makmur-logo
Reksa Dana
Bangun Kekayaan Anda Lebih Cerdas
dengan Reksa Dana
Maksimalkan produk reksa dana terkurasi dari para
profesional, untuk bantu capai tujuan finansial Anda.
Pelajari

Berinvestasi lebih mudah dengan
beragam fitur pintar
Dikelola oleh profesional yang bersertifikasi
Mudah & Dapat diakses dimana saja
Investasi mulai dari Rp10.000
Produk sesuai profil risiko
Alokasi aset dibantu oleh Mavis
faq-illustration
Ada Pertanyaan Seputar Makmur?
Kunjungi FAQ Kami
arrow-right-green
Artikel

Cara Membaca Arah Kebijakan Moneter dari Data M2 Money Supply Indonesia

author
Content Management
author
25 Agustus 2025
Facebook
Instagram
Tiktok
blog-detail

Key Takeaways:

  • Pertumbuhan M2 perlu dianalisis bersama inflasi untuk memahami kebijakan moneter.
  • Suku bunga dan M2 memiliki hubungan terbalik yang saling mempengaruhi.
  • Keseimbangan antara M2 dan PDB penting untuk menjaga stabilitas ekonomi.

M2 atau uang beredar adalah indikator penting dalam sistem moneter suatu negara. Di Indonesia, M2 mencakup uang kartal dan giral (M1), ditambah dengan simpanan berjangka dan tabungan dalam rupiah serta valuta asing di bank umum. Data ini diterbitkan secara rutin oleh Bank Indonesia dan menjadi salah satu tolok ukur dalam menilai arah kebijakan moneter.

Data M2 merepresentasikan likuiditas dalam perekonomian. Kenaikan M2 mencerminkan bertambahnya jumlah uang yang beredar di masyarakat, menunjukkan kebijakan moneter yang longgar. Sebaliknya, jika pertumbuhan M2 melambat atau menurun, hal tersebut mengindikasikan adanya pengetatan moneter.

Cara Membaca Data M2 Secara Praktis

Untuk membaca arah kebijakan moneter dari M2, Anda perlu memperhatikan tiga hal utama:

1. Laju Pertumbuhan M2

Bank Indonesia secara rutin melaporkan persentase pertumbuhan tahunan M2. Anda dapat mengakses data pertumbuhan tahunan M2 melalui situs resmi Bank Indonesia www.bi.go.id/id/ dengan masuk ke menu Statistik, lalu pilih Statistik Ekonomi dan Keuangan Indonesia (SEKI), kemudian masuk ke kategori Sektor Moneter dan klik bagian Uang Beredar. Di sana, Anda akan menemukan data lengkap mengenai posisi dan perkembangan M2, termasuk persentase pertumbuhan tahunannya.

Sebagai contoh, jika pada Mei 2025 M2 tumbuh sebesar 6 persen secara tahunan (year on year), dan angka ini lebih rendah dibanding bulan sebelumnya yang mencatatkan pertumbuhan 7 persen, maka perlambatan tersebut dapat bisa menjadi indikator berbagai hal. 

Salah satu indikasinya adalah adanya kebijakan pengetatan moneter oleh Bank Indonesia, seperti kenaikan suku bunga atau pengetatan likuiditas. Namun, penurunan pertumbuhan M2 juga bisa disebabkan oleh faktor lain, seperti melambatnya penyaluran kredit perbankan, turunnya permintaan uang di sektor riil, atau lemahnya aktivitas ekonomi secara umum.

Sebaliknya, jika pertumbuhan M2 meningkat dari bulan ke bulan, hal ini bisa menjadi sinyal pelonggaran moneter, misalnya melalui penurunan suku bunga atau peningkatan likuiditas sistem keuangan, yang dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Contoh:

M2 supply Indonesia pada Mei 2024 adalah Rp 8.983,3 triliun triliun dan pada Mei 2025 menjadi Rp 9.406,6 triliun, maka pertumbuhan M2 adalah:

  • (9.406,6- 8.983,3) / 8.983,3 × 100% = 4,71%

Penurunan atau kenaikan pertumbuhan M2, seperti yang terjadi pada contoh di atas, menjadi indikator penting apakah Bank Indonesia sedang mengambil kebijakan moneter yang lebih longgar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi atau lebih ketat.

2. Keterkaitan dengan Inflasi

Inflasi yang tinggi biasanya direspons oleh pengetatan moneter, antara lain melalui pengendalian pertumbuhan M2. Jika inflasi berada di atas target Bank Indonesia dan M2 tetap tumbuh tinggi, ini menandakan bahwa kebijakan moneter mungkin belum cukup ketat. 

