Artikel

Mau Punya Rumah Sendiri di Usia Muda, Ini Tipsnya!

author
Content Management
author
17 Oktober 2024
Facebook
Instagram
Tiktok
blog-detail

Hai, Sobat Makmur! Jagad sosial media saat ini sedang ramai memperbincangkan salah seorang tokoh di sebuah film. Tokoh ini bercita-cita memiliki rumah sendiri, namun dia harus berjuang ekstra mengumpulkan uang karena statusnya sebagai generasi sandwich. Dengan kerja keras dan susah payah, sang tokoh utama tersebut akhirnya mampu mengumpulkan dana untuk membeli rumah. Kondisi ini ternyata cukup relate dengan Sobat Makmur yang bercita-cita memiliki rumah impian. Pada artikel kali ini, Makmur akan memberi tips bagi kamu generasi muda yang berencana untuk membeli rumah sendiri. Yuk, disimak!

Masih Banyak Rumah Tangga yang Belum Punya Rumah

Permasalahan kepemilikan rumah di Indonesia memang menjadi masalah klasik yang sulit diurai. Berdasarkan publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) berjudul Indikator Perumahan dan Kesehatan Lingkungan tahun 2023, masih terdapat 15,21% rumah tangga di Indonesia yang belum memiliki rumah. Dari jumlah tersebut, status rumah yang sedang ditempati para keluarga meliputi kontrak/sewa sebanyak 5,05%, bebas sewa 9,37%, rumah dinas 0,76%, dan lainnya sebanyak 0,03%. Persentase Masyarakat yang memiliki rumah memang meningkat, akan tetapi peningkatannya tidak signifikan. Pada tahun 2021, jumlah rumah tangga yang memiliki rumah sendiri sebanyak 81,08% dan naik menjadi 83,99% pada 2022. Kemudian, pada tahun 2023, persentase rumah tangga yang memiliki rumah sendiri sebanyak 84,79%.

Orang Indonesia Sulit Punya Rumah Sendiri

Permasalahan kepemilikan rumah di Indonesia merupakan masalah struktural, yang artinya merupakan kombinasi dari faktor satu dan faktor lainnya. Berikut sejumlah faktor yang menyebabkan sulitnya membeli rumah di Indonesia.

1. Rendahnya Upah dan Tingginya Biaya Hidup

Pendapatan/upah menjadi faktor utama yang menentukan aksesibilitas seseorang untuk membeli rumah. Masyarakat, terutama generasi muda, cenderung memiliki penghasilan yang tidak cukup besar untuk membeli rumah. Kondisi ini diperparah dengan naiknya harga barang pokok akibat inflasi, sehingga membuat seseorang sulit untuk menabung atau memenuhi syarat untuk mendapatkan kredit pemilikan rumah (KPR).

2. Harga Properti Kian Melambung

Pendapatan yang rendah dibarengi dengan kenaikan harga properti yang terus-menerus setiap tahun. Harga rumah, utamanya di sekitar kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung, mengalami lonjakan setiap tahunnya. Kondisi ini tidak dibarengi dengan pertumbuhan pendapatan Masyarakat. Hal ini membuat banyak orang kesulitan mengumpulkan uang muka atau bahkan membayar cicilan rumah setiap bulan.

3. Faktor Internal Lain

Selain faktor pendapatan, ada beberapa faktor internal lain yang membuat seseorang kesulitan memiliki rumah sendiri, diantaranya utang konsumtif (kartu kredit, pinjaman untuk konsumsi, atau cicilan kendaraan), gaya hidup boros, hingga kurangnya perencanaan jangka panjang.

Mau Punya Rumah Sendiri? Ini Tipsnya!

Memiliki rumah sendiri menjadi impian banyak orang, terutama di tengah tantangan finansial dan kenaikan harga properti yang terus meningkat. Ada beberapa tips yang bisa kamu terapkan untuk mewujudkan impian membeli rumah di usia muda.

1. Manfaatkan Fasilitas KPR

KPR menjadi salah satu solusi bagi kaum muda yang belum memiliki dana besar untuk membeli rumah secara tunai. Dengan perhitungan yang matang, KPR bisa menjadi pilihan yang aman untuk membeli rumah. Ada beberapa tips memanfaatkan KPR dengan aman. Pertama, pelajari berbagai penawaran KPR dari bank atau lembaga keuangan antara satu dengan lainnya. Setelah itu, bandingkan aspek suku bunga, jangka waktu, dan biaya administrasi sebelum memilih. Kedua, pastikan penghasilanmu stabil dan kemampuan untuk mencicil KPR sesuai dengan kemampuan finansial kamu. Jangan sampai cicilan KPR kamu menganggu pos pendapatan yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

2. Memilih Spesifikasi Rumah Sesuai Kemampuan

Sesuaikan spesifikasi dan harga rumah yang akan dibeli dengan kondisi keuangan kamu. Jangan tergiur dengan rumah ukuran besar dan mahal jika nantinya akan membebani finansialmu setiap bulannya. Pertimbangkan untuk membeli rumah yang mungkin lebih kecil namun dirasa cukup untuk keluarga kecilmu. Untuk mendapatkan rumah dengan harga miring, kamu bisa mencari rumah di kota satelit. Bagi yang ingin membeli rumah di sekitar Jakarta, kamu bisa mempertimbangkan untuk membeli rumah di daerah penyangga seperti Bekasi, Depok, Bogor, atau Tangerang. Sementara bagi kamu yang berencana membeli rumah di sekitar metropolitan Surabaya, kamu bisa mempertimbangkan daerah penyangga seperti Sidoarjo atau Gresik.

3. Menghindari Gaya Hidup Konsumtif

Godaan untuk menghabiskan uang demi gaya hidup yang mewah bisa sangat besar, terutama jika kamu terus mengikuti perkembangan zaman dan bersikap FOMO. Untuk mendapatkan rumah impian, kamu harus memprioritaskan kebutuhan daripada keinginan. Cara yang bisa kamu lakukan adalah menganalisis kebutuhan dengan membuat rencana keuangan. Rencana keuangan tersebut akan menjadi panduan sekaligus kontrol terhadap pengeluaranmu agar tidak terjebak dalam gaya hidup konsumtif. Dengan kata lain, rencana keuangan dapat membantumu dalam mengelola uang dengan lebih efisien, menghindari pemborosan, dan menyisihkan sejumlah uang untuk tabungan atau investasi. Kamu juga harus mencatat penghasilan dan pengeluaran rutin per bulan. Langkah ini penting untuk membantu kamu mengidentifikasi sumber pendapatan dan ke mana saja uang kamu dihabiskan.

4. Investasi Sejak Dini

Dengan harga properti yang terus meningkat, menabung secara konvensional sering kali tidak cukup untuk membeli rumah. Salah satu cara efektif untuk mempercepat pencapaian untuk membeli rumah impian ini adalah dengan berinvestasi. Dalam hal ini, salah satu instrumen yang bisa kamu pilih adalah reksa dana. Reksa dana memungkinkan kamu untuk mengalokasikan dana ke berbagai instrumen keuangan seperti saham, obligasi, dan pasar uang, yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI) profesional.

Salah satu kelebihan reksa dana adalah adanya MI yang akan mengelola dana secara profesional, sehingga kamu tidak perlu repot mengelola portofoliomu sendiri. Dengan berinvestasi reksa dana, kamu bisa mendapatkan keuntungan dari pertumbuhan nilai investasi pada reksa dana tersebut. Selain itu, kamu juga bisa mendapatkan keuntungan lain berupa dividen. Tentunya, dividen tersebut bisa memberi passive income selain dari potensi kenaikan nilai unit penyertaan.

Tentunya, untuk mencapai target membeli rumah, kamu harus membeli reksa dana yang tepat. Misalnya, jika kamu berencana membeli rumah dalam 5 tahun sampai 10 tahun ke depan, kamu bisa memilih reksa dana saham yang bisa memberi potensi pertumbuhan optimal dalam jangka panjang. Sebab, biasanya saham dapat menghasilkan return sesungguhnya setelah jangka panjang. Selain itu, berinvestasi jangka panjang juga untuk menghindari kamu dari tingginya fluktuasi harga pasar saham sangat dinamis. 

Pastikan juga kamu membeli reksa dana di platform investasi reksa dana terpercaya seperti Makmur. Di Makmur, kamu bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan, baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Sobat Makmur bisa membeli reksa dana pilihanmu dengan memanfaatkan promo seperti promo Outstanding October, promo Semua Bisa Makmur, dan promo Semakin Makmur.


Kamu juga bisa memanfaatkan promo-promo Makmur yang tertera pada link di bawah ini untuk mendapatkan keuntungan tambahan dan menemani perjalanan investasimu dalam mencapai tujuan finansial di masa depan.

Link: Promo-Promo di Makmur

Yuk, unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan jangan lupa berikan ulasan terbaikmu.

Download Makmur

Perlu diketahui, selain melalui ponsel, kamu juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.

