makmur-logo
Masuk / Daftar
Artikel

Menggali Potensi Saham Prajogo Pangestu dan Cara Menilai Risikonya

author
Content Management
author
06 Agustus 2026
Facebook
Instagram
Tiktok
blog-detail

Key Takeaways:

  • Saham Prajogo Pangestu memiliki potensi pertumbuhan yang didukung diversifikasi di sektor energi, petrokimia, pertambangan, dan infrastruktur.
  • Setiap emiten dalam Grup Barito memiliki faktor risiko yang berbeda, sehingga analisis fundamental dan kondisi industri tetap menjadi aspek penting.
  • Riset yang tepat membantu mengelola risiko dan mengoptimalkan peluang investasi. 

Prajogo Pangestu dikenal sebagai salah satu pengusaha dan investor paling berpengaruh di Indonesia. Ia merupakan pendiri sekaligus pemegang saham utama Grup Barito, sebuah konglomerasi yang memiliki lini bisnis di sektor energi terbarukan, petrokimia, pertambangan, infrastruktur, hingga utilitas. Berkat ekspansi bisnis yang konsisten selama puluhan tahun, namanya kerap masuk dalam daftar orang terkaya di Indonesia.

Besarnya skala bisnis Grup Barito membuat sejumlah emiten yang berada di bawah naungannya menjadi perhatian investor. Selain memiliki kapitalisasi pasar yang besar, beberapa saham dalam grup ini juga memiliki pengaruh signifikan terhadap pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan.

Meski demikian, peluang pertumbuhan yang menarik tidak terlepas dari berbagai tantangan yang perlu diperhatikan. Karena itu, memahami prospek bisnis sekaligus faktor-faktor yang dapat memengaruhi kinerja saham Prajogo Pangestu menjadi langkah penting sebelum mengambil keputusan investasi.

Potensi dan Risiko Saham Prajogo Pangestu

Sepanjang YTD 2026, saham Prajogo Pangestu menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi. Secara fundamental, bisnis pada sektor energi terbarukan, petrokimia, pertambangan, dan infrastruktur masih memberikan prospek pertumbuhan yang menjanjikan. Di sisi lain, pergerakan harga sahamnya juga dipengaruhi oleh sentimen global, aksi ambil untung (profit taking), capital outflow, hingga perubahan komposisi indeks internasional.

Untuk mendapatkan gambaran yang lebih utuh, berikut ulasan mengenai peluang dan tantangan dari beberapa saham Prajogo Pangestu.

1. PT Barito Pacific Tbk (BRPT)

BRPT merupakan emiten induk (holding company) yang menjadi pusat dari berbagai bisnis Grup Barito, terutama di sektor petrokimia dan energi. Posisinya sangat strategis karena nilai emiten banyak ditopang oleh kinerja anak usaha utama seperti PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN).

Tabel 1. Penghasilan Komprehensif BRPT (dalam ribu dolar AS)

Sepanjang 2025, laba bersih BRPT melonjak signifikan, dengan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik lebih dari 900% secara tahunan. Namun, investor perlu mencermati bahwa sebagian besar lonjakan ini bersifat satu kali (one-off), yaitu keuntungan pembelian dengan diskon dari akuisisi aset Shell di Singapura, bukan semata perbaikan kinerja operasional. Sejumlah langkah strategis turut memperkuat prospek emiten sepanjang tahun, termasuk ekspansi kapasitas panas bumi melalui BREN dan penyelesaian akuisisi aset Shell di Singapura (kini Aster Chemicals and Energy) oleh TPIA.

Perkembangan tersebut tidak hanya berpotensi meningkatkan nilai aset grup, tetapi juga memperluas eksposur BRPT terhadap sektor yang memiliki prospek jangka panjang, seperti energi terbarukan dan ekonomi sirkular (circular economy), yaitu pemanfaatan kembali sumber daya melalui proses daur ulang dan pengelolaan limbah. 

Di balik peluang tersebut, investor perlu memahami bahwa BRPT sangat bergantung pada performa anak usahanya. Oleh karena itu, perkembangan bisnis TPIA, BREN, serta anak usaha lainnya dapat menjadi faktor risiko yang layak dipantau secara berkala.

Selain itu, kemampuan BRPT memperoleh dividen dari anak perusahaan juga berpengaruh terhadap fleksibilitas keuangan emiten induk. Ketika kinerja anak usaha melambat, sentimen terhadap BRPT biasanya ikut terpengaruh.

2. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA)

TPIA merupakan emiten petrokimia terbesar di Indonesia yang kini juga memperluas bisnisnya ke sektor infrastruktur dan kepelabuhanan. Sebagai bagian dari saham Prajogo Pangestu, TPIA termasuk emiten yang paling erat kaitannya dengan dinamika ekonomi global.

Kinerja emiten sangat dipengaruhi oleh harga bahan baku dan energi. Sebagian besar produk petrokimia menggunakan bahan baku berbasis minyak mentah seperti naphtha. Ketika harga minyak naik, biaya produksi ikut meningkat sehingga margin keuntungan dapat tertekan apabila kenaikan tersebut tidak dapat diteruskan ke harga jual.

Pada pertengahan Juni 2026, harga minyak sempat bertahan di kisaran US$80-an per barel di tengah eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah, sebelum melandai ke kisaran US$70 per barel menjelang akhir Juni seiring meredanya konflik. Bagi TPIA, arah harga energi ini berdampak langsung pada struktur biaya produksi, sehingga tren pelandaian harga menjadi sentimen yang relatif melegakan bagi emiten.

Selain energi, nilai tukar juga menjadi potensi sekaligus faktor risiko yang perlu diperhatikan. Sebagian besar pendapatan TPIA menggunakan Dolar AS, sementara sebagian biaya operasional masih berbasis Rupiah. Fluktuasi kurs dapat memberikan dampak langsung terhadap laba emiten. Pada awal Juni 2026, Rupiah sempat melemah hingga Rp18.190 per Dolar AS sebelum kembali menguat ke Rp17.714 per Dolar AS.

Faktor eksternal lain yang tidak kalah penting adalah kondisi industri petrokimia di China. Sebagai pemain terbesar di kawasan Asia, perubahan permintaan maupun kelebihan pasokan di negara tersebut dapat memengaruhi harga produk petrokimia secara global.

Sebagai saham dengan kapitalisasi pasar yang besar, pergerakannya juga sering dipengaruhi oleh arus dana asing dan perubahan komposisi indeks internasional seperti MSCI.

3. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)

BREN merupakan emiten Grup Barito di sektor energi terbarukan, khususnya panas bumi (geothermal). Prospek jangka panjang emiten ini didukung oleh tren transisi energi yang semakin kuat di berbagai negara termasuk dalam negeri.

Melalui Star Energy, BREN menguasai pangsa pasar yang signifikan di industri panas bumi nasional dan menargetkan peningkatan kapasitas produksi secara bertahap hingga 2030. Dukungan finansial dan operasional dari Grup Barito menjadi modal penting dalam menjalankan strategi ekspansi tersebut.

Salah satu keunggulan BREN adalah model bisnis yang relatif stabil. Pendapatan emiten didukung oleh Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (Power Purchase Agreement atau PPA) dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang memiliki jangka waktu 20 hingga 30 tahun. Kontrak jangka panjang ini memberikan visibilitas pendapatan yang lebih baik dibandingkan banyak sektor energi lainnya.

Meski memiliki prospek yang menarik, investor tetap perlu memperhatikan karakteristik saham BREN. Porsi free float yang relatif kecil membuat pergerakan harga saham berpotensi lebih fluktuatif. Selain itu, perkembangan proyek panas bumi, keberhasilan eksplorasi sumur baru, dan kebutuhan belanja modal yang besar akan menjadi faktor penting yang menentukan laju pertumbuhan emiten dalam beberapa tahun ke depan.

4. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN)

CUAN merupakan salah satu kendaraan investasi utama Prajogo Pangestu di sektor pertambangan dan energi. Dalam beberapa tahun terakhir, emiten ini mencatat pertumbuhan yang agresif dan menjadi salah satu saham yang paling banyak diperbincangkan di pasar.

Pada kuartal pertama 2026, CUAN membukukan kenaikan laba bersih sebesar 232,7% secara year on year (YoY). Pertumbuhan tersebut didorong oleh kontribusi bisnis batu bara, jasa penambangan, dan rekayasa teknik yang berkembang secara bersamaan.

Selain itu, langkah diversifikasi ke sektor energi terbarukan dan mineral lainnya membuka peluang pertumbuhan baru yang dapat mengurangi ketergantungan terhadap satu komoditas tertentu.

Sebagai bagian dari Grup Barito, CUAN memiliki akses terhadap dukungan modal dan jaringan bisnis yang kuat. Minat investor asing yang meningkat pada pertengahan Juni 2026 juga sempat memberikan sentimen positif terhadap saham ini.

Di sisi lain, CUAN termasuk saham yang cukup sensitif terhadap aksi korporasi pemegang saham pengendali dan perubahan sentimen pasar. Penjualan saham dalam jumlah besar oleh pemegang saham utama dapat memengaruhi persepsi investor dalam jangka pendek.

Dalam menilai risiko saham ini, penting untuk memperhatikan perkembangan kebijakan pemerintah, termasuk rencana implementasi ekspor satu pintu melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI), karena dapat memengaruhi prospek bisnis dan sentimen pasar.

5. PT Petrosea Tbk (PTRO)

PTRO memiliki posisi yang cukup strategis dalam rantai bisnis pertambangan Grup Barito. Potensi pertumbuhannya didukung oleh kontrak jangka panjang bernilai besar yang memberikan prospek pendapatan yang lebih terukur dibandingkan banyak emiten jasa pertambangan lainnya.

Emiten ini berhasil memperoleh sejumlah proyek penting, antara lain dari PT Freeport Indonesia, PT Vale Indonesia Tbk, dan PT Bara Prima Mandiri, dengan nilai kontrak mencapai sekitar Rp16 triliun. Kontrak-kontrak tersebut memberikan potensi yang kuat bagi pertumbuhan bisnis dalam beberapa tahun mendatang.

Selain itu, kontribusi anak usaha hasil akuisisi, termasuk Grup HBS, diperkirakan akan memperkuat kinerja emiten. PTRO juga terus memperluas bisnis ke sektor Engineering, Procurement, Construction (EPC) dan proyek internasional guna menciptakan sumber pendapatan yang lebih terdiversifikasi.

Meski demikian, investor tetap perlu memperhatikan dinamika industri pertambangan. Perubahan harga batu bara, kebijakan pemerintah, hingga kondisi pasar komoditas global dapat memengaruhi sentimen terhadap saham PTRO. Keberhasilan integrasi perusahaan hasil akuisisi juga menjadi faktor penting karena akan menentukan efektivitas sinergi dan efisiensi operasional ke depan.

6. PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA)

CDIA merupakan emiten infrastruktur yang berperan penting dalam mendukung operasional Grup Chandra Asri. Emiten ini bergerak di bidang logistik, kepelabuhanan, utilitas, dan penyediaan energi yang menjadi bagian penting dari rantai pasok industri kimia dasar.

Dukungan dari grup usaha yang kuat memberikan peluang bagi CDIA untuk terus memperluas bisnisnya. Selain mengandalkan pertumbuhan proyek, CDIA juga mulai memberikan dividen kepada pemegang saham.

Untuk tahun buku 2025, CDIA membagikan dividen tunai sebesar Rp5,56 per saham. Emiten ini juga memperkuat ekspansi melalui fasilitas pendanaan senilai USD140 juta kepada entitas anak di Singapura guna mendukung pengembangan proyek infrastruktur dan tenaga listrik.

