensiun.

4. Fase pensiun 

Pada fase pensiun, di usia sekitar 60-an hingga 70-an, prioritas keuangan adalah mengelola pengeluaran dan pendapatan yang berasal dari dana pensiun atau investasi lainnya. Oleh karena itu, alokasi investasi sebaiknya lebih difokuskan pada instrumen yang memiliki risiko rendah dan likuid, seperti reksa dana pasar uang dan obligasi. Sebagai contoh, alokasinya dapat dibagi sebagai berikut:

  • 60% pada reksa dana pasar uang, yang memberikan likuiditas tinggi dan memiliki risiko rendah, agar dapat digunakan sebagai dana darurat atau untuk pengeluaran sehari-hari.
  • 40% pada obligasi atau reksa dana pendapatan tetap, sehingga dapat memaksimalkan pendapatan pensiun dengan risiko yang terjaga.

5. Fase mewariskan kekayaan 

Pada fase mewariskan kekayaan, yang biasanya terjadi setelah memasuki usia lanjut atau lebih dari 70 tahun, fokus beralih pada perencanaan warisan untuk memastikan kekayaan dapat dialihkan kepada ahli waris dengan cara yang efisien. Pada tahap ini, penting untuk memilih instrumen investasi yang likuid dan mudah dicairkan, guna memastikan kelancaran proses meneruskan kekayaan kepada generasi berikutnya. Sebagai contoh, alokasi investasinya sebagai berikut:

  • 80% pada reksa dana pasar uang atau deposito, yang memberikan likuiditas tinggi dan risiko rendah, dana mudah dicairkan jika ada keperluan mendesak.
  • 20% pada kas, untuk memastikan ketersediaan dana yang sangat likuid dan dapat digunakan secara langsung untuk mempermudah proses perencanaan warisan.

Memaksimalkan Hasil Investasi dengan Pendekatan Life-Cycle Investing

Berikut ini merupakan cara memaksimalkan hasil investasi menggunakan pendekatan life-cycle investing dengan cara yang efektif dan bijak, di antaranya:

1. Menentukan tujuan keuangan sesuai fase hidup

Setiap investor memiliki tujuan keuangan yang berbeda pada setiap fase kehidupan dan life-cycle investing berfokus untuk menetapkan tujuan yang realistis sesuai dengan fase hidup yang sedang dijalani.

Pada awal karier, tujuan keuangan cenderung lebih fokus pada akumulasi kekayaan jangka panjang, sementara seiring bertambahnya usia, fokus tersebut beralih ke perlindungan kekayaan dan persiapan untuk pensiun. 

Menentukan tujuan yang jelas dan menyesuaikan strategi investasi dengan perubahan fase kehidupan sangat penting untuk memastikan hasil investasi optimal dan sesuai dengan kebutuhan di setiap tahap kehidupan.

2. Diversifikasi portofolio investasi

Diversifikasi portofolio investasi merupakan langkah penting dalam life-cycle investing, karena dengan membagi investasi ke berbagai jenis aset seperti saham, obligasi, reksa dana, dan deposito, Anda dapat mengurangi risiko yang dapat berdampak pada hasil investasi secara keseluruhan. 

Pendekatan ini juga memungkinkan Anda untuk memanfaatkan peluang di berbagai sektor dan pasar, yang dapat meningkatkan potensi keuntungan. Seiring berjalannya waktu, Anda dapat menyesuaikan alokasi aset dalam portofolio Anda sesuai dengan perubahan tujuan keuangan dan tingkat risiko yang dapat diterima.

3. Menyusun rencana pensiun 

Salah satu tujuan dari memahami life-cycle investing adalah mempersiapkan finansial ketika pensiun. Meskipun pada usia muda Anda mungkin tidak terlalu memikirkan pensiun, sangat penting untuk mulai berinvestasi sejak dini untuk memastikan kondisi finansial yang sehat di masa depan. 

Perencanaan pensiun perlu disusun secara cermat dengan memperhitungkan perkiraan pengeluaran dan sumber penghasilan di masa pensiun, sekaligus mempertimbangkan faktor inflasi serta kebutuhan hidup yang dapat berubah seiring waktu.

