






Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan industri keuangan syariah, termasuk di sektor pasar modal. Salah satu produk investasi syariah yang terus berkembang adalah reksa dana syariah, yang dikelola berdasarkan prinsip-prinsip syariah, bebas dari unsur riba dan spekulasi.
Berdasarkan data Infovesta per 24 juni 2025, total dana kelolaan (Asset Under Management/AUM) reksa dana syariah per Mei 2025 mencapai Rp46,53 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp16,33 triliun berasal dari reksa dana pendapatan tetap syariah. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 9,96% dibandingkan April 2025 yang sebesar Rp14,85 triliun, menjadikan reksa dana pendapatan tetap syariah sebagai instrumen dengan AUM terbesar di antara jenis reksa dana syariah lainnya.
Data ini menunjukkan bahwa minat investor terhadap reksa dana pendapatan tetap syariah mengalami kenaikan, seiring potensi imbal hasil yang relatif stabil serta pengelolaan yang sesuai dengan prinsip syariah.
Kondisi pasar modal saat ini masih diliputi berbagai tantangan, mulai dari perlambatan ekonomi global, konflik geopolitik di Timur Tengah, ketidakpastian tarif Trump, fluktuasi nilai tukar, arah kebijakan suku bunga global yang belum pasti, hingga tekanan dari arus keluar dana asing (capital outflow) dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Dalam situasi seperti ini, Investor Makmur perlu lebih selektif dalam memilih instrumen investasi untuk menghadapi fluktuasi pasar. Salah satu reksa dana yang dapat Investor Makmur cermati adalah Reksa Dana Shinhan Sukuk Syariah I yang merupakan produk dari Demina Capital Asset Management (DCAM) yang sebelumnya bernama Shinhan Asset Management Indonesia.
Shinhan Sukuk Syariah I merupakan reksa dana pendapatan tetap syariah yang bertujuan untuk memperoleh pertumbuhan investasi dengan imbal hasil yang relatif stabil dalam jangka menengah hingga panjang, melalui penempatan mayoritas dana pada sukuk yang diterbitkan oleh pemerintah maupun perusahaan korporasi yang memiliki peringkat layak investasi (investment grade) dan sesuai prinsip syariah serta regulasi pasar modal.
Dalam pengelolaannya, Shinhan Sukuk Syariah I menerapkan kebijakan investasi yang berfokus pada instrumen pendapatan tetap syariah dengan kualitas kredit yang solid dan sesuai prinsip syariah. Alokasi portofolio ditetapkan sebesar 85%–100% pada instrumen sukuk, baik yang diterbitkan oleh Pemerintah Republik Indonesia maupun korporasi Indonesia berperingkat investment grade. Sementara itu, alokasi sebesar 0%–15% ditempatkan pada instrumen pasar uang syariah guna menjaga likuiditas portofolio dalam jangka pendek.
Per 28 Mei 2025, portofolio Shinhan Sukuk Syariah I didominasi oleh kombinasi sukuk negara dan sukuk korporasi. Adapun tiga kepemilikan sukuk korporasi terbesar yang menjadi portofolio Shinhan Sukuk Syariah I yaitu:
Sementara itu, eksposur terhadap sukuk negara mencapai total 28%, dengan kepemilikan terbesar pada PBS012 dengan porsi 11%, PBS025 dengan porsi 5%, dan PBS032 dengan porsi 4%. Strategi ini mencerminkan pendekatan manajer investasi (MI) dalam menjaga keseimbangan antara stabilitas nilai investasi dan peluang pertumbuhan melalui diversifikasi yang selektif.
Instrumen ini juga menerapkan pendekatan selektif dalam pemilihan sukuk, dengan mempertimbangkan kualitas penerbit, peringkat kredit, serta kesesuaian dengan prinsip syariah dan regulasi pasar modal. Strategi ini ditujukan untuk menghasilkan imbal hasil yang kompetitif dalam jangka menengah hingga panjang, sekaligus meminimalkan risiko gagal bayar obligasi.
Secara total, dana kelolaan Shinhan Sukuk Syariah I mencapai Rp1,06 triliun per Mei 2025, mencerