makmur-logo
Reksa Dana
Bangun Kekayaan Anda Lebih Cerdas
dengan Reksa Dana
Maksimalkan produk reksa dana terkurasi dari para
profesional, untuk bantu capai tujuan finansial Anda.
Pelajari

Berinvestasi lebih mudah dengan
beragam fitur pintar
Dikelola oleh profesional yang bersertifikasi
Mudah & Dapat diakses dimana saja
Investasi mulai dari Rp10.000
Produk sesuai profil risiko
Alokasi aset dibantu oleh Mavis
faq-illustration
Ada Pertanyaan Seputar Makmur?
Kunjungi FAQ Kami
arrow-right-green
Artikel

BI Rate Turun 3 Kali dalam setahun, Tapi Bunga Kredit Bank Digital Masih Tinggi, Ini Penyebabnya!

author
Content Management
author
17 Juni 2025
Facebook
Instagram
Tiktok
blog-detail

Dalam setahun terakhir, Bank Indonesia telah memangkas BI Rate sebanyak tiga kali menjadi 5,25% sebagai respon terhadap perlambatan ekonomi global dan inflasi yang tetap terkendali. Namun, penurunan suku bunga acuan ini belum sepenuhnya tercermin pada suku bunga kredit perbankan digital. Data per April 2025 menunjukkan bahwa Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) bank-bank digital masih bertahan tinggi, bahkan menyentuh level dua digit di sejumlah segmen kredit. Dalam artikel ini, Makmur akan membahas lebih lanjut penyebab tingginya bunga kredit bank digital dan dampaknya terhadap kemampuan bayar debitur, serta strategi investasi yang dapat dipertimbangkan.

SBDK Bank Digital Masih Bertahan Tinggi

Sebelum membahas lebih lanjut, ada baiknya untuk memahami terlebih dahulu definisi dan fungsi Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK).

SBDK adalah tingkat bunga minimum yang digunakan bank sebagai acuan dalam menetapkan suku bunga kredit kepada nasabah. Meskipun bukan bunga akhir yang dibayarkan debitur, SBDK mencerminkan struktur biaya dasar dan profil risiko yang diperhitungkan bank. Oleh karena itu, SBDK menjadi indikator utama dalam menilai keterjangkauan akses kredit, terutama bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan segmen konsumsi ritel.

Meski Bank Indonesia telah menurunkan BI Rate sebanyak tiga kali dalam setahun, yakni pada September 2024 sebesar 25 bps menjadi 6,00%, Januari 2025 sebesar 25 bps menjadi 5,75%, dan Mei 2025 sebesar 25 bps menjadi 5,50%. Namun, SBDK sejumlah bank digital masih bertahan tinggi.

Data per April 2025 menunjukkan bahwa beberapa bank digital seperti Amar Bank, Allo Bank, dan Krom Bank mematok SBDK di kisaran dua digit, khususnya untuk kredit UMKM mikro dan konsumsi non-KPR.

Sebagai contoh, Amar Bank menetapkan SBDK hingga 24,04% untuk kedua segmen tersebut. Tingginya bunga tersebut terutama disebabkan oleh biaya overhead (biaya operasional non-pinjaman, seperti teknologi dan akuisisi nasabah) sebesar 16,21%, sementara margin keuntungan bank relatif kecil, hanya sekitar 2%.

Kondisi serupa juga terjadi di Allo Bank, yang menetapkan SBDK hingga 26,75% dengan overhead cost sebesar 17,1%. Kedua bank ini menggunakan pendekatan risk-based pricing, yaitu penetapan bunga berdasarkan tingkat risiko gagal bayar masing-masing nasabah.

Penyesuaian Suku Bunga Tidak Bersifat Otomatis

Sejumlah bank menekankan bahwa penyesuaian suku bunga kredit tidak dapat langsung mengikuti arah kebijakan BI Rate. Proses penyesuaian dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan berbagai variabel, seperti struktur biaya dana (cost of fund), kondisi pasar, hingga strategi keberlanjutan bisnis. Alhasil, suku bunga kredit masih tetap tinggi, meskipun biaya dana cenderung mengalami penurunan.