4. Memantau dan mengevaluasi kinerja investasi secara berkala

Memantau dan mengevaluasi kinerja investasi secara berkala sangat penting karena kondisi ekonomi dan tujuan keuangan dapat berubah seiring waktu. Mengevaluasi kinerja investasi secara rutin bermanfaat untuk menilai apakah pertumbuhannya selaras dengan tujuan keuangan dan profil risiko Anda. 

Jika diperlukan, lakukan penyesuaian dengan menyesuaikan jenis aset dalam portofolio agar tetap sesuai dengan kondisi pasar dan tujuan jangka panjang. Langkah ini akan membantu Anda mengoptimalkan hasil investasi dan menjaga agar investasi tetap menguntungkan di masa depan.

Setelah memahami bahwa pendekatan life-cycle investing berfokus pada penyesuaian keputusan investasi sesuai dengan perubahan fase kehidupan, kini saatnya Anda mempertimbangkan instrumen investasi yang tepat.

Salah satu pilihan yang relevan untuk setiap tahap kehidupan adalah reksa dana, yang menawarkan fleksibilitas, diversifikasi, dan potensi imbal hasil yang dapat disesuaikan dengan tujuan keuangan Anda. Terdapat empat jenis reksa dana yang dapat Anda pilih, di antaranya:

  • Reksa dana pasar uang

Reksa dana pasar uang merupakan pilihan yang tepat jika Anda mencari instrumen dengan risiko relatif rendah. Sebagian besar dana kelolaannya dialokasikan pada instrumen pasar uang, seperti deposito dan surat berharga jangka pendek. 

Selain itu, reksa dana pasar uang memiliki likuiditas yang tinggi, sehingga cocok untuk Anda yang berada di fase kehidupan yang membutuhkan stabilitas, seperti saat mendekati pensiun. Instrumen ini juga sangat sesuai bagi Anda yang memiliki profil risiko konservatif.

  • Reksa dana pendapatan tetap

Jika Anda mencari investasi dengan pendapatan yang lebih stabil namun dengan tingkat risiko yang tidak terlalu besar, maka reksa dana pendapatan tetap dapat menjadi pilihan. Sebagian besar dana kelolaannya yakni minimal 80% dialokasikan pada instrumen surat utang atau obligasi, yang biasanya memberikan tingkat imbal hasil yang lebih baik dibandingkan dengan tabungan atau deposito. Reksa dana ini cocok bagi investor yang memiliki profil risiko moderat. 

  • Reksa dana campuran

Reksa dana campuran merupakan jenis reksa dana yang mengalokasikan dana kelolaannya secara proporsional, maksimal 79% untuk setiap instrumen pasar uang, surat utang, dan saham. Reksa dana campuran memberikan keseimbangan antara pertumbuhan dan stabilitas, sehingga cocok jika Anda berada di fase pertengahan karier dan memiliki profil risiko agresif. 

  • Reksa dana saham

Jika Anda memiliki tujuan jangka panjang dan siap dengan tingkat risiko yang lebih tinggi, reksa dana saham bisa menjadi pilihan yang tepat. Reksa dana ini mengalokasikan minimal 80% dana kelolaan ke instrumen saham, sehingga berpotensi memberikan imbal hasil yang tinggi dalam jangka panjang. Meskipun risikonya juga tinggi, reksa dana saham dapat memberikan potensi pertumbuhan signifikan, terutama bagi Anda yang berada di awal karier dan memiliki profil risiko agresif.

Pastikan Anda membeli reksa dana melalui Makmur, perusahaan Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Semua investasi mengandung risiko dan kemungkinan kerugian nilai investasi. Semua manajer investasi dan produk reksa dana di Makmur juga sudah dikurasi secara profesional. 


Di Makmur, Anda juga bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itureksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo Bright January dan promo Semua Bisa Makmur.

Link: Promo-Promo di Makmur

Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.

