Sepanjang year-to-date (YTD) 2026 hingga 22 Juni 2026, pasar obligasi Indonesia menghadapi tekanan dari faktor eksternal maupun domestik. Dari sisi global, ketidakpastian arah kebijakan moneter dan tensi geopolitik yang masih berlanjut meningkatkan volatilitas pasar keuangan. Sementara dari dalam negeri, pelemahan nilai tukar rupiah mendorong Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan untuk menjaga stabilitas pasar. Kombinasi faktor tersebut membuat investor meminta premi risiko yang lebih tinggi, sehingga yield obligasi pemerintah meningkat dan volatilitas pasar tetap berada pada level yang relatif tinggi.
Hal tersebut mendorong yield Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun naik dari 6,12% pada awal tahun menjadi 7,14% per 22 Juni 2026. Kenaikan sekitar 102 bps tersebut turut memberikan tekanan pada industri reksa dana pendapatan tetap dan campuran berbasis obligasi, yang tercermin dari drawdown Infovesta Balanced Fund Index (IBFI) sebesar 16,07% secara YTD.
Di tengah kondisi tersebut, investor dapat mencermati instrumen yang memiliki fokus pada obligasi pemerintah sebagai fondasi portofolio. Salah satunya adalah Sucorinvest Premium Sovereign Balanced Fund Kelas A (PSBF-A), reksa dana campuran yang dikelola oleh PT Sucorinvest Asset Management, manajer investasi dengan dana kelolaan Rp47,40 triliun per Mei 2026.
Kenaikan yield SBN juga membuka peluang yang menarik bagi investor. Dengan yield SBN 10 tahun yang mencapai 7,14% per 22 Juni 2026, instrumen pendapatan tetap berpotensi menawarkan tingkat imbal hasil yang lebih kompetitif. Selain itu, apabila yield obligasi kembali menurun ke depan, terdapat peluang apresiasi harga obligasi yang dapat mendukung potensi capital gain portofolio.
PSBF-A menempatkan obligasi pemerintah sebagai fondasi utama portofolio. Per Mei 2026, sekitar 78,6% aset PSBF-A ditempatkan pada efek utang, 14,28% pada instrumen pasar uang, dan 7,12% pada efek ekuitas. Dua kepemilikan terbesar berada pada SBSN seri PBS003 sebesar 25,46% dan PBS032 sebesar 23,85%.
Dengan profil jatuh tempo yang relatif dekat, portofolio memiliki ruang untuk memanfaatkan peluang reinvestasi pada instrumen pendapatan tetap dengan tingkat yield yang lebih kompetitif di tengah kondisi pasar saat ini. PBS032 akan jatuh tempo pada Juli 2026, sementara PBS003 akan jatuh tempo pada Januari 2027, sehingga memberikan fleksibilitas bagi manajer investasi dalam mengelola portofolio sesuai perkembangan pasar.
Selain itu, portofolio juga dilengkapi obligasi dan sukuk korporasi berkualitas seperti Sukuk Mudharabah Adira Finance, Obligasi Oki Pulp & Paper Mills, serta Sukuk Mudharabah Indah Kiat Pulp & Paper yang berkontribusi terhadap potensi imbal hasil portofolio.
Kombinasi antara dominasi SBN sebagai fondasi stabilitas, obligasi korporasi sebagai sumber imbal hasil tambahan, serta alokasi terbatas pada saham dan pasar uang menjadi salah satu faktor yang mendukung ketahanan kinerja PSBF-A di tengah volatilitas pasar.
Kinerja PSBF-A menunjukkan ketahanan yang relatif baik di tengah tekanan pasar sepanjang YTD 2026. Hingga 19 Juni 2026, produk ini membukukan imbal hasil sebesar 10,94% dalam 1 tahun terakhir, termasuk distribusi dividen yang telah diberikan kepada investor.
Selain itu, drawdown YTD per 19 Juni 2026, PSBF-A tercatat hanya sebesar 0,73%, jauh lebih rendah dibandingkan drawdown Infovesta Balanced Fund Index (IBFI) sebesar 16,07%. Hal ini menunjukkan kemampuan produk dalam menjaga stabilitas nilai investasi ketika pasar mengalami koreksi yang cukup signifikan.
Berdasarkan data per 29 Mei 2026, PSBF-A juga mencatatkan return YTD sebesar 2,65%, return tiga bulan sebesar 1,36%, dan return satu tahun sebesar 11,25%. Pada periode YTD dan tiga bulan, kinerja tersebut berada di atas benchmark yang masih mencatatkan kinerja negatif.
Salah satu keunggulan yang membedakan PSBF-A adalah distribusi dividen bulanan atau Pembagian Hasil Investasi (PHI) yang telah dilakukan secara konsisten sejak Mei 2025. Sepanjang 2026, yield distribusi bulanan berada pada kisaran 0,43% hingga 0,48%.
