






Ketika berinvestasi di pasar modal, Anda akan mengenal dua jenis pasar, yaitu pasar perdana dan pasar sekunder. Pasar perdana adalah tempat di mana efek atau surat berharga pertama kali dijual kepada masyarakat oleh perusahaan penerbit (emiten). Sementara itu, pasar sekunder merupakan tempat terjadinya transaksi jual beli efek yang telah diterbitkan sebelumnya.
Pasar sekunder memiliki peran penting dalam menjaga likuiditas investasi karena memberikan kesempatan bagi investor untuk memperjualbelikan asetnya kapan pun sesuai kebutuhan. Melalui pasar sekunder yang diselenggarakan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), Anda dapat melakukan pembelian dan penjualan instrumen investasi dengan investor lain.
Anda perlu mengetahui bahwa pasar sekunder adalah bagian dari sistem perdagangan efek di BEI yang mempertemukan penjual dan pembeli efek. Tujuan utama pasar sekunder adalah memberikan kemudahan bagi investor untuk mengalihkan kepemilikan efeknya kepada investor lain.
Gambar 1. Mekanisme Transaksi di Pasar Sekunder

Sumber: Makmur
Aktivitas di pasar sekunder berlangsung melalui perantara, yaitu broker atau perusahaan sekuritas yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Semua transaksi dilakukan secara elektronik melalui sistem perdagangan yang disediakan oleh BEI, seperti Jakarta Automated Trading System (JATS). Setelah mengetahui mekanisme, Anda juga harus mengetahui instrumen investasi apa saja yang diperdagangkan di pasar sekunder.
Terdapat instrumen investasi diperdagangkan di pasar sekunder BEI. Masing-masing memiliki karakteristik, tingkat risiko, serta potensi keuntungan yang berbeda. Berikut adalah jenis instrumen utama yang dapat Anda temui:
Saham merupakan instrumen investasi paling populer di pasar sekunder. Dengan membeli saham, Anda memiliki sebagian kepemilikan dari suatu perusahaan. Saham memberikan dua potensi keuntungan, yaitu dividen dan capital gain. Harga saham dapat berfluktuasi setiap hari, tergantung pada kondisi pasar, kinerja perusahaan, serta faktor ekonomi makro. Bagi Anda yang memiliki profil risiko agresif dan memahami analisis pasar, saham menjadi instrumen yang menarik karena potensi imbal hasilnya tinggi, meskipun disertai risiko yang besar.
Obligasi merupakan salah satu instrumen investasi yang aktif diperdagangkan di pasar sekunder. Instrumen ini berbentuk surat utang yang diterbitkan oleh pihak tertentu, seperti pemerintah atau perusahaan, sebagai bukti pinjaman dana dari investor. Dengan membeli obligasi, Anda berperan sebagai pemberi pinjaman kepada penerbit obligasi dan akan memperoleh imbal hasil berupa bunga tetap atau kupon dalam jangka waktu tertentu. Setelah masa jatuh tempo berakhir, penerbit akan mengembalikan nilai pokok investasi kepada Anda.
Berdasarkan pihak yang menerbitkannya, obligasi dibedakan menjadi dua jenis utama:
Obligasi ini diterbitkan oleh pemerintah dan memiliki tingkat risiko yang rendah karena dijamin sepenuhnya oleh negara. Contoh instrumen yang termasuk dalam kategori ini antara lain Obligasi Negara Ritel (ORI) dan Sukuk Ritel (SR).
Obligasi korporasi diterbitkan oleh perusahaan sebagai salah satu cara memperoleh pendanaan. Umumnya, obligasi jenis ini menawarkan tingkat imbal hasil lebih tinggi dibanding obligasi pemerintah, namun risikonya juga lebih tinggi karena tergantung pada kondisi keuangan penerbitnya.
Selain berdasarkan penerbit, obligasi juga dapat diklasifikasikan menurut prinsip pengelolaannya, yaitu:
Obligasi konvensional memberikan imbal hasil berupa bunga tetap (kupon) kepada investor selama periode tertentu. Jenis obligasi ini dapat diterbitkan baik oleh pemerintah maupun perusahaan dan menjadi salah satu instrumen yang paling sering diperdagangkan di pasar sekunder.
Sukuk merupakan obligasi yang berlandaskan prinsip syariah, di mana imbal hasilnya tidak berasal dari bunga, melainkan dari skema bagi hasil atau akad sesuai ketentuan syariah. Penerbit sukuk bisa berasal dari pemerintah maupun korporasi. Contoh yang populer di pasar sekunder adalah Sukuk Negara Ritel (SR).
Secara keseluruhan, obligasi merupakan instrumen investasi yang sesuai bagi Anda yang mencari instrumen investasi dengan risiko yang relatif terukur. Meskipun potensi imbal hasilnya cenderung lebih rendah dibandingkan saham, obligasi tetap menjadi pilihan banyak investor di pasar sekunder karena kestabilannya
Exchange traded fund (ETF) adalah instrumen investasi berbentuk reksa dana yang diperdagangkan di BEI seperti saham. ETF terdiri dari kumpulan aset, seperti saham atau obligasi, yang dikelola secara pasif mengikuti suatu indeks. Bagi Anda yang ingin berinvestasi secara diversifikasi namun tetap dapat memperdagangkannya dengan fleksibel, ETF menjadi pilihan ideal. Harga ETF akan bergerak mengikuti nilai aset yang menjadi acuannya (underlying assets), dan dapat dibeli atau dijual kapan saja selama jam perdagangan BEI.
