makmur-logo
Reksa Dana
Bangun Kekayaan Anda Lebih Cerdas
dengan Reksa Dana
Maksimalkan produk reksa dana terkurasi dari para
profesional, untuk bantu capai tujuan finansial Anda.
Pelajari

Berinvestasi lebih mudah dengan
beragam fitur pintar
Dikelola oleh profesional yang bersertifikasi
Mudah & Dapat diakses dimana saja
Investasi mulai dari Rp10.000
Produk sesuai profil risiko
Alokasi aset dibantu oleh Mavis
faq-illustration
Ada Pertanyaan Seputar Makmur?
Kunjungi FAQ Kami
arrow-right-green
Artikel

Dampak FOMO yang Perlu Kamu Ketahui

author
Content Management
author
01 Juli 2024
Facebook
Instagram
Tiktok
blog-detail

Hai Sobat Makmur! Pernahkah kamu merasa cemas atau khawatir ketika melihat teman-temanmu sudah melakukan investasi dan mendapatkan keuntungan yang banyak, sementara kamu belum mulai berinvestasi? Perasaan ini sering disebut FOMO atau Fear of Missing Out. FOMO bisa mempengaruhi banyak aspek dalam kehidupan, termasuk kondisi finansialmu. Dalam artikel ini, kita akan membahasnya lebih dalam. Yuk simak bersama!

Pengertian FOMO

FOMO, atau Fear of Missing Out adalah perasaan cemas yang timbul ketika kamu merasa ketinggalan atau tidak ikut serta dalam suatu pengalaman atau tren yang sedang populer. Istilah ini menjadi populer di era media sosial, di mana informasi tentang kegiatan, pencapaian, atau gaya hidup orang lain bisa diakses dengan mudah. FOMO membuat seseorang merasa harus selalu terlibat dalam apa yang sedang tren agar tidak merasa tertinggal.

Dalam konteks finansial, FOMO sering kali muncul ketika kamu merasa tertinggal oleh tren investasi yang sedang populer, seperti tingginya kenaikan nilai investasi yang dimiliki oleh seseorang. Ketika melihat orang lain memperoleh keuntungan besar dari investasi tertentu, kamu mungkin tergoda untuk ikut-ikutan tanpa mempertimbangkan dengan pikiran yang matang. Hal ini dapat memicu keputusan investasi yang tidak rasional dalam jangka panjang.

Mengapa Orang Bisa Merasa FOMO?

Kondisi ini seringkali terjadi tanpa disadari. Namun memang ada beberapa alasan mengapa orang bisa merasa FOMO:

1. Media Sosial

Platform seperti Instagram, Facebook, TikTok, dan Twitter sering menampilkan gambaran idealis tentang kehidupan orang lain, seperti momen-momen bahagia, perjalanan, atau pencapaian tertentu. Ketika melihat hal ini, kamu bisa saja merasa tekanan untuk ikut serta atau bahkan bersaing dalam menciptakan atau membagikan momen yang serupa, agar tidak merasa tertinggal.

2. Tekanan Sosial

Di lingkungan sekitar, terutama dari teman-teman atau lingkungan sosial, sering kali ada ekspektasi untuk mengikuti tren, acara, atau gaya hidup tertentu. Tekanan ini dapat membuatmu merasa perlu untuk ikut serta demi merasa diterima atau diakui oleh kelompok tersebut.

Bila kamu berada di lingkungan kampus atau tempat kerja, mungkin ada tren untuk menghadiri acara-acara atau mengikuti gaya hidup tertentu, seperti pergi ke klub atau memiliki barang-barang dengan merek terkenal yang mahal. Jika kamu merasa bahwa tidak mengikuti tren ini dapat membuatmu dianggap aneh atau ketinggalan zaman oleh teman-teman atau kolega, ini bisa menjadi tekanan sosial yang memicu perasaan FOMO.

3. Ketidakpuasan Diri

Ketidakpercayaan diri atau ketidakpuasan terhadap kehidupan pribadi bisa membuatmu mencari pengakuan atau validasi dari luar. Mengikuti tren atau terlibat dalam aktivitas yang sedang populer dianggap sebagai cara untuk meningkatkan citra diri atau merasa lebih baik tentang diri sendiri.

Misal, mungkin kamu merasa tidak percaya diri dengan kehidupan pribadimu yang sekarang. Melihat teman-temanmu yang sukses dalam karier atau kehidupan pribadi mereka bisa membuatmu merasa perlu terlibat dalam hal-hal yang dianggap sukses atau populer, meskipun sebenarnya hal tersebut tidak selalu sesuai dengan nilai atau minatmu sendiri.