Berikut riwayat distribusi dividen PSBF-A sepanjang YTD 2026:

Distribusi tunai secara berkala tersebut menjadikan PSBF-A relevan bagi investor yang menginginkan cash flow rutin tanpa harus menjual unit penyertaan. Dengan demikian, investor berpotensi memperoleh kombinasi antara distribusi pendapatan berkala dan pertumbuhan nilai investasi dalam jangka menengah hingga panjang.

Di tengah kondisi pasar yang masih diliputi ketidakpastian, PSBF-A menawarkan kombinasi antara stabilitas portofolio berbasis SBN, distribusi dividen bulanan yang konsisten, serta potensi pertumbuhan modal jangka menengah hingga panjang. Karakteristik tersebut menjadikan PSBF-A layak dicermati oleh investor yang menginginkan keseimbangan antara potensi imbal hasil, peluang capital gain, dan pengelolaan risiko.
*Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja di masa depan.
Tentang Makmur
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) merupakan perusahaan yang telah berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD), serta menjadi Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Makmur berkomitmen memperluas akses investasi yang inklusif, sejalan dengan visi Smart Wealth Building Made Simple, dengan mengedepankan prinsip simplicity, trust, dan clarity dalam setiap proses investasi, baik melalui reksa dana terkurasi maupun investasi saham.
Didirikan oleh para profesional teknologi dan finansial berpengalaman dari Silicon Valley dan Wall Street, Makmur memanfaatkan teknologi analitik berbasis data untuk membantu investor membangun kekayaan jangka panjang. Komitmen ini turut diakui melalui penghargaan Most Trusted Financial Brands Awards 2026 dari Investortrust dan Infovesta dalam kategori Agen Penjual Efek Reksa Dana Online.
Di Makmur, Anda juga bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo June Bonanza dan Road to Makmur.
Link: Promo di Makmur
Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.
Perlu diketahui, selain melalui aplikasi, Anda juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.
Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:
Website: Makmur.id
Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani
Key Takeaways: Kemampuan emiten dalam menjaga kualitas pendapatan menjadi faktor yang lebih penting dibanding sekadar mengejar pertumbuhan jumlah pelanggan. Salah satu metrik yang sering digunakan untuk mengukur kualitas tersebut adalah Average Revenue Per User (ARPU). ARPU sendiri merupakan metrik yang menunjukkan rata-rata pendapatan yang dihasilkan dari setiap pelanggan dalam periode tertentu, misalnya per bulan. Metrik […]
Key Takeaways: Perry Warjiyo mengundurkan diri secara sukarela dari jabatan Gubernur Bank Indonesia pada 25 Juli 2026 karena alasan pribadi. Pengunduran diri tersebut diterima Presiden Prabowo Subianto, dan Perry resmi berhenti dari jabatannya pada 27 Juli 2026. Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, kemudian ditunjuk sebagai Pejabat Sementara Gubernur BI untuk mengisi kekosongan kepemimpinan tersebut. […]
Key Takeaways: Di tengah maraknya tren yang menunjukkan gaya hidup mewah di media sosial, banyak investor dengan kemampuan finansial yang baik justru memilih untuk tidak menampilkan kekayaan secara berlebihan. Tren tersebut dikenal sebagai silent wealth, yaitu konsep yang memandang pertumbuhan aset dan kesehatan finansial tidak diukur dari barang yang dimiliki atau ditunjukkan, melainkan dari aset […]
Key Takeaways: Struktur kepemilikan saham merupakan salah satu faktor yang perlu diperhatikan investor saat menilai kualitas suatu emiten. Salah satu indikator yang sering digunakan adalah insider ownership, yaitu porsi saham yang dimiliki secara langsung oleh pihak internal perusahaan, seperti anggota direksi, komisaris, pendiri, atau pihak manajemen tertentu. Besarnya insider ownership perlu dipantau investor publik karena […]
Key Takeaways: Prajogo Pangestu dikenal sebagai salah satu pengusaha dan investor paling berpengaruh di Indonesia. Ia merupakan pendiri sekaligus pemegang saham utama Grup Barito, sebuah konglomerasi yang memiliki lini bisnis di sektor energi terbarukan, petrokimia, pertambangan, infrastruktur, hingga utilitas. Berkat ekspansi bisnis yang konsisten selama puluhan tahun, namanya kerap masuk dalam daftar orang terkaya di […]
Key Takeaways: Seorang investor perlu memiliki pemahaman yang mendalam tentang cara menilai kinerja sebuah saham. Salah satu metode yang sering digunakan untuk menilai kinerja saham adalah Excess Returns Model (ERM). Model ini membantu investor mengukur kinerja saham dengan membandingkan actual return dengan expected return berdasarkan risiko pasar. Mari kita bahas lebih lanjut tentang bagaimana menggunakan […]