






Ketika sebuah perusahaan memutuskan untuk melakukan Initial Public Offering (IPO), salah satu keputusan paling strategis yang perlu diambil adalah memilih underwriter atau penjamin emisi efek. Underwriter (penjamin emisi efek) berperan dalam memastikan keberhasilan proses IPO, mulai dari penetapan harga saham, distribusi kepada investor, hingga menjamin penyerapan saham di pasar. Penetapan harga harus mampu menyeimbangkan dua kepentingan, menarik minat investor sekaligus memastikan perusahaan memperoleh dana optimal tanpa menimbulkan risiko underpricing atau overpricing, yaitu harga saham yang terlalu murah atau terlalu mahal.
Selain itu, underwriter juga memiliki peran kunci dalam proses distribusi saham kepada investor. Dalam tahap ini, kredibilitas dan kekuatan jaringan underwriter sangat memengaruhi tingkat permintaan dan kualitas investor yang masuk. Underwriter juga memberikan jaminan penyerapan saham, artinya mereka siap membeli sisa saham yang tidak terserap pasar sesuai dengan skema yang disepakati. Hal ini memberikan tingkat kepastian bagi perusahaan bahwa target pendanaan dapat tercapai.
Terdapat lebih dari 90 perusahaan sekuritas yang terdaftar sebagai anggota Bursa Efek Indonesia (BEI), yang dapat dikategorikan menjadi tiga jenis, yaitu sekuritas lokal swasta, sekuritas Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan sekuritas asing. Untuk mengetahui jenis sekuritas yang paling sering terlibat dalam IPO, berikut daftar perusahaan yang melaksanakan IPO di BEI sepanjang tahun 2025:
Tabel 1. Daftar Perusahaan yang Melakukan IPO di Tahun 2025

Sumber: IDX
Sebagai catatan, data mengenai dana yang dihimpun oleh setiap perusahaan yang melakukan IPO pada tahun 2025 dalam tabel ini menggunakan estimasi nilai gross. Nilai gross tersebut merepresentasikan total dana yang berhasil diperoleh dari hasil IPO sebelum dikurangi berbagai biaya terkait proses emisi.
Untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai peran masing-masing jenis sekuritas dalam aktivitas IPO sepanjang tahun 2025, diperlukan analisis lanjutan terhadap pihak yang bertindak sebagai underwriter. Sekuritas kemudian dikelompokkan berdasarkan kategori kepemilikannya, yakni lokal swasta, asing/afiliasi asing, dan BUMN. Di bawah ini sudah tim Makmur rangkum dalam bentuk tabel:
Tabel 2. Ranking underwriter terbanyak (IPO BEI 2025)

