makmur-logo
Masuk / Daftar
Artikel

Realisasi Investasi Danantara di Tahun 2026, Saham, Proyek Hilirisasi, dan Aset Luar Negeri

author
Content Management
author
22 September 2026
Facebook
Instagram
Tiktok
blog-detail

Key Takeaways:

  • Daya Anagata Nusantara (Danantara) adalah Badan Pengelola Investasi (BPI) milik negara untuk mengonsolidasikan aset BUMN secara strategis.
  • Danantara mempertimbangkan fundamental, likuiditas, arus kas, dan valuasi dalam memilih saham.
  • Sebagai lembaga pengelola dana negara, Danantara juga menghadapi berbagai risiko strategis jika manajemen risiko tidak diterapkan secara disiplin.

Daya Anagata Nusantara (Danantara) adalah Badan Pengelola Investasi (BPI) milik negara yang dibentuk oleh Presiden Prabowo Subianto untuk mengkonsolidasikan aset BUMN secara strategis dan mengelola kekayaan negara secara terpusat. Lembaga ini bertujuan menjadi sovereign wealth fund (SWF) untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

SWF merupakan lembaga investasi khusus yang dimiliki dan dikelola oleh pemerintah untuk menginvestasikan dana publik ke berbagai aset keuangan. Dalam memilih saham, Danantara mempertimbangkan sejumlah kriteria, antara lain fundamental, likuiditas, arus kas, dan valuasi. Kriteria tersebut menjadi bagian dari pertimbangan dalam memilih saham untuk investasi jangka menengah hingga panjang.

Kriteria Saham yang Dipilih oleh Danantara 

Sebelum lebih jauh membahas apakah emiten yang diinvestasikan oleh Danantara, penting untuk memahami kriteria yang digunakan Danantara dalam memilih aset investasi, khususnya saham. Informasi mengenai fokus investasi Danantara pada saham blue chip dan kriteria pemilihan saham yang memiliki fundamental kuat dan likuiditas yang tinggi pernah diutarakan oleh Pandu Sjahrir, selaku Chief Investment Officer (CIO) Danantara dalam sesi wawancara dan konferensi pers awal Februari 2026. 

Di bawah ini merupakan penjelasan kriteria pemilihan saham Danantara:

1. Kriteria fundamental

Dalam konteks pemilihan saham, pendekatan fundamental dapat mencakup pemeriksaan laporan keuangan, profitabilitas, kualitas manajemen, serta prospek industri.

  • Laporan keuangan

Analisis laporan keuangan adalah dasar untuk menilai kesehatan finansial suatu perusahaan. Dalam analisis fundamental, perusahaan yang dipilih harus memiliki struktur permodalan yang kuat dengan rasio utang yang terkontrol. Hal ini penting untuk memastikan perusahaan dapat memenuhi kewajibannya tanpa menghadapi risiko kebangkrutan. 

Selain itu, perusahaan yang memiliki arus kas operasional yang positif akan lebih mampu mendukung kegiatan operasionalnya serta membayar dividen kepada pemegang saham. Sebuah laporan keuangan yang sehat dapat menjadi salah satu indikator kapasitas perusahaan untuk menjaga keberlanjutan operasional dan pertumbuhan bisnis.

  • Profitabilitas perusahaan

Profitabilitas adalah salah satu indikator yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan. Perusahaan dengan margin laba yang sehat dan arus kas yang stabil memiliki peluang lebih besar untuk mempertahankan kinerja baik dalam jangka panjang. 

Investor akan memprioritaskan perusahaan yang tidak hanya memiliki pendapatan dan laba yang stabil, tetapi juga memiliki potensi untuk meningkatkan laba tersebut di masa depan melalui ekspansi atau peningkatan efisiensi operasional. Selain itu, tren pendapatan yang konsisten menjadi indikator kuat bahwa perusahaan memiliki daya saing yang baik di pasar.

