makmur-logo
Reksa Dana
Bangun Kekayaan Anda Lebih Cerdas
dengan Reksa Dana
Maksimalkan produk reksa dana terkurasi dari para
profesional, untuk bantu capai tujuan finansial Anda.
Pelajari

Berinvestasi lebih mudah dengan
beragam fitur pintar
Dikelola oleh profesional yang bersertifikasi
Mudah & Dapat diakses dimana saja
Investasi mulai dari Rp10.000
Produk sesuai profil risiko
Alokasi aset dibantu oleh Mavis
faq-illustration
Ada Pertanyaan Seputar Makmur?
Kunjungi FAQ Kami
arrow-right-green
Artikel

Mengenal Tipe Investor Konservatif dan Instrumen Investasi yang Cocok Untuk Investasi

author
Content Management
author
18 November 2024
Facebook
Instagram
Tiktok
blog-detail

Hai, Sobat Makmur! Ada bermacam-macam tipe investor dalam mengambil keputusan dan juga memilih instrumen investasi, salah satunya adalah tipe investor konservatif. Tipe investor ini akan mencari jenis instrumen investasi yang cenderung aman dan cenderung menghindari risiko. Setelah membahas investor agresif dan moderat, pada artikel kali ini, Makmur akan mengajak kamu untuk mengenal lebih dalam tipe investor konservatif dan apa saja instrumen investasi yang cocok untuk investor tipe ini. Apakah kamu termasuk tipe investor konservatif? Yuk, disimak!

Apa Itu Investor Konservatif?

Investor konservatif adalah tipe investor yang cenderung mengutamakan keamanan modal (capital preservation) dan kestabilan hasil daripada mengejar keuntungan tinggi dengan risiko besar. Investor konservatif lebih cenderung memilih instrumen investasi yang relatif aman dan memiliki volatilitas rendah, meskipun potensi memiliki imbal hasil yang lebih kecil. Investor konservatif juga dikenal sebagai risk averse.

Ada beberapa ciri-ciri dan kriteria dari investor konservatif

1. Tingkat Toleransi Risiko Rendah

Investor konservatif memiliki tingkat toleransi risiko yang rendah. Investor konservatif tidak nyaman dengan fluktuasi tajam dalam portofolio investasinya. Mereka akan lebih memilih aspek stabilitas daripada menghadapi ketidakpastian.

2. Orientasi Jangka Menengah hingga Panjang

Investor konservatif lebih cenderung berinvestasi dalam jangka yang lebih panjang, yakni di rentang 5 tahun sampai 10 tahun. Hal ini berbeda dengan investor agresif yang cenderung berinvestasi untuk jangka pendek. Investor konservatif telah memiliki tujuan keuangan dalam jangka pendek hingga menengah, seperti dana darurat, kebutuhan pendidikan, atau rencana pensiun.

3. Keamanan Modal Jadi Prioritas Utama

Investor konservatif lebih mementingkan perlindungan modal daripada mengejar keuntungan besar. Mereka cenderung menghindari instrumen investasi yang berisiko tinggi untuk menjaga agar dana awal tetap aman. Dalam kata lain, tidak masalah jika keuntungan investasi yang didapatkan tidak seberapa, asalkan modal investasi yang telah ditanam tidak berkurang. 

Instrumen yang Cocok Untuk Investor Konservatif

Berdasarkan penjelasan di atas, investor konservatif akan memilih instrumen investasi yang memiliki unsur risiko rendah, jangka panjang, dan cenderung stabil. Berikut sejumlah instrumen yang cocok bagi investor konservatif

1. Deposito

Deposito cocok bagi investor konservatif karena instrumen ini menawarkan keamanan modal yang sangat tinggi. Dana yang diinvestasikan dalam deposito berjangka dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hingga batas tertentu, sehingga risiko kehilangan uang hampir tidak ada selama kamu memenuhi syarat penjaminan. Deposito juga memberikan bunga tetap yang sudah disepakati di awal, sehingga kamu bisa memperoleh pendapatan yang stabil dan dapat diprediksi. Meskipun imbal hasilnya lebih rendah dibandingkan instrumen investasi lainnya, deposito memberikan rasa aman yang lebih besar, yang menjadi prioritas utama bagi kamu yang menjadi investor tipe konservatif.

