makmur-logo
Masuk / Daftar
Artikel

BI Naikkan Suku Bunga saat Rupiah Melemah, Apa Dampaknya bagi Reksa Dana?

author
Content Management
author
19 Juni 2026
Facebook
Instagram
Tiktok
blog-detail

Key Takeaways:

  • Kenaikan suku bunga acuan BI merupakan respons menjaga stabilitas rupiah, yang juga memengaruhi potensi imbal hasil RDPU dan RDPT.
  • RDPU cenderung menarik saat suku bunga acuan naik karena portofolionya didominasi instrumen pasar uang seperti deposito dan surat berharga jangka pendek.
  • RDPT tertekan akibat penurunan harga obligasi, tetapi tetap berpotensi meningkatkan imbal hasil melalui penyesuaian portofolio.

Berdasarkan hasil Rapat Dewan Gubernur, Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) pada 18 Juni 2026 menjadi 5,75% dari sebelumnya 5,50%. Kenaikan ini merupakan yang ketiga sejak Mei 2026 setelah BI lebih dulu menaikkan suku bunga pada 20 Mei dan 9 Juni 2026. 

Langkah tersebut diambil sebagai respons terhadap pelemahan rupiah yang sempat tertekan hingga menyentuh kisaran Rp18.000 per dolar AS pada 4 Juni 2026. Kondisi ini menunjukkan meningkatnya tekanan terhadap rupiah, sehingga diperlukan langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan sistem keuangan nasional.

Eskalasi ketegangan global dan kebijakan The Fed yang masih hawkish turut meningkatkan tekanan terhadap inflasi dan arus modal di negara berkembang, termasuk Indonesia. Faktor-faktor tersebut mendorong BI mengambil langkah kebijakan yang lebih agresif. 

Tabel 1. Data suku bunga acuan BI dalam 10 Bulan Terakhir

Sumber: Bank Indonesia

Tabel di atas menunjukkan bahwa suku bunga acuan relatif stagnan di level 4,75% selama sebagian besar periode 7 bulan terakhir. Kenaikan pada Mei 2026 menjadi titik balik penting dalam arah kebijakan moneter, sekaligus sinyal bahwa tekanan terhadap rupiah telah mencapai level yang tidak bisa diabaikan.

Potensi kenaikan suku bunga acuan masih terbuka apabila tekanan terhadap nilai tukar rupiah berlanjut dalam beberapa waktu ke depan. Dalam situasi seperti itu, BI kemungkinan akan kembali menaikkan suku bunga acuan untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan mengendalikan arus modal.

Di sisi lain, kenaikan suku bunga acuan memengaruhi pergerakan harga obligasi di pasar. Saat suku bunga meningkat, obligasi baru umumnya menawarkan kupon lebih tinggi sehingga menarik minat investor. Kondisi tersebut membuat harga obligasi lama di pasar sekunder mengalami penyesuaian agar tingkat imbal hasilnya tetap sejalan dengan kondisi pasar.

Selain menaikkan suku bunga acuan, BI juga meningkatkan suku bunga Deposit Facility sebesar 25 basis poin menjadi 4,75% serta suku bunga Lending Facility sebesar 25 basis poin menjadi 6,50%.

Perlu diketahui, Deposit Facility (DF) adalah suku bunga yang didapatkan bank umum saat menitipkan kelebihan dananya di Bank Indonesia, sedangkan Lending Facility (LF) adalah suku bunga yang harus dibayar bank umum ketika meminjam dana dari BI untuk mengatasi kekurangan likuiditas jangka pendek.

Seluruh perubahan tersebut turut memengaruhi instrumen investasi yang memiliki eksposur terhadap pasar uang dan obligasi, seperti reksa dana pasar uang (RDPU) dan reksa dana pendapatan tetap (RDPT). Oleh karena itu, Anda perlu memahami dampak kenaikan suku bunga terhadap kedua jenis reksa dana tersebut secara komprehensif agar dapat menyesuaikan strategi investasi sesuai kondisi pasar.

Dampak Kenaikan Suku Bunga BI terhadap RDPU dan RDPT

Perbedaan komposisi portofolio membuat respons RDPU dan RDPT terhadap kenaikan suku bunga menjadi berbeda. 

Di bawah ini merupakan penjelasan detailnya:

1. Reksa dana pasar uang (RDPU)

Reksa dana pasar uang (RDPU) merupakan jenis reksa dana yang mengalokasikan sebagian besar dana kelolaannya ke dalam instrumen jangka pendek seperti deposito, Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), serta obligasi dengan tenor kurang dari satu tahun. Alokasi portofolio tersebut membuat RDPU relatif stabil terhadap gejolak pasar dibandingkan instrumen berbasis obligasi jangka panjang.

