makmur-logo
Masuk / Daftar
Artikel

Aspek yang Perlu Dipertimbangkan Investor dalam Memilih Growth Stock

author
Content Management
author
14 Oktober 2025
Facebook
Instagram
Tiktok
blog-detail

Key Takeaways:

  • Growth stock umumnya berasal dari perusahaan yang memiliki laju pertumbuhan pendapatan dan laba lebih cepat dibandingkan perusahaan lain di industri yang sama.
  • Growth stock yang sehat tidak hanya ditunjukkan oleh kenaikan penjualan, tetapi juga kemampuan perusahaan menjaga efisiensi biaya dan meningkatkan margin laba.
  • Competitive advantage sebuah perusahaan seperti hak paten, basis pelanggan yang loyal, atau ekosistem produk yang sulit ditiru akan membantu sahamnya tetap bertumbuh.

Instrumen investasi saham terbagi ke dalam berbagai jenis bila melihat dari karakteristiknya, salah satu yang populer adalah growth stock. Istilah growth stock mulai dipopulerkan oleh Thomas Rowe Price Jr. sebagai strategi investasi pada sekitar tahun 1930–1950-an dan semakin diketahui secara luas setelah Philip A. Fisher merilis buku Common Stocks and Uncommon Profits (1958).

Jika Anda tertarik mengembangkan portofolio investasi dengan potensi imbal hasil tinggi dalam jangka panjang, growth stock bisa menjadi pilihan menarik. Saham jenis ini merupakan emiten atau perusahaan yang menunjukkan pertumbuhan pendapatan dan laba yang pesat dibandingkan rata-rata perusahaan lain di industri yang sama. 

Meski berpotensi tinggi, memilih growth stock tidak bisa terlepas dari risiko. Oleh karena itu, Anda perlu mempertimbangkan sejumlah aspek penting secara objektif sebelum mengambil keputusan investasi.

Pertimbangan dalam Memilih Growth Stock

Memahami karakteristik growth stock sangat penting agar Anda tidak sekadar tergiur oleh tren atau sentimen pasar sesaat. Berikut adalah aspek-aspek utama yang perlu diperhatikan:

1. Pertumbuhan pendapatan yang konsisten

Salah satu indikator utama growth stock adalah kemampuan perusahaan menghasilkan pertumbuhan pendapatan tahunan yang tinggi dan konsisten. Sebagai contoh, jika sebuah perusahaan mampu meningkatkan pendapatannya sebesar 10–20% setiap tahun selama dua hingga tiga tahun terakhir, ini menjadi sinyal kuat bahwa perusahaan tersebut sedang berkembang. Pastikan Anda menganalisis laporan keuangan beberapa tahun terakhir untuk melihat konsistensinya, bukan hanya satu atau dua kuartal.

2. Laba dan margin yang meningkat

Selain pertumbuhan pendapatan, hal yang tidak kalah penting adalah kemampuan perusahaan dalam mengelola biaya dan menjaga profitabilitas. Pertumbuhan yang sehat bukan hanya terlihat dari peningkatan omzet, tetapi juga dari seberapa baik perusahaan dapat menghasilkan keuntungan dari pertumbuhan tersebut.

Salah satu cara menilainya adalah dengan memperhatikan margin laba, baik margin kotor, margin operasional, maupun margin bersih. Jika margin ini menunjukkan peningkatan dari waktu ke waktu, maka perusahaan dapat dikatakan semakin efisien dalam mengendalikan biaya produksi, beban operasional, serta kewajiban finansial. Hal ini menunjukkan model bisnis yang semakin kuat dan berkelanjutan.

Sebagai ilustrasi, bayangkan sebuah perusahaan memiliki laporan keuangan seperti di bawah ini:

  • Tahun pertama
  1. Pendapatan Rp100 miliar 
  2. Laba bersih Rp5 miliar. 

Dari data di atas, kita bisa mengetahui margin laba bersihnya adalah 5% yang didapat dari perhitungan ((Rp5 miliar ÷ Rp100 miliar) x 100%).

  • Tahun kedua
  1. Pendapatan naik menjadi Rp120 miliar 
  2. Laba bersih meningkat menjadi Rp9,6 miliar. 

Dari data di atas, kita bisa mengetahui bahwa margin laba bersihnya menjadi 8% dari perhitungan ((Rp9,6 miliar ÷ Rp120 miliar) × 100%). 

Kenaikan margin dari 5% di tahun pertama menjadi 8% pada tahun kedua, menandakan bahwa perusahaan tidak hanya meningkatkan penjualan, tetapi juga semakin efisien dalam mengelola biaya sehingga lebih banyak keuntungan yang bisa dipertahankan.