Derivatif merupakan instrumen turunan dari efek utama seperti saham. Dua jenis derivatif yang umum diperdagangkan di pasar sekunder BEI adalah waran dan right issue. Waran memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli saham perusahaan pada harga tertentu dalam jangka waktu tertentu.
Sementara right issue adalah hak bagi pemegang saham lama untuk membeli saham baru yang diterbitkan perusahaan. Kedua instrumen tersebut memiliki karakter risiko yang tinggi dan cocok bagi Anda yang berpengalaman serta memahami pergerakan pasar jangka pendek.
Pasar sekunder di BEI memiliki peran penting dalam mendukung efisiensi dan likuiditas pasar modal. Melalui pasar ini, Anda dapat memperjualbelikan berbagai instrumen investasi seperti saham, obligasi, ETF, reksa dana tertutup, derivatif, dan sukuk.
Masing-masing instrumen memiliki tingkat risiko yang berbeda. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk memahami profil risiko dan menentukan tujuan investasi sebelum memilih instrumen yang sesuai. Dengan pengetahuan yang mendalam tentang instrumen investasi yang bisa diperjualbelikan di pasar sekunder, Anda dapat memanfaatkannya untuk mencapai tujuan keuangan secara optimal.
Sebagai langkah awal dalam membangun portofolio investasi, reksa dana dapat menjadi pilihan yang ideal bagi Anda. Reksa dana merupakan salah satu instrumen investasi yang fleksibel dan dapat disesuaikan dengan tujuan keuangan. Melalui pengelolaan yang dilakukan oleh manajer investasi (MI) profesional, reksa dana memberikan kesempatan untuk memperoleh hasil optimal dengan risiko yang terdiversifikasi.
Bagi Anda yang ingin berinvestasi jangka pendek dan memiliki toleransi risiko rendah, reksa dana pasar uang dapat menjadi pilihan karena memberikan imbal hasil yang stabil. Likuiditas reksa dana pasar uang juga terbilang tinggi, sehingga cocok untuk Anda yang memiliki tujuan keuangan jangka pendek.
Jika menginginkan potensi imbal hasil yang lebih tinggi dan tetap stabil, reksa dana pendapatan tetap dapat dipertimbangkan, karena minimal 80% dana kelolaannya diinvestasikan pada instrumen obligasi. Selanjutnya, terdapat jenis reksa dana campuran dan reksa dana saham.
Reksa dana campuran menawarkan potensi imbal hasil lebih tinggi dari reksa dana pasar uang dan pendapatan tetap, dana kelolaan pada produk reksa dana ini dialokasikan tidak lebih dari 79% ke masing-masing instrumen pasar uang, saham, dan obligasi.
Sementara itu, reksa dana saham cocok bagi Anda yang memiliki toleransi risiko tinggi dan berfokus pada pertumbuhan nilai dalam jangka panjang, karena minimal 80% dana kelolaannya ditempatkan pada instrumen saham.
Di Makmur, Anda juga bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo October Boost, promo Semua Bisa Makmur dan promo Makmur Premium Tour.
Link: Promo-Promo di Makmur
Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.
Perlu diketahui, selain melalui aplikasi, Anda juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.
Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:
Website: Makmur.id
Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani
Key Takeaways: Pada 20 Mei 2026, Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin (bps) dari sebelumnya 4,75% di April 2026 menjadi 5,25%, hasil dari Rapat Dewan Gubernur (RDG). Kebijakan ini menjadi salah satu langkah penting yang diambil pada tahun 2026 untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah yang terus mengalami tekanan, sekaligus […]
Key Takeaways: Exchange Traded Fund (ETF) dan reksa dana sering dianggap serupa karena keduanya memungkinkan investor untuk berinvestasi dalam portofolio yang terdiversifikasi tanpa harus membeli saham secara langsung. Meskipun demikian, keduanya memiliki perbedaan yang signifikan, terutama dalam mekanismenya. Exchange Traded Fund (ETF) adalah jenis reksa dana yang unit penyertaannya diperdagangkan di bursa efek seperti saham […]
Key Takeaways: Bagi investor saham, memahami capital inflow sangatlah penting karena dapat membantu membaca sentimen pasar, mengidentifikasi peluang, dan mengukur risiko investasi dengan lebih baik. Capital inflow adalah aliran dana asing yang masuk ke suatu negara dalam bentuk investasi portofolio maupun langsung. Di Indonesia, capital inflow dipantau secara rutin oleh Bank Indonesia melalui tiga jalur, […]
Key Takeaways: Membangun portofolio reksa dana saham bukan hanya tentang memilih produk dengan return terbaik. Salah satu keputusan penting yang sering diabaikan investor adalah menentukan apakah sebaiknya menempatkan seluruh investasi pada satu manajer investasi (MI) atau membaginya ke beberapa MI sekaligus. Kedua pendekatan ini memiliki kelebihan dan risiko masing-masing. Tidak ada jawaban yang sepenuhnya benar […]
Key Takeaways: Dalam investasi reksa dana, investor umumnya ingin memahami potensi imbal hasil, termasuk pada reksa dana saham yang memiliki volatilitas lebih tinggi. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengukur potensi tersebut adalah expected return atau potensi imbal hasil yang diharapkan. Expected return digunakan untuk memperkirakan rata-rata imbal hasil yang dapat diperoleh di masa […]
Key Takeaways: Revisi aturan royalti mineral sempat diusulkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia (Kementerian ESDM) pada konsultasi publik pada 8 Mei 2026. Pemerintah berencana merevisi PP Nomor 19 Tahun 2025 terkait penyesuaian tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), khususnya royalti sektor mineral. Melalui revisi tersebut, pemerintah ingin meningkatkan penerimaan negara dari […]