Sebagai gambaran, portofolio Danapathi Money Market Fund berdasarkan fund fact sheet (FFS) per Mei 2026 terdiri dari deposito, obligasi korporasi, dan sukuk dengan komposisi yang cukup terdiversifikasi.

Tabel 2. Instrumen dalam Portofolio RDPU Danapathi Money Market Fund

Sumber: MakmurApp 

Saat suku bunga acuan meningkat, RDPU cenderung menarik karena sebagian instrumen dalam portofolionya dapat menyesuaikan tingkat imbal hasil seiring kenaikan suku bunga.

Selain itu, kepemilikan obligasi jangka pendek memberikan fleksibilitas bagi manajer investasi (MI) untuk melakukan rebalancing portofolio menuju instrumen yang menawarkan kupon lebih tinggi. Strategi ini dapat membantu menjaga kualitas portofolio dan mengoptimalkan potensi imbal hasil.

Salah satu ilustrasinya dapat dilihat pada Danapathi Money Market Fund yang mencatat pertumbuhan NAB sebesar 0,06% dalam lima hari terakhir, meskipun kinerja tersebut tidak semata-mata disebabkan oleh kenaikan suku bunga. 

*Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja di masa depan.

2. Reksa dana pendapatan tetap (RDPT)

Reksa dana pendapatan tetap (RDPT) memiliki karakteristik yang berbeda dengan RDPU karena minimal 80% portofolionya dialokasikan ke obligasi. 

Secara teori, kenaikan suku bunga dapat memberikan tekanan terhadap harga obligasi sehingga berpotensi menekan kinerja RDPT. 

Namun, dampaknya tidak selalu terlihat secara langsung pada kinerja RDPT. Sebagai ilustrasi, NAB Bahana Makara Prima Kelas G mengalami penurunan sebesar 2,22% pada periode 2 Juni hingga 11 Juni 2026, bertepatan dengan periode penyesuaian pasar terhadap kenaikan suku bunga.

*Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja di masa depan.

Penurunan tersebut tergolong cukup signifikan untuk instrumen yang relatif stabil seperti RDPT. Hal ini dapat disebabkan oleh dominasi obligasi jangka menengah hingga jangka panjang dengan jenis fixed rate dalam portofolio. 

Di bawah ini merupakan alokasi obligasi pada RDPT Bahana Makara Prima Kelas G:

Tabel 3. Instrumen obligasi RDPT Bahana Makara Prima Kelas G

Sumber: MakmurApp 

Meskipun demikian, kondisi tersebut merupakan bagian dari siklus normal pasar obligasi dan dapat membuka peluang investasi pada obligasi dengan tingkat imbal hasil yang lebih menarik.

Itulah pembahasan mengenai dampak kenaikan suku bunga BI terhadap RDPU dan RDPT. Meski kondisi pasar dapat berubah seiring perkembangan ekonomi dan kebijakan moneter, pemahaman yang baik mengenai karakteristik masing-masing instrumen dapat membantu investor menyusun portofolio yang lebih sesuai dengan profil risiko dan tujuan investasi. 

Secara umum, kenaikan suku bunga memberikan dampak yang berbeda pada setiap jenis reksa dana. RDPU cenderung lebih stabil, sedangkan RDPT lebih dipengaruhi oleh pergerakan harga obligasi. Untuk mengakses berbagai pilihan reksa dana sesuai kebutuhan investasi, investor dapat memanfaatkan platform Makmur yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sesuai dengan regulasi yang berlaku. 

Tentang Makmur

PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) merupakan perusahaan yang telah berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD), serta menjadi Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Makmur berkomitmen memperluas akses investasi yang inklusif, sejalan dengan visi Smart Wealth Building Made Simple, dengan mengedepankan prinsip simplicity, trust, dan clarity dalam setiap proses investasi, baik melalui reksa dana terkurasi maupun investasi saham.

Didirikan oleh para profesional teknologi dan finansial berpengalaman dari Silicon Valley dan Wall Street, Makmur memanfaatkan teknologi analitik berbasis data untuk membantu investor membangun kekayaan jangka panjang. Komitmen ini turut diakui melalui penghargaan Most Trusted Financial Brands Awards 2026 dari Investortrust dan Infovesta dalam kategori Agen Penjual Efek Reksa Dana Online.


Di Makmur, Anda juga bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo June Bonanza dan Road to Makmur.

Link: Promo di Makmur

Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.

Download Makmur

Perlu diketahui, selain melalui aplikasi, Anda juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.