Mengalami FOMO dapat berdampak negatif terhadap kesejahteraan mentalmu jika tidak diatasi dengan baik. Penting untuk mengembangkan kesadaran diri yang sehat dan kemampuan untuk memilih pengalaman yang sesuai dengan nilai-nilai pribadi tanpa merasa terbebani oleh ekspektasi dari luar.

Dampak FOMO dalam Kehidupan

Ada dua dampak FOMO yang perlu kamu ketahui, yaitu:

1. Dampak Positif

Meskipun FOMO sering dianggap negatif, ada situasi di mana FOMO bisa memberikan dampak positif. Salah satu contohnya adalah FIRE movement (Financial Independence, Retire Early). Gerakan ini dapat memotivasimu untuk hidup lebih bijak lagi dalam mengelola keuangan, seperti berhemat, menabung, dan berinvestasi agar bisa mencapai kebebasan tujuan finansialmu di kemudian hari. FOMO terhadap gaya hidup FIRE bisa mendorong kamu untuk belajar lebih banyak tentang keuangan pribadi dan membuat keputusan yang lebih bijak dalam pengelolaan uang.

Sebagai contoh, kamu melihat banyak orang yang sukses mencapai tujuan finansialnya dengan cara berhemat, menabung, dan berinvestasi secara cerdas. FOMO yang positif dalam hal ini mendorongmu untuk belajar lebih banyak tentang manajemen keuangan pribadi, mengurangi pengeluaran yang tidak perlu, dan meningkatkan wawasan dan berinvestasi segera. Akibatnya, kamu mungkin bisa mencapai tujuan keuanganmu lebih cepat atau dengan lebih efisien. Kamu juga bisa meningkatkan wawasan dengan membaca artikel-artikel menarik yang ada di blog Makmur.

2. Dampak Negatif

Dampak ini yang biasanya akan dirasakan ketika seseorang sudah “tenggelam” dalam FOMO, terutama pada sifat konsumtifnya terhadap sesuatu. Sebagai contoh, kamu melihat teman-teman atau influencer di media sosialmu sering membeli barang-barang mewah, atau membeli tiket promo liburan mewah seharga Rp 20.000.000 untuk pergi liburan ke destinasi yang bagus dalam 3 tahun kemudian. Meskipun kamu sebenarnya tidak mampu secara finansial untuk melakukan hal serupa, FOMO ini mendorongmu untuk menyisihkan pendapatanmu hingga terkumpul sebesar Rp 20.000.000, setelah itu kamu ikut membelanjakan uang tersebut untuk membeli tiket demi meniru gaya hidup mereka walaupun tiket tersebut baru bisa dimanfaatkan setelah 3 tahun kemudian. Akibatnya, kamu mungkin menghabiskan sesuatu yang belum tentu bermanfaat dan cenderung hanya dapat dinikmati dalam waktu sementara.

Namun bayangkan, misalnya kamu tidak terpengaruh dengan FOMO dan kamu alokasikan Rp 20.000.000 tersebut untuk berinvestasi reksa dana di Makmur, serta memiliki tujuan finansial dalam jangka waktu 3 tahun dan profil risikomu moderat. Kemudian nilai Rp 20.000.000 kamu investasikan ke reksa dana pendapatan tetap Insight Renewable Energy Fund yang memiliki potensi imbal hasil 27,22% dalam 3 tahun berdasarkan data per 28 Juni 2024.

Maka setelah 3 tahun kemudian, dana yang kamu alokasikan untuk berinvestasi sebesar Rp 20.000.000 itu, berpotensi menjadi Rp 25.444.000.

Dampak FOMO pada Kondisi Finansial

FOMO dapat memiliki dampak yang signifikan pada kondisi finansial seseorang. Berikut adalah beberapa dampak negatifnya beserta contohnya:

1. Pengeluaran yang Tidak Terkontrol 

Ketika terpengaruh oleh FOMO, maka kamu cenderung mengikuti tren terbaru atau gaya hidup tanpa mempertimbangkan kemampuan finansialmu sendiri. Seperti dari contoh sebelumnya, setelah kamu menyisihkan uang untuk membeli tiket seharga Rp 20.000.000, sebenarnya kamu masih memiliki kewajiban dan perlu membayar biaya kebutuhan lain. Seperti membayar kos-kosan per bulan, biaya listrik, biaya pulsa, dan sebagainya. Karena kamu FOMO, maka biaya kebutuhan yang seharusnya dibayarkan tidak dapat terpenuhi. Hal itu bisa menimbulkan rasa keinginan untuk berhutang guna melunasi biaya kebutuhan lain yang perlu dibayar. 

2. Penumpukan Utang

Untuk membiayai gaya hidup yang lebih tinggi dari pendapatan, kamu berpotensi cenderung menggunakan kartu kredit atau mengambil pinjaman pribadi atau pinjol (pinjaman online) tanpa memikirkan dampak negatif yang bisa dialami dalam jangka panjang. Penumpukan utang dengan jumlah banyak bisa mempengaruhi kondisi keuangan dan ketenangan hatimu menjadi kurang baik dari sebelumnya.