Daya tarik lain datang dari aktivitas pembelian bersih investor asing yang beberapa kali mendorong kenaikan harga saham. Namun, investor perlu memahami bahwa saham CDIA memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan emiten dengan kepemilikan publik yang lebih besar.

Setelah IPO pada harga Rp190 per saham pada 9 Juli 2025, saham CDIA sempat melonjak hingga sekitar Rp2.320 pada Oktober 2025 sebelum mengalami koreksi tajam. Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa saham dengan porsi free float yang relatif kecil cenderung lebih sensitif terhadap perubahan sentimen pasar. Selain itu, sebagai emiten sektor utilitas dan infrastruktur, kinerjanya juga dipengaruhi kondisi ekonomi makro, termasuk perubahan suku bunga dan biaya pendanaan proyek.

Potensi saham Prajogo Pangestu tetap menarik karena ditopang oleh portofolio bisnis yang terdiversifikasi di sektor energi, petrokimia, pertambangan, infrastruktur, dan energi terbarukan. Setiap emiten memiliki keunggulan dan katalis pertumbuhan yang berbeda, mulai dari ekspansi kapasitas, kontrak jangka panjang, hingga peluang dari transisi energi.

Namun, setiap saham juga memiliki karakteristik dan tantangan tersendiri. Faktor seperti volatilitas harga, perubahan indeks global, dinamika komoditas, struktur kepemilikan saham, hingga kondisi ekonomi makro perlu menjadi bagian dari pertimbangan investasi. Dengan memahami peluang dan risiko secara seimbang, investor dapat mengambil keputusan yang lebih terukur sesuai tujuan keuangan dan profil risikonya.

Untuk memanfaatkan potensi sekaligus meminimalkan risiko, penting untuk melakukan riset mendalam terhadap setiap saham sebelum mengambil keputusan investasi. Analisis terhadap fundamental emiten, prospek bisnis, kondisi industri, hingga faktor eksternal seperti kebijakan pemerintah dan dinamika ekonomi global dapat membantu menghasilkan keputusan yang lebih terukur.

Namun, tidak semua investor memiliki waktu atau sumber daya untuk terus memantau perkembangan pasar dan melakukan analisis secara berkala. Dalam kondisi tersebut, reksa dana saham dapat menjadi salah satu instrumen investasi yang layak dipertimbangkan. 

Instrumen ini dikelola oleh manajer investasi (MI) berpengalaman yang akan terus melakukan seleksi saham, pemantauan portofolio, serta penyesuaian strategi investasi sesuai kondisi pasar. 

Salah satunya adalah Sucorinvest Maxi Fund yang mencatatkan kinerja positif sebesar 52,55% dalam satu tahun terakhir berdasarkan data per 5 Agustus 2026. Kinerja tersebut menunjukkan potensi reksa dana saham sebagai alternatif investasi bagi investor yang ingin memperoleh eksposur ke pasar saham tanpa harus melakukan riset dan pemantauan secara mandiri setiap saat.

Tentang Makmur

PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) merupakan perusahaan yang telah berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD), serta menjadi Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Makmur berkomitmen memperluas akses investasi yang inklusif, sejalan dengan visi Smart Wealth Building Made Simple, dengan mengedepankan prinsip simplicity, trust, dan clarity dalam setiap proses investasi, baik melalui reksa dana terkurasi maupun investasi saham.

Didirikan oleh para profesional teknologi dan finansial berpengalaman dari Silicon Valley dan Wall Street, Makmur memanfaatkan teknologi analitik berbasis data untuk membantu investor membangun kekayaan jangka panjang. Komitmen ini turut diakui melalui penghargaan Most Trusted Financial Brands Awards 2026 dari Investortrust dan Infovesta dalam kategori Agen Penjual Efek Reksa Dana Online.


Di Makmur, Anda juga bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo Makmur Anchor dan Road to Makmur.

