makmur-logo
Masuk / Daftar
Artikel

Mengenal Top Holding dan Penerapannya dalam Reksa Dana

author
Content Management
author
07 Agustus 2024
Facebook
Instagram
Tiktok
blog-detail

Hai, Sobat Makmur! Kamu pernah mendengar pepatah “Membeli kucing dalam karung”? Pepatah tersebut bermakna membeli sesuatu tetapi tidak melihat isinya dengan cermat. Dalam dunia investasi, kesalahan ini banyak dilakukan oleh investor, khususnya investor pemula. Pada artikel kali ini, kita akan membahas mengenai komponen yang bisa menjadi pertimbangan dalam memilih reksa dana, yakni top holding. Sobat Makmur akan mendapat pemahaman lebih rinci mengenai pengertian top holding, peran penting top holding, hingga penerapannya dalam reksa dana. Yuk disimak!

Apa Itu Top Holding?

Top holding merupakan istilah yang merujuk tentang kepemilikan terbesar pada efek yang diinvestasikan oleh suatu reksa dana. Efek portofolio terbesar suatu produk reksa dana dapat terlihat dalam top holding yang tertuang dalam fund fact sheet. Biasanya, top holding yang ditampilkan berisi 5-10 efek dengan kepemilikan terbesar.

Top holding memberikan informasi mengenai gaya portofolio dan jenis efek yang diinvestasikan oleh manajer investasi (MI). Pemeringkatan top holding biasanya berdasarkan total nilai pasarnya atau dinyatakan dalam persentase dari total efek dana kelolaan suatu reksa dana.

Konsistensi portofolio top holding dalam portofolio reksa dana juga cukup vital. Konsistensi isi portofolio top holding produk reksa dana menandakan optimisme manajer investasi terhadap strategi investasinya. Jadi, pergerakan net asset value (NAV) reksa dana akan dipengaruhi oleh pergerakan harga dari efek dalam top holding. NAV menggambarkan harga per unit dari reksa dana pada periode tertentu. Nilai NAV ini biasanya dihitung setiap hari dan digunakan sebagai dasar perhitungan harga jual dan harga beli unit penyertaan reksa dana.

Pentingnya Mencermati Top Holding

Ada beberapa alasan mengapa kamu sebaiknya mencermati top holding sebelum membeli reksa dana pilihanmu.

  1. Membantu Memilah Reksa Dana Berkualitas
    Jumlah reksa dana di Indonesia terus bertambah setiap tahun. Top holding bisa membantu kamu dalam memfilter/memilah reksa dana yang berkualitas. Misal, kamu berminat untuk berinvestasi reksa dana saham. Dalam komponen top holding di fund fact sheet kamu bisa melihat saham-saham mana yang menjadi komposisi terbesar, apakah saham dengan fundamental bagus alias blue chips atau justru saham lapis bawah (saham second and third liner).
  2. Membantu Menyesuaikan Risiko
    Top holding memberi informasi tentang diversifikasi dan strategi alokasi dana dari manajer investasi. Informasi tersebut bisa membantu dalam memahami eksposur masing-masing efek dan juga risiko yang menyertai, sehingga kamu bisa memilih reksa dana yang sesuai dengan profil risikomu.
  3. Membuat Lebih Mawas Diri
    Dengan mencermati top holding, kamu bisa lebih lebih waspada dan mawas diri jika ada efek (obligasi atau saham) yang terlalu berisiko di dalam reksa dana. Informasi top holding ini juga bisa membantu kamu untuk menyesuaikan kenyaman dan keamanan dalam berinvestasi.
  4. Memberi Gambaran Potensi Keuntungan
    Seperti yang dijelaskan sebelumnya, pergerakan net asset value (NAV) reksa dana akan dipengaruhi oleh pergerakan harga dari efek yang tertuang dalam top holding. Sementara itu, NAV digunakan sebagai indikator kinerja dari suatu reksa dana. Kenaikan NAV menandakan pertumbuhan nilai investasi kamu, sementara penurunan NAV menandakan adanya kerugian.