Sebagai contoh, inflasi Indonesia pada Mei 2024 tercatat 2,84% dan pada Mei 2025 inflasi turun menjadi 1,60%. Sementara itu, M2 Indonesia pada Mei 2025 tercatat tumbuh 4,71% YoY. Jika M2 tetap tumbuh pada tingkat yang cukup signifikan meskipun inflasi menurun, hal ini bisa menunjukkan bahwa Bank Indonesia tengah menjaga kebijakan moneter agar tetap mendukung pertumbuhan ekonomi tanpa menambah tekanan inflasi.

Sebaliknya, jika M2 mulai ditahan atau dikurangi dan inflasi menurun, seperti yang terlihat pada data Mei 2025, maka besar kemungkinan kebijakan moneter sedang dalam fase restriktif untuk meredam tekanan harga. Penurunan inflasi yang lebih signifikan dibandingkan dengan pertumbuhan M2 dapat mengindikasikan bahwa Bank Indonesia berhasil mengendalikan likuiditas guna mencapai kestabilan harga, sesuai dengan tujuan kebijakan moneter yang lebih ketat.

3. Sinkronisasi dengan Suku Bunga Acuan

Suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) dan M2 sering kali menunjukkan hubungan terbalik. Ketika BI Rate meningkat, biaya pinjaman cenderung lebih tinggi, yang dapat menekan permintaan kredit dan memperlambat laju pertumbuhan M2. Sebaliknya, ketika BI Rate diturunkan, biaya pinjaman menjadi lebih rendah, yang dapat mendorong permintaan kredit dan meningkatkan pertumbuhan M2.

Melansir data dari Bank Indonesia, pada April 2025, BI Rate tercatat 5,75%, sementara M2 berada di angka Rp9.390,0 triliun. Kemudian, pada Mei 2025, BI Rate turun menjadi 5,50%, dan pada saat yang sama, M2 mengalami sedikit kenaikan menjadi Rp9.406,6 triliun. Penurunan BI Rate ini mungkin mencerminkan langkah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dengan memberikan ruang bagi kredit yang lebih terjangkau, yang terlihat dalam kenaikan M2, walaupun tidak signifikan.

Peran M2 dalam Menilai Stabilitas Ekonomi

M2 bukan hanya alat untuk menilai kebijakan moneter, tetapi juga digunakan sebagai salah satu indikator stabilitas ekonomi nasional. Ketidakseimbangan pertumbuhan M2 terhadap pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) dapat menimbulkan tekanan inflasi atau deflasi.

Misalnya, katakanlah M2 tumbuh 10 persen sementara PDB hanya tumbuh 4 persen, maka terdapat risiko kelebihan likuiditas yang bisa mendorong inflasi dalam jangka pendek. Sebaliknya, bila M2 tumbuh sangat lambat di tengah peningkatan aktivitas ekonomi, ini bisa menimbulkan kekurangan likuiditas dan menekan pertumbuhan sektor riil.

Sebagai pelaku ekonomi atau pengamat kebijakan, Anda perlu meningkatkan kewaspadaan bila:

  • Pertumbuhan M2 meningkat tajam secara tiba-tiba, di atas tren historis.
  • Pertumbuhan M2 sangat rendah atau negatif selama beberapa bulan berturut-turut.
  • Ada ketidaksesuaian antara arah M2 dan kebijakan suku bunga.

Selain itu, penting untuk dicatat bahwa M2 bukan satu-satunya indikator dalam menilai stabilitas ekonomi. Faktor-faktor lain seperti inflasi inti, neraca perdagangan, indeks kepercayaan konsumen, pengangguran, dan arah kebijakan fiskal juga memiliki peran penting dan saling melengkapi dalam memberikan gambaran menyeluruh tentang kondisi ekonomi suatu negara.

Membaca arah kebijakan moneter melalui data M2 memberikan Anda pemahaman awal tentang bagaimana Bank Indonesia mengelola stabilitas ekonomi. Dengan menganalisis laju pertumbuhan M2, keterkaitannya dengan inflasi dan suku bunga, serta dampaknya terhadap likuiditas, Anda dapat menilai apakah kebijakan moneter sedang berada dalam fase ekspansif, di mana Bank Indonesia mendorong pertumbuhan ekonomi dengan meningkatkan likuiditas, atau dalam fase kontraktif, di mana likuiditas dikurangi untuk menahan inflasi dan mendinginkan ekonomi.

Instrumen investasi reksadana memberikan peluang bagi investor seperti Anda untuk berinvestasi sesuai dengan kondisi kebijakan moneter dan situasi ekonomi yang sedang terjadi. Jika kebijakan moneter longgar dan pertumbuhan M2 meningkat, ini merupakan kesempatan untuk memilih reksa dana saham yang berpotensi memberikan imbal hasil tinggi seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang positif. Di sisi lain, ketika ada pengetatan moneter dan pertumbuhan M2 melambat, reksa dana pendapatan tetap atau reksa dana pasar uang dapat menjadi pilihan yang bijak, memberikan stabilitas dan keamanan bagi portofolio investasi Anda.


