makmur-logo
Masuk / Daftar
Artikel

Mau Berinvestasi Reksa Dana? Ketahui Bagaimana Manajer Investasi Meracik Portofolio

author
Content Management
author
19 Agustus 2024
Facebook
Instagram
Tiktok
blog-detail

Hai, Sobat Makmur! Portofolio efek menjadi komponen paling penting dalam reksa dana. Portofolio dalam reksa dana berisikan sejumlah efek seperti saham, deposito, surat utang, hingga surat berharga. Kinerja efek-efek ini nantinya akan menentukan performa reksa dana pilihanmu. Manajer investasi (MI) menjadi pihak yang bertanggung jawab dalam mengelola portofolio efek agar reksa dana kelolaannya berkinerja maksimal. Pada artikel kali ini, Makmur akan membahas bagaimana MI meracik portofolionya hingga bisa menghasilkan return yang optimal. Yuk disimak!

Peran Manajer Investasi

Sebelum masuk ke pembahasan, ada baiknya Sobat Makmur mengenali terlebih dahulu peran manajer investasi (MI) dalam reksa dana. MI merupakan pihak yang bertanggung jawab mengelola portofolio investasi dalam sebuah reksa dana. MI akan bekerja untuk memastikan bahwa dana yang kamu investasikan dikelola secara profesional dan berpotensi memberikan keuntungan.

Setidaknya terdapat 4 peran MI dalam reksa dana:

1. Memilih Instrumen Investasi
MI memiliki wewenang untuk memilih dan memutuskan instrumen investasi melalui proses analisis. Tujuannya adalah untuk mendapatkan keuntungan optimal dan meminimalkan risiko kerugian.

2. Melakukan Analisis Pasar
MI akan melakukan analisis pasar dengan memantau perkembangan kondisi makro ekonomi dan perkembangan indikator ekonomi lainnya seperti tingkat inflasi, suku bunga acuan, hingga pertumbuhan ekonomi. Analisis pasar dilakukan untuk mengantisipasi dampak potensial yang akan terjadi pada portofolio efek.

3. Mengelola Portofolio Investasi
Ini merupakan tugas utama MI. Pengelolaan portofolio dilakukan dengan mengacu pada analisis dan indikator ekonomi. Nantinya, keputusan pembelian atau penjualan instrumen investasi akan didasarkan melalui proses analisis.

4. Melaporkan Hasil Investasi
MI juga berperan untuk memberikan laporan hasil portofolio investasi kepada nasabah. Nantinya, laporan hasil investasi akan berisi sejumlah informasi, seperti kinerja historis, komposisi portofolio, persentase top holding, hingga persentase keuntungan investasi.

Bagaimana MI Meracik Portofolio?

Setelah mengetahui peran MI dalam reksa dana, lalu bagaimana cara MI meracik portofolio reksa dana? Apa saja faktor yang menjadi pertimbangan MI dalam menentukan portofolio reksa dana? Berikut ulasannya.

1. Kondisi Ekonomi dan Kebijakan Makro Ekonomi
Kebijakan yang diterapkan pemerintah tidak bisa terlepas dari kondisi makro ekonomi. Misal, ketika tingkat inflasi menurun terdapat kecenderungan bagi bank sentral untuk memangkas suku bunga acuannya. Pemangkasan suku bunga diambil untuk merespons kondisi ekonomi tertentu, seperti untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan mendukung stabilitas keuangan. Nah, kebijakan suku bunga akan berdampak pada aset investasi yang pada akhirnya akan berimbas pada kinerja portofolio reksa dana. Contohnya, ketika suku bunga turun, maka harga obligasi akan cenderung naik, begitu juga sebaliknya. Sebab, penurunan suku bunga akan membuat investor lebih tertarik berinvestasi di instrumen obligasi dibandingkan dengan menaruh uang di deposito. Dalam kondisi ini, biasanya MI akan melakukan penyesuaian terhadap komposisi portofolionya. 

2. Fundamental Perusahaan
Aspek fundamental perusahaan juga menjadi pertimbangan penting bagi MI dalam menyusun portofolionya, baik untuk efek bersifat utang maupun saham. Untuk reksa dana saham, MI akan memilih saham perusahaan yang memiliki fundamental bagus. Biasanya, MI akan mengacu pada indeks utama buatan Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam menentukan portofolionya. Indeks yang sering digunakan adalah indeks yang berisikan saham-saham likuid dengan fundamental baik, seperti Indeks LQ45, IDX30, maupun IDX80. Namun, ada pula MI yang mengacu pada indeks buatan BEI selain indeks-indeks tersebut.

