makmur-logo
Masuk / Daftar
Artikel

Trik Mengetahui Pengembalian Modal Investasimu dengan Perhitungan Asimetris

author
Content Management
author
05 Juni 2024
Facebook
Instagram
Tiktok
blog-detail

Hai Sobat Makmur! Mengelola portofolio investasi dengan baik merupakan keterampilan penting yang perlu dimiliki. Salah satu aspek yang harus kamu ketahui yaitu mengenai besaran tingkat kemampuan untuk pengembalian modal bila kamu mengalami kerugian pada investasimu. 

Artikel ini akan membahas trik mengetahui pengembalian modal investasimu dengan perhitungan asimetris, serta memberikan simulasi dengan salah satu reksa dana yang ada di aplikasi Makmur.

Menyadari Pentingnya Pengembalian Modal Investasi

Salah satu tantangan terbesar dalam investasi yaitu mengelola risiko dan mengukur kemampuan pengembalian modal investasi bila mengalami kerugian karena dampak dari fluktuasi pasar. Mengalami kerugian bisa menjadi pengalaman yang mengkhawatirkan, terutama jika modal investasimu tergerus cukup besar. Oleh karena itu, memahami besaran persentase pengembalian modal investasi menjadi penting untuk kamu ketahui.

Kerugian dalam berinvestasi tidak bisa dihindari sepenuhnya, tetapi bisa diminimalisir dan dikelola. Ketika kerugian itu terjadi, penting untuk kamu mengetahui berapa persen keuntungan yang dibutuhkan untuk mengembalikan modal investasi ke nilai awal. Pemahaman ini akan membantumu membuat keputusan investasi yang lebih tepat dan strategis dalam upaya pemulihan modal.

Perhitungan Pengembalian Modal Investasi

Bila mengalami kerugian, perhitungan untuk pengembalian modal ke nilai awal tidaklah simetris. Konsep ini dikenal sebagai perhitungan asimetris. Berikut merupakan rumus untuk menghitungnya:

Misalkan kamu memiliki modal investasi sebesar Rp 10.000.000 dan mengalami kerugian sebesar 10%. Maka, nilai investasimu sekarang menjadi:

Nilai investasi setelah mengalami kerugian = Rp 10.000.000 – (10% x Rp 10.000.000) = Rp 9.000.000

Untuk pengembalian modal ke nilai awal, kamu perlu mendapatkan keuntungan minimum 11,11%, lebih besar dibandingkan tingkat penurunannya yang hanya 10%. Berikut perhitungannya:

Selanjutnya, bila kamu ingin mengetahui persentase pengembalian modal investasi secara umum, kamu dapat melihat tabel di bawah ini:

Simulasi di Aplikasi Makmur

Kali ini kita akan melakukan simulasi di aplikasi Makmur menggunakan salah satu indikator yang dapat mengukur tingkat risiko investasi pada reksa dana melalui drawdown. Drawdown merupakan istilah yang digunakan untuk mengukur tingkat penurunan kinerja maksimal suatu reksa dana selama periode waktu tertentu dari puncak tertinggi hingga titik terendah sebelum kembali pulih.

Sebagai contoh, bila kamu berinvestasi dengan modal investasi Rp 10.000.000 di reksa dana campuran Sucorinvest Anak Pintar yang memiliki kinerja pertumbuhan sebesar 23,44% dengan tingkat drawdown sebesar 11,71% dalam 3 tahun terakhir per 4 Juni 2024. Berapa persentase pengembalian modal investasi awal ketika mengalami penurunan sebesar 11,71%?

Pada langkah pertama, kita akan menghitung jumlah dana investasimu:

Nilai investasi setelah mengalami kerugian = Rp 10.000.000 – (11,71% x Rp 10.000.000) = Rp 8.829.000.

Dengan menggunakan rumus pengembalian modal investasi, jumlah persentase pengembalian modal investasi ke nilai awal sebesar:

Kamu perlu mendapatkan keuntungan minimum 13,27%, lebih besar dibanding tingkat drawdownnya sebesar 11,71%. Menariknya, dalam 3 tahun terakhir reksa dana Sucorinvest Anak Pintar mampu mencatatkan pertumbuhan sebesar 23,44% yang jauh melebihi keuntungan minimum tersebut.

*Disclaimer: Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa depan.

Dengan strategi yang tepat dan pemahaman yang baik tentang bagaimana pengembalian modal investasi setelah mengalami kerugian, kamu dapat membuat keputusan yang lebih efektif dan meningkatkan potensi pengembalian investasimu ke depannya. 

Tetapi hal yang perlu dilakukan sebelum berinvestasi, kamu perlu menetapkan tujuan investasimu dengan jelas, serta harus memahami profil risiko investasimu. Setelah itu, pilihlah reksa dana yang sesuai dengan tujuan dan impian jangka panjangmu.


Kamu juga bisa memanfaatkan promo-promo Makmur yang tertera pada link di bawah ini untuk mendapatkan keuntungan tambahan dan menemani perjalanan investasimu dalam mencapai tujuan finansial di masa depan.