Notes:
Berdasarkan ringkasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa masing-masing kategori sekuritas memiliki karakteristik peran dan tingkat keterlibatan yang berbeda dalam IPO pada tahun 2025. IPO juga dapat ditangani oleh lebih dari satu sekuritas dari kategori berbeda untuk mengoptimalkan strategi penawaran, baik dari sisi penetapan harga, distribusi saham, maupun segmentasi investor.
Sekuritas lokal swasta adalah perusahaan sekuritas yang dimiliki oleh pihak swasta dan beroperasi sepenuhnya di pasar Indonesia. Sekuritas lokal swasta ini dikenal sangat aktif dan agresif dalam mendapatkan peluang underwriting, terutama untuk perusahaan dari berbagai segmen mulai dari perusahaan kecil hingga menengah besar. Sekuritas lokal swasta menjadi kategori yang paling sering menjadi underwriter secara kuantitas atau frekuensi keterlibatan di sepanjang 2025.
Trimegah Sekuritas (LG) menjadi underwriter paling dominan di tahun 2025. Trimegah terlibat di hampir semua segmen industri, mulai dari perbankan melalui PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA), pertambangan PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE), properti PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK), hingga energi PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS).
Sekuritas asing adalah perusahaan sekuritas yang merupakan afiliasi atau anak perusahaan dari institusi keuangan internasional. Keunggulan sekuritas asing adalah reputasi yang kuat di mata investor asing atau investor institusi. Sekuritas asing turut memberikan kontribusi signifikan sebagai underwriter IPO beberapa perusahaan di tahun 2025, meski secara frekuensi berada di bawah sekuritas lokal swasta.
Korea Investment and Sekuritas Indonesia (BQ), OCBC Sekuritas Indonesia (TP), dan UOB Kay Hian (AI) adalah contoh sekuritas asing yang cukup sering terlibat sebagai underwriter sepanjang tahun 2025. Beberapa perusahaan yang ditangani antara lain PT Prima Multi Usaha Indonesia Tbk (PMUI), PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), PT Hero Global Investment Tbk (HGII), SUPA, dan EMAS.
Sekuritas asing umumnya berperan sebagai co-underwriter dalam IPO besar untuk membantu distribusi saham kepada investor institusi. Co-underwriter adalah sekuritas pendamping yang membantu distribusi saham dalam IPO, berbeda dengan lead underwriter yang mengoordinasikan dan bertanggung jawab penuh atas keseluruhan proses penjaminan emisi.
Sekuritas BUMN adalah perusahaan sekuritas yang merupakan anak usaha dari bank atau institusi milik negara, seperti Mandiri Sekuritas, BNI Sekuritas, dan BRI Danareksa Sekuritas. Kategori ini memiliki keunggulan berupa jaringan keuangan yang sangat luas melalui induk usahanya, tingkat kepercayaan tinggi dari korporasi besar, serta rekam jejak yang panjang dalam menangani transaksi pasar modal skala besar.
Sekuritas BUMN juga menjadi pilihan untuk IPO perusahaan milik negara maupun konglomerasi besar yang membutuhkan distribusi investor institusi domestik yang kuat. Mandiri Sekuritas (CC) menjadi underwriter untuk IPO market cap besar atau “Big Cap” dengan valuasi triliunan rupiah, keterlibatan Mandiri Sekuritas dalam IPO SUPA menjadi salah satu buktinya. Sebagai catatan, harga IPO SUPA pada saat itu di Rp635 per saham, melepas sekitar 4,4 miliar saham baru atau setara 13% free float. Dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp2,79 triliun, menjadikan SUPA salah satu IPO terbesar di BEI sepanjang 2025.
Berdasarkan analisis terhadap aktivitas IPO di Bursa Efek Indonesia sepanjang tahun 2025, dapat disimpulkan bahwa sekuritas lokal swasta menjadi kategori yang paling sering terlibat dalam aktivitas IPO di Indonesia sepanjang 2025. Namun, tidak ada jenis sekuritas yang secara mutlak mendominasi seluruh aspek underwriting, melainkan masing-masing jenis sekuritas memiliki peran yang saling melengkapi dalam mendukung keberhasilan proses IPO berbagai jenis perusahaan.
Bagi Anda yang tertarik untuk berinvestasi dalam saham IPO maupun saham yang sudah tercatat di BEI, kini proses investasi dapat dilakukan dengan lebih mudah melalui Makmur, sebuah perusahaan wealth tech yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Makmur menyediakan layanan investasi terpadu untuk saham dan reksa dana.
Tentang Makmur
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) merupakan perusahaan yang telah berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD), serta menjadi Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Makmur berkomitmen memperluas akses investasi yang inklusif, sejalan dengan visi Smart Wealth Building Made Simple, dengan mengedepankan prinsip simplicity, trust, dan clarity dalam setiap proses investasi, baik melalui reksa dana terkurasi maupun investasi saham.
Didirikan oleh para profesional teknologi dan finansial berpengalaman dari Silicon Valley dan Wall Street, Makmur memanfaatkan teknologi analitik berbasis data untuk membantu investor membangun kekayaan jangka panjang. Komitmen ini turut diakui melalui penghargaan Most Trusted Financial Brands Awards 2026 dari Investortrust dan InfoVesta dalam kategori Agen Penjual Efek Reksa Dana Online.
Di Makmur, Anda juga bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo June Bonanza dan Road to Makmur.
Link: Promo di Makmur
Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.
Perlu diketahui, selain melalui aplikasi, Anda juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.
Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:
Website: Makmur.id
Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani
Key Takeaways: Mulai Januari 2026, terdapat perubahan fundamental di pasar modal Indonesia. Pemerintah bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menaikkan batas investasi saham bagi perusahaan asuransi dan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK). Kebijakan ini tidak hanya berdampak pada institusi pengelola dana, tetapi juga berpotensi memengaruhi kinerja portofolio investasi investor. Perubahan batas investasi dapat memengaruhi dinamika harga […]
Key Takeaways: Sepanjang year-to-date (YTD) 2026 hingga 22 Juni 2026, pasar obligasi Indonesia menghadapi tekanan dari faktor eksternal maupun domestik. Dari sisi global, ketidakpastian arah kebijakan moneter dan tensi geopolitik yang masih berlanjut meningkatkan volatilitas pasar keuangan. Sementara dari dalam negeri, pelemahan nilai tukar rupiah mendorong Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan untuk menjaga stabilitas […]
Key Takeaways: Berdasarkan hasil Rapat Dewan Gubernur, Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) pada 18 Juni 2026 menjadi 5,75% dari sebelumnya 5,50%. Kenaikan ini merupakan yang ketiga sejak Mei 2026 setelah BI lebih dulu menaikkan suku bunga pada 20 Mei dan 9 Juni 2026. Langkah tersebut diambil sebagai […]
Key Takeaways: Dalam ekosistem pasar modal Indonesia, terdapat dua lembaga yang berperan penting dalam mendukung kelancaran transaksi efek, yaitu Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI). Berdasarkan POJK Nomor 31 Tahun 2025 tentang Penerapan Tata Kelola Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, serta Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, baik KSEI maupun KPEI […]
Key Takeaways: Capital outflow atau arus keluar modal asing menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pelemahan nilai tukar rupiah. Ketika investor asing menarik dana dari pasar saham, obligasi, maupun instrumen finansial lainnya, dampaknya dapat dirasakan secara luas terhadap nilai tukar rupiah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), hingga kondisi likuiditas di Indonesia. Di bawah ini merupakan […]