Contohnya adalah reksa dana STAR Infobank 15 Kelas Utama yang merupakan produk dari PT STAR Asset Management. STAR Infobank15 Kelas Utama merupakan reksa dana saham dengan komposisi 80% hingga 100% yang berasal dari kumpulan efek yang terdaftar pada Indeks INFOBANK15. Untuk diketahui, INFOBANK15 adalah indeks saham yang dibuat oleh BEI yang bekerja sama dengan penerbit Majalah Infobank. Indeks ini berisikan saham perbankan dengan fundamental bagus dan likuiditas transaksi yang tinggi, sebut saja saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).

Sementara untuk reksa dana pendapatan tetap yang mayoritas portofolionya berisi surat utang, MI akan mengacu pada rating yang diberikan lembaga pemeringkat. Rating ini berfungsi untuk memberikan gambaran tentang kemampuan penerbit obligasi untuk membayar kembali utang dan bunga obligasi. Saat ini terdapat empat lembaga pemeringkat obligasi yang diakui oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yakni PT Pemeringkat Efek Indonesia, Moody’s Investor Service, Standard & Poor’s, dan Fitch Ratings. Contohnya adalah reksa dana Insight Renewable Energy Fund, dimana salah satu portofolionya adalah Obligasi Berkelanjutan IV Merdeka Copper Gold Tahap IV Tahun 2023 atau dengan kode pencatatan MDKA04BCN4. Melansir BEI, hasil pemeringkatan obligasi dari Pefindo untuk obligasi ini adalah idA+ (Single A Plus), dimana perusahaan tersebut memiliki fundamental yang solid secara jangka panjang.

3. Rebalancing Indeks
Seperti dijelaskan di atas, dalam menyusun portofolio MI akan mengacu pada sejumlah indeks utama, seperti LQ45. Untuk diketahui, BEI akan melakukan penyesuaian ulang (rebalancing) atau evaluasi terhadap indeks-indeks utamanya dalam periode tiga bulan sekali. Evaluasi yang dilakukan bisa bersifat mayor (bertujuan memilih saham konstituen indeks untuk periode selanjutnya) atau evaluasi minor (menyesuaikan bobot dari konstituen tanpa pemilihan konstituen indeks untuk periode selanjutnya). Ketika BEI melakukan rebalancing (terutama evaluasi mayor), maka MI akan mengatur ulang portofolionya. MI akan menyesuaikan alokasi aset sesuai dengan perubahan indeks yang menjadi acuan produk-produk reksa dana. Misal, untuk reksa dana saham dengan acuan indeks LQ45, jika ada rebalancing indeks LQ45, MI akan melakukan penyesuaian portofolio dengan mengakumulasi saham yang masuk ke Indeks LQ45 serta menjual saham yang dikeluarkan saat rebalancing.

Nah, Sobat Makmur, setelah membaca artikel ini pastinya kamu semakin yakin untuk membeli reksa dana terbaik di Makmur, baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Sebab, reksa dana yang dijual di Makmur merupakan produk dari MI terbaik dan profesional di tanah air.Untuk memaksimalkan kinerja portofolio, Sobat Makmur juga bisa membeli reksa dana pilihan dengan memanfaatkan promo August Financial Freedom 2024, promo Semua Bisa Makmur, dan promo Semakin Makmur. Namun perlu diingat, sebelum berinvestasi kamu harus menentukan tujuan investasi dengan jelas dan juga memahami profil risiko investasi terlebih dahulu.


Kamu juga bisa memanfaatkan promo-promo Makmur yang tertera pada link di bawah ini untuk mendapatkan keuntungan tambahan dan menemani perjalanan investasimu dalam mencapai tujuan finansial di masa depan.

Link: Promo-Promo di Makmur

Yuk, unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan jangan lupa berikan ulasan terbaikmu.

Download Makmur

Perlu diketahui, selain melalui ponsel, kamu juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.

