makmur-logo
Masuk / Daftar
Artikel

Cara Menggunakan Excess Returns Model (ERM) untuk Menilai Kinerja Saham 

author
Content Management
author
05 Agustus 2026
Facebook
Instagram
Tiktok
blog-detail

Key Takeaways:

  • Excess Returns Model (ERM) membantu investor menilai kinerja saham dengan membandingkan actual return dengan expected return berdasarkan risiko pasar.
  • Faktor seperti beta saham dan risk-free rate sangat memengaruhi hasil perhitungan excess return dan perlu dipantau dengan cermat.
  • Memahami kondisi ekonomi makro dan dampaknya terhadap pasar menjadi kunci untuk mengoptimalkan penggunaan ERM dalam mengambil keputusan investasi yang terinformasi.

Seorang investor perlu memiliki pemahaman yang mendalam tentang cara menilai kinerja sebuah saham. Salah satu metode yang sering digunakan untuk menilai kinerja saham adalah Excess Returns Model (ERM). Model ini membantu investor mengukur kinerja saham dengan membandingkan actual return dengan expected return berdasarkan risiko pasar. Mari kita bahas lebih lanjut tentang bagaimana menggunakan metode ini dan apa saja yang harus diperhatikan oleh investor.

Langkah-langkah Metode ERM

Sebelum melangkah lebih jauh, mari pahami cara kerja metode ERM dan langkah-langkah untuk menilai kinerja saham menggunakan model ini. Berikut beberapa langkah yang perlu dilakukan investor untuk memanfaatkan ERM secara efektif.

1. Tentukan actual return saham

Langkah pertama adalah menghitung actual return saham dengan rumus:

Keterangan:

  • Pt = harga saham pada periode t (periode yang sedang dianalisis),
  • Pt-1 = harga saham pada periode sebelumnya.

Actual return ini menggambarkan seberapa besar perubahan harga saham dalam periode yang ditentukan. Jika harga saham naik, return akan positif. Sebaliknya, jika harga saham turun, return akan negatif. Menghitung return ini penting untuk memahami kinerja historis saham tersebut.

Sebagai ilustrasi, kita gunakan saham ABCX yang merupakan sebuah saham ilustrasi untuk contoh perhitungan. Misalkan harga ABCX pada awal periode (Pt-1) adalah Rp1.000 dan pada akhir periode (Pt) naik menjadi Rp1.250. Maka actual return-nya adalah:

2. Tentukan expected return

Setelah menghitung actual return, langkah berikutnya adalah menghitung expected return. Angka ini biasanya dihitung menggunakan model Capital Asset Pricing Model (CAPM) dengan rumus:

Keterangan:

  • E(Ri) = return yang diharapkan dari saham,
  • Rf = tingkat pengembalian bebas risiko (risk-free rate),
  • βi = beta saham yang mengukur sensitivitas harga saham terhadap perubahan pasar,
  • E(Rm) = return pasar yang diharapkan.

Untuk saham ABCX, kita asumsikan βi sebesar 1,2, yang berarti pergerakan harganya cenderung sedikit lebih fluktuatif dibandingkan pasar. Dengan asumsi Rf sebesar 6% dan E(Rm) sebesar 12%, maka:

Penghitungan expected return ini penting karena memberikan gambaran tentang seberapa besar keuntungan yang seharusnya diperoleh investor berdasarkan risiko pasar yang diambil. 

3. Hitung excess return

Langkah terakhir adalah menghitung excess return, yaitu selisih antara actual return dan expected return:

Dengan data saham ABCX di atas:

Excess return sebesar 11,8% menunjukkan bahwa saham ABCX mampu menghasilkan actual return yang lebih tinggi daripada expected return berdasarkan model CAPM. Kondisi ini mengindikasikan bahwa kinerja saham melebihi expected return berdasarkan tingkat risiko pasar yang ditanggung.

Catatan: seluruh angka pada contoh ABCX bersifat ilustratif. Dalam praktiknya, investor dapat menggunakan harga saham serta asumsi Rf dan E(Rm) yang sesuai dengan kondisi pasar. 

Hal yang Perlu Diperhatikan oleh Investor

Saat menggunakan metode ERM untuk menilai kinerja saham, ada beberapa faktor penting yang perlu diperhatikan investor.