3. Kurangnya Tabungan dan Investasi

Fokus pada konsumsi yang sesuai tren dan terus mengikutinya dapat mengabaikan pandanganmu terhadap pentingnya menyisihkan pendapatan buat menabung atau berinvestasi untuk masa depan. Sebagai contoh, ketika sebagian besar uangmu digunakan untuk hal-hal yang tidak perlu, seperti mengikuti tren atau memenuhi gaya hidup, kamu mungkin tidak memiliki cukup uang untuk ditabung atau diinvestasikan untuk masa depanmu. Ini bisa membuatmu kesulitan mencapai tujuan keuangan di masa depan, seperti membeli rumah, menikah, mengumpulkan dana pendidikan, atau mempersiapkan pensiun. Oleh karena itu, penting untuk memiliki kesadaran finansial yang kuat dan fokus pada prioritas keuangan jangka panjang daripada terjebak dalam tekanan untuk mengikuti tren.

Cara Mengatasi FOMO

Ada beberapa alternatif untuk mengatasi FOMO bila kamu sudah terjebak dengan dampak negatifnya. Berikut yang bisa kamu lakukan:

1. Tentukan Prioritas Keuangan

Dalam hal finansial, salah satu cara untuk mengatasi FOMO yaitu dengan membuat anggaran dan fokus pada apa yang benar-benar penting untukmu secara finansial. Misalnya, daripada membeli barang mewah yang sedang tren, lebih baik alokasikan uang dan pendapatan bulananmu untuk investasi jangka panjang atau kebutuhan esensial. Anggaplah pendapatan per bulanmu sebesar Rp 10.000.000, kamu bisa menggunakan 50% sebesar Rp 5.000.000 untuk memenuhi kebutuhan bulanan, 20% atau Rp 2.000.000 untuk memenuhi keinginanmu, dan 30% lainnya sebesar Rp 3.000.000 disisihkan untuk berinvestasi dalam memenuhi tujuan finansial jangka panjang. Kamu bisa berinvestasi melalui aplikasi Makmur yang telah berizin OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan memiliki lebih dari 100 reksa dana serta 15 manajer investasi yang dipilih dan terkurasi secara ketat.

2. Kurangi Penggunaan Media Sosial

Media sosial seringkali memperkuat FOMO dengan menampilkan gaya hidup yang tampak sempurna dari orang lain. Tidak ada yang salah menggunakan media sosial, namun kamu perlu mengurangi intensitas penggunaannya agar tidak menimbulkan keinginan mengikuti gaya hidup orang lain. Misalnya, biasanya dalam 1 hari kamu menghabiskan waktu 6 jam menggunakan media sosial, kamu dapat mengurangi secara berkala menjadi 5 jam, kemudian 4 jam, dan seterusnya.

3. Cari Aktivitas Alternatif 

Temukan kegiatan yang memberikan kebahagiaan tanpa harus mengeluarkan banyak uang. Misalnya, kamu bisa menghabiskan waktu berkualitas dengan keluarga atau teman-teman, atau melakukan aktivitas seperti berolahraga joging di lingkungan tempat tinggal yang tidak memerlukan biaya besar.

4. Mindfulness dan Self-Awareness

Latihlah kesadaran diri untuk mengenali kapan FOMO sedang mempengaruhi pikiran dan keputusanmu. Sebagai contoh, sebelum kamu ingin mengikuti tren baru, pertimbangkanlah apakah tren itu benar-benar sesuai dengan kebutuhan serta tujuan hidupmu atau tidak. Dengan menyadari dan mengenali kapan kamu merasakan FOMO, hal itu bisa meminimalisir dampak pengaruh negatif dari FOMO itu sendiri.

Dengan menerapkan langkah-langkah ini, kamu bisa mengelola FOMO dengan lebih baik dan membuat keputusan finansial yang lebih cerdas, salah satunya dengan cara berinvestasi serta membangun kehidupan yang lebih baik dalam jangka panjang.

Tetapi ada hal yang perlu kamu lakukan sebelum berinvestasi, kamu perlu menetapkan tujuan investasimu dengan jelas dan harus memahami profil risiko investasimu. Setelah itu, pilihlah reksa dana yang sesuai dengan tujuan dan impian jangka panjangmu.


Kamu juga bisa memanfaatkan promo-promo Makmur yang tertera pada link di bawah ini untuk mendapatkan keuntungan tambahan dan menemani perjalanan investasimu dalam mencapai tujuan finansial di masa depan.

Link: Promo-Promo di Makmur

Yuk, unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan jangan lupa berikan ulasan terbaikmu.

Download Makmur

Perlu diketahui, selain melalui ponsel, kamu juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.

