makmur-logo
Reksa Dana
Bangun Kekayaan Anda Lebih Cerdas
dengan Reksa Dana
Maksimalkan produk reksa dana terkurasi dari para
profesional, untuk bantu capai tujuan finansial Anda.
Pelajari

Berinvestasi lebih mudah dengan
beragam fitur pintar
Dikelola oleh profesional yang bersertifikasi
Mudah & Dapat diakses dimana saja
Investasi mulai dari Rp10.000
Produk sesuai profil risiko
Alokasi aset dibantu oleh Mavis
faq-illustration
Ada Pertanyaan Seputar Makmur?
Kunjungi FAQ Kami
arrow-right-green
Artikel

Mengenal Model Penilaian CAPM dan Fungsinya Dalam Analisis Investasi

author
Content Management
author
12 Desember 2025
Facebook
Instagram
Tiktok
blog-detail

Key Takeaways:

  • Model penilaian CAPM menjelaskan bahwa imbal hasil yang diharapkan dari suatu aset bergantung pada risiko sistematisnya (beta).
  • Rumus dasar CAPM menjadi acuan dalam menghitung ekspektasi imbal hasil.
  • Model penilaian CAPM digunakan untuk menentukan nilai wajar aset, mengukur risiko relatif portofolio, serta menilai apakah suatu investasi layak dilakukan.

Memahami bagaimana suatu aset dinilai merupakan langkah krusial sebelum Anda mengambil keputusan finansial. Salah satu model yang banyak digunakan untuk menghitung nilai wajar sebuah aset investasi adalah Capital Asset Pricing Model (CAPM). Model penilaian CAPM ini memberikan pendekatan kuantitatif dalam menghubungkan risiko dan imbal hasil yang diharapkan dari suatu aset.

CAPM pertama kali diperkenalkan oleh William F. Sharpe pada awal tahun 1960-an. Sharpe kemudian menerima penghargaan Nobel di bidang Ekonomi pada tahun 1990 atas kontribusinya dalam pengembangan teori ini. Model ini telah menjadi fondasi dalam teori portofolio modern dan analisis investasi.

Model Penilaian CAPM dan Contohnya

Untuk memahami cara kerja CAPM, Anda perlu mengenali rumus dasar dari model ini:

E(Ri) = Rf + βi (E(Rm) – Rf)

Keterangan:

  • E(Ri): Imbal hasil yang diharapkan dari aset i
  • Rf: Risk-free rate (tingkat pengembalian bebas risiko, seperti obligasi pemerintah)
  • βi: Beta aset i, yaitu ukuran sensitivitas aset terhadap pasar
  • E(Rm): Imbal hasil pasar yang diharapkan
  • (E(Rm) – Rf): Risiko pasar (market risk premium)

Model penilaian CAPM menyatakan bahwa imbal hasil yang diharapkan dari suatu aset bergantung pada risiko sistematisnya (beta), bukan risiko total. Risiko sistematis adalah risiko yang mencerminkan seberapa besar aset bergerak searah atau berlawanan dengan pasar secara keseluruhan.

Contoh sederhana:

Misalkan:

  • Rf = 4%
  • E(Rm) = 10%
  • βi = 1,2

Maka:

  • E(Ri) = 4% + 1,2 × (10% – 4%)
  • E(Ri) = 4% + 1,2 × 6% = 4% + 7,2% = 11,2%

Dari hasil perhitungan tersebut, Anda dapat menyimpulkan bahwa aset tersebut diharapkan memberikan imbal hasil sebesar 11,2% sesuai dengan tingkat risikonya.

Kegunaan Model Penilaian CAPM dalam Analisis Investasi

CAPM tidak hanya memberikan gambaran kuantitatif mengenai ekspektasi imbal hasil suatu aset, tetapi juga menjadi alat analisis yang esensial dalam berbagai aspek keputusan investasi. Berikut adalah beberapa kegunaan dari model penilaian ini:

1. Menentukan nilai wajar aset investasi

Anda dapat membandingkan antara imbal hasil yang diharapkan dengan imbal hasil aktual dari suatu aset. Jika imbal hasil aktual lebih besar dari yang dihitung menggunakan CAPM, maka aset tersebut dapat dikatakan undervalued dan menarik untuk diinvestasikan. Sebaliknya, jika lebih rendah, aset tersebut dianggap overvalued.