Link: Promo-Promo di Makmur

Yuk, unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan jangan lupa berikan ulasan terbaikmu.

Download Makmur

Perlu diketahui, selain melalui ponsel, kamu juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.

Web Aplikasi Makmur

Kamu juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link berikut:

Website: Makmur.id


Editor: Benrik Anthony (bersertifikasi WAPERD dan WMI)

Penulis: Ilham Fitriadi Budiarto

Bagikan
Facebook
Instagram
Tiktok
Artikel lainnya
Artikel

Target Pertumbuhan Ekonomi 6% dalam APBN 2027, Ini Instrumen Investasi yang Perlu Dicermati

Key Takeaways: Proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia kembali menjadi perhatian setelah DPR mengesahkan APBN 2027 pada 29 September 2026 dengan target pertumbuhan ekonomi 6%. Target tersebut berada dalam kisaran 5,8% hingga 6,5% yang sebelumnya diusulkan pemerintah dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027 dan disampaikan Presiden Prabowo Subianto pada 20 Mei 2026. Sebagai […]

author
Content Management
calendar
21 Oktober 2026
Artikel

Penerbitan SBN dan Beban Bunga Utang Meningkat, Kapan Crowding Out Menjadi Risiko Nyata bagi Yield dan Ekuitas?

Key Takeaways: Kebutuhan pembiayaan pemerintah merupakan salah satu faktor yang menentukan arah imbal hasil di pasar obligasi domestik. Semakin besar utang yang harus diterbitkan, semakin ketat persaingan memperebutkan dana yang tersedia di pasar. APBN 2027 yang disahkan DPR pada September 2026 menargetkan penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) neto sebesar Rp833,7 triliun. Angka tersebut naik 4,28% […]

author
Content Management
calendar
20 Oktober 2026
Artikel

BEI Pangkas Batas ARB Jadi 7% Usai IHSG Anjlok 11,57%, Apa Dampaknya bagi Investor?

Key Takeaways: Bursa Efek Indonesia (BEI) menyesuaikan batas auto rejection bawah (ARB) untuk efek bersifat ekuitas menjadi 7% secara asimetris melalui Surat Keputusan Direksi Nomor Kep-00157/BEI/10-2026 tentang Peraturan Nomor II-A. ARB merupakan batas maksimal penurunan harga saham dalam satu hari perdagangan. Ketentuan yang mendapat dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini berlaku di Pasar Reguler dan […]

author
Content Management
calendar
19 Oktober 2026
Artikel

INDF vs ICBP: Mana Saham Anthoni Salim yang Lebih Menarik?

Key Takeaways: Melalui Grup Salim, Anthoni Salim mengendalikan sejumlah perusahaan di sektor konsumer dan agribisnis. Dua di antaranya yang dikenal luas oleh investor di pasar modal Indonesia adalah PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP). Kedua perusahaan tersebut dikenal lewat produk populer seperti Indomie, mi instan yang telah […]

author
Content Management
calendar
15 Oktober 2026
Artikel

Sektor Kesehatan Paling Banyak di Pipeline IPO 2026, Apa yang Perlu Dinilai Investor Sebelum Masuk Saham Perdana?

Harga saham perdana ditetapkan sebelum saham diperdagangkan di pasar, sehingga penilaian investor terutama bertumpu pada informasi dalam prospektus. Ketelitian membaca dokumen tersebut menjadi pembeda utama dalam menilai penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). Pada 2026, sektor kesehatan menjadi sektor yang paling banyak muncul dalam proses IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI). Per […]

author
Content Management
calendar
13 Oktober 2026
Artikel

Yield Lelang SRBI Turun ke Kisaran 6,5%, Apa Artinya bagi Likuiditas Pasar dan Imbal Hasil Instrumen Domestik?

Key Takeaways: Imbal hasil instrumen jangka pendek menjadi salah satu acuan penting bagi investor yang menempatkan dana pada deposito, surat utang bertenor pendek, maupun reksa dana pasar uang. Salah satu acuannya adalah hasil lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia atau SRBI. Pada lelang 9 Oktober 2026, rata-rata tertimbang yield SRBI tenor 12 bulan yang dimenangkan tercatat […]

author
Content Management
calendar
12 Oktober 2026
Hak Cipta © PT Inovasi Finansial Teknologi
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan yang berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PT Inovasi Finansial Teknologi telah mendapatkan izin sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta telah tersertifikasi ISO 27001:2022 dalam penerapan standar internasional pada Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Reksa dana adalah instrumen investasi dan produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Makmur tidak bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Saham adalah tanda penyertaan modal atas suatu persereoan terbatas yang terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Seluruh instrumen investasi mengandung risiko dan memiliki kemungkinan berkurangnya nilai investasi. Kinerja historis instrumen investasi tidak menjamin kinerja dimasa yang akan datang.
Makmur V.1.0.0