3. Keunggulan kompetitif 

Selain kinerja keuangan, penting juga menilai apakah sebuah perusahaan memiliki competitive advantage atau moat, keunggulan yang membuat sebuah perusahaan sulit ditiru oleh kompetitor. Keunggulan ini bisa berbentuk hak paten, jaringan distribusi yang kuat, basis pelanggan yang loyal, atau dominasi pasar di segmen tertentu. Semakin kuat competitive moat yang dimiliki, semakin besar peluang perusahaan untuk mempertahankan pertumbuhan dalam jangka panjang.

Sebagai contoh kita ambil dari perusahaan asal Amerika Serikat, yaitu Apple. Perusahaan tersebut memiliki competitive moat yang kuat karena ekosistem produk yang saling terhubung, mulai dari iPhone, iPad, Mac, dan layanan digital. Sehingga, pelanggan cenderung bertahan dan terus menggunakan produk Apple, meskipun ada banyak produk kompetitor di pasar. Situasi serupa juga dapat Anda temukan pada perusahaan lain yang memiliki reputasi kuat atau layanan yang membuat konsumen sulit beralih ke pesaing.

4. Pasar yang besar dan potensial 

Salah satu aspek pertimbangan dalam memilih growth stock adalah adanya ruang pertumbuhan yang masih sangat luas. Perusahaan yang sedang berkembang atau memiliki peluang ekspansi ke wilayah baru biasanya memiliki prospek lebih tinggi dibanding perusahaan yang pasarnya sudah jenuh. Potensi pertumbuhan ini bisa berasal dari faktor geografis, demografis, maupun perkembangan tren industri yang mendukung peningkatan permintaan terhadap produk atau layanan perusahaan. Semakin besar pasar yang bisa digarap, semakin besar pula peluang perusahaan untuk mempertahankan laju pertumbuhannya.

5. Kepemimpinan dan manajemen yang kompeten

Manajemen yang memiliki visi jangka panjang serta rekam jejak baik dalam mengeksekusi strategi adalah salah satu faktor kunci bagi kesuksesan perusahaan. Investor sebaiknya meneliti latar belakang dari jajaran pimpinan dan tim eksekutif, termasuk pengalaman di industri, reputasi profesional, dan bagaimana merespons tantangan pasar. Pemimpin yang mampu mengambil keputusan tepat di saat sulit menunjukkan kemampuan adaptasi tinggi, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap masa depan perusahaan.

Untuk menilai kualitas manajemen, Anda bisa memperhatikan konsistensi antara janji dan realisasi strategi. Hal ini dapat dilakukan dengan meninjau kembali wawancara media, atau laporan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Jika strategi yang dipaparkan pada tahun sebelumnya benar-benar terealisasi pada tahun berikutnya atau sedang dijalankan tahun ini, maka itu adalah tanda manajemen yang kredibel.

6. Valuasi yang wajar

Meskipun growth stock sering diperdagangkan dengan valuasi yang lebih tinggi dibandingkan saham biasa, bukan berarti investor harus membeli pada harga berapa pun. Penting untuk menilai rasio keuangan, salah satunya dengan melihat rasio Price-to-Earnings Growth (PEG), yaitu perbandingan antara rasio harga terhadap laba atau Price-to-Earnings (P/E) dengan tingkat pertumbuhan laba perusahaan. Rasio ini membantu investor memahami apakah valuasi yang tinggi masih wajar jika dikaitkan dengan prospek pertumbuhannya.

Sebagai contoh, bayangkan dua perusahaan yang sama-sama memiliki pertumbuhan laba sebesar 25% per tahun. 

  • Perusahaan A diperdagangkan dengan rasio P/E sebesar 80. Maka PEG = 80 ÷ 25 = 3,2.
  • Perusahaan B diperdagangkan dengan rasio P/E sebesar 40. Maka PEG = 40 ÷ 25 = 1,6.

Dari hasil perhitungan di atas terlihat bahwa meskipun keduanya memiliki pertumbuhan laba yang sama, Perusahaan B lebih menarik karena PEG-nya lebih rendah. Umumnya, semakin rendah PEG (mendekati 1 atau di bawah 1), semakin wajar atau murah harga saham relatif terhadap potensi pertumbuhannya.

Dengan mempertimbangkan semua aspek yang telah dibahas, Anda dapat meningkatkan peluang mendapatkan hasil investasi optimal dari saham-saham pertumbuhan, sambil tetap menjaga prinsip kehati-hatian sebagai investor yang cerdas dan bertanggung jawab.

Namun, perlu diingat bahwa memilih growth stock membutuhkan pengetahuan yang mendalam serta waktu untuk menganalisis laporan keuangan dan memantau perkembangan perusahaan. Jika Anda merasa belum memiliki cukup waktu untuk melakukan analisis, berinvestasi di reksa dana saham bisa menjadi alternatif. 

Melalui reksa dana saham, investasi Anda akan dikelola oleh manajer investasi (MI) profesional yang sudah melakukan analisis mendetail terhadap perusahaan-perusahaan dengan potensi pertumbuhan tinggi. Investor juga bisa melihat saham-saham apa saja yang dimiliki oleh reksa dana tersebut melalui prospektus dan fund fact sheet. Dokumen tersebut memberikan gambaran mengenai strategi investasi, komposisi portofolio, serta kinerja historis dari sebuah produk reksa dana.


Di Makmur, Anda bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo October Boost, promo Semua Bisa Makmur dan promo Makmur Premium Tour.

Link: Promo-Promo di Makmur

Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.

Download Makmur

Perlu diketahui, selain melalui aplikasi, Anda juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.

Web Aplikasi Makmur

Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:

Website: Makmur.id


Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani

Bagikan
Facebook
Instagram
Tiktok
Artikel lainnya
Artikel

Target Pertumbuhan Ekonomi 6% dalam APBN 2027, Ini Instrumen Investasi yang Perlu Dicermati

Key Takeaways: Proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia kembali menjadi perhatian setelah DPR mengesahkan APBN 2027 pada 29 September 2026 dengan target pertumbuhan ekonomi 6%. Target tersebut berada dalam kisaran 5,8% hingga 6,5% yang sebelumnya diusulkan pemerintah dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027 dan disampaikan Presiden Prabowo Subianto pada 20 Mei 2026. Sebagai […]

author
Content Management
calendar
21 Oktober 2026
Artikel

Penerbitan SBN dan Beban Bunga Utang Meningkat, Kapan Crowding Out Menjadi Risiko Nyata bagi Yield dan Ekuitas?

Key Takeaways: Kebutuhan pembiayaan pemerintah merupakan salah satu faktor yang menentukan arah imbal hasil di pasar obligasi domestik. Semakin besar utang yang harus diterbitkan, semakin ketat persaingan memperebutkan dana yang tersedia di pasar. APBN 2027 yang disahkan DPR pada September 2026 menargetkan penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) neto sebesar Rp833,7 triliun. Angka tersebut naik 4,28% […]

author
Content Management
calendar
20 Oktober 2026
Artikel

BEI Pangkas Batas ARB Jadi 7% Usai IHSG Anjlok 11,57%, Apa Dampaknya bagi Investor?

Key Takeaways: Bursa Efek Indonesia (BEI) menyesuaikan batas auto rejection bawah (ARB) untuk efek bersifat ekuitas menjadi 7% secara asimetris melalui Surat Keputusan Direksi Nomor Kep-00157/BEI/10-2026 tentang Peraturan Nomor II-A. ARB merupakan batas maksimal penurunan harga saham dalam satu hari perdagangan. Ketentuan yang mendapat dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini berlaku di Pasar Reguler dan […]

author
Content Management
calendar
19 Oktober 2026
Artikel

INDF vs ICBP: Mana Saham Anthoni Salim yang Lebih Menarik?

Key Takeaways: Melalui Grup Salim, Anthoni Salim mengendalikan sejumlah perusahaan di sektor konsumer dan agribisnis. Dua di antaranya yang dikenal luas oleh investor di pasar modal Indonesia adalah PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP). Kedua perusahaan tersebut dikenal lewat produk populer seperti Indomie, mi instan yang telah […]

author
Content Management
calendar
15 Oktober 2026
Artikel

Sektor Kesehatan Paling Banyak di Pipeline IPO 2026, Apa yang Perlu Dinilai Investor Sebelum Masuk Saham Perdana?

Harga saham perdana ditetapkan sebelum saham diperdagangkan di pasar, sehingga penilaian investor terutama bertumpu pada informasi dalam prospektus. Ketelitian membaca dokumen tersebut menjadi pembeda utama dalam menilai penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). Pada 2026, sektor kesehatan menjadi sektor yang paling banyak muncul dalam proses IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI). Per […]

author
Content Management
calendar
13 Oktober 2026
Artikel

Yield Lelang SRBI Turun ke Kisaran 6,5%, Apa Artinya bagi Likuiditas Pasar dan Imbal Hasil Instrumen Domestik?

Key Takeaways: Imbal hasil instrumen jangka pendek menjadi salah satu acuan penting bagi investor yang menempatkan dana pada deposito, surat utang bertenor pendek, maupun reksa dana pasar uang. Salah satu acuannya adalah hasil lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia atau SRBI. Pada lelang 9 Oktober 2026, rata-rata tertimbang yield SRBI tenor 12 bulan yang dimenangkan tercatat […]

author
Content Management
calendar
12 Oktober 2026
Hak Cipta © PT Inovasi Finansial Teknologi
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan yang berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PT Inovasi Finansial Teknologi telah mendapatkan izin sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta telah tersertifikasi ISO 27001:2022 dalam penerapan standar internasional pada Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Reksa dana adalah instrumen investasi dan produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Makmur tidak bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Saham adalah tanda penyertaan modal atas suatu persereoan terbatas yang terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Seluruh instrumen investasi mengandung risiko dan memiliki kemungkinan berkurangnya nilai investasi. Kinerja historis instrumen investasi tidak menjamin kinerja dimasa yang akan datang.
Makmur V.1.0.0