2. Mengukur risiko relatif portofolio

Beta dalam CAPM digunakan untuk mengukur seberapa besar pengaruh pasar terhadap pergerakan nilai aset Anda. Investor institusi maupun individu dapat menggunakan nilai beta untuk mengalkulasi seberapa sensitif portofolio mereka terhadap fluktuasi pasar. Semakin besar beta, semakin tinggi risiko sistematis yang dihadapi.

3. Membantu dalam pengambilan keputusan investasi

CAPM membantu Anda membuat keputusan apakah investasi tersebut layak dilakukan atau tidak, berdasarkan tingkat pengembalian modal yang diharapkan dan tingkat risiko yang ditanggung. Dengan pendekatan yang sistematis, investor dapat menghindari keputusan yang bersifat spekulatif dan emosional.

4. Evaluasi kinerja manajer investasi

Model ini juga bisa dipakai untuk menilai seberapa baik kinerja seorang manajer investasi (MI). Apabila portofolio sebuah reksa dana memberikan hasil yang lebih tinggi dibandingkan hasil yang diperkirakan oleh CAPM, berarti MI tersebut berhasil menciptakan “alpha” atau nilai tambah bagi investornya. Sebaliknya, jika hasilnya di bawah penilaian CAPM, berarti kinerja MI belum mampu melampaui imbal hasil yang sepadan dengan risiko yang diambil.

CAPM merupakan salah satu metode yang membantu Anda dalam menilai ekspektasi imbal hasil dari suatu investasi berdasarkan tingkat risikonya. Apabila ingin berinvestasi di reksa dana, Anda bisa melihat pertumbuhan portofolio suatu reksa dana yang dikelola oleh beberapa MI melalui Makmur. 

Ada beberapa jenis reksa dana yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan tingkat toleransi risiko Anda:

  • Reksa dana pasar uang

Produk reksa dana pasar uang mengalokasikan sebagian besar dana kelolaan ke instrumen pasar uang dan obligasi jangka pendek. Cocok untuk investor konservatif dengan horizon waktu investasi jangka pendek, karena risikonya relatif rendah.

  • Reksa dana pendapatan tetap

Produk reksa dana pendapatan tetap mengalokasikan minimal 80% dana pada surat utang atau obligasi. Jenis reksa dana ini menawarkan keseimbangan antara risiko dan imbal hasil, cocok untuk Anda yang berorientasi pada pertumbuhan yang stabil.

Salah satu reksa dana pendapatan tetap yang bisa Anda pertimbangkan adalah Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A. Berdasarkan data per 11 Desember 2025, reksa dana pendapatan tetap ini menghasilkan return 10,89% dalam 1 tahun terakhir.

  • Reksa dana campuran

Produk reksa dana campuran mengalokasikan dana secara proporsional ke pasar uang, surat utang, dan saham. Dengan maksimal 79% pada tiap jenis aset, reksa dana ini sesuai untuk investor moderat yang ingin mendapatkan potensi imbal hasil lebih tinggi dibandingkan reksa dana pasar uang dan reksa dana pendapatan tetap dalam jangka menengah hingga jangka panjang.

  • Reksa dana saham

Produk reksa dana saham mengalokasikan minimal 80% dana kelolaan ke pasar saham. Jenis ini memiliki risiko paling tinggi, tetapi juga potensi imbal hasil terbesar dalam jangka panjang, ideal bagi investor agresif yang berfokus pada pertumbuhan nilai investasi.

Sebagai perusahaan Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Makmur telah mengkurasi secara profesional produk reksa dana dan MI yang tersedia, sehingga Anda dapat memilih produk yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan finansial Anda.


Di Makmur, Anda juga bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo December Thrive, promo Semua Bisa Makmur dan promo Makmur Premium Tour.

Link: Promo-Promo di Makmur

Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.

Download Makmur

Perlu diketahui, selain melalui aplikasi, Anda juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.

