makmur-logo
Masuk / Daftar
Artikel

Cara Mengatur Strategi Investasi Saham dengan Risk Reward Ratio yang Ideal

author
Content Management
author
04 Desember 2025
Facebook
Instagram
Tiktok
blog-detail

Key Takeaways:

  • Melalui penetapan RR, Anda dapat menentukan batas kerugian yang dapat ditoleransi dan target keuntungan yang ingin dicapai.
  • Investor konservatif umumnya menetapkan RR lebih ketat karena ingin menekan kerugian, sementara investor agresif bisa menerima RR yang lebih longgar demi potensi keuntungan lebih tinggi.
  • Dengan menggunakan RR, Anda dapat mengelola risiko, memaksimalkan keuntungan, meningkatkan kepercayaan diri, dan menjaga disiplin dalam berinvestasi.

Investor seringkali dihadapkan pada pilihan yang memiliki risiko ketika berinvestasi saham. Untuk mengantisipasi hal ini, Anda perlu menerapkan risk reward ratio (RR) sebagai alat bantu dalam mengambil keputusan investasi yang lebih bijak. Konsep ini pertama kali dipopulerkan oleh para trader dan investor profesional seperti Van K. Tharp, yang dikenal sebagai salah satu ahli dalam manajemen risiko dan pengelolaan keuangan. 

RR adalah acuan yang digunakan untuk menjual saham, baik dalam kondisi untung maupun rugi, dengan mempertimbangkan potensi kerugian dari setiap transaksi investasi saham. Mengatur strategi investasi dengan memperhatikan RR yang ideal sangat penting bagi Anda yang ingin meminimalkan risiko dan memaksimalkan potensi keuntungan. 

Menentukan Risk Reward Ratio Ideal untuk Investasi Saham

Menentukan risk reward ratio yang ideal tidak selalu mudah, karena setiap investor memiliki profil risiko yang berbeda. Namun, ada beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk menghitung dan menentukan RR yang tepat, di antaranya:

1. Pahami toleransi risiko Anda

Langkah pertama adalah memahami seberapa besar kerugian yang dapat Anda terima dalam setiap transaksi. Toleransi risiko ini sangat tergantung pada profil investasi Anda. Jika Anda seorang investor konservatif, Anda mungkin hanya siap menerima kerugian kecil. Sebaliknya, investor yang lebih agresif mungkin bersedia menanggung risiko lebih besar.

2. Menetapkan target keuntungan

Selanjutnya, Anda harus menetapkan target keuntungan pada setiap transaksi. Keuntungan ini bisa dihitung berdasarkan analisis fundamental atau analisis teknikal pola pergerakan harga saham yang Anda lakukan. 

3.  Tentukan risk reward ratio

Setelah Anda mengetahui toleransi risiko dan target keuntungan, Anda dapat membuat formula perbandingan RR sebagai berikut:

Risk reward ratio = Risiko/keuntungan
  • Risiko: harga entry – harga stop loss
  • Keuntungan: harga target keuntungan – harga entry 

Misalnya, jika Anda membeli saham dengan harga Rp 1.000 dan menetapkan maksimal potensi kerugian di harga Rp 950 atau -5%, sementara target keuntungan di Rp 1.100 atau 10%, maka:

  • Potensi kerugian = Rp 1.000 (modal) – (potensi kerugian) Rp 950 = Rp 50 (cut loss)
  • Target keuntungan = Rp 1.100 (target keuntungan) – (modal) Rp 1.000 = Rp 100 (take profit)
Maka RR 50:100

Dengan demikian, risk reward ratio Anda setelah disederhanakan adalah 1:2, jadi Anda hanya menerima kerugian sebesar Rp 50 untuk meraih potensi keuntungan Rp 100.

4. Sesuaikan dengan strategi

Penting untuk menyesuaikan RR dengan gaya dan strategi investasi Anda. Jika Anda cukup sering menjual saham dalam jangka pendek, Anda perlu menentukan RR yang selisihnya lebih kecil. Namun, jika Anda ingin investasi jangka panjang, RR yang lebih besar mungkin lebih sesuai untuk meminimalkan risiko dalam jangka waktu yang lebih panjang.