Web Aplikasi Makmur

Kamu juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link berikut:

Website: Makmur.id


Editor: Benrik Anthony (bersertifikasi WAPERD dan WMI)

Penulis: Ilham Fitriadi Budiarto

Bagikan
Facebook
Instagram
Tiktok
Artikel lainnya
Artikel

Trading Halt Terjadi? Ini Sikap dan Langkah yang Perlu Dilakukan Investor

Key Takeaways:  Ketika terjadi trading halt di pasar saham, tidak sedikit investor yang merasa cemas dan bingung menentukan langkah selanjutnya. Di sisi lain, Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan bahwa trading halt merupakan penghentian sementara perdagangan saham di bursa efek dalam jangka waktu tertentu.  Meski kerap menimbulkan rasa panik, pemahaman yang baik mengenai trading halt, penyebabnya, […]

author
Content Management
calendar
26 Februari 2026
Artikel

Saham Growth vs Value Membutuhkan Strategi Berbeda, Ini yang Perlu Anda Pertimbangkan

Key Takeaways: Ketika berinvestasi saham, penting untuk memahami karakteristik jenis saham yang Anda beli karena setiap saham memiliki potensi imbal hasil yang berbeda, khususnya antara saham growth dan saham value. Di Indonesia, saham growth merupakan saham dari perusahaan yang menunjukkan pertumbuhan laba bersih di atas rata-rata industri atau terus melakukan ekspansi secara agresif.  Sebaliknya, saham […]

author
Lia Andani
calendar
24 Februari 2026
Artikel

Dari Kinerja hingga Kepatuhan, Ini Berbagai Faktor yang Memicu Munculnya Notasi Saham

Key Takeaways: Banyak investor yang ingin membeli saham kerap tidak menyadari adanya notasi khusus yang diberikan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Notasi tersebut merupakan simbol atau kode yang digunakan untuk mengidentifikasi saham suatu perusahaan yang terdaftar di bursa efek. Notasi ini sangat penting karena memudahkan investor dalam melakukan transaksi jual beli saham serta memudahkan pengawasan […]

author
Content Management
calendar
23 Februari 2026
Artikel

Jangan Hanya Lihat Return, Ini Aspek Risiko Reksa Dana yang Perlu Dipertimbangkan

Key Takeaways: Dalam berinvestasi pada reksa dana, banyak investor yang lebih fokus pada return atau imbal hasil yang dapat diperoleh. Meskipun return merupakan salah satu pertimbangan utama, penting untuk tidak mengabaikan aspek risiko yang menyertainya. Risiko pada reksa dana dapat berasal dari berbagai faktor yang memengaruhi kinerja investasi. Oleh karena itu, pemahaman yang mendalam mengenai […]

author
Content Management
calendar
20 Februari 2026
Artikel

Saham dengan Free Float Rendah, Apakah Layak untuk Investasi Jangka Panjang?

Key Takeaways: Keberhasilan dalam berinvestasi saham melibatkan berbagai faktor, salah satunya adalah menilai apakah saham dengan free float rendah layak untuk investasi jangka panjang. Free float saham merujuk pada jumlah saham yang tersedia untuk diperdagangkan di pasar terbuka, yang tidak dimiliki oleh pemegang saham pengendali ataupun pihak korporasi. Saham dengan free float rendah dapat memengaruhi […]

author
Content Management
calendar
19 Februari 2026
Artikel

Sebelum Membeli atau Menjual Reksa Dana, Ketahui Pentingnya Memahami Cut-Off Time NAB

Key Takeaways: Dalam berinvestasi reksa dana, keputusan membeli atau menjual sering dipengaruhi oleh kondisi pasar pada hari tertentu. Namun, harga yang digunakan dalam transaksi bukanlah harga saat instruksi diberikan, melainkan Nilai Aktiva Bersih (NAB) pada tanggal efektif sesuai ketentuan cut-off time. Jika transaksi dilakukan setelah batas waktu tersebut, maka akan menggunakan NAB hari bursa berikutnya. […]

author
Content Management
calendar
18 Februari 2026
Bangun Kekayaan Jangka Panjang Bersama Makmur
Hak Cipta ©2019 - 2026 PT Inovasi Finansial Teknologi
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan yang berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PT Inovasi Finansial Teknologi telah mendapatkan izin sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta telah tersertifikasi ISO 270001:2022 dalam penerapan standar internasional pada Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Reksa dana adalah instrumen investasi dan produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Makmur tidak bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Saham adalah tanda penyertaan modal atas suatu persereoan terbatas yang terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Seluruh instrumen investasi mengandung risiko dan memiliki kemungkinan berkurangnya nilai investasi. Kinerja historis instrumen investasi tidak menjamin kinerja dimasa yang akan datang.
Makmur V.1.0.0