  • Manajemen dan prospek industri

Keberhasilan jangka panjang perusahaan tidak terlepas dari kualitas manajemen. Tim manajemen yang kompeten mampu mengarahkan strategi perusahaan dalam menghadapi tantangan pasar dan menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan. 

Selain itu, industri yang tumbuh pesat atau memiliki permintaan stabil cenderung mendukung kinerja perusahaan yang beroperasi di dalamnya. Oleh karena itu, perusahaan yang memiliki manajemen yang profesional serta berada di industri dengan prospek yang kuat lebih mungkin mencapai kinerja jangka panjang yang menguntungkan.

2. Kriteria likuiditas

Likuiditas berkaitan dengan kemudahan membeli dan menjual saham di pasar. Bagi investor institusi seperti Danantara, memilih saham dengan tingkat likuiditas yang tinggi merupakan aspek yang sangat penting. Saham yang memiliki volume perdagangan tinggi cenderung lebih mudah diperdagangkan. 

Saham dengan likuiditas yang baik juga mengurangi risiko kesulitan dalam menjual saham saat dibutuhkan dengan harga yang wajar. Pasar yang tidak likuid dapat menyebabkan fluktuasi harga yang tajam, yang berpotensi merugikan investor. Danantara juga berfokus pada saham-saham berlikuiditas tinggi, termasuk saham yang masuk dalam indeks LQ45, untuk mendukung efisiensi transaksi dalam volume besar.

3. Kriteria valuasi 

Pendekatan valuasi dalam investasi saham berfokus pada identifikasi saham yang diperdagangkan dengan harga yang lebih rendah dibandingkan dengan nilai fundamentalnya. Saham yang dianggap undervalued memiliki harga pasar yang lebih rendah dari nilai intrinsiknya, yang menandakan potensi kenaikan harga di masa depan ketika pasar mulai mengakui dan menghargai nilai sesungguhnya dari saham tersebut.

Dalam strategi investasinya, Danantara mempertimbangkan saham dengan valuasi yang menarik, terutama ketika harga saham dinilai mencerminkan fundamental dan prospek bisnis perusahaan. Namun, manajemen Danantara menegaskan bahwa mereka tidak akan berinvestasi pada “saham gorengan” atau saham dengan valuasi yang tidak rasional (fantastis). Selain itu, perusahaan yang dipilih untuk diinvestasikan harus mematuhi prinsip Good Corporate Governance yang mengedepankan transparansi dan integritas tinggi.

Realisasi Investasi Danantara

Sebagai institusi pengelola investasi strategis, Danantara menargetkan penempatan investasi hingga USD14 miliar atau sekitar Rp235 triliun sepanjang tahun 2026 di berbagai instrumen, seperti:

1. Pasar modal

Pada awal 2026, Danantara melalui strategi investasinya mulai aktif membeli saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Danantara berfokus pada saham-saham dengan fundamental kuat, likuiditas memadai, arus kas sehat, dan valuasi yang menarik.

Berdasarkan data kepemilikan saham, Danantara memiliki 53,18% saham di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dan 52% saham di PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI).

Pada Januari 2026, Danantara menerima dividen interim yang diperkirakan sebesar Rp11,04 triliun dari BBRI. Sementara itu, Danantara menerima dividen interim sekitar Rp4,85 triliun dari BMRI.

2. Investasi langsung (hilirisasi)

Pada 6 Februari 2026, Danantara melakukan groundbreaking enam proyek hilirisasi fase I di 13 lokasi di Indonesia dengan total nilai investasi sekitar US$7 miliar atau sekitar Rp118 triliun.

Proyek ini mencakup sektor pertambangan aluminium, bioetanol, hingga fasilitas peternakan terintegrasi. Proyek ini dirancang untuk meningkatkan nilai tambah komoditas dalam negeri, memperkuat kemandirian pangan dan energi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara masif.