Contoh Top Holding dalam Reksa Dana

Setelah membaca mengenai pengertian dan pentingnya mencermati top holding, Sobat Makmur akan melihat contoh dari top holding yang tercantum fund fact sheet reksa dana. Kali ini, Sobat Makmur akan melihat top holding reksa dana STAR Infobank 15 Kelas Utama berdasarkan fund fact sheet per 28 Juni 2024.

Dari top holding tersebut diketahui saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi komponen efek terbesar dalam reksa dana STAR Infobank15 Kelas Utama, yakni mencapai 22,66% dari total portofolio. Di posisi kedua ada saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan komposisi 20,16% dan saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dengan komposisi 18,78% di posisi ketiga.

STAR Infobank15 Kelas Utama merupakan reksa dana saham dengan komposisi 80% hingga 100% yang berasal dari kumpulan efek yang terdaftar pada Indeks INFOBANK15. Untuk diketahui, INFOBANK15 adalah indeks saham yang dibuat oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) yang bekerja sama dengan penerbit Majalah Infobank.

Contoh lainnya adalah top holding reksa dana Insight Renewable Energy Fund berdasarkan fund fact sheet per 28 Juni 2024.

Reksa dana Insight Renewable Energy Fund merupakan reksa dana pendapatan tetap, dimana mayoritas portofolionya merupakan efek yang bersifat utang. Pada fund fact sheet tersebut diketahui portofolio terbesar reksa dana Insight Renewable Energy Fund adalah surat utang yang dikeluarkan oleh PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) atau dengan kode pencatatan MDKA04BCN4 yakni sebesar 9,05% dari total portofolio. Lalu, ada surat utang PT Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry atau dengan kode pencatatan LPPI02BCN2 sebesar 8,68%. Di posisi ketiga ada surat utang yang dikeluarkan PT Medco Power Indonesia dengan kode pencatatan SWMEDP01BCN3 atau berkontribusi 6,84% dari total portofolio.

Setelah membaca pentingnya komponen top holding, apakah kamu semakin yakin untuk membeli reksa dana? Jika iya, pastikan membeli reksa dana di Makmur, karena Tim Makmur melakukan seleksi terhadap reksa dana yang dijual di aplikasi Makmur.

Sobat Makmur bisa membeli reksa dana pilihanmu dengan memanfaatkan promo August Financial Freedom 2024, promo Semua Bisa Makmur, dan promo Semakin Makmur. Namun perlu diingat, sebelum berinvestasi kamu harus menentukan tujuan investasi dengan jelas dan juga memahami profil risiko investasi terlebih dahulu. Setelah itu, pilihlah reksa dana yang sesuai dengan tujuanmu di aplikasi Makmur!


Kamu juga bisa memanfaatkan promo-promo Makmur yang tertera pada link di bawah ini untuk mendapatkan keuntungan tambahan dan menemani perjalanan investasimu dalam mencapai tujuan finansial di masa depan.

Link: Promo-Promo di Makmur

Yuk, unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan jangan lupa berikan ulasan terbaikmu.

Download Makmur

Perlu diketahui, selain melalui ponsel, kamu juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.

Web Aplikasi Makmur

Kamu juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link berikut:

Website: Makmur.id


Editor: Benrik Anthony (bersertifikasi WAPERD dan WMI)
Penulis: Akhmad Sadewa Suryahadi

Bagikan
Facebook
Instagram
Tiktok
Artikel lainnya
Artikel

INDF vs ICBP: Mana Saham Anthoni Salim yang Lebih Menarik?

Key Takeaways: Melalui Grup Salim, Anthoni Salim mengendalikan sejumlah perusahaan di sektor konsumer dan agribisnis. Dua di antaranya yang dikenal luas oleh investor di pasar modal Indonesia adalah PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP). Kedua perusahaan tersebut dikenal lewat produk populer seperti Indomie, mi instan yang telah […]

author
Content Management
calendar
15 Oktober 2026
Artikel

Yield Lelang SRBI Turun ke Kisaran 6,5%, Apa Artinya bagi Likuiditas Pasar dan Imbal Hasil Instrumen Domestik?

