makmur-logo
Reksa Dana
Bangun Kekayaan Anda Lebih Cerdas
dengan Reksa Dana
Maksimalkan produk reksa dana terkurasi dari para
profesional, untuk bantu capai tujuan finansial Anda.
Pelajari

Berinvestasi lebih mudah dengan
beragam fitur pintar
Dikelola oleh profesional yang bersertifikasi
Mudah & Dapat diakses dimana saja
Investasi mulai dari Rp10.000
Produk sesuai profil risiko
Alokasi aset dibantu oleh Mavis
faq-illustration
Ada Pertanyaan Seputar Makmur?
Kunjungi FAQ Kami
arrow-right-green
Artikel

Memahami Perbedaan Dividen Interim dan Dividen Final Bagi Investor

author
Content Management
author
06 Maret 2026
Facebook
Instagram
Tiktok
blog-detail

Key Takeaways:

  • Dividen interim biasanya dibayarkan pada tahun berjalan, umumnya setelah semester pertama berakhir. Sementara itu, dividen final dibagikan setelah laporan keuangan tahunan.
  • Dividen interim menunjukkan kepercayaan diri manajemen terhadap prospek bisnis ke depan.
  • Dividen final mencerminkan kinerja perusahaan secara keseluruhan sepanjang tahun buku.

Dividen adalah bagian dari laba bersih perusahaan yang didistribusikan kepada para pemegang saham sebagai bentuk imbal hasil atas modal yang telah diinvestasikan. Besaran dividen yang diterima setiap investor ditentukan secara proporsional berdasarkan jumlah lembar saham yang dimiliki. 

Dividen merupakan salah satu cara investor untuk memperoleh keuntungan dari investasi saham selain dari kenaikan harga saham. Dalam pasar modal, terdapat dua jenis dividen yang sering dibagikan, yaitu dividen interim dan dividen final. Memahami perbedaan dividen interim dan dividen final sangat penting bagi investor untuk dapat merencanakan strategi investasi dan mengoptimalkan hasil investasi.

Perbedaan Dividen Interim dan Dividen Final

Meskipun sama-sama berasal dari laba perusahaan, dividen interim dan dividen final memiliki perbedaan mendasar dalam hal waktu pembayaran, pengumuman, sumber laba, dan tujuan distribusinya, di bawah ini merupakan penjelasan detailnya:

1. Waktu pembayaran

Perbedaan dividen interim dan dividen final terlihat perbedaannya pada waktu pembayaran. Dividen interim biasanya dibayarkan pada tahun berjalan, umumnya setelah semester pertama berakhir. Sementara itu, dividen final merupakan pembagian laba perusahaan kepada pemegang saham yang diputuskan dan disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) setelah tahun buku perusahaan berakhir.

Sebagai contoh, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sepanjang tahun 2025 membagikan dividen final tahun buku 2024 sebesar Rp250 per lembar saham pada Maret 2025, kemudian memberikan dividen interim tahun buku 2025 sebesar Rp50 pada Desember 2025.

2. Pengumuman

Dividen interim diumumkan lebih cepat, biasanya setelah laporan keuangan periode berjalan dipublikasikan dan hasil laba sementara tercatat, sehingga pembagiannya dapat dilakukan dalam waktu yang relatif singkat. Sebaliknya, dividen final diumumkan setelah laporan keuangan tahunan diaudit dan dipublikasikan. Dividen interim bisa menjadi acuan untuk investor dalam menilai kinerja perusahaan sebelum tahun buku berakhir.

3. Sumber pembagian

Dividen interim didasarkan pada hasil laba yang diperoleh perusahaan sepanjang periode berjalan (misalnya, Q1 atau Q2), sementara dividen final didasarkan pada laba tahunan yang sudah diaudit dan diselesaikan, serta biasanya dipublikasikan pada tahun berikutnya. Hal ini menunjukkan bahwa dividen final memberikan gambaran yang lebih akurat tentang stabilitas dan profitabilitas perusahaan sepanjang tahun.

4. Tujuan pembagian

Dividen interim bertujuan untuk memberikan distribusi laba lebih awal kepada investor, yang berguna untuk meningkatkan likuiditas dan memberikan insentif langsung bagi pemegang saham. Sementara itu, dividen final bertujuan untuk memberikan pembagian laba yang lebih adil berdasarkan kinerja tahunan yang telah selesai dan diaudit.

