makmur-logo
Masuk / Daftar
Artikel

Mitigasi Risiko Apabila Perusahaan Memutuskan Go Private, Ini Reorientasi Strategi yang Perlu Investor Lakukan

author
Content Management
author
03 November 2026
Facebook
Instagram
Tiktok
blog-detail

Key Takeaways:

  • Ketika perusahaan memutuskan go private, harga pembelian saham yang ditawarkan pengendali sebaiknya dianalisis terlebih dahulu. 
  • Saham yang tidak lagi tercatat di bursa kehilangan kemudahan untuk diperjualbelikan melalui pasar reguler.
  • Keputusan untuk bertahan perlu disertai kesiapan menghadapi risiko likuiditas dan horizon investasi yang lebih panjang.
  • Aksi go private dan voluntary delisting dapat disertai tender offer kepada pemegang saham publik, dengan harga penawaran yang dapat berada di atas harga pasar atau acuan tertentu.

Keputusan suatu perusahaan terbuka untuk melakukan go private merupakan salah satu aksi korporasi yang perlu dicermati investor. Proses ini mengubah status perusahaan dari emiten yang sahamnya diperdagangkan di bursa menjadi perusahaan tertutup dan tidak lagi tunduk pada kewajiban sebagai perusahaan terbuka sebagaimana sebelumnya. Dalam praktiknya, proses go private dapat disertai voluntary delisting dari Bursa Efek Indonesia (BEI) serta penawaran pembelian saham kepada pemegang saham publik melalui mekanisme tender offer.

Bagi investor ritel, kondisi tersebut dapat menimbulkan sejumlah risiko apabila tidak direspons dengan strategi yang tepat. Risiko likuiditas menjadi perhatian utama karena saham yang telah delisting tidak lagi diperdagangkan di pasar reguler. Selain itu, harga yang ditawarkan dalam proses tender offer juga perlu dinilai apakah sudah mencerminkan nilai wajar perusahaan.

Reorientasi Strategi Investor

Ketika perusahaan memutuskan untuk melakukan go private, pendekatan investasi yang selama ini digunakan umumnya perlu disesuaikan. Berikut beberapa langkah strategi yang dapat dipertimbangkan. 

1. Evaluasi kewajaran harga tender offer

Langkah pertama yang perlu Anda lakukan adalah mengevaluasi harga tender offer yang diajukan oleh pihak pengendali, terutama kewajarannya dibandingkan nilai perusahaan maupun harga pasar sebelumnya.

Kasus PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA) dapat menjadi gambaran. Perdagangan saham MASA dihentikan sementara sejak 26 Juli 2024, dengan harga terakhir di level Rp6.200 per saham pada 25 Juli 2024. Pengendali, yaitu Compagnie Générale des Établissements Michelin, kemudian menetapkan harga tender offer sebesar Rp8.400 per saham. 

Menariknya, besaran premi dari harga tersebut berbeda tergantung acuan yang digunakan. Dibandingkan harga terakhir sebelum suspensi di level Rp6.200, harga penawaran itu sekitar 35,5% lebih tinggi. Namun, apabila dibandingkan dengan rata-rata harga tertinggi perdagangan harian di pasar reguler selama 12 bulan sebelum suspensi, preminya mencapai 95,5%. Angka ini merupakan pembanding historis tambahan, bukan acuan minimum harga penawaran yang ditetapkan dalam POJK Nomor 3 Tahun 2021. 

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa angka premi perlu dibaca bersama acuannya. Premi yang terlihat besar terhadap satu tolok ukur belum tentu sebesar itu apabila dibandingkan harga terakhir yang benar-benar terjadi di pasar.

Perlu dicatat pula bahwa premi bukanlah keharusan dalam setiap aksi go private. Besarannya bergantung pada perhitungan pengendali dan ketentuan yang berlaku, sehingga evaluasi tetap perlu dilakukan untuk setiap kasus.

Apabila harga tender offer dinilai telah mencerminkan nilai wajar atau menawarkan premi yang memadai, menjual saham melalui mekanisme tersebut dapat menjadi salah satu pilihan yang rasional.