Download Makmur

Perlu diketahui, selain melalui aplikasi, Anda juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.

Web Aplikasi Makmur

Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:

Website: Makmur.id


Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani

Bagikan
Facebook
Instagram
Tiktok
Artikel lainnya
Artikel

Mengoptimalkan Keputusan Investasi Melalui Metode Dividend Growth Rate

Key Takeaways: Dividen merupakan salah satu sumber pendapatan pasif bagi investor saham, khususnya Anda yang menerapkan strategi investasi jangka panjang. Namun, besarnya dividen saja tidak cukup untuk menilai kualitas suatu emiten. Anda juga perlu memahami apakah dividen tersebut bertumbuh secara konsisten dari waktu ke waktu. Salah satu perhitungan yang dapat digunakan untuk menilainya adalah Dividend […]

author
Content Management
calendar
15 Januari 2026
Artikel

Perhitungan Price to Cash Flow Membantu Investor Menghindari Saham Overvalued

Key Takeaways: Sebagai seorang investor, memahami berbagai metrik keuangan yang digunakan untuk menilai suatu saham merupakan langkah penting dalam proses pengambilan keputusan investasi yang cerdas. Salah satu metrik yang layak Anda pertimbangkan untuk menilai apakah saham suatu perusahaan tergolong overvalued atau undervalued adalah Price to Cash Flow (P/CF). Metrik P/CF memberikan indikasi yang relatif akurat […]

author
Content Management
calendar
13 Januari 2026
Artikel

Alasan Loss Aversion Menjadi Bias yang Merugikan dalam Berinvestasi Saham

Key Takeaways: Loss aversion merupakan bias psikologis di mana seseorang cenderung memiliki rasa sakit yang lebih besar akibat kerugian dibandingkan dengan kebahagiaan yang dirasakan dari keuntungan dengan nilai yang sama. Dalam investasi saham, bias ini bisa sangat merugikan, sehingga berpotensi membuat keputusan yang tidak rasional atau menunda tindakan yang seharusnya segera diambil. Dampak Loss Aversion […]

author
Content Management
calendar
12 Januari 2026
Artikel

Cara Menganalisis Kesehatan Emiten melalui Perubahan Enterprise Value

Key Takeaways: Dalam berinvestasi saham, dibutuhkan pemahaman yang mendalam terhadap berbagai aspek fundamental perusahaan untuk meminimalkan risiko dan memaksimalkan potensi keuntungan. Salah satu pendekatan penting dalam analisis ini adalah dengan menilai seberapa sehat kondisi keuangan suatu perusahaan. Memahami kondisi keuangan perusahaan secara mendalam merupakan langkah yang penting, karena nilai sebuah perusahaan tidak selalu tercermin dari […]

author
Content Management
calendar
09 Januari 2026
Artikel

Pencapaian Strategis Bursa Efek Indonesia 2025 Menuju Penguatan Pasar Modal Indonesia 2026

Key Takeaways: Tahun 2025 menjadi periode penting Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam memperkuat pasar modal Indonesia, seiring implementasi berbagai kebijakan yang mendorong perubahan struktural secara berkelanjutan. Melalui fokus pada pendalaman likuiditas, peningkatan transparansi perdagangan, serta pengembangan inovasi produk yang relevan bagi investor pasar modal, BEI tidak hanya memperkokoh fondasi domestik, tetapi juga meningkatkan daya saing […]

author
Content Management
calendar
06 Januari 2026
Bergabunglah dengan lebih dari 500 ribu investor yang telah berinvestasi di Makmur
ios-app-storeandroid-googleplay-store
Hak Cipta ©2019 - 2025 PT Inovasi Finansial Teknologi
PT INOVASI FINANSIAL TEKNOLOGI (Makmur) adalah perusahaan Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Semua investasi mengandung risiko dan kemungkinan kerugian nilai investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja di masa depan. Simulasi investasi disediakan untuk tujuan informasi dan ilustrasi. Reksa dana adalah produk Manajer Investasi (MI) dan bukan produk APERD. APERD tidak bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio yang dilakukan oleh MI.