Web Aplikasi Makmur

Kamu juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link berikut:

Website: Makmur.id


Editor: Benrik Anthony (bersertifikasi WAPERD dan WMI)
Penulis: Akhmad Sadewa Suryahadi

Bagikan
Facebook
Instagram
Tiktok
Artikel lainnya
Artikel

Alasan Investor Saham Perlu Mengetahui Informasi Consumer Price Index (CPI)

Key Takeaways: Consumer Price Index atau Indeks Harga Konsumen adalah indikator ekonomi yang mengukur perubahan rata-rata harga dari sekelompok barang dan jasa yang dikonsumsi rumah tangga dari waktu ke waktu. CPI mencerminkan tingkat inflasi dalam suatu negara dan digunakan oleh pemerintah serta pelaku pasar sebagai dasar pengambilan keputusan ekonomi. Inflasi merupakan kenaikan harga barang dan […]

author
Content Management
calendar
29 Agustus 2025
Artikel

Panduan Bagaimana Memahami dan Memanfaatkan Data Neraca Perdagangan

Key Takeaways: Neraca perdagangan adalah selisih antara nilai ekspor dan impor suatu negara. Surplus terjadi saat ekspor melebihi impor, dan defisit saat impor lebih besar dari ekspor. Neraca perdagangan merupakan komponen utama dari neraca pembayaran yang mencerminkan posisi ekonomi suatu negara dalam hubungan perdagangan internasional. Data ini biasanya disajikan bulanan, kuartalan, atau tahunan oleh lembaga […]

author
Content Management
calendar
28 Agustus 2025
Artikel

Apakah Debt to Equity Ratio Emiten Favorit Anda Sudah Ideal? Ini Cara Ceknya

Key Takeaways: Ketika berinvestasi saham, memahami kesehatan keuangan suatu perusahaan sangat penting sebelum Anda memutuskan untuk membeli sahamnya. Salah satu indikator utama yang digunakan untuk mengukur struktur permodalan perusahaan adalah Debt to Equity Ratio atau DER. Rasio ini menunjukkan seberapa besar proporsi utang terhadap ekuitas yang dimiliki suatu emiten. Lantas, bagaimana cara Anda mengecek apakah […]

author
Content Management
calendar
27 Agustus 2025
Artikel

FTSE Russell Umumkan Rebalancing Indeks September 2025, DSSA Masuk Large Cap, BDMN Keluar dari Indeks Mid Cap

Key Takeaways: FTSE Russell, lembaga global penyusun indeks saham, merilis hasil semi-annual review untuk Global Equity Index Series (GEIS) edisi September 2025. Perubahan komposisi indeks akan efektif setelah penutupan perdagangan 19 September 2025 dan berlaku mulai 22 September 2025. Dalam artikel ini, Makmur akan membahas detail perubahan indeks FTSE Russell untuk pasar Indonesia, saham-saham yang […]

author
Content Management
calendar
26 Agustus 2025
Artikel

Cara Membaca Arah Kebijakan Moneter dari Data M2 Money Supply Indonesia

Key Takeaways: M2 atau uang beredar adalah indikator penting dalam sistem moneter suatu negara. Di Indonesia, M2 mencakup uang kartal dan giral (M1), ditambah dengan simpanan berjangka dan tabungan dalam rupiah serta valuta asing di bank umum. Data ini diterbitkan secara rutin oleh Bank Indonesia dan menjadi salah satu tolok ukur dalam menilai arah kebijakan […]

author
Content Management
calendar
25 Agustus 2025
Artikel

Reksa Dana Terproteksi: Cara Pembelian, Pencairan, dan Potensi Imbal Hasilnya

Key Takeaways: Reksa dana merupakan salah satu instrumen investasi yang populer di Indonesia karena kemudahan akses dan variasi produknya. Di antara berbagai jenis reksa dana, reksa dana terproteksi (RDT) dapat menjadi pilihan terutama bagi Anda yang menginginkan proteksi modal pada saat jatuh tempo dengan potensi imbal hasil tetap.  Sebagian besar portofolio reksa dana terproteksi ditempatkan […]

author
Content Management
calendar
22 Agustus 2025
Bergabunglah dengan lebih dari 500 ribu investor yang telah berinvestasi di Makmur
ios-app-storeandroid-googleplay-store
Hak Cipta ©2019 - 2025 PT Inovasi Finansial Teknologi
PT INOVASI FINANSIAL TEKNOLOGI (Makmur) adalah perusahaan Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Semua investasi mengandung risiko dan kemungkinan kerugian nilai investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja di masa depan. Simulasi investasi disediakan untuk tujuan informasi dan ilustrasi. Reksa dana adalah produk Manajer Investasi (MI) dan bukan produk APERD. APERD tidak bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio yang dilakukan oleh MI.