2. Amankan likuiditas sebelum tenggat 

Aspek berikutnya yang perlu menjadi perhatian adalah likuiditas investasi. Salah satu konsekuensi terbesar dari delisting adalah hilangnya fasilitas perdagangan di bursa yang selama ini memudahkan investor bertransaksi. Ketika keunggulan tersebut hilang, profil risiko investasi ikut berubah. 

Jarak waktu antara periode tender offer dan tanggal delisting juga perlu diperhatikan karena keduanya tidak selalu berdekatan. Pada kasus MASA, penawaran tender sukarela tahap pertama berlangsung 20 Januari hingga 19 Februari 2025 dan kemudian diperpanjang dalam beberapa tahap, dengan tahap terakhir berlangsung hingga 15 Juli 2025. Sementara itu, delisting baru berlaku efektif pada 30 Oktober 2025.

Apabila harga dan ketentuan penawaran dinilai menarik, menjual melalui tender offer memberikan kepastian harga yang lebih jelas dibandingkan mencari pembeli secara terbatas setelah perusahaan tidak lagi tercatat. Dengan begitu, dana dapat dialokasikan kembali ke instrumen lain yang lebih sesuai dengan strategi portofolio, sekaligus menjaga ruang untuk menangkap peluang investasi baru. Sebaliknya, dana yang tertahan pada saham tidak likuid berpotensi mengurangi fleksibilitas keuangan, terutama jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

3. Sesuaikan ekspektasi investasi

Bagi investor yang memilih tetap mempertahankan kepemilikan setelah perusahaan menjadi tertutup, penyesuaian ekspektasi menjadi hal yang penting. Saham perusahaan tertutup tidak lagi diperdagangkan melalui pasar reguler BEI, sehingga likuiditasnya jauh lebih rendah dan proses jual beli saham menjadi lebih terbatas.

Akses informasi juga berpotensi berkurang karena kewajiban keterbukaan informasi tidak lagi sama seperti saat berstatus emiten. Kondisi ini dapat menyulitkan pemantauan perkembangan bisnis secara berkala.

Investor yang bertahan umumnya memiliki keyakinan terhadap prospek jangka panjang perusahaan atau alasan strategis tertentu. Pilihan tersebut tetap sah, sepanjang diambil dengan pemahaman atas konsekuensi yang melekat.

Secara ringkas, risiko dari aksi go private dapat dimitigasi melalui tiga pendekatan, yaitu mengevaluasi kewajaran harga tender offer beserta acuannya, mengamankan likuiditas selama periode penawaran masih berlangsung, serta menyesuaikan ekspektasi apabila memilih tetap menjadi pemegang saham perusahaan tertutup. Bagi investor yang ingin tetap memperoleh eksposur ke pasar saham tanpa harus menghadapi risiko spesifik dari kepemilikan satu emiten, diversifikasi dapat menjadi salah satu pertimbangan penting. 

Apabila Anda belum memiliki waktu atau keahlian untuk melakukan analisis mendalam terhadap kondisi pasar dan emiten secara mandiri, berinvestasi melalui reksa dana saham dapat menjadi salah satu alternatif yang dapat dipertimbangkan.

Dalam pengelolaannya, manajer investasi (MI) melakukan pemantauan terhadap berbagai faktor, mulai dari perkembangan makroekonomi, prospek industri, hingga fundamental emiten. Dengan demikian, investor tetap dapat memperoleh eksposur ke pasar saham melalui pengelolaan sesuai kebijakan investasi produk yang dipilih.

Anda dapat membeli reksa dana saham di Makmur, salah satu produk yang bisa dipertimbangkan adalah Sucorinvest Maxi Fund.

*Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja di masa depan.

Tentang Makmur

PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) merupakan perusahaan yang telah berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD), serta menjadi Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Makmur berkomitmen memperluas akses investasi yang inklusif, sejalan dengan visi Smart Wealth Building Made Simple, dengan mengedepankan prinsip simplicity, trust, dan clarity dalam setiap proses investasi, baik melalui reksa dana terkurasi maupun investasi saham.

Didirikan oleh para profesional teknologi dan finansial berpengalaman dari Silicon Valley dan Wall Street, Makmur memanfaatkan teknologi analitik berbasis data untuk membantu investor membangun kekayaan jangka panjang. Komitmen ini turut diakui melalui penghargaan Most Trusted Financial Brands Awards 2026 dari Investortrust dan Infovesta dalam kategori Agen Penjual Efek Reksa Dana Online.