Di Makmur, Anda bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo August Financial Freedom, promo Semua Bisa Makmur dan promo Makmur Premium Tour.

Link: Promo-Promo di Makmur

Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.

Download Makmur

Perlu diketahui, selain melalui aplikasi, Anda juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.

Web Aplikasi Makmur

Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:

Website: Makmur.id


Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani

Bagikan
Facebook
Instagram
Tiktok
Artikel lainnya
Artikel

Diversifikasi ke Beberapa MI atau Fokus di Satu MI? Ini Strategi yang Tepat untuk Profil Risiko Anda

Key Takeaways: Membangun portofolio reksa dana saham bukan hanya tentang memilih produk dengan return terbaik. Salah satu keputusan penting yang sering diabaikan investor adalah menentukan apakah sebaiknya menempatkan seluruh investasi pada satu manajer investasi (MI) atau membaginya ke beberapa MI sekaligus. Kedua pendekatan ini memiliki kelebihan dan risiko masing-masing. Tidak ada jawaban yang sepenuhnya benar […]

author
Content Management
calendar
13 Mei 2026
Artikel

Ingin Mengetahui Expected Return Reksa Dana? Ini Cara Menghitungnya

Key Takeaways: Dalam investasi reksa dana, investor umumnya ingin memahami potensi imbal hasil, termasuk pada reksa dana saham yang memiliki volatilitas lebih tinggi. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengukur potensi tersebut adalah expected return atau potensi imbal hasil yang diharapkan. Expected return digunakan untuk memperkirakan rata-rata imbal hasil yang dapat diperoleh di masa […]

author
Content Management
calendar
12 Mei 2026
Artikel

Pemerintah Berencana Naikkan Tarif Royalti Sejumlah Komoditas Mineral, Timah Berpotensi Paling Terdampak

Key Takeaways: Revisi aturan royalti mineral sempat diusulkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia (Kementerian ESDM) pada konsultasi publik pada 8 Mei 2026. Pemerintah berencana merevisi PP Nomor 19 Tahun 2025 terkait penyesuaian tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), khususnya royalti sektor mineral. Melalui revisi tersebut, pemerintah ingin meningkatkan penerimaan negara dari […]

author
Content Management
calendar
11 Mei 2026
Artikel

Saham yang Anda Miliki Melakukan Akuisisi Perusahaan Lain? Hal Ini yang Perlu Anda Evaluasi

Key Takeaways: Akuisisi perusahaan merupakan aksi korporasi yang berdampak material terhadap harga saham dan kinerja keuangan pihak-pihak yang terlibat, di mana suatu perusahaan membeli atau mengendalikan perusahaan lain untuk memperluas bisnis atau meningkatkan nilai. Bagi investor yang memiliki saham pada perusahaan pengakuisisi, penting untuk mengevaluasi berbagai aspek untuk memahami implikasi jangka pendek dan jangka panjang dari […]

author
Content Management
calendar
06 Mei 2026
Artikel

Prinsip Investasi Charlie Munger yang Relevan bagi Investor

Key Takeaways:  Charlie Munger adalah salah satu investor legendaris di dunia dan merupakan rekan dari Warren Buffett di Berkshire Hathaway, sebuah perusahaan investasi (holding company) multinasional asal Amerika Serikat. Charlie Munger menjabat sebagai vice chairman sejak 1978. Ia adalah sosok yang meyakinkan Buffett untuk beralih dari strategi cigar butt menjadi berfokus pada perusahaan berkualitas dengan […]

author
Content Management
calendar
05 Mei 2026
Artikel

Private Placement Saham Disebut Pendanaan Strategis, Benarkah Selalu Menguntungkan Investor?

Key Takeaways: Private placement saham adalah proses penerbitan saham baru yang ditujukan kepada investor institusi tanpa melalui pasar terbuka. Biasanya, perusahaan memilih private placement sebagai cara untuk memperkuat posisi keuangan atau mendanai proyek ekspansi. Walaupun disebut sebagai pendanaan strategis, apakah private placement selalu menguntungkan bagi investor? Mari kita bahas lebih dalam mengenai cara kerja private […]

author
Content Management
calendar
04 Mei 2026
Bangun Kekayaan Jangka Panjang Bersama Makmur
Hak Cipta ©2019 - 2026 PT Inovasi Finansial Teknologi
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan yang berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PT Inovasi Finansial Teknologi telah mendapatkan izin sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta telah tersertifikasi ISO 270001:2022 dalam penerapan standar internasional pada Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Reksa dana adalah instrumen investasi dan produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Makmur tidak bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Saham adalah tanda penyertaan modal atas suatu persereoan terbatas yang terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Seluruh instrumen investasi mengandung risiko dan memiliki kemungkinan berkurangnya nilai investasi. Kinerja historis instrumen investasi tidak menjamin kinerja dimasa yang akan datang.
Makmur V.1.0.0