Web Aplikasi Makmur

Kamu juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link berikut:

Website: Makmur.id


Editor: Benrik Anthony (bersertifikasi WAPERD dan WMI)
Penulis: Akhmad Sadewa Suryahadi

Bagikan
Facebook
Instagram
Tiktok
Artikel lainnya
Artikel

Strategi Emiten Telekomunikasi, Cara Telkom (TLKM) dalam Menjaga Stabilitas ARPU Melalui Integrasi IndiHome dan Telkomsel

Key Takeaways: Kemampuan emiten dalam menjaga kualitas pendapatan menjadi faktor yang lebih penting dibanding sekadar mengejar pertumbuhan jumlah pelanggan. Salah satu metrik yang sering digunakan untuk mengukur kualitas tersebut adalah Average Revenue Per User (ARPU). ARPU sendiri merupakan metrik yang menunjukkan rata-rata pendapatan yang dihasilkan dari setiap pelanggan dalam periode tertentu, misalnya per bulan. Metrik […]

author
Content Management
calendar
13 Agustus 2026
Artikel

Destry Damayanti Jadi Calon Tunggal BI, Penguatan Rupiah di Depan Mata?

Key Takeaways: Perry Warjiyo mengundurkan diri secara sukarela dari jabatan Gubernur Bank Indonesia pada 25 Juli 2026 karena alasan pribadi. Pengunduran diri tersebut diterima Presiden Prabowo Subianto, dan Perry resmi berhenti dari jabatannya pada 27 Juli 2026. Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, kemudian ditunjuk sebagai Pejabat Sementara Gubernur BI untuk mengisi kekosongan kepemimpinan tersebut. […]

author
Content Management
calendar
12 Agustus 2026
Artikel

Fenomena Silent Wealth dan Mengapa Strategi Mengelola Exposure Instrumen Investasi Efektif untuk Investor Jangka Panjang

Key Takeaways: Di tengah maraknya tren yang menunjukkan gaya hidup mewah di media sosial, banyak investor dengan kemampuan finansial yang baik justru memilih untuk tidak menampilkan kekayaan secara berlebihan. Tren tersebut dikenal sebagai silent wealth, yaitu konsep yang memandang pertumbuhan aset dan kesehatan finansial tidak diukur dari barang yang dimiliki atau ditunjukkan, melainkan dari aset […]

author
Content Management
calendar
11 Agustus 2026
Artikel

Apakah Insider Ownership Tinggi Menjamin Saham Stabil? Ini Cara Menyusun Strategi Investasinya

Key Takeaways: Struktur kepemilikan saham merupakan salah satu faktor yang perlu diperhatikan investor saat menilai kualitas suatu emiten. Salah satu indikator yang sering digunakan adalah insider ownership, yaitu porsi saham yang dimiliki secara langsung oleh pihak internal perusahaan, seperti anggota direksi, komisaris, pendiri, atau pihak manajemen tertentu. Besarnya insider ownership perlu dipantau investor publik karena […]

author
Content Management
calendar
10 Agustus 2026
Artikel

Menggali Potensi Saham Prajogo Pangestu dan Cara Menilai Risikonya

Key Takeaways: Prajogo Pangestu dikenal sebagai salah satu pengusaha dan investor paling berpengaruh di Indonesia. Ia merupakan pendiri sekaligus pemegang saham utama Grup Barito, sebuah konglomerasi yang memiliki lini bisnis di sektor energi terbarukan, petrokimia, pertambangan, infrastruktur, hingga utilitas. Berkat ekspansi bisnis yang konsisten selama puluhan tahun, namanya kerap masuk dalam daftar orang terkaya di […]

author
Content Management
calendar
06 Agustus 2026
Artikel

Cara Menggunakan Excess Returns Model (ERM) untuk Menilai Kinerja Saham 

Key Takeaways: Seorang investor perlu memiliki pemahaman yang mendalam tentang cara menilai kinerja sebuah saham. Salah satu metode yang sering digunakan untuk menilai kinerja saham adalah Excess Returns Model (ERM). Model ini membantu investor mengukur kinerja saham dengan membandingkan actual return dengan expected return berdasarkan risiko pasar. Mari kita bahas lebih lanjut tentang bagaimana menggunakan […]

author
Content Management
calendar
05 Agustus 2026
Hak Cipta © PT Inovasi Finansial Teknologi
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan yang berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PT Inovasi Finansial Teknologi telah mendapatkan izin sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta telah tersertifikasi ISO 27001:2022 dalam penerapan standar internasional pada Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Reksa dana adalah instrumen investasi dan produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Makmur tidak bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Saham adalah tanda penyertaan modal atas suatu persereoan terbatas yang terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Seluruh instrumen investasi mengandung risiko dan memiliki kemungkinan berkurangnya nilai investasi. Kinerja historis instrumen investasi tidak menjamin kinerja dimasa yang akan datang.
Makmur V.1.0.0