






Hai, Sobat Makmur! Pasar modal saat ini masih cukup volatile. Guncangan yang melanda pasar modal dalam negeri tidak terlepas dari pengaruh sentimen dari internal maupun eksternal. Untuk menghadapi sentimen negatif ini, kamu perlu menerapkan strategi yang tepat agar tujuan finansialmu tercapai. Sobat Makmur bisa mencontoh strategi dari Benjamin Graham yang merupakan salah satu superinvestor sukses di dunia. Yuk, disimak!
Sebelum membahas strategi investasinya, ada baiknya Sobat Makmur mengenali terlebih dahulu dengan sosok Benjamin Graham. Benjamin Graham lahir di London pada tahun 1894 dengan nama asli adalah Grossbaum. Orang tua Graham pindah ke New York saat Graham berusia satu tahun. Pada tahun 1914, Graham lulus dari Universitas Columbia pada usianya yang kala itu masih 20 tahun.
Setelah lulus, Graham langsung memulai karirnya di Wall Street dengan bekerja untuk firma Newburger, Henderson, dan Loeb dengan gaji US$12 per minggu. Hal ini dilakukan Graham lantaran kondisi keluarganya yang miskin dan ayahnya yang telah meninggal dunia saat Graham masih belia. Graham membutuhkan penghasilan yang lebih besar untuk menghidupi keluarganya.
Tugas awalnya kala itu hanya sebatas mengantar surat berharga, menulis deskripsi penerbitan obligasi, dan kemudian menulis laporan pasar harian. Tak lama kemudian, Graham diamanahkan untuk mulai menganalisis perusahaan, dan pada usia 26 tahun ia dipromosikan menjadi karyawan tetap.
Pada tahun 1926, Graham mendirikan Graham-Newman Corporation, sebuah kemitraan investasi. Meskipun beroperasi selama depresi besar (great depression), kemitraan investasi tersebut justru menguntungkan. Keuntungan ini tak lepas dari metodologi investasi ala Graham yang terstruktur, menyeluruh, dan berfokus pada meminimalkan risiko dengan mengidentifikasi dan berinvestasi pada perusahaan yang diperdagangkan di bawah nilai intrinsiknya (undervalued).
Pada intinya, value investing melibatkan identifikasi saham yang diperdagangkan di bawah nilai intrinsiknya. Graham percaya bahwa pasar sering dipengaruhi oleh faktor-faktor irasional dan emosional, yang menyebabkan kesalahan harga sementara pada saham.
Oleh karena itu, investor value investing berusaha memanfaatkan kesalahan harga ini dengan membeli saham dengan diskon, dengan harapan bahwa nilai sebenarnya akan diakui.
Benjamin Graham yang dikenal sebagai bapak Value Investing, mengembangkan beberapa strategi investasi yang berfokus pada mencari saham undervalued dengan risiko minimal. Berikut adalah 4 strategi utama yang Graham terapkan.
1. Berinvestasi Sesuai Karakter Pribadi
Menurut Graham, setiap investor memiliki strategi masing-masing yang berbeda untuk. Bagi investor yang kurang pengalaman atau kurang memiliki waktu, mereka harus berinvestasi pada saham yang settle dan berkualitas tinggi. Saham-saham tersebut memang tidak akan memberikan pertumbuhan yang besar tetapi memiliki stabilitas paling tinggi. Di sisi lain, investor yang lebih berpengalaman direkomendasikan untuk memilih perusahaan besar yang kuat secara finansial, membayar dividen, dan memiliki harga yang wajar.
2. Terapkan Margin of Safety
Margin of safety merupakan selisih antara nilai intrinsik suatu saham dengan harga jual saat ini. Analisa terhadap margin ini sangatlah penting untuk mengetahui untung dan ruginya sebuah investasi. Dengan membeli aset yang undervalued, investor memiliki margin aman jika terjadi volatilitas pasar. Hal ini mengurangi risiko kerugian karena harga saham cenderung kembali ke nilai wajarnya seiring waktu.
3. Investasi Saham Berbasis Nilai (Value Stocks)
Graham merekomendasikan membeli saham perusahaan yang memiliki fundamental kuat, tetapi sedang dihargai rendah oleh pasar. Kriteria yang sering digunakan meliputi Price to Earnings Ratio (PER) yang rendah rendah, Price to Book Value (PBV) di bawah 1, dan dividen yang stabil.
4. Defensive Investing
Graham menyarankan untuk membeli saham perusahaan besar yang stabil dengan kinerja keuangan solid, serta melakukan diversifikasi portofolio untuk mengurangi risiko. Selain saham, ia juga merekomendasikan obligasi sebagai pelengkap investasi. Strategi ini cocok untuk Sobat Makmur yang menghindari risiko tinggi.
