makmur-logo
Masuk / Daftar
Artikel

Menilai Penggunaan Dana Hasil Right Issue, Apa yang Harus Diperhatikan Investor Sebelum Menebusnya?

author
Content Management
author
17 September 2026
Facebook
Instagram
Tiktok
blog-detail

Key Takeaways:

  • Penggunaan dana right issue menjadi faktor dalam menilai apakah aksi korporasi tersebut bersifat ekspansif atau sekadar untuk memperbaiki kondisi keuangan.
  • Right issue untuk ekspansi bisnis cenderung memberikan prospek pertumbuhan jangka panjang, sementara penggunaan untuk pelunasan utang lebih berfokus pada stabilitas keuangan.
  • Keputusan menebus right issue perlu mempertimbangkan dampak terhadap fundamental perusahaan, potensi dilusi, serta arah strategi bisnis ke depan.

Right issue merupakan salah satu aksi korporasi yang cukup sering dilakukan oleh emiten di pasar modal. Aksi right issue memberikan kesempatan bagi pemegang saham lama untuk menambah kepemilikan dengan harga tertentu sebelum saham baru ditawarkan lebih luas.

Menilai penggunaan dana right issue menjadi langkah krusial sebelum memutuskan untuk menebus atau melepas hak tersebut. Aksi ini tidak selalu bermakna positif. Dalam beberapa kasus, right issue dapat menjadi tanda ekspansi agresif, tetapi juga dapat mencerminkan tekanan keuangan yang membutuhkan likuiditas tambahan. Oleh karena itu, memahami ke mana dana akan dialokasikan menjadi faktor penting bagi investor sebelum memutuskan untuk menebus hak memesan efek terlebih dahulu (right issue).

Jenis Penggunaan Dana Right Issue

Setiap right issue memiliki tujuan yang berbeda, tergantung pada kebutuhan dan strategi perusahaan. Agar keputusan yang diambil lebih terukur, penting untuk memahami pola penggunaan dana yang paling umum dilakukan emiten serta dampaknya terhadap kinerja dan struktur keuangan perusahaan. Berikut adalah jenis penggunaan dana right issue yang perlu diketahui investor.

1. Ekspansi bisnis dan belanja modal

Right issue sering digunakan sebagai sumber pendanaan untuk ekspansi bisnis dan belanja modal. Penggunaan dana untuk tujuan ini umumnya diarahkan untuk mendukung ekspansi dan pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Ekspansi dapat berupa pembangunan infrastruktur, pembelian aset produktif, hingga penetrasi pasar baru.

Untuk melihat bagaimana strategi ini dijalankan, investor dapat memperhatikan aksi korporasi PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) yang menggelar right issue skala besar. INET menargetkan perolehan dana sebanyak-banyaknya Rp3,2 triliun melalui penerbitan 12,8 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp250 per saham dan rasio 3:4. Artinya, setiap pemegang 3 saham lama berhak atas 4 saham baru.

Sebagian besar dana dialokasikan untuk memperkuat anak usaha PT Garuda Prima Internetindo (GPI), dengan anggaran sekitar Rp2,8 triliun. Dana ini digunakan untuk membangun infrastruktur Fiber to the Home (FTTH) berbasis Wi-Fi 7 di Bali dan Lombok dengan menargetkan penambahan hingga 2 juta pelanggan.

Selain itu, sekitar Rp135 miliar disalurkan melalui PT Internet Anak Bangsa untuk memperluas jangkauan layanan internet di Pulau Jawa. Sementara itu, sekitar Rp215 miliar dialokasikan kepada PT Pusat Fiber Indonesia (PFI) untuk pembayaran sewa kabel bawah laut guna meningkatkan stabilitas dan keandalan jaringan.

Pengendali perusahaan, PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara, tidak hanya mengeksekusi seluruh haknya, tetapi juga bertindak sebagai pembeli siaga sehingga memberikan dukungan terhadap penyerapan saham dalam aksi korporasi tersebut. Sebagai insentif, dalam prospektus finalnya INET akan menerbitkan Waran Seri II secara cuma-cuma dengan rasio 50:9 (setiap 50 saham baru memperoleh 9 waran), yang dapat dikonversi menjadi saham mulai 3 Juni 2026.