Web Aplikasi Makmur

Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:

Website: Makmur.id


Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani

Bagikan
Facebook
Instagram
Tiktok
Artikel lainnya
Artikel

Kinerja Portofolio Saham Stagnan? Ini Tanda Diversifikasi Berlebihan

Key Takeaways: Diversifikasi portofolio saham adalah salah satu prinsip dalam investasi yang bertujuan untuk mengurangi risiko dengan memperluas aset pada berbagai sektor saham. Namun, diversifikasi yang berlebihan juga dapat menekan kinerja portofolio. Mengapa demikian? Mari bahas lebih lanjut.  Tanda Diversifikasi Portofolio Sudah Berlebihan Sebagai investor, penting untuk mengenali tanda diversifikasi berlebihan dalam portofolio. Jika tidak […]

author
Content Management
calendar
26 Mei 2026
Artikel

Mencari Reksa Dana Saham yang Rutin Membagikan Dividen Tunai? Ini Cara Mengeceknya

Key Takeaways:  Reksa dana saham dikenal sebagai instrumen investasi yang berfokus pada pertumbuhan nilai melalui kenaikan harga saham yang menjadi portofolionya. Namun, selain potensi capital gain, beberapa reksa dana saham juga memberikan pembagian dividen tunai kepada investor.  Pembagian dividen ini menjadi salah satu aspek yang sering dipertimbangkan oleh investor yang ingin memperoleh sumber penghasilan tambahan […]

author
Content Management
calendar
25 Mei 2026
Artikel

Suku Bunga Acuan BI Naik 50 bps di Mei 2026 untuk Menguatkan Mata Uang Rupiah, Apa yang Investor Perlu Lakukan?

Key Takeaways: Pada 20 Mei 2026, Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin (bps) dari sebelumnya 4,75% di April 2026 menjadi 5,25%, hasil dari Rapat Dewan Gubernur (RDG). Kebijakan ini menjadi salah satu langkah penting yang diambil pada tahun 2026 untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah yang terus mengalami tekanan, sekaligus […]

author
Content Management
calendar
20 Mei 2026
Artikel

ETF dan Reksa Dana Terlihat Sama, Tapi Ini Mekanisme yang Membedakannya

Key Takeaways: Exchange Traded Fund (ETF) dan reksa dana sering dianggap serupa karena keduanya memungkinkan investor untuk berinvestasi dalam portofolio yang terdiversifikasi tanpa harus membeli saham secara langsung. Meskipun demikian, keduanya memiliki perbedaan yang signifikan, terutama dalam mekanismenya. Exchange Traded Fund (ETF) adalah jenis reksa dana yang unit penyertaannya diperdagangkan di bursa efek seperti saham […]

author
Content Management
calendar
19 Mei 2026
Artikel

Mengapa Capital Inflow Bisa Menjadi Indikator Positif untuk Investasi? Ini Dampaknya untuk Investor Saham

Key Takeaways: Bagi investor saham, memahami capital inflow sangatlah penting karena dapat membantu membaca sentimen pasar, mengidentifikasi peluang, dan mengukur risiko investasi dengan lebih baik. Capital inflow adalah aliran dana asing yang masuk ke suatu negara dalam bentuk investasi portofolio maupun langsung. Di Indonesia, capital inflow dipantau secara rutin oleh Bank Indonesia melalui tiga jalur, […]

author
Content Management
calendar
18 Mei 2026
Artikel

Diversifikasi ke Beberapa MI atau Fokus di Satu MI? Ini Strategi yang Tepat untuk Profil Risiko Anda

Key Takeaways: Membangun portofolio reksa dana saham bukan hanya tentang memilih produk dengan return terbaik. Salah satu keputusan penting yang sering diabaikan investor adalah menentukan apakah sebaiknya menempatkan seluruh investasi pada satu manajer investasi (MI) atau membaginya ke beberapa MI sekaligus. Kedua pendekatan ini memiliki kelebihan dan risiko masing-masing. Tidak ada jawaban yang sepenuhnya benar […]

author
Content Management
calendar
13 Mei 2026
Bangun Kekayaan Jangka Panjang Bersama Makmur
Hak Cipta ©2019 - 2026 PT Inovasi Finansial Teknologi
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan yang berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PT Inovasi Finansial Teknologi telah mendapatkan izin sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta telah tersertifikasi ISO 270001:2022 dalam penerapan standar internasional pada Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Reksa dana adalah instrumen investasi dan produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Makmur tidak bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Saham adalah tanda penyertaan modal atas suatu persereoan terbatas yang terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Seluruh instrumen investasi mengandung risiko dan memiliki kemungkinan berkurangnya nilai investasi. Kinerja historis instrumen investasi tidak menjamin kinerja dimasa yang akan datang.
Makmur V.1.0.0