Di Makmur, Anda juga bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya, baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo Makmur Anchor dan Road to Makmur.
Link: Promo di Makmur

Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.

Download Makmur

Perlu diketahui, selain melalui aplikasi, Anda juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.

Web Aplikasi Makmur

Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:

Website: Makmur.id


Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani

Bagikan
Facebook
Instagram
Tiktok
Artikel lainnya
Artikel

Reinvestasi ke Emiten yang Sama atau Diversifikasi, Mana yang Lebih Menguntungkan Setelah Musim Pembagian Dividen?

Key Takeaways: Sepanjang YTD 2026, tiga pembagi dividen tunai terbesar di Bursa Efek Indonesia berasal dari sektor perbankan, yaitu PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sekitar Rp52,10 triliun, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) Rp50,63 triliun, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp40,06 triliun. Adapun PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) berada […]

author
Content Management
calendar
05 November 2026
Artikel

5 Reksa Dana Pasar Uang Terbaik Berdasarkan Return per Oktober 2026

Reksa Dana Pasar Uang (RDPU) merupakan instrumen investasi dengan risiko relatif rendah dan likuid, sehingga cocok untuk berbagai profil investor. Reksa dana ini 100% dialokasikan ke instrumen pasar uang seperti deposito dan obligasi yang memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun. Oleh karena itu, RDPU ideal untuk tujuan investasi jangka pendek dan menawarkan potensi imbal […]

author
Content Management
calendar
31 Oktober 2026
Artikel

5 Reksa Dana Pendapatan Tetap Terbaik Berdasarkan Return per Oktober 2026

Sebagai instrumen investasi yang relatif stabil, Reksa Dana Pendapatan Tetap (RDPT) menjadi salah satu pilihan utama investor di Indonesia. Hal ini tercermin dari Asset Under Management (AUM) yang mencapai Rp211,23 triliun per September 2026. Meski turun 3,57% dibandingkan Agustus 2026, AUM RDPT masih menjadi yang terbesar di antara jenis reksa dana konvensional lainnya. RDPT mengalokasikan […]

author
Content Management
calendar
31 Oktober 2026
Artikel

5 Reksa Dana USD Terbaik Berdasarkan Return per Oktober 2026

Sepanjang Oktober 2026, rupiah kembali bergerak melemah terhadap dolar AS. Setelah berada di level terkuatnya di Rp17.873 per dolar AS pada 2 Oktober 2026, rupiah menembus level Rp18.000 per dolar AS pada pertengahan bulan dan sempat menyentuh level terlemah di Rp18.180 per dolar AS pada 28 Oktober 2026. Rupiah ditutup di level Rp18.125 per dolar […]

author
Content Management
calendar
31 Oktober 2026
Artikel

Suku Bunga Tinggi Menekan Sektor Properti, Apakah Selalu Berarti Buruk untuk Valuasi Sahamnya?

Key Takeaways: Suku bunga acuan merupakan salah satu faktor yang memengaruhi kinerja sektor properti. Kenaikan suku bunga dapat meningkatkan cicilan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), menambah biaya pendanaan, serta menekan valuasi aset melalui kenaikan tingkat diskonto. Bank Indonesia menaikkan BI-Rate sebesar 100 basis poin dalam waktu kurang dari satu bulan pada kuartal II 2026, dari 4,75% […]

author
Content Management
calendar
30 Oktober 2026
Hak Cipta © PT Inovasi Finansial Teknologi
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan yang berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PT Inovasi Finansial Teknologi telah mendapatkan izin sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta telah tersertifikasi ISO 27001:2022 dalam penerapan standar internasional pada Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Reksa dana adalah instrumen investasi dan produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Makmur tidak bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Saham adalah tanda penyertaan modal atas suatu persereoan terbatas yang terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Seluruh instrumen investasi mengandung risiko dan memiliki kemungkinan berkurangnya nilai investasi. Kinerja historis instrumen investasi tidak menjamin kinerja dimasa yang akan datang.
Makmur V.1.0.0