1. Memahami Interpretasi ERM

Hasil perhitungan excess return menjadi indikator yang menunjukkan apakah suatu saham menghasilkan return di atas atau di bawah expected return berdasarkan tingkat risikonya. Jika ERM positif, saham tersebut mengungguli ekspektasi berdasarkan risikonya, dan ini bisa menjadi tanda kinerja yang baik. Sebaliknya, jika ERM negatif, saham tersebut underperforming dan mungkin menjadi sinyal untuk mengevaluasi ulang saham tersebut.

2. Menilai dan memantau faktor yang memengaruhi ERM

Sebelum menggunakan ERM secara efektif, investor perlu memahami faktor yang memengaruhi perhitungan. Dua faktor penting yang sangat berpengaruh adalah beta saham dan risk-free rate.

  • Beta saham (β): Beta mengukur sensitivitas pergerakan harga saham terhadap pergerakan pasar secara keseluruhan. Saham dengan beta lebih besar dari 1 cenderung lebih fluktuatif dibandingkan pasar, sedangkan saham dengan beta kurang dari 1 cenderung lebih stabil. Investor perlu memahami nilai beta untuk menilai tingkat risiko saham.
  • Risk-free rate (Rf): Risk-free rate adalah tingkat pengembalian bebas risiko, misalnya imbal hasil obligasi pemerintah. Perubahannya akan memengaruhi expected return dalam model CAPM sehingga turut memengaruhi hasil perhitungan ERM. 

3. Menilai kondisi ekonomi makro yang dapat memengaruhi return pasar

Kondisi ekonomi makro, seperti siklus inflasi, suku bunga, kebijakan fiskal, dan kebijakan moneter, dapat memengaruhi kinerja pasar secara keseluruhan. Misalnya, inflasi tinggi cenderung menurunkan daya beli masyarakat dan profitabilitas perusahaan, yang dapat menekan return pasar sekaligus ERM. Oleh karena itu, investor perlu memantau perkembangan kondisi ekonomi yang dapat memengaruhi pasar secara keseluruhan.

ERM merupakan alat yang efektif untuk menilai kinerja saham dengan membandingkan actual return dan expected return berdasarkan risiko pasar. Namun, untuk memanfaatkannya secara optimal, investor perlu memperhatikan berbagai faktor seperti beta saham, risk-free rate, dan risiko pasar secara menyeluruh. Dengan pemahaman yang tepat, investor dapat mengevaluasi kinerja saham secara lebih akurat sekaligus meningkatkan peluang keberhasilan investasinya.

Jika Anda ingin berinvestasi secara praktis, reksa dana saham bisa menjadi salah satu opsi yang dapat dipertimbangkan. Produk reksa dana saham dikelola oleh manajer investasi (MI) profesional yang menganalisis kinerja dan risiko saham secara menyeluruh.

Ada beragam produk reksa dana saham yang bisa Anda pilih di Makmur, salah satunya Sucorinvest Maxi Fund. Berdasarkan data per 4 Agustus 2026, produk ini mencatatkan imbal hasil sebesar 52,36% dalam satu tahun terakhir.

*Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja di masa depan.

Tentang Makmur

PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) merupakan perusahaan yang telah berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD), serta menjadi Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Makmur berkomitmen memperluas akses investasi yang inklusif, sejalan dengan visi Smart Wealth Building Made Simple, dengan mengedepankan prinsip simplicity, trust, dan clarity dalam setiap proses investasi, baik melalui reksa dana terkurasi maupun investasi saham.

Didirikan oleh para profesional teknologi dan finansial berpengalaman dari Silicon Valley dan Wall Street, Makmur memanfaatkan teknologi analitik berbasis data untuk membantu investor membangun kekayaan jangka panjang. Komitmen ini turut diakui melalui penghargaan Most Trusted Financial Brands Awards 2026 dari Investortrust dan Infovesta dalam kategori Agen Penjual Efek Reksa Dana Online.


Di Makmur, Anda juga bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya, baik reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti Makmur Anchor dan Road to Makmur.

Tautan: Promo di Makmur

Unduh aplikasi Makmur melalui tautan di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.

Download Makmur

Perlu diketahui, selain melalui aplikasi, Anda juga dapat menggunakan Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik tautan di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.