Web Aplikasi Makmur

Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:

Website: Makmur.id


Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani

Bagikan
Facebook
Instagram
Tiktok
Artikel lainnya
Artikel

Mempermudah Investor Menentukan Timing Transaksi, Ini Peran Broker Distribution yang Perlu Anda Pahami

Key Takeaways: Keputusan yang tepat dalam menentukan waktu untuk membeli atau menjual saham memiliki pengaruh besar terhadap kinerja portofolio secara keseluruhan. Salah satu faktor yang dapat membantu Anda membuat keputusan investasi yang lebih baik adalah melakukan analisis aliran dana, yang dapat dipantau melalui broker distribution.  Broker distribution merupakan data atau visualisasi transaksi saham berdasarkan broker […]

author
Content Management
calendar
24 September 2026
Artikel

Realisasi Investasi Danantara di Tahun 2026, Saham, Proyek Hilirisasi, dan Aset Luar Negeri

Key Takeaways: Daya Anagata Nusantara (Danantara) adalah Badan Pengelola Investasi (BPI) milik negara yang dibentuk oleh Presiden Prabowo Subianto untuk mengkonsolidasikan aset BUMN secara strategis dan mengelola kekayaan negara secara terpusat. Lembaga ini bertujuan menjadi sovereign wealth fund (SWF) untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang. SWF merupakan lembaga investasi khusus yang […]

author
Content Management
calendar
22 September 2026
Artikel

Investor Perlu Tahu, Ini Pentingnya Memahami Expense Ratio Reksa Dana

Key Takeaways: Saat memilih reksa dana, perhatian investor umumnya lebih fokus pada kinerja historis, strategi investasi, maupun rekam jejak manajer investasi (MI). Padahal, terdapat satu komponen biaya yang juga dapat memengaruhi hasil investasi dalam jangka panjang, yaitu expense ratio. Secara sederhana, expense ratio merupakan rasio biaya operasional reksa dana terhadap rata-rata aset bersih reksa dana […]

author
Content Management
calendar
21 September 2026
Artikel

The Fed Naikkan Suku Bunga ke 3,75%–4,00%, Apa Dampaknya bagi Investor Indonesia?

Key Takeaways: Federal Open Market Committee (FOMC) atau komite kebijakan moneter Federal Reserve resmi menaikkan kisaran target suku bunga sebesar seperempat poin persentase menjadi 3,75% sampai 4,00% pada 16 September 2026. Keputusan tersebut disetujui secara bulat melalui voting, dengan hasil 12 suara setuju tanpa adanya perbedaan pendapat.  Dalam pernyataan resminya, komite FOMC menempatkan keputusan tersebut […]

author
Content Management
calendar
18 September 2026
Artikel

Menilai Penggunaan Dana Hasil Right Issue, Apa yang Harus Diperhatikan Investor Sebelum Menebusnya?

Key Takeaways: Right issue merupakan salah satu aksi korporasi yang cukup sering dilakukan oleh emiten di pasar modal. Aksi right issue memberikan kesempatan bagi pemegang saham lama untuk menambah kepemilikan dengan harga tertentu sebelum saham baru ditawarkan lebih luas. Menilai penggunaan dana right issue menjadi langkah krusial sebelum memutuskan untuk menebus atau melepas hak tersebut. […]

author
Content Management
calendar
17 September 2026
Artikel

Mengapa Investor Wajib Menghitung Risiko Negative Real Return? Ini Alasannya

Key Takeaways: Banyak investor merasa puas ketika melihat nilai investasi mereka terus bertambah dari waktu ke waktu. Namun, pertumbuhan nominal tersebut belum tentu mencerminkan peningkatan kesejahteraan yang sebenarnya. Ada satu faktor penting yang sering diabaikan, yaitu inflasi. Investor wajib menghitung risiko negative real return karena inflasi yang tinggi dapat membuat nilai riil atau daya beli […]

author
Content Management
calendar
16 September 2026
Hak Cipta © PT Inovasi Finansial Teknologi
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan yang berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PT Inovasi Finansial Teknologi telah mendapatkan izin sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta telah tersertifikasi ISO 27001:2022 dalam penerapan standar internasional pada Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Reksa dana adalah instrumen investasi dan produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Makmur tidak bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Saham adalah tanda penyertaan modal atas suatu persereoan terbatas yang terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Seluruh instrumen investasi mengandung risiko dan memiliki kemungkinan berkurangnya nilai investasi. Kinerja historis instrumen investasi tidak menjamin kinerja dimasa yang akan datang.
Makmur V.1.0.0