5. Dampak bagi investor

Perbedaan dividen interim dan dividen final juga dapat dilihat dari dampaknya. Dividen interim memberikan keuntungan bagi investor yang menginginkan aliran kas lebih cepat, sehingga investor dapat memperoleh imbal hasil lebih awal. Sebaliknya, dividen final memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kinerja perusahaan untuk tahun tersebut. 

Perhitungan Dividen Interim dan Dividen Final

Untuk memberikan gambaran lebih jelas mengenai perbedaan dividen interim dan dividen final secara perhitungan, berikut adalah dividen yang akan diterima oleh seorang investor yang memiliki 50 lot (5.000 lembar) saham pada saham X. Di bawah ini merupakan simulasi data yang diketahui:

  • Harga saham X: Rp1.000 per lembar 
  • Laba bersih semester I: Rp10.000.000.000
  • Laba bersih setahun: Rp40.000.000.000
  • Dividend payout ratio dividen interim: 20%
  • Dividend payout ratio dividen final 40%
  • Dividen interim yang sudah dibayar: Rp2.000.000.000
  • Total saham beredar: 100.000.000 lembar saham

1. Perhitungan dividen interim:

  • Laba bersih semester I: Rp10.000.000.000
  • Dividend payout ratio 20%
  • Dividen interim = Rp10.000.000.000 x 20% = Rp2.000.000.000
  • Dividen per saham = Rp2.000.000.000/100.000.000= Rp20 per lembar.

Untuk investor yang memiliki 50 lot, total dividen interim yang diterima adalah:

  • 5.000 lembar x Rp20 = Rp100.000

2. Perhitungan Dividen Final:

  • Laba bersih setahun: Rp40.000.000.000
  • Dividend payout ratio 40%
  • Dividen final= Rp40.000.000.000 x 40% = Rp16.000.000.000
  • Dividen final yang sudah dibayarkan (dividen interim) = Rp2.000.000.000.
  • Sisa dividen final= Rp16.000.000.000 – Rp2.000.000.000 = Rp14.000.000.000.
  • Total saham beredar = 100.000.000 lembar.
  • Dividen per saham = Rp14.000.000.000/100.000.000 lembar= Rp140 per lembar.

Untuk investor yang memiliki 50 lot, total dividen final yang diterima adalah:

  • 5.000 lembar x Rp140 = Rp700.000

Ringkasan total dividen yang diterima investor (50 lot):

  • Dividen Interim: Rp100.000
  • Dividen Final: Rp700.000
  • Total dividen yang diterima: Rp800.000

Jadi, seorang investor yang memiliki 50 lot saham X akan menerima Rp100.000 dari dividen interim dan Rp700.000 dari dividen final, yang totalnya menjadi Rp800.000. Penting bagi investor untuk memahami perbedaan dividen interim dan dividen final karena keduanya memiliki tujuan, waktu pembayaran, dan mekanisme distribusi yang berbeda.

Namun, penting untuk diingat bahwa jumlah dividen bukanlah satu-satunya faktor yang dipertimbangkan dalam keputusan membeli saham. Analisis fundamental terhadap laporan keuangan emiten tetap menjadi hal yang esensial untuk mengevaluasi kinerja perusahaan.

Jika Anda ingin berinvestasi secara lebih efisien, Anda dapat mempertimbangkan untuk berinvestasi melalui reksa dana saham. Dalam hal ini, manajer investasi (MI) akan melakukan analisis fundamental terhadap emiten sebelum memasukkannya ke dalam portofolio. Meskipun reksa dana saham juga berpotensi memberikan dividen, cara distribusinya bisa berbeda-beda, tergantung pada kebijakan yang diterapkan oleh MI.

Terdapat beragam produk reksa dana saham di Makmur, salah satunya adalah Trim Kapital Plus. Berdasarkan data per 05 Maret 2026, reksa dana ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 26,11% dalam 1 tahun terakhir.
*Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja di masa depan.

Makmur merupakan perusahaanAgen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan sudah berizin Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menyediakan platform investasi terpadu untuk reksa dana dan saham.


Di Makmur, Anda juga bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo March Ramadhan dan Semua Bisa Makmur.

Link: Promo-Promo di Makmur

Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.

Download Makmur

Selain melalui aplikasi, Anda juga dapat mengakses Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.