Nah, Sobat Makmur, itu dia strategi investasi dari superinvestor Benjamin Graham. Strategi value investing ala Graham cocok Sobat Makmur terapkan untuk jangka panjang, terutama ketika pasar sedang berfluktuasi. Sebab, pendekatan ini bergantung pada pertumbuhan nilai bisnis dalam jangka waktu yang lebih lama. Sehingga, semakin lama kamu berinvestasi, semakin besar potensi keuntungannya.
Selain itu, value investing mengandalkan fundamental perusahaan yang kuat, seperti laba yang stabil, utang terkendali, dan manajemen yang baik. Dengan strategi ini, Sobat Makmur bisa menghindari spekulasi dan volatilitas jangka pendek.
Selain strategi yang tepat, kamu juga harus mengenali profil risiko dan juga memilih instrumen investasi yang tepat. Salah satu instrumen investasi yang bisa kamu pilih adalah reksa dana. Sebab, dana yang kamu investasikan di instrumen reksa dana akan dikelola secara profesional oleh manajer investasi (MI) sehingga kamu tidak perlu repot mengelola portofolio sendiri.
Dengan membeli reksa dana, tandanya kamu juga telah melakukan diversifikasi otomatis. Dalam artian, Sobat Makmur tidak perlu repot untuk membeli beberapa jenis aset karena danamu sudah dikelola secara otomatis dan profesional oleh MI. Hal ini cocok terutama bagi kamu yang baru mulai dan belum terlalu paham cara memilih portofolio yang seimbang.
Di Makmur, kamu bisa juga memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Sobat Makmur bisa membeli reksa dana pilihanmu dengan memanfaatkan promo seperti promo New Ramadan, promo Semua Bisa Makmur, dan promo Semakin Makmur.
Kamu juga bisa memanfaatkan promo-promo Makmur yang tertera pada link di bawah ini untuk mendapatkan keuntungan tambahan dan menemani perjalanan investasimu dalam mencapai tujuan finansial di masa depan.
Link: Promo-Promo di Makmur
Yuk, unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan jangan lupa berikan ulasan terbaikmu.
Perlu diketahui, selain melalui ponsel, kamu juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.
Kamu juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link berikut:
Website: Makmur.id
Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Akhmad Sadewa Suryahadi
Key Takeaways: Investasi saham saat ini merupakan hal yang umum dilakukan oleh banyak orang, terutama dengan hadirnya program Yuk Nabung Saham yang diinisiasi oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak tahun 2017. Program ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menabung saham sebagai instrumen investasi jangka panjang. Melalui program ini, BEI berupaya mendorong masyarakat […]
Key Takeaways: Dalam berinvestasi, tidak semua keputusan dapat menghasilkan keuntungan, karena beberapa fase ekonomi dapat memberikan hasil yang kurang menguntungkan. Oleh karena itu, pemahaman tentang siklus ekonomi sangatlah penting, karena membantu Anda dalam merencanakan strategi investasi yang lebih tepat. Siklus ekonomi merupakan pola aktivitas ekonomi yang terjadi secara berulang dalam suatu periode perekonomian, yang dipengaruhi […]
Key Takeaways: Morgan Stanley Capital International (MSCI) secara resmi mengumumkan pembekuan sementara (interim freeze) rebalancing untuk seluruh indeks saham Indonesia pada Selasa, 27 Januari 2026. Langkah pembekuan rebalancing MSCI ini diambil menyusul kekhawatiran MSCI terhadap transparansi struktur kepemilikan saham dan potensi praktik perdagangan terkoordinasi di pasar modal Indonesia. MSCI merupakan perusahaan riset asal Amerika Serikat […]
Key Takeaways: Saham blue chip merujuk pada saham yang diterbitkan oleh perusahaan besar, stabil, dan sering ditransaksikan di pasar saham. Perusahaan-perusahaan ini umumnya memiliki rekam jejak yang panjang, kinerja keuangan yang solid, serta kemampuan untuk bertahan dalam kondisi pasar yang fluktuatif. Istilah “blue chip” diambil dari permainan poker, di mana “blue chip” adalah chip dengan […]
Key Takeaways: Pasar modal Indonesia sedang bersiap menghadapi agenda penting, yaitu rebalancing indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang akan diumumkan pada 10 Februari 2026 dan efektif diberlakukan mulai 2 Maret 2026. Proses rebalancing ini rutin dilakukan oleh MSCI untuk memastikan bahwa indeks tetap representatif terhadap kondisi pasar global dan domestik. Mengapa hal tersebut penting? […]
Key Takeaways: Return on Investment (ROI) merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk mengukur keberhasilan suatu investasi. ROI menunjukkan seberapa efektif investasi yang dilakukan dalam menghasilkan keuntungan. Secara umum, semakin besar ROI yang diperoleh, semakin baik kinerja investasi tersebut. Namun, ROI yang besar tidak selalu mencerminkan investasi yang ideal karena masih terdapat faktor lain yang […]