Link: Promo di Makmur

Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.

Download Makmur

Perlu diketahui, selain melalui aplikasi, Anda juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.

Web Aplikasi Makmur

Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:

Website: Makmur.id


Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani

Bagikan
Facebook
Instagram
Tiktok
Artikel lainnya
Artikel

Cara Menggunakan Excess Returns Model (ERM) untuk Menilai Kinerja Saham 

Key Takeaways: Seorang investor perlu memiliki pemahaman yang mendalam tentang cara menilai kinerja sebuah saham. Salah satu metode yang sering digunakan untuk menilai kinerja saham adalah Excess Returns Model (ERM). Model ini membantu investor mengukur kinerja saham dengan membandingkan actual return dengan expected return berdasarkan risiko pasar. Mari kita bahas lebih lanjut tentang bagaimana menggunakan […]

author
Content Management
calendar
05 Agustus 2026
Artikel

Efek Musiman Menawarkan Peluang, Ini Cara Investor Mengoptimalkan Timing Investasi

Key Takeaways: Dalam dunia investasi, pemahaman terhadap faktor-faktor yang memengaruhi pergerakan harga aset menjadi kunci untuk mengoptimalkan hasil. Salah satu fenomena yang menarik adalah efek musiman, yaitu fenomena di mana pasar atau sektor tertentu mengalami perubahan performa yang dapat diprediksi berdasarkan waktu atau periode tertentu dalam setahun. Efek musiman sering kali memberikan peluang berharga bagi […]

author
Content Management
calendar
04 Agustus 2026
Artikel

Dampak Ketegangan Geopolitik Global terhadap Proyeksi PDB Indonesia 2026

Key Takeaways: Kinerja ekonomi Indonesia dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan ketahanan yang cukup solid di tengah dinamika global yang tidak menentu. Sepanjang tahun 2025, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) tercatat sebesar 5,11%. Pertumbuhan ini ditopang oleh sektor investasi dan ekspor yang tetap ekspansif di tengah tekanan geopolitik seperti perang dagang AS–China. Memasuki tahun 2026, proyeksi […]

author
Content Management
calendar
03 Agustus 2026
Artikel

5 Reksa Dana Pasar Uang Terbaik per Juli 2026

RDPU merupakan instrumen investasi dengan risiko relatif rendah dan likuid, sehingga cocok untuk berbagai profil investor. Reksa dana ini 100% dialokasikan ke instrumen pasar uang seperti deposito dan obligasi yang memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun. Oleh karena itu, RDPU ideal untuk tujuan investasi jangka pendek dan menawarkan potensi imbal hasil lebih tinggi dibanding […]

author
Content Management
calendar
31 Juli 2026
Artikel

5 Reksa Dana Pendapatan Tetap Terbaik per Juli 2026

Sebagai instrumen investasi yang relatif stabil, reksa dana pendapatan tetap (RDPT) menjadi salah satu pilihan utama investor di Indonesia. Hal ini tercermin dari Asset Under Management (AUM) yang mencapai Rp223,37 triliun per Juni 2026. Meskipun turun 7,19% dibandingkan Mei 2026, AUM RDPT masih menjadi yang terbesar di antara jenis reksa dana konvensional lainnya. Untuk memastikan […]

author
Content Management
calendar
31 Juli 2026
Hak Cipta © PT Inovasi Finansial Teknologi
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan yang berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PT Inovasi Finansial Teknologi telah mendapatkan izin sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta telah tersertifikasi ISO 27001:2022 dalam penerapan standar internasional pada Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Reksa dana adalah instrumen investasi dan produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Makmur tidak bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Saham adalah tanda penyertaan modal atas suatu persereoan terbatas yang terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Seluruh instrumen investasi mengandung risiko dan memiliki kemungkinan berkurangnya nilai investasi. Kinerja historis instrumen investasi tidak menjamin kinerja dimasa yang akan datang.
Makmur V.1.0.0