Web Aplikasi Makmur

Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:

Website: Makmur.id


Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani

Bagikan
Facebook
Instagram
Tiktok
Artikel lainnya
Artikel

Memahami Regulasi Batas Investasi Dana Pensiun dan Asuransi, Apa Manfaatnya bagi Investor?

Key Takeaways: Mulai Januari 2026, terdapat perubahan fundamental di pasar modal Indonesia. Pemerintah bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menaikkan batas investasi saham bagi perusahaan asuransi dan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK). Kebijakan ini tidak hanya berdampak pada institusi pengelola dana, tetapi juga berpotensi memengaruhi kinerja portofolio investasi investor. Perubahan batas investasi dapat memengaruhi dinamika harga […]

author
Content Management
calendar
23 Juni 2026
Artikel

Sucorinvest Premium Sovereign Balanced Fund Kelas A: Tetap Stabil di Tengah Tekanan Pasar Obligasi

Key Takeaways: Sepanjang year-to-date (YTD) 2026 hingga 22 Juni 2026, pasar obligasi Indonesia menghadapi tekanan dari faktor eksternal maupun domestik. Dari sisi global, ketidakpastian arah kebijakan moneter dan tensi geopolitik yang masih berlanjut meningkatkan volatilitas pasar keuangan. Sementara dari dalam negeri, pelemahan nilai tukar rupiah mendorong Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan untuk menjaga stabilitas […]

author
Content Management
calendar
22 Juni 2026
Artikel

BI Naikkan Suku Bunga saat Rupiah Melemah, Apa Dampaknya bagi Reksa Dana?

Key Takeaways: Berdasarkan hasil Rapat Dewan Gubernur, Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) pada 18 Juni 2026 menjadi 5,75% dari sebelumnya 5,50%. Kenaikan ini merupakan yang ketiga sejak Mei 2026 setelah BI lebih dulu menaikkan suku bunga pada 20 Mei dan 9 Juni 2026.  Langkah tersebut diambil sebagai […]

author
Content Management
calendar
19 Juni 2026
Artikel

Peran Strategis KSEI dan KPEI dalam Mendukung Proses Kliring, Penyelesaian, dan Penjaminan Transaksi Efek

Key Takeaways: Dalam ekosistem pasar modal Indonesia, terdapat dua lembaga yang berperan penting dalam mendukung kelancaran transaksi efek, yaitu Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI). Berdasarkan POJK Nomor 31 Tahun 2025 tentang Penerapan Tata Kelola Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, serta Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, baik KSEI maupun KPEI […]

author
Content Management
calendar
18 Juni 2026
Artikel

Mengapa Investor Asing Melakukan Capital Outflow dari Pasar Keuangan Indonesia? Ini Penyebabnya

Key Takeaways: Capital outflow atau arus keluar modal asing menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pelemahan nilai tukar rupiah. Ketika investor asing menarik dana dari pasar saham, obligasi, maupun instrumen finansial lainnya, dampaknya dapat dirasakan secara luas terhadap nilai tukar rupiah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), hingga kondisi likuiditas di Indonesia. Di bawah ini merupakan […]

author
Content Management
calendar
15 Juni 2026
Artikel

BI Rate Naik 25 bps ke 5,50% di Luar Jadwal RDG, Apa yang Perlu Dicermati Investor?

Key Takeaways: Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) pada 9 Juni 2026, dari 5,25% menjadi 5,50%. Sebelumnya, pada 20 Mei 2026, BI juga telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin dari 4,75% menjadi 5,25%. Pengumuman tersebut tergolong tidak biasa karena diputuskan melalui rapat mingguan di luar jadwal […]

author
Content Management
calendar
11 Juni 2026
Bangun Kekayaan Jangka Panjang Bersama Makmur
Hak Cipta ©2019 - 2026 PT Inovasi Finansial Teknologi
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan yang berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PT Inovasi Finansial Teknologi telah mendapatkan izin sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta telah tersertifikasi ISO 270001:2022 dalam penerapan standar internasional pada Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Reksa dana adalah instrumen investasi dan produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Makmur tidak bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Saham adalah tanda penyertaan modal atas suatu persereoan terbatas yang terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Seluruh instrumen investasi mengandung risiko dan memiliki kemungkinan berkurangnya nilai investasi. Kinerja historis instrumen investasi tidak menjamin kinerja dimasa yang akan datang.
Makmur V.1.0.0