3. Aset luar negeri

Langkah Danantara di luar negeri telah dimulai sejak Desember 2025 melalui perjanjian akuisisi Novotel Makkah Thakher City dan sejumlah aset pengembangan di kawasan Thakher City, Makkah, Arab Saudi. Akuisisi tersebut mencakup hotel dengan 1.461 kamar serta 14 bidang tanah untuk pengembangan di masa mendatang.

Pada Februari 2026, Danantara melalui Danantara Investment Management juga menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Rua Al Madinah Holding, perusahaan di bawah Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi. Kerja sama tersebut ditujukan untuk menjajaki peluang investasi dalam pengembangan proyek Rua Al Madinah dan Dar Al Hijrah, sekaligus memperkuat ekosistem layanan bagi jemaah Haji dan Umrah Indonesia.

Berbagai aktivitas tersebut menunjukkan cakupan mandat Danantara yang mencakup pengelolaan portofolio BUMN, investasi di sektor strategis, serta pengembangan kemitraan dan aset di luar negeri. Meskipun Danantara berfokus pada investasi yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang melalui sektor strategis, penting bagi investor untuk memahami kompleksitas analisis dan manajemen risiko dalam pengelolaan dana negara. 

Hal ini menjadi pengingat bahwa pengelolaan yang hati-hati dan disiplin dalam manajemen risiko merupakan bagian penting dalam menjaga keberlanjutan investasi jangka panjang. Apabila Anda saat ini belum memiliki waktu, pengetahuan, atau pengalaman yang cukup untuk membuat keputusan investasi saham yang optimal, Anda dapat mempertimbangkan untuk berinvestasi di reksa dana saham. 

Melalui reksa dana saham, dana Anda akan dikelola oleh manajer investasi (MI) yang berpengalaman dalam memilih saham potensial dalam jangka panjang. Salah satu contoh reksa dana saham di Makmur yang memiliki eksposur pada saham dengan fundamental yang baik adalah Sucorinvest Maxi Fund. Hal itu terefleksi dari kinerjanya dalam beberapa periode secara historis. Berdasarkan data per 21 September 2026, reksa dana ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 37,14% dalam 1 tahun terakhir. 

*Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja di masa depan. 

Tentang Makmur

PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) merupakan perusahaan yang telah berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD), serta menjadi Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Makmur berkomitmen memperluas akses investasi yang inklusif, sejalan dengan visi Smart Wealth Building Made Simple, dengan mengedepankan prinsip simplicity, trust, dan clarity dalam setiap proses investasi, baik melalui reksa dana terkurasi maupun investasi saham.

Didirikan oleh para profesional teknologi dan finansial berpengalaman dari Silicon Valley dan Wall Street, Makmur memanfaatkan teknologi analitik berbasis data untuk membantu investor membangun kekayaan jangka panjang. Komitmen ini turut diakui melalui penghargaan Most Trusted Financial Brands Awards 2026 dari Investortrust dan Infovesta dalam kategori Agen Penjual Efek Reksa Dana Online.


Di Makmur, Anda juga bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya, baik reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti Road to Makmur.

Tautan: Promo di Makmur

Unduh aplikasi Makmur melalui tautan di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.

Download Makmur

Perlu diketahui, selain melalui aplikasi, Anda juga dapat menggunakan Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik tautan di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.

Web Aplikasi Makmur

Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik tautan di bawah ini:

Website: Makmur.id


Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani

Bagikan
Facebook
Instagram
Tiktok
Artikel lainnya
Artikel

Tidak Semua Bank Terdampak Sama saat Cost of Fund Naik, Apa yang Membedakan Bank dengan CASA Tinggi?