Key Takeaways: Imbal hasil instrumen jangka pendek menjadi salah satu acuan penting bagi investor yang menempatkan dana pada deposito, surat utang bertenor pendek, maupun reksa dana pasar uang. Salah satu acuannya adalah hasil lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia atau SRBI. Pada lelang 9 Oktober 2026, rata-rata tertimbang yield SRBI tenor 12 bulan yang dimenangkan tercatat […]

author
Content Management
calendar
12 Oktober 2026
Artikel

Potensi Imported Inflation Indonesia, Mengapa Biaya Hidup Makin Mahal Saat Rupiah Melemah?

Key Takeaways: Nilai tukar rupiah merupakan salah satu indikator makroekonomi yang memengaruhi stabilitas harga di Indonesia. Ketika rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), harga berbagai barang dan jasa cenderung ikut meningkat. Kondisi ini dikenal sebagai inflasi impor atau imported inflation, yaitu kenaikan harga yang berasal dari meningkatnya biaya barang impor akibat pelemahan mata uang […]

author
Content Management
calendar
08 Oktober 2026
Artikel

Reformasi Free Float dan Transparansi Jadi Sorotan MSCI, Sejauh Mana Progresnya Menentukan Nasib Pasar Saham Indonesia?

Key Takeaways: Bagi investor global, keputusan mengalokasikan dana ke suatu negara sering kali dimulai dari indeks acuan, bukan dari analisis emiten satu per satu. MSCI merupakan salah satu penyedia indeks global yang dijadikan patokan oleh banyak investor institusional, sehingga perubahan perlakuannya terhadap suatu pasar dapat memengaruhi komposisi indeks dan alokasi dana yang mengikutinya. Sepanjang 2026, […]

author
Content Management
calendar
07 Oktober 2026
Artikel

Sektor yang Cenderung Tahan Gejolak di Tengah Konflik Timur Tengah, Ini Analisisnya

Key Takeaways: Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali menjadi perhatian investor. Konflik yang melibatkan kawasan produsen energi penting ini bukan hanya berdampak pada stabilitas politik, tetapi juga memicu kenaikan harga komoditas, nilai tukar, hingga pasar saham. Dalam situasi seperti ini, investor cenderung mencari saham tahan gejolak yang mampu menjaga kinerja di tengah tekanan eksternal. Perlu […]

author
Content Management
calendar
05 Oktober 2026
Artikel

Mengapa Rupiah Melemah hingga Rp18.000/USD? Ini Penyebabnya dan Jenis Reksa Dana yang Relatif Stabil di Tengah Tekanan Pasar

Key Takeaways: Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali menjadi sorotan setelah bertahan di sekitar level psikologis Rp18.000/USD sepanjang Juli 2026. Tekanan ini merupakan kelanjutan dari tren pelemahan yang memuncak pada 8 Juni 2026, ketika JISDOR BI mencapai rekor terlemah Rp18.171/USD. Sementara kurs spot kemudian menyentuh sekitar Rp18.209/USD pada 9 Juni 2026. Nilai tukar […]

author
Content Management
calendar
01 Oktober 2026
Hak Cipta © PT Inovasi Finansial Teknologi
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan yang berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PT Inovasi Finansial Teknologi telah mendapatkan izin sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta telah tersertifikasi ISO 27001:2022 dalam penerapan standar internasional pada Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Reksa dana adalah instrumen investasi dan produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Makmur tidak bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Saham adalah tanda penyertaan modal atas suatu persereoan terbatas yang terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Seluruh instrumen investasi mengandung risiko dan memiliki kemungkinan berkurangnya nilai investasi. Kinerja historis instrumen investasi tidak menjamin kinerja dimasa yang akan datang.
Makmur V.1.0.0