Menariknya, beberapa bank digital justru menaikkan SBDK di tengah tren penurunan suku bunga acuan. Sebagai contoh, Krom Bank menaikkan SBDK dari kisaran 8,13%–8,53% pada Januari menjadi 9,02%–9,45% per April 2025. Bank Jago juga mencatat kenaikan SBDK pada segmen korporasi, dari 7,41% menjadi 7,72%.

Kondisi ini mencerminkan bahwa kebijakan penetapan bunga kredit sangat bergantung pada profil risiko nasabah dan kebutuhan menjaga margin bisnis. Di sisi lain, tingginya biaya operasional meskipun bersifat digital, juga menjadi pertimbangan dalam menentukan pricing kredit yang berkelanjutan.

Dampak terhadap Debitur

Bagi debitur, terutama pengguna kredit tanpa agunan (jaminan), suku bunga kredit yang tinggi dapat menjadi beban tambahan yang cukup signifikan. Selain meningkatkan kewajiban cicilan, kondisi ini juga berpotensi dapat menekan konsumsi rumah tangga dan menghambat ekspansi usaha, terutama bagi sektor-sektor yang bergantung pada pembiayaan modal kerja.

Reksa Dana Pendapatan Tetap dan Campuran Jadi Pilihan

Di tengah tantangan pembiayaan dan suku bunga kredit yang tinggi, investor dapat mempertimbangkan alternatif yang lebih stabil seperti instrumen reksa dana khususnya reksa dana pendapatan tetap (RDPT) dan reksa dana campuran.

RDPT cocok untuk investor yang mengutamakan stabilitas dan pendapatan berkala. Instrumen ini sebagian dananya dialokasikan pada obligasi, termasuk obligasi pemerintah dan korporasi, sehingga relatif tahan terhadap fluktuasi jangka pendek.

Berikut tiga contoh produk RDPT unggulan di Makmur yang mencatat kinerja solid dalam 1 tahun terakhir:

  1. Shinhan Sukuk Syariah I
  2. Sucorinvest Monthly Income Fund
  3. Trimegah Dana Tetap Syariah Kelas A
    *Disclaimer: Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja di masa depan.:

Sementara itu, reksa dana campuran menawarkan keseimbangan antara potensi pertumbuhan dan pendapatan tetap. Portofolionya terdiri dari kombinasi saham, obligasi atau sukuk, dan instrumen pasar uang, dengan porsi maksimum 79% pada salah satu aset, sesuai regulasi yang berlaku. Instrumen ini cocok bagi investor dengan profil risiko moderat yang menginginkan potensi pertumbuhan jangka menengah.

Berikut tiga contoh produk reksa dana campuran unggulan di Makmur yang memiliki kinerja solid dalam 1 tahun terakhir:

  1. Sucorinvest Anak Pintar
  2. Trimegah Balanced Absolute Strategy Kelas A
  3. Syailendra Balanced Opportunity Fund Kelas A
    *Disclaimer: Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja di masa depan.

Itulah pembahasan mengenai mengapa suku bunga kredit bank digital masih bertahan tinggi, meskipun BI Rate telah mengalami penurunan sebanyak tiga kali dalam setahun terakhir. Faktor risiko debitur, tingginya biaya overhead, serta strategi penetapan harga berbasis risiko membuat proses penyesuaian bunga kredit tidak dapat berlangsung secara cepat.

Di tengah kondisi ini, investor tetap memiliki pilihan instrumen yang relatif lebih stabil, seperti reksa dana pendapatan tetap dan reksa dana campuran. Keduanya dapat menjadi alternatif menarik untuk menjaga potensi imbal hasil sekaligus mengelola risiko di tengah tantangan suku bunga kredit yang masih tinggi.


Di Makmur, Anda juga dapat memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda dapat memilih dan membeli reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo June Invest dan promo Semua Bisa Makmur.

Link: Promo-Promo di Makmur

Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.

Download Makmur

Perlu diketahui, selain melalui ponsel, Anda juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.

