Seorang investor perlu memiliki pemahaman yang mendalam tentang cara menilai kinerja sebuah saham. Salah satu metode yang sering digunakan untuk menilai kinerja saham adalah Excess Returns Model (ERM). Model ini membantu investor mengukur kinerja saham dengan membandingkan actual return dengan expected return berdasarkan risiko pasar. Mari kita bahas lebih lanjut tentang bagaimana menggunakan metode ini dan apa saja yang harus diperhatikan oleh investor.
Sebelum melangkah lebih jauh, mari pahami cara kerja metode ERM dan langkah-langkah untuk menilai kinerja saham menggunakan model ini. Berikut beberapa langkah yang perlu dilakukan investor untuk memanfaatkan ERM secara efektif.
Langkah pertama adalah menghitung actual return saham dengan rumus:

Keterangan:
Actual return ini menggambarkan seberapa besar perubahan harga saham dalam periode yang ditentukan. Jika harga saham naik, return akan positif. Sebaliknya, jika harga saham turun, return akan negatif. Menghitung return ini penting untuk memahami kinerja historis saham tersebut.
Sebagai ilustrasi, kita gunakan saham ABCX yang merupakan sebuah saham ilustrasi untuk contoh perhitungan. Misalkan harga ABCX pada awal periode (Pt-1) adalah Rp1.000 dan pada akhir periode (Pt) naik menjadi Rp1.250. Maka actual return-nya adalah:

Setelah menghitung actual return, langkah berikutnya adalah menghitung expected return. Angka ini biasanya dihitung menggunakan model Capital Asset Pricing Model (CAPM) dengan rumus:

Keterangan:
Untuk saham ABCX, kita asumsikan βi sebesar 1,2, yang berarti pergerakan harganya cenderung sedikit lebih fluktuatif dibandingkan pasar. Dengan asumsi Rf sebesar 6% dan E(Rm) sebesar 12%, maka:

Penghitungan expected return ini penting karena memberikan gambaran tentang seberapa besar keuntungan yang seharusnya diperoleh investor berdasarkan risiko pasar yang diambil.
Langkah terakhir adalah menghitung excess return, yaitu selisih antara actual return dan expected return:

Dengan data saham ABCX di atas:

Excess return sebesar 11,8% menunjukkan bahwa saham ABCX mampu menghasilkan actual return yang lebih tinggi daripada expected return berdasarkan model CAPM. Kondisi ini mengindikasikan bahwa kinerja saham melebihi expected return berdasarkan tingkat risiko pasar yang ditanggung.
Catatan: seluruh angka pada contoh ABCX bersifat ilustratif. Dalam praktiknya, investor dapat menggunakan harga saham serta asumsi Rf dan E(Rm) yang sesuai dengan kondisi pasar.
Saat menggunakan metode ERM untuk menilai kinerja saham, ada beberapa faktor penting yang perlu diperhatikan investor.
Hasil perhitungan excess return menjadi indikator yang menunjukkan apakah suatu saham menghasilkan return di atas atau di bawah expected return berdasarkan tingkat risikonya. Jika ERM positif, saham tersebut mengungguli ekspektasi berdasarkan risikonya, dan ini bisa menjadi tanda kinerja yang baik. Sebaliknya, jika ERM negatif, saham tersebut underperforming dan mungkin menjadi sinyal untuk mengevaluasi ulang saham tersebut.
Sebelum menggunakan ERM secara efektif, investor perlu memahami faktor yang memengaruhi perhitungan. Dua faktor penting yang sangat berpengaruh adalah beta saham dan risk-free rate.
Kondisi ekonomi makro, seperti siklus inflasi, suku bunga, kebijakan fiskal, dan kebijakan moneter, dapat memengaruhi kinerja pasar secara keseluruhan. Misalnya, inflasi tinggi cenderung menurunkan daya beli masyarakat dan profitabilitas perusahaan, yang dapat menekan return pasar sekaligus ERM. Oleh karena itu, investor perlu memantau perkembangan kondisi ekonomi yang dapat memengaruhi pasar secara keseluruhan.
ERM merupakan alat yang efektif untuk menilai kinerja saham dengan membandingkan actual return dan expected return berdasarkan risiko pasar. Namun, untuk memanfaatkannya secara optimal, investor perlu memperhatikan berbagai faktor seperti beta saham, risk-free rate, dan risiko pasar secara menyeluruh. Dengan pemahaman yang tepat, investor dapat mengevaluasi kinerja saham secara lebih akurat sekaligus meningkatkan peluang keberhasilan investasinya.
Jika Anda ingin berinvestasi secara praktis, reksa dana saham bisa menjadi salah satu opsi yang dapat dipertimbangkan. Produk reksa dana saham dikelola oleh manajer investasi (MI) profesional yang menganalisis kinerja dan risiko saham secara menyeluruh.
Ada beragam produk reksa dana saham yang bisa Anda pilih di Makmur, salah satunya Sucorinvest Maxi Fund. Berdasarkan data per 4 Agustus 2026, produk ini mencatatkan imbal hasil sebesar 52,36% dalam satu tahun terakhir.
*Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja di masa depan.
Tentang Makmur
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) merupakan perusahaan yang telah berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD), serta menjadi Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Makmur berkomitmen memperluas akses investasi yang inklusif, sejalan dengan visi Smart Wealth Building Made Simple, dengan mengedepankan prinsip simplicity, trust, dan clarity dalam setiap proses investasi, baik melalui reksa dana terkurasi maupun investasi saham.
Didirikan oleh para profesional teknologi dan finansial berpengalaman dari Silicon Valley dan Wall Street, Makmur memanfaatkan teknologi analitik berbasis data untuk membantu investor membangun kekayaan jangka panjang. Komitmen ini turut diakui melalui penghargaan Most Trusted Financial Brands Awards 2026 dari Investortrust dan Infovesta dalam kategori Agen Penjual Efek Reksa Dana Online.
Di Makmur, Anda juga bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya, baik reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti Makmur Anchor dan Road to Makmur.
Tautan: Promo di Makmur
Unduh aplikasi Makmur melalui tautan di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.
Perlu diketahui, selain melalui aplikasi, Anda juga dapat menggunakan Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik tautan di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.
Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik tautan di bawah ini:
Website: Makmur.id
Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani
Key Takeaways: Daya Anagata Nusantara (Danantara) adalah Badan Pengelola Investasi (BPI) milik negara yang dibentuk oleh Presiden Prabowo Subianto untuk mengkonsolidasikan aset BUMN secara strategis dan mengelola kekayaan negara secara terpusat. Lembaga ini bertujuan menjadi sovereign wealth fund (SWF) untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang. SWF merupakan lembaga investasi khusus yang […]
Key Takeaways: Federal Open Market Committee (FOMC) atau komite kebijakan moneter Federal Reserve resmi menaikkan kisaran target suku bunga sebesar seperempat poin persentase menjadi 3,75% sampai 4,00% pada 16 September 2026. Keputusan tersebut disetujui secara bulat melalui voting, dengan hasil 12 suara setuju tanpa adanya perbedaan pendapat. Dalam pernyataan resminya, komite FOMC menempatkan keputusan tersebut […]
Key Takeaways: Right issue merupakan salah satu aksi korporasi yang cukup sering dilakukan oleh emiten di pasar modal. Aksi right issue memberikan kesempatan bagi pemegang saham lama untuk menambah kepemilikan dengan harga tertentu sebelum saham baru ditawarkan lebih luas. Menilai penggunaan dana right issue menjadi langkah krusial sebelum memutuskan untuk menebus atau melepas hak tersebut. […]
Key Takeaways: Banyak investor merasa puas ketika melihat nilai investasi mereka terus bertambah dari waktu ke waktu. Namun, pertumbuhan nominal tersebut belum tentu mencerminkan peningkatan kesejahteraan yang sebenarnya. Ada satu faktor penting yang sering diabaikan, yaitu inflasi. Investor wajib menghitung risiko negative real return karena inflasi yang tinggi dapat membuat nilai riil atau daya beli […]
Key Takeaways: Lo Kheng Hong dikenal sebagai salah satu investor terkemuka di Indonesia yang telah menunjukkan konsistensinya dalam berinvestasi di saham sejak lama. Dengan mengadopsi filosofi value investing, Lo Kheng Hong percaya bahwa investasi yang baik harus didasarkan pada perusahaan dengan fundamental yang kuat, bukan hanya sekadar fluktuasi harga jangka pendek. Mari kita ulas lebih […]
Key Takeaways: Multiplier effect adalah kondisi ketika perubahan awal pada pengeluaran menghasilkan dampak yang lebih besar terhadap pendapatan maupun output ekonomi secara keseluruhan. Proses ini terjadi karena pengeluaran satu pihak akan menjadi pendapatan bagi pihak lain, yang kemudian kembali dibelanjakan sehingga menciptakan putaran aktivitas ekonomi baru. Salah satu sumber multiplier effect yang paling sering dibahas […]