Manfaat Menggunakan Risk Reward Ratio

Menggunakan risk reward ratio yang ideal dapat memberikan berbagai manfaat bagi Anda sebagai investor. Berikut adalah beberapa manfaat yang bisa Anda rasakan:

1. Mengontrol risiko dengan lebih baik

Salah satu manfaat dari RR adalah membantu Anda mengontrol dan membatasi risiko yang dapat ditanggung dalam setiap transaksi. Dengan menghitung dan memahami RR, Anda dapat memastikan bahwa setiap investasi memiliki potensi keuntungan yang lebih besar daripada kerugian yang mungkin terjadi.

2. Memaksimalkan keuntungan

Dengan mengatur RR dengan bijak, Anda dapat memaksimalkan potensi keuntungan sambil mengurangi risiko kerugian. Misalnya, dengan target keuntungan yang lebih besar dibandingkan potensi kerugian, meskipun Anda mengalami beberapa kerugian, keuntungan yang didapatkan akan lebih besar dalam jangka panjang.

3. Meningkatkan kepercayaan diri

Menggunakan RR sebagai bagian dari strategi investasi akan memberi Anda kepercayaan diri yang lebih besar dalam mengambil keputusan. Dengan mengetahui bahwa Anda memiliki rasio risiko yang terkendali, Anda akan lebih tenang dalam menghadapi fluktuasi pasar dan lebih fokus pada pencapaian tujuan investasi.

4. Meningkatkan disiplin dalam berinvestasi

RR dapat membantu Anda menjadi lebih disiplin dalam berinvestasi. Dengan mematuhi rasio risiko yang telah ditentukan, Anda akan menghindari risiko yang bisa berujung pada kerugian besar. Disiplin ini sangat penting agar Anda tidak mudah terpengaruh oleh pergerakan pasar yang cepat dan fluktuatif.

Menentukan dan menggunakan risk reward ratio yang ideal dalam investasi saham adalah langkah penting untuk mengelola risiko dan memaksimalkan potensi keuntungan. Dengan memahami toleransi risiko Anda, menetapkan tujuan keuntungan yang realistis, serta menghitung RR secara cermat, Anda dapat merancang strategi investasi yang lebih optimal. Selain itu, manfaat menggunakan RR tidak hanya membantu Anda mengatur risiko, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri dan disiplin dalam pengambilan keputusan investasi. 

Penting untuk diingat, meskipun RR dapat membantu mengelola risiko, tidak ada jaminan keuntungan di pasar saham. Oleh karena itu, selalu lakukan analisis dan riset yang mendalam sebelum berinvestasi. Apabila Anda ingin mendapatkan potensi pertumbuhan pasar saham dengan lebih praktis, maka Anda bisa mempertimbangkan reksa dana saham sebagai pilihan. 

Melalui reksa dana saham, Anda bisa mendapatkan akses ke portofolio saham yang dikelola secara aktif oleh manajer investasi (MI) profesional, sehingga Anda tetap memiliki potensi pertumbuhan yang kompetitif. 


Ada beragam produk reksa dana saham di Makmur, salah satunya Sucorinvest Sustainability Equity Fund. Berdasarkan data per 14 November 2025, reksa dana ini memiliki pertumbuhan sebesar 27,3% secara year-to-date (ytd).

Ada beragam reksa dana saham di Makmur yang bisa Anda pertimbangkan, salah satunya Syailendra Equity Opportunity Fund Kelas A. Berdasarkan data per 03 Desember 2025, reksa dana saham ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 23,63% secara year-to-date (ytd).

Di Makmur, Anda bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo December Thrive, promo Semua Bisa Makmur, dan promo Makmur Premium Tour.

Link: Promo-Promo di Makmur

Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.

Download Makmur

Perlu diketahui, selain melalui aplikasi, Anda juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.

Web Aplikasi Makmur

Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:

Website: Makmur.id


Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani

Bagikan
Facebook
Instagram
Tiktok
Artikel lainnya
Artikel

INDF vs ICBP: Mana Saham Anthoni Salim yang Lebih Menarik?