2. Emas atau Logam Mulia

Emas atau logam mulia cocok untuk investor konservatif karena memiliki karakteristik sebagai aset safe haven, yakni aset yang nilainya cenderung stabil saat kondisi pasar tidak menentu (volatile). Dalam jangka panjang, harga emas sering kali meningkat seiring dengan inflasi, menjadikannya instrumen yang tepat untuk menjaga daya beli dan melindungi kekayaan. Dari segi risiko, risiko kerugian pada emas relatif rendah dibandingkan instrumen investasi lain yang lebih fluktuatif, seperti saham. Emas juga menarik bagi investor konservatif karena tidak bergantung pada kinerja perusahaan atau kebijakan pemerintah. Hanya saja, tidak seperti obligasi maupun saham, emas tidak memberikan bunga, dividen, atau pendapatan rutin. Keuntungan investasi emas hanya berasal dari kenaikan harga yang membutuhkan waktu cukup lama.

3. Saham Blue Chips

Saham memang terkenal memiliki volatilitas yang tinggi, dan disarankan bagi investor yang memiliki profil risiko tinggi (agresif). Namun, jika kamu adalah investor konservatif, kamu bisa memilih saham yang cenderung lebih aman, yakni saham jenis blue chips. Saham blue chips merupakan saham perusahaan besar dan memiliki kinerja yang cenderung stabil. Perusahaan ini biasanya memiliki kemampuan bertahan di tengah kondisi pasar yang fluktuatif. Selain itu, banyak saham blue chips juga memberi dividen yang konsisten. Hal ini menarik bagi kamu yang mencari pendapatan tambahan sambil tetap berinvestasi di pasar saham. Sebagai filter awal, kamu bisa memilih saham yang masuk ke dalam Indeks LQ45. Saham-saham yang masuk ke dalam indeks ini adalah saham-saham paling likuid dengan kinerja fundamental yang baik.

4. Reksa Dana Pasar Uang

Reksa dana pasar uang memiliki tingkat risiko yang lebih rendah dibandingkan instrumen lainnya. Ketika kondisi pasar bergejolak, kinerja investasi reksa dana pasar uang akan cenderung stabil. Reksa dana pasar uang adalah adalah jenis reksa dana yang 100% portofolionya diinvestasikan oleh Manager Investasi (MI) ke instrumen-instrumen pasar uang. Instrumen pasar uang yang dimaksud yakni instrumen investasi yang jatuh temponya kurang dari 1 tahun seperti deposito, Surat Utang Negara (SUN), Sertifikat Bank Indonesia (SBI), dan sejenisnya. Dengan pendekatan investasi ini, risiko fluktuasi nilai menjadi sangat minimal dan sesuai dengan kriteria investor konservatif yang cenderung menghindari risiko besar. Reksa dana pasar uang juga mudah untuk dicairkan kapanpun tanpa dikenakan denda. Proses pencairan dana reksa dana pasar uang bisa selesai dalam kurun waktu singkat, yakni rata-rata 5 hari kerja yang dihitung setelah penjualan unit reksa dana mulai diproses sampai dana masuk ke rekening. Hal ini berbeda jika kamu berinvestasi ke produk bank seperti deposito, dimana deposito memiliki batasan waktu tertentu sesuai dengan perjanjian dalam hal pencairan/penjualan.

Jika kamu adalah investor tipe konservatif, kamu bisa memilih reksa dana pasar uang sebagai instrumen investasi untuk mewujudkan target finansialmu. Sejumlah reksa dana pasar uang favorit nasabah Makmur diantaranya

Di Makmur, kamu bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana terbaik lainnya, baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Sobat Makmur bisa membeli reksa dana pilihanmu dengan memanfaatkan promo seperti promo November Growth, promo Semua Bisa Makmur, dan promo Semakin Makmur.


Kamu juga bisa memanfaatkan promo-promo Makmur yang tertera pada link di bawah ini untuk mendapatkan keuntungan tambahan dan menemani perjalanan investasimu dalam mencapai tujuan finansial di masa depan.

Link: Promo-Promo di Makmur

Yuk, unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan jangan lupa berikan ulasan terbaikmu.

Download Makmur

Perlu diketahui, selain melalui ponsel, kamu juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.