2. Pelunasan atau pengurangan utang

Right issue juga sering digunakan untuk memperbaiki struktur keuangan melalui pelunasan atau pengurangan utang. Langkah ini umumnya dilakukan oleh perusahaan dengan tingkat leverage tinggi atau yang menghadapi kewajiban jatuh tempo dalam waktu dekat.

Gambaran ini dapat dilihat pada rencana right issue PT Anabatic Technologies Tbk (ATIC) yang menunjukkan kebutuhan restrukturisasi di tengah pertumbuhan bisnis yang masih berjalan. Meskipun ATIC masih membukukan laba, kemampuan ATIC melunasi obligasi tidak hanya bergantung pada laba, tetapi juga pada ketersediaan kas riil. 

Berdasarkan laporan keuangan ATIC pada kuartal I 2026, total laba tahun berjalan tercatat sebesar Rp57,35 miliar, atau menurun 12,23% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Di sisi lain, obligasi yang jatuh tempo pada 11 Juli 2026 memiliki nilai sebesar Rp559,99 miliar, sementara posisi kas dan setara kas perusahaan sebesar Rp552,28 miliar. 

Nilai tersebut masih berada di bawah kewajiban yang harus dilunasi. Selain itu, apabila sebagian besar kas digunakan untuk membayar obligasi, perusahaan berpotensi memiliki ruang yang lebih terbatas untuk membiayai kebutuhan operasional.

Di sisi lain, pemegang obligasi, yaitu TIS Inc., secara resmi memilih skema pembayaran tunai. Padahal, obligasi tersebut sebelumnya memberikan opsi penyelesaian melalui pembayaran tunai atau konversi menjadi saham. Keputusan tersebut membuat ATIC harus menyediakan dana tunai dalam jumlah besar dalam waktu relatif singkat. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, ATIC berencana menerbitkan maksimal 600 juta saham baru melalui right issue, dengan dana yang diprioritaskan untuk melunasi obligasi tersebut.

Langkah ini bertujuan menurunkan rasio utang serta mengurangi risiko gagal bayar. Secara jangka panjang, pelunasan utang dapat menekan beban bunga dan memperbaiki struktur modal.

Namun demikian, manfaat utama penggunaan dana untuk tujuan defensif adalah memperbaiki likuiditas dan struktur keuangan perusahaan. Dampak utamanya adalah peningkatan stabilitas keuangan perusahaan.

3. Modal kerja

Penggunaan dana right issue untuk modal kerja merupakan hal yang umum, terutama bagi perusahaan yang membutuhkan tambahan likuiditas untuk menjaga operasional sehari-hari. Modal kerja mencakup kebutuhan seperti pembelian bahan baku, biaya produksi, hingga operasional rutin. Dalam kondisi bisnis yang menantang, tambahan likuiditas menjadi faktor penting untuk menjaga keberlangsungan usaha.

Kondisi ini tercermin pada rencana right issue PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU), yang berfokus pada pemulihan kinerja dan penguatan struktur keuangan. Aksi ini dilakukan melalui konversi hak tagih dari induk usahanya, PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP), menjadi ekuitas. Langkah ini secara langsung memperbaiki rasio utang terhadap ekuitas.

Selain itu, sisa dana hasil right issue setelah dikurangi biaya emisi akan digunakan untuk modal kerja, termasuk pembelian pakan ternak, pemeliharaan, serta biaya operasional lainnya. Dengan likuiditas yang lebih kuat, perusahaan menargetkan peningkatan utilisasi rumah potong ayam agar kapasitas produksi dapat dimaksimalkan.

Secara teknis, WMUU berencana menerbitkan maksimal 6,1 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp50 per saham. Rencana ini dibahas dalam RUPSLB pada 2 April 2026, sementara detail harga pelaksanaan akan diumumkan setelah memperoleh persetujuan regulator.