Key Takeaways: Melalui Grup Salim, Anthoni Salim mengendalikan sejumlah perusahaan di sektor konsumer dan agribisnis. Dua di antaranya yang dikenal luas oleh investor di pasar modal Indonesia adalah PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP). Kedua perusahaan tersebut dikenal lewat produk populer seperti Indomie, mi instan yang telah […]

author
Content Management
calendar
15 Oktober 2026
Artikel

Yield Lelang SRBI Turun ke Kisaran 6,5%, Apa Artinya bagi Likuiditas Pasar dan Imbal Hasil Instrumen Domestik?

Key Takeaways: Imbal hasil instrumen jangka pendek menjadi salah satu acuan penting bagi investor yang menempatkan dana pada deposito, surat utang bertenor pendek, maupun reksa dana pasar uang. Salah satu acuannya adalah hasil lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia atau SRBI. Pada lelang 9 Oktober 2026, rata-rata tertimbang yield SRBI tenor 12 bulan yang dimenangkan tercatat […]

author
Content Management
calendar
12 Oktober 2026
Artikel

Potensi Imported Inflation Indonesia, Mengapa Biaya Hidup Makin Mahal Saat Rupiah Melemah?

Key Takeaways: Nilai tukar rupiah merupakan salah satu indikator makroekonomi yang memengaruhi stabilitas harga di Indonesia. Ketika rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), harga berbagai barang dan jasa cenderung ikut meningkat. Kondisi ini dikenal sebagai inflasi impor atau imported inflation, yaitu kenaikan harga yang berasal dari meningkatnya biaya barang impor akibat pelemahan mata uang […]

author
Content Management
calendar
08 Oktober 2026
Artikel

Reformasi Free Float dan Transparansi Jadi Sorotan MSCI, Sejauh Mana Progresnya Menentukan Nasib Pasar Saham Indonesia?

Key Takeaways: Bagi investor global, keputusan mengalokasikan dana ke suatu negara sering kali dimulai dari indeks acuan, bukan dari analisis emiten satu per satu. MSCI merupakan salah satu penyedia indeks global yang dijadikan patokan oleh banyak investor institusional, sehingga perubahan perlakuannya terhadap suatu pasar dapat memengaruhi komposisi indeks dan alokasi dana yang mengikutinya. Sepanjang 2026, […]

author
Content Management
calendar
07 Oktober 2026
Artikel

Sektor yang Cenderung Tahan Gejolak di Tengah Konflik Timur Tengah, Ini Analisisnya

Key Takeaways: Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali menjadi perhatian investor. Konflik yang melibatkan kawasan produsen energi penting ini bukan hanya berdampak pada stabilitas politik, tetapi juga memicu kenaikan harga komoditas, nilai tukar, hingga pasar saham. Dalam situasi seperti ini, investor cenderung mencari saham tahan gejolak yang mampu menjaga kinerja di tengah tekanan eksternal. Perlu […]

author
Content Management
calendar
05 Oktober 2026
Artikel

Mengapa Rupiah Melemah hingga Rp18.000/USD? Ini Penyebabnya dan Jenis Reksa Dana yang Relatif Stabil di Tengah Tekanan Pasar

Key Takeaways: Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali menjadi sorotan setelah bertahan di sekitar level psikologis Rp18.000/USD sepanjang Juli 2026. Tekanan ini merupakan kelanjutan dari tren pelemahan yang memuncak pada 8 Juni 2026, ketika JISDOR BI mencapai rekor terlemah Rp18.171/USD. Sementara kurs spot kemudian menyentuh sekitar Rp18.209/USD pada 9 Juni 2026. Nilai tukar […]

author
Content Management
calendar
01 Oktober 2026
Hak Cipta © PT Inovasi Finansial Teknologi
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan yang berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PT Inovasi Finansial Teknologi telah mendapatkan izin sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta telah tersertifikasi ISO 27001:2022 dalam penerapan standar internasional pada Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Reksa dana adalah instrumen investasi dan produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Makmur tidak bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Saham adalah tanda penyertaan modal atas suatu persereoan terbatas yang terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Seluruh instrumen investasi mengandung risiko dan memiliki kemungkinan berkurangnya nilai investasi. Kinerja historis instrumen investasi tidak menjamin kinerja dimasa yang akan datang.
Makmur V.1.0.0