Web Aplikasi Makmur

Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik tautan di bawah ini:

Website: Makmur.id


Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani

Bagikan
Facebook
Instagram
Tiktok
Artikel lainnya
Artikel

Strategi Emiten Telekomunikasi, Cara Telkom (TLKM) dalam Menjaga Stabilitas ARPU Melalui Integrasi IndiHome dan Telkomsel

Key Takeaways: Kemampuan emiten dalam menjaga kualitas pendapatan menjadi faktor yang lebih penting dibanding sekadar mengejar pertumbuhan jumlah pelanggan. Salah satu metrik yang sering digunakan untuk mengukur kualitas tersebut adalah Average Revenue Per User (ARPU). ARPU sendiri merupakan metrik yang menunjukkan rata-rata pendapatan yang dihasilkan dari setiap pelanggan dalam periode tertentu, misalnya per bulan. Metrik […]

author
Content Management
calendar
13 Agustus 2026
Artikel

Destry Damayanti Jadi Calon Tunggal BI, Penguatan Rupiah di Depan Mata?

Key Takeaways: Perry Warjiyo mengundurkan diri secara sukarela dari jabatan Gubernur Bank Indonesia pada 25 Juli 2026 karena alasan pribadi. Pengunduran diri tersebut diterima Presiden Prabowo Subianto, dan Perry resmi berhenti dari jabatannya pada 27 Juli 2026. Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, kemudian ditunjuk sebagai Pejabat Sementara Gubernur BI untuk mengisi kekosongan kepemimpinan tersebut. […]

author
Content Management
calendar
12 Agustus 2026
Artikel

Fenomena Silent Wealth dan Mengapa Strategi Mengelola Exposure Instrumen Investasi Efektif untuk Investor Jangka Panjang

Key Takeaways: Di tengah maraknya tren yang menunjukkan gaya hidup mewah di media sosial, banyak investor dengan kemampuan finansial yang baik justru memilih untuk tidak menampilkan kekayaan secara berlebihan. Tren tersebut dikenal sebagai silent wealth, yaitu konsep yang memandang pertumbuhan aset dan kesehatan finansial tidak diukur dari barang yang dimiliki atau ditunjukkan, melainkan dari aset […]

author
Content Management
calendar
11 Agustus 2026
Artikel

Apakah Insider Ownership Tinggi Menjamin Saham Stabil? Ini Cara Menyusun Strategi Investasinya

Key Takeaways: Struktur kepemilikan saham merupakan salah satu faktor yang perlu diperhatikan investor saat menilai kualitas suatu emiten. Salah satu indikator yang sering digunakan adalah insider ownership, yaitu porsi saham yang dimiliki secara langsung oleh pihak internal perusahaan, seperti anggota direksi, komisaris, pendiri, atau pihak manajemen tertentu. Besarnya insider ownership perlu dipantau investor publik karena […]

author
Content Management
calendar
10 Agustus 2026
Artikel

Menggali Potensi Saham Prajogo Pangestu dan Cara Menilai Risikonya

Key Takeaways: Prajogo Pangestu dikenal sebagai salah satu pengusaha dan investor paling berpengaruh di Indonesia. Ia merupakan pendiri sekaligus pemegang saham utama Grup Barito, sebuah konglomerasi yang memiliki lini bisnis di sektor energi terbarukan, petrokimia, pertambangan, infrastruktur, hingga utilitas. Berkat ekspansi bisnis yang konsisten selama puluhan tahun, namanya kerap masuk dalam daftar orang terkaya di […]

author
Content Management
calendar
06 Agustus 2026
Hak Cipta © PT Inovasi Finansial Teknologi
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan yang berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PT Inovasi Finansial Teknologi telah mendapatkan izin sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta telah tersertifikasi ISO 27001:2022 dalam penerapan standar internasional pada Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Reksa dana adalah instrumen investasi dan produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Makmur tidak bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Saham adalah tanda penyertaan modal atas suatu persereoan terbatas yang terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Seluruh instrumen investasi mengandung risiko dan memiliki kemungkinan berkurangnya nilai investasi. Kinerja historis instrumen investasi tidak menjamin kinerja dimasa yang akan datang.
Makmur V.1.0.0