Aksi ini tetap membawa risiko dilusi bagi investor yang tidak menambah kepemilikan. Namun, jika berhasil, perbaikan struktur keuangan dapat menjadi fondasi bagi pemulihan kinerja jangka panjang.

4. Penyertaan modal anak perusahaan

Right issue juga kerap digunakan untuk memperkuat anak usaha melalui penyertaan modal. Strategi ini biasanya dilakukan oleh perusahaan dengan struktur grup yang ingin mempercepat ekspansi melalui entitas anak. Salah satu contoh yang relevan adalah right issue PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) yang fokus pada pengembangan ekosistem digital.

WIFI mengalokasikan dana untuk pembangunan jaringan FTTH dengan target sekitar 4 juta sambungan (homepass), dengan fokus di Pulau Jawa. Dana disalurkan sebagai setoran modal kepada anak usaha, yaitu PT Jaringan Infra Andalan dan PT Integrasi Jaringan Ekosistem.

Aksi ini bertujuan memperkuat jaringan backbone serat optik serta meningkatkan kapasitas layanan data. Secara struktur, right issue dilakukan dengan rasio 4:5 dan harga pelaksanaan Rp2.000 per saham, dengan total saham baru sekitar 2,95 miliar lembar.

Dari right issue yang dilaksanakan pada Juli 2025, WIFI berhasil menghimpun dana sekitar Rp5,9 triliun. Masuknya investor strategis seperti NTT East juga menjadi bagian dari penguatan struktur bisnis dan ekspansi jangka panjang perusahaan. Setelah pelaksanaan, jumlah saham beredar meningkat signifikan, yang turut mendorong peningkatan kapitalisasi pasar perusahaan.

Menilai right issue tidak cukup hanya dari sisi harga atau keuntungan jangka pendek. Fokus utama sebaiknya diarahkan pada tujuan penggunaan dana serta dampaknya terhadap fundamental perusahaan.

Jika dana digunakan untuk ekspansi yang terukur dan didukung prospek bisnis yang kuat, right issue dapat menjadi peluang untuk meningkatkan nilai investasi dalam jangka panjang. Sebaliknya, jika dana lebih banyak digunakan untuk menutup kewajiban tanpa perbaikan kinerja yang jelas, pendekatan yang lebih hati-hati menjadi penting.

Makmur menyediakan beragam pilihan reksa dana saham yang dapat disesuaikan dengan tujuan investasi dan profil risiko. Selain itu, seluruh pilihan reksa dana saham yang tersedia dikelola oleh manajer investasi (MI) berkompeten.

Salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan adalah Sucorinvest Maxi Fund, reksa dana saham dengan pengelolaan profesional. Produk ini mencatatkan kinerja yang cukup solid dengan pertumbuhan sebesar 36,38% dalam satu tahun, berdasarkan data per 16 September 2026.

*Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja di masa depan.

Tentang Makmur

PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) merupakan perusahaan yang telah berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD), serta menjadi Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Makmur berkomitmen memperluas akses investasi yang inklusif, sejalan dengan visi Smart Wealth Building Made Simple, dengan mengedepankan prinsip simplicity, trust, dan clarity dalam setiap proses investasi, baik melalui reksa dana terkurasi maupun investasi saham.

Didirikan oleh para profesional teknologi dan finansial berpengalaman dari Silicon Valley dan Wall Street, Makmur memanfaatkan teknologi analitik berbasis data untuk membantu investor membangun kekayaan jangka panjang. Komitmen ini turut diakui melalui penghargaan Most Trusted Financial Brands Awards 2026 dari Investortrust dan Infovesta dalam kategori Agen Penjual Efek Reksa Dana Online.


Di Makmur, Anda juga bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya, baik reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti Road to Makmur.

Tautan: Promo di Makmur

Unduh aplikasi Makmur melalui tautan di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.

Download Makmur

Perlu diketahui, selain melalui aplikasi, Anda juga dapat menggunakan Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik tautan di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.