Key Takeaways: Bank Indonesia menaikkan BI-Rate 100 basis poin pada kuartal II 2026, dari 4,75% menjadi 5,75%, lalu menahannya pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Juli hingga Oktober 2026. Pada RDG 20–21 Oktober 2026, BI tetap menaikkan suku bunga deposit facility dari 4,75% menjadi 5,00%. Per September 2026, kredit perbankan tumbuh 13,26% secara tahunan, jauh lebih […]

author
Content Management
calendar
06 November 2026
Artikel

Reinvestasi ke Emiten yang Sama atau Diversifikasi, Mana yang Lebih Menguntungkan Setelah Musim Pembagian Dividen?

Key Takeaways: Sepanjang YTD 2026, tiga pembagi dividen tunai terbesar di Bursa Efek Indonesia berasal dari sektor perbankan, yaitu PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sekitar Rp52,10 triliun, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) Rp50,63 triliun, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp40,06 triliun. Adapun PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) berada […]

author
Content Management
calendar
05 November 2026
Artikel

Mitigasi Risiko Apabila Perusahaan Memutuskan Go Private, Ini Reorientasi Strategi yang Perlu Investor Lakukan

Key Takeaways: Keputusan suatu perusahaan terbuka untuk melakukan go private merupakan salah satu aksi korporasi yang perlu dicermati investor. Proses ini mengubah status perusahaan dari emiten yang sahamnya diperdagangkan di bursa menjadi perusahaan tertutup dan tidak lagi tunduk pada kewajiban sebagai perusahaan terbuka sebagaimana sebelumnya. Dalam praktiknya, proses go private dapat disertai voluntary delisting dari […]

author
Content Management
calendar
03 November 2026
Artikel

5 Reksa Dana Pasar Uang Terbaik Berdasarkan Return per Oktober 2026

Reksa Dana Pasar Uang (RDPU) merupakan instrumen investasi dengan risiko relatif rendah dan likuid, sehingga cocok untuk berbagai profil investor. Reksa dana ini 100% dialokasikan ke instrumen pasar uang seperti deposito dan obligasi yang memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun. Oleh karena itu, RDPU ideal untuk tujuan investasi jangka pendek dan menawarkan potensi imbal […]

author
Content Management
calendar
31 Oktober 2026
Artikel

5 Reksa Dana Pendapatan Tetap Terbaik Berdasarkan Return per Oktober 2026

Sebagai instrumen investasi yang relatif stabil, Reksa Dana Pendapatan Tetap (RDPT) menjadi salah satu pilihan utama investor di Indonesia. Hal ini tercermin dari Asset Under Management (AUM) yang mencapai Rp211,23 triliun per September 2026. Meski turun 3,57% dibandingkan Agustus 2026, AUM RDPT masih menjadi yang terbesar di antara jenis reksa dana konvensional lainnya. RDPT mengalokasikan […]

author
Content Management
calendar
31 Oktober 2026
Artikel

5 Reksa Dana USD Terbaik Berdasarkan Return per Oktober 2026

Sepanjang Oktober 2026, rupiah kembali bergerak melemah terhadap dolar AS. Setelah berada di level terkuatnya di Rp17.873 per dolar AS pada 2 Oktober 2026, rupiah menembus level Rp18.000 per dolar AS pada pertengahan bulan dan sempat menyentuh level terlemah di Rp18.180 per dolar AS pada 28 Oktober 2026. Rupiah ditutup di level Rp18.125 per dolar […]

author
Content Management
calendar
31 Oktober 2026
Hak Cipta © PT Inovasi Finansial Teknologi
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan yang berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PT Inovasi Finansial Teknologi telah mendapatkan izin sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta telah tersertifikasi ISO 27001:2022 dalam penerapan standar internasional pada Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Reksa dana adalah instrumen investasi dan produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Makmur tidak bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Saham adalah tanda penyertaan modal atas suatu persereoan terbatas yang terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Seluruh instrumen investasi mengandung risiko dan memiliki kemungkinan berkurangnya nilai investasi. Kinerja historis instrumen investasi tidak menjamin kinerja dimasa yang akan datang.
Makmur V.1.0.0