Web Aplikasi Makmur

Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:

Website: Makmur.id


Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani

Bagikan
Facebook
Instagram
Tiktok
Artikel lainnya
Artikel

Ingin Mengetahui Expected Return Reksa Dana? Ini Cara Menghitungnya

Key Takeaways: Dalam investasi reksa dana, investor umumnya ingin memahami potensi imbal hasil, termasuk pada reksa dana saham yang memiliki volatilitas lebih tinggi. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengukur potensi tersebut adalah expected return atau potensi imbal hasil yang diharapkan. Expected return digunakan untuk memperkirakan rata-rata imbal hasil yang dapat diperoleh di masa […]

author
Content Management
calendar
12 Mei 2026
Artikel

Pemerintah Berencana Naikkan Tarif Royalti Sejumlah Komoditas Mineral, Timah Berpotensi Paling Terdampak

Key Takeaways: Revisi aturan royalti mineral sempat diusulkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia (Kementerian ESDM) pada konsultasi publik pada 8 Mei 2026. Pemerintah berencana merevisi PP Nomor 19 Tahun 2025 terkait penyesuaian tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), khususnya royalti sektor mineral. Melalui revisi tersebut, pemerintah ingin meningkatkan penerimaan negara dari […]

author
Content Management
calendar
11 Mei 2026
Artikel

Saham yang Anda Miliki Melakukan Akuisisi Perusahaan Lain? Hal Ini yang Perlu Anda Evaluasi

Key Takeaways: Akuisisi perusahaan merupakan aksi korporasi yang berdampak material terhadap harga saham dan kinerja keuangan pihak-pihak yang terlibat, di mana suatu perusahaan membeli atau mengendalikan perusahaan lain untuk memperluas bisnis atau meningkatkan nilai. Bagi investor yang memiliki saham pada perusahaan pengakuisisi, penting untuk mengevaluasi berbagai aspek untuk memahami implikasi jangka pendek dan jangka panjang dari […]

author
Content Management
calendar
06 Mei 2026
Artikel

Prinsip Investasi Charlie Munger yang Relevan bagi Investor

Key Takeaways:  Charlie Munger adalah salah satu investor legendaris di dunia dan merupakan rekan dari Warren Buffett di Berkshire Hathaway, sebuah perusahaan investasi (holding company) multinasional asal Amerika Serikat. Charlie Munger menjabat sebagai vice chairman sejak 1978. Ia adalah sosok yang meyakinkan Buffett untuk beralih dari strategi cigar butt menjadi berfokus pada perusahaan berkualitas dengan […]

author
Content Management
calendar
05 Mei 2026
Artikel

Private Placement Saham Disebut Pendanaan Strategis, Benarkah Selalu Menguntungkan Investor?

Key Takeaways: Private placement saham adalah proses penerbitan saham baru yang ditujukan kepada investor institusi tanpa melalui pasar terbuka. Biasanya, perusahaan memilih private placement sebagai cara untuk memperkuat posisi keuangan atau mendanai proyek ekspansi. Walaupun disebut sebagai pendanaan strategis, apakah private placement selalu menguntungkan bagi investor? Mari kita bahas lebih dalam mengenai cara kerja private […]

author
Content Management
calendar
04 Mei 2026
Artikel

Reksa Dana Pasar Uang Terbaik April 2026 Berdasarkan Return

Reksa dana pasar uang (RDPU) merupakan instrumen investasi dengan risiko relatif rendah dan likuid, sehingga cocok untuk berbagai profil investor. Reksa dana ini 100% dialokasikan ke instrumen pasar uang seperti deposito dan obligasi yang memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun. Oleh karena itu, RDPU ideal untuk tujuan investasi jangka pendek dan menawarkan potensi imbal […]

author
Content Management
calendar
30 April 2026
Bangun Kekayaan Jangka Panjang Bersama Makmur
Hak Cipta ©2019 - 2026 PT Inovasi Finansial Teknologi
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan yang berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PT Inovasi Finansial Teknologi telah mendapatkan izin sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta telah tersertifikasi ISO 270001:2022 dalam penerapan standar internasional pada Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Reksa dana adalah instrumen investasi dan produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Makmur tidak bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Saham adalah tanda penyertaan modal atas suatu persereoan terbatas yang terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Seluruh instrumen investasi mengandung risiko dan memiliki kemungkinan berkurangnya nilai investasi. Kinerja historis instrumen investasi tidak menjamin kinerja dimasa yang akan datang.
Makmur V.1.0.0