Web Aplikasi Makmur

Kamu juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link berikut:

Website: Makmur.id


Editor: Benrik Anthony (bersertifikasi WAPERD dan WMI)
Penulis: Akhmad Sadewa Suryahadi

Bagikan
Facebook
Instagram
Tiktok
Artikel lainnya
Artikel

Metode SMART untuk Menyusun Target Keuangan Tahunan yang Realistis dan Terukur

Key Takeaways: Menyusun target keuangan tahunan sering kali terdengar sederhana, tetapi dalam praktiknya tidak selalu mudah dijalankan secara konsisten. Ketika tidak disertai dengan perencanaan yang jelas, target tersebut berisiko tidak terealisasi. Di sinilah pentingnya menggunakan metode perencanaan keuangan yang lebih terstruktur, salah satunya melalui metode SMART. Metode ini membantu Anda menyusun tujuan keuangan secara lebih […]

author
Content Management
calendar
18 Juli 2026
Artikel

Indeks Keyakinan Konsumen sebagai Indikator Makro, Apa Manfaatnya bagi Investor Saham?

Key Takeaways: Ketika berinvestasi di saham, memahami laporan keuangan perusahaan bisa saja belum cukup untuk mengambil keputusan yang tepat. Investor juga perlu memperhatikan berbagai indikator makroekonomi yang dapat memberikan gambaran mengenai arah perekonomian. Salah satu indikator yang sering digunakan untuk membaca kondisi ekonomi adalah Indeks Keyakinan Konsumen (IKK). IKK merupakan hasil survei yang mengukur tingkat […]

author
Content Management
calendar
15 Juli 2026
Artikel

Saham yang Pendapatannya Dipengaruhi Pergerakan Nilai USD, Ini Penjelasannya

Key Takeaways: Perubahan nilai tukar US Dollar (USD) terhadap rupiah bukan sekadar indikator makroekonomi yang jauh dari aktivitas sehari-hari. Bagi pelaku pasar modal, pergerakan USD memiliki implikasi langsung terhadap kinerja keuangan sejumlah saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perubahan nilai tukar dapat menjadi katalis positif maupun negatif terhadap kinerja emiten, bergantung pada karakteristik bisnis masing-masing […]

author
Content Management
calendar
14 Juli 2026
Artikel

Memenuhi Standar MSCI, BEI Evaluasi Mekanisme FCA untuk Tingkatkan Kepercayaan Pasar Saham

Key Takeaways: Dinamika pasar modal Indonesia kembali menjadi sorotan setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) membekukan sementara rebalancing indeks untuk saham Indonesia pada 27 Januari 2026. Keputusan tersebut tidak terlepas dari isu transparansi free float serta struktur kepemilikan saham yang dinilai belum sepenuhnya mencerminkan kondisi pasar. Sebagai respons, Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Otoritas Jasa […]

author
Content Management
calendar
13 Juli 2026
Artikel

Proses Cleansing Reksa Dana Syariah, Apakah Berpengaruh pada Nilai Investasi Investor?

Key Takeaways: Proses cleansing dalam reksa dana syariah merupakan mekanisme yang memastikan seluruh keuntungan yang diperoleh investor bersumber dari aktivitas yang halal dan sesuai dengan prinsip Islam. Proses ini sangat penting untuk menjaga agar portofolio investasi tetap selaras dengan ketentuan syariah, sebagaimana ditetapkan oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS) dan Fatwa Dewan Syariah Nasional – Majelis […]

author
Content Management
calendar
08 Juli 2026
Artikel

JELI dan JECX Resmi Melantai di BEI, Kompak Sentuh ARA di Hari Pertama

Key Takeaways: Sepanjang Juli 2026, sejumlah emiten secara resmi menyatakan kesiapannya menggelar penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). Dua nama yang cukup mencuri perhatian adalah PT Niramas Utama Tbk (JELI) dan PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX), yang pada 6 Juli 2026 mulai melaksanakan distribusi saham kepada para investor. Distribusi ini menandai bahwa […]

author
Content Management
calendar
07 Juli 2026
Bangun Kekayaan Jangka Panjang Bersama Makmur
Hak Cipta ©2019 - 2026 PT Inovasi Finansial Teknologi
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan yang berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PT Inovasi Finansial Teknologi telah mendapatkan izin sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta telah tersertifikasi ISO 270001:2022 dalam penerapan standar internasional pada Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Reksa dana adalah instrumen investasi dan produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Makmur tidak bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Saham adalah tanda penyertaan modal atas suatu persereoan terbatas yang terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Seluruh instrumen investasi mengandung risiko dan memiliki kemungkinan berkurangnya nilai investasi. Kinerja historis instrumen investasi tidak menjamin kinerja dimasa yang akan datang.
Makmur V.1.0.0