Web Aplikasi Makmur

Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik tautan di bawah ini:

Website: Makmur.id


Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani

Bagikan
Facebook
Instagram
Tiktok
Artikel lainnya
Artikel

Mengapa Investor Wajib Menghitung Risiko Negative Real Return? Ini Alasannya

Key Takeaways: Banyak investor merasa puas ketika melihat nilai investasi mereka terus bertambah dari waktu ke waktu. Namun, pertumbuhan nominal tersebut belum tentu mencerminkan peningkatan kesejahteraan yang sebenarnya. Ada satu faktor penting yang sering diabaikan, yaitu inflasi. Investor wajib menghitung risiko negative real return karena inflasi yang tinggi dapat membuat nilai riil atau daya beli […]

author
Content Management
calendar
16 September 2026
Artikel

Tertarik Investasi Saham Ala Lo Kheng Hong? Ini Cara Memilih Perusahaan yang Fundamentalnya Kuat

Key Takeaways: Lo Kheng Hong dikenal sebagai salah satu investor terkemuka di Indonesia yang telah menunjukkan konsistensinya dalam berinvestasi di saham sejak lama. Dengan mengadopsi filosofi value investing, Lo Kheng Hong percaya bahwa investasi yang baik harus didasarkan pada perusahaan dengan fundamental yang kuat, bukan hanya sekadar fluktuasi harga jangka pendek.  Mari kita ulas lebih […]

author
Content Management
calendar
15 September 2026
Artikel

Belanja Pemerintah dan Investasi: Seberapa Besar Keterkaitannya?

Key Takeaways: Multiplier effect adalah kondisi ketika perubahan awal pada pengeluaran menghasilkan dampak yang lebih besar terhadap pendapatan maupun output ekonomi secara keseluruhan. Proses ini terjadi karena pengeluaran satu pihak akan menjadi pendapatan bagi pihak lain, yang kemudian kembali dibelanjakan sehingga menciptakan putaran aktivitas ekonomi baru. Salah satu sumber multiplier effect yang paling sering dibahas […]

author
Content Management
calendar
10 September 2026
Artikel

Ke Mana Dana Asing Mengalir? Membaca Sinyal Pasar Lewat Makro Flow of Funds Analysis

Key Takeaways: Aliran dana asing merupakan pergerakan masuk dan keluarnya modal investasi dari investor asing ke suatu negara. Pergerakan ini menjadi salah satu indikator yang sering diamati pelaku pasar karena dapat memberikan gambaran mengenai preferensi risiko investor global terhadap suatu negara. Di tengah ketidakpastian ekonomi global sepanjang 2026, sikap investor asing terhadap Indonesia menunjukkan dinamika […]

author
Content Management
calendar
09 September 2026
Artikel

Portofolio Terus Mengalami Penurunan? Ini Strategi Psikologis Menghadapi Penurunan Portofolio

Key Takeaways:  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan berat sepanjang paruh pertama 2026. Dari all-time high penutupan di level 9.134,70 pada 20 Januari 2026, indeks turun hingga menyentuh 5.342,14 pada 8 Juni 2026, posisi terendah dalam lima tahun terakhir. Hingga penutupan Semester I pada 30 Juni 2026, IHSG berada di level 5.643,19 atau terkoreksi […]

author
Content Management
calendar
08 September 2026
Hak Cipta © PT Inovasi Finansial Teknologi
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan yang berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PT Inovasi Finansial Teknologi telah mendapatkan izin sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta telah tersertifikasi ISO 27001:2022 dalam penerapan standar internasional pada Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Reksa dana adalah instrumen investasi dan produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Makmur tidak bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Saham adalah tanda penyertaan modal atas suatu persereoan terbatas yang terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Seluruh instrumen investasi mengandung risiko dan memiliki kemungkinan berkurangnya nilai investasi. Kinerja historis instrumen investasi tidak menjamin kinerja dimasa yang akan datang.
Makmur V.1.0.0