






Instrumen investasi saham terbagi ke dalam berbagai jenis bila melihat dari karakteristiknya, salah satu yang populer adalah growth stock. Istilah growth stock mulai dipopulerkan oleh Thomas Rowe Price Jr. sebagai strategi investasi pada sekitar tahun 1930–1950-an dan semakin diketahui secara luas setelah Philip A. Fisher merilis buku Common Stocks and Uncommon Profits (1958).
Jika Anda tertarik mengembangkan portofolio investasi dengan potensi imbal hasil tinggi dalam jangka panjang, growth stock bisa menjadi pilihan menarik. Saham jenis ini merupakan emiten atau perusahaan yang menunjukkan pertumbuhan pendapatan dan laba yang pesat dibandingkan rata-rata perusahaan lain di industri yang sama.
Meski berpotensi tinggi, memilih growth stock tidak bisa terlepas dari risiko. Oleh karena itu, Anda perlu mempertimbangkan sejumlah aspek penting secara objektif sebelum mengambil keputusan investasi.
Memahami karakteristik growth stock sangat penting agar Anda tidak sekadar tergiur oleh tren atau sentimen pasar sesaat. Berikut adalah aspek-aspek utama yang perlu diperhatikan:
Salah satu indikator utama growth stock adalah kemampuan perusahaan menghasilkan pertumbuhan pendapatan tahunan yang tinggi dan konsisten. Sebagai contoh, jika sebuah perusahaan mampu meningkatkan pendapatannya sebesar 10–20% setiap tahun selama dua hingga tiga tahun terakhir, ini menjadi sinyal kuat bahwa perusahaan tersebut sedang berkembang. Pastikan Anda menganalisis laporan keuangan beberapa tahun terakhir untuk melihat konsistensinya, bukan hanya satu atau dua kuartal.
Selain pertumbuhan pendapatan, hal yang tidak kalah penting adalah kemampuan perusahaan dalam mengelola biaya dan menjaga profitabilitas. Pertumbuhan yang sehat bukan hanya terlihat dari peningkatan omzet, tetapi juga dari seberapa baik perusahaan dapat menghasilkan keuntungan dari pertumbuhan tersebut.
Salah satu cara menilainya adalah dengan memperhatikan margin laba, baik margin kotor, margin operasional, maupun margin bersih. Jika margin ini menunjukkan peningkatan dari waktu ke waktu, maka perusahaan dapat dikatakan semakin efisien dalam mengendalikan biaya produksi, beban operasional, serta kewajiban finansial. Hal ini menunjukkan model bisnis yang semakin kuat dan berkelanjutan.
Sebagai ilustrasi, bayangkan sebuah perusahaan memiliki laporan keuangan seperti di bawah ini:
Dari data di atas, kita bisa mengetahui margin laba bersihnya adalah 5% yang didapat dari perhitungan ((Rp5 miliar ÷ Rp100 miliar) x 100%).
Dari data di atas, kita bisa mengetahui bahwa margin laba bersihnya menjadi 8% dari perhitungan ((Rp9,6 miliar ÷ Rp120 miliar) × 100%).
Kenaikan margin dari 5% di tahun pertama menjadi 8% pada tahun kedua, menandakan bahwa perusahaan tidak hanya meningkatkan penjualan, tetapi juga semakin efisien dalam mengelola biaya sehingga lebih banyak keuntungan yang bisa dipertahankan.
Selain kinerja keuangan, penting juga menilai apakah sebuah perusahaan memiliki competitive advantage atau moat, keunggulan yang membuat sebuah perusahaan sulit ditiru oleh kompetitor. Keunggulan ini bisa berbentuk hak paten, jaringan distribusi yang kuat, basis pelanggan yang loyal, atau dominasi pasar di segmen tertentu. Semakin kuat competitive moat yang dimiliki, semakin besar peluang perusahaan untuk mempertahankan pertumbuhan dalam jangka panjang.
Sebagai contoh kita ambil dari perusahaan asal Amerika Serikat, yaitu Apple. Perusahaan tersebut memiliki competitive moat yang kuat karena ekosistem produk yang saling terhubung, mulai dari iPhone, iPad, Mac, dan layanan digital. Sehingga, pelanggan cenderung bertahan dan terus menggunakan produk Apple, meskipun ada banyak produk kompetitor di pasar. Situasi serupa juga dapat Anda temukan pada perusahaan lain yang memiliki reputasi kuat atau layanan yang membuat konsumen sulit beralih ke pesaing.
Salah satu aspek pertimbangan dalam memilih growth stock adalah adanya ruang pertumbuhan yang masih sangat luas. Perusahaan yang sedang berkembang atau memiliki peluang ekspansi ke wilayah baru biasanya memiliki prospek lebih tinggi dibanding perusahaan yang pasarnya sudah jenuh. Potensi pertumbuhan ini bisa berasal dari faktor geografis, demografis, maupun perkembangan tren industri yang mendukung peningkatan permintaan terhadap produk atau layanan perusahaan. Semakin besar pasar yang bisa digarap, semakin besar pula peluang perusahaan untuk mempertahankan laju pertumbuhannya.
Manajemen yang memiliki visi jangka panjang serta rekam jejak baik dalam mengeksekusi strategi adalah salah satu faktor kunci bagi kesuksesan perusahaan. Investor sebaiknya meneliti latar belakang dari jajaran pimpinan dan tim eksekutif, termasuk pengalaman di industri, reputasi profesional, dan bagaimana merespons tantangan pasar. Pemimpin yang mampu mengambil keputusan tepat di saat sulit menunjukkan kemampuan adaptasi tinggi, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap masa depan perusahaan.
Untuk menilai kualitas manajemen, Anda bisa memperhatikan konsistensi antara janji dan realisasi strategi. Hal ini dapat dilakukan dengan meninjau kembali wawancara media, atau laporan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Jika strategi yang dipaparkan pada tahun sebelumnya benar-benar terealisasi pada tahun berikutnya atau sedang dijalankan tahun ini, maka itu adalah tanda manajemen yang kredibel.
Meskipun growth stock sering diperdagangkan dengan valuasi yang lebih tinggi dibandingkan saham biasa, bukan berarti investor harus membeli pada harga berapa pun. Penting untuk menilai rasio keuangan, salah satunya dengan melihat rasio Price-to-Earnings Growth (PEG), yaitu perbandingan antara rasio harga terhadap laba atau Price-to-Earnings (P/E) dengan tingkat pertumbuhan laba perusahaan. Rasio ini membantu investor memahami apakah valuasi yang tinggi masih wajar jika dikaitkan dengan prospek pertumbuhannya.
Sebagai contoh, bayangkan dua perusahaan yang sama-sama memiliki pertumbuhan laba sebesar 25% per tahun.
Dari hasil perhitungan di atas terlihat bahwa meskipun keduanya memiliki pertumbuhan laba yang sama, Perusahaan B lebih menarik karena PEG-nya lebih rendah. Umumnya, semakin rendah PEG (mendekati 1 atau di bawah 1), semakin wajar atau murah harga saham relatif terhadap potensi pertumbuhannya.
Dengan mempertimbangkan semua aspek yang telah dibahas, Anda dapat meningkatkan peluang mendapatkan hasil investasi optimal dari saham-saham pertumbuhan, sambil tetap menjaga prinsip kehati-hatian sebagai investor yang cerdas dan bertanggung jawab.
Namun, perlu diingat bahwa memilih growth stock membutuhkan pengetahuan yang mendalam serta waktu untuk menganalisis laporan keuangan dan memantau perkembangan perusahaan. Jika Anda merasa belum memiliki cukup waktu untuk melakukan analisis, berinvestasi di reksa dana saham bisa menjadi alternatif.
Melalui reksa dana saham, investasi Anda akan dikelola oleh manajer investasi (MI) profesional yang sudah melakukan analisis mendetail terhadap perusahaan-perusahaan dengan potensi pertumbuhan tinggi. Investor juga bisa melihat saham-saham apa saja yang dimiliki oleh reksa dana tersebut melalui prospektus dan fund fact sheet. Dokumen tersebut memberikan gambaran mengenai strategi investasi, komposisi portofolio, serta kinerja historis dari sebuah produk reksa dana.
Di Makmur, Anda bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo October Boost, promo Semua Bisa Makmur dan promo Makmur Premium Tour.
Link: Promo-Promo di Makmur
Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.
Perlu diketahui, selain melalui aplikasi, Anda juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.
Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:
Website: Makmur.id
Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani
Key Takeaways: Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) pada 9 Juni 2026, dari 5,25% menjadi 5,50%. Sebelumnya, pada 20 Mei 2026, BI juga telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin dari 4,75% menjadi 5,25%. Pengumuman tersebut tergolong tidak biasa karena diputuskan melalui rapat mingguan di luar jadwal […]
Key Takeaways: Perubahan nilai aktiva bersih (NAB) pada reksa dana saham, baik dalam tren naik maupun turun, merupakan kondisi yang wajar. Hal ini disebabkan oleh pergerakan harga saham yang dipengaruhi berbagai faktor, seperti sentimen global, kondisi makroekonomi, serta fundamental perusahaan. Oleh karena itu, tujuan berinvestasi pada reksa dana saham bukan untuk sepenuhnya menghindari penurunan, melainkan […]
Key Takeaways: Gaji yang terasa cepat habis sering menjadi persoalan yang berulang dari bulan ke bulan. Ketika awal gajian, kondisi keuangan tampak terkendali, namun tanpa disadari, pengeluaran kecil justru menyebabkan total pengeluaran membengkak. Akibatnya, sisa dana di akhir bulan tidak sesuai dengan rencana yang telah disusun sebelumnya. Kondisi ini umumnya bukan hanya disebabkan oleh besarnya […]
Key Takeaways: Efisiensi biaya pendanaan sering kali dikaitkan dengan kemampuan perusahaan dalam mengelola struktur modalnya. Salah satu indikator dalam menilai efisiensi tersebut adalah Weighted Average Cost of Capital (WACC). Banyak yang menganggap WACC rendah sebagai tanda efisiensi dan daya tarik bagi investor. Namun, apakah asumsi ini selalu benar? WACC adalah rata-rata tertimbang dari biaya modal […]
Key Takeaways: Reksa dana indeks semakin sering menjadi pilihan dalam perencanaan investasi. Produk ini dirancang untuk meniru kinerja suatu indeks pasar, seperti LQ45, IDX30, IHSG, dan JII. Alih-alih mengandalkan strategi pemilihan saham secara aktif, reksa dana indeks berupaya mengikuti arah pergerakan indeks acuannya. Banyak investor tertarik karena kinerjanya yang sejalan dengan pasar tanpa perlu analisis […]
Key Takeaways: Sebagai investor, pemahaman terhadap pergerakan saham sangat diperlukan untuk membuat keputusan investasi yang lebih baik. Salah satu fitur yang dapat membantu investor untuk memprediksi pergerakan saham adalah data broker flow. Broker Flow adalah data yang merangkum aktivitas transaksi (beli dan jual) yang dilakukan oleh perusahaan sekuritas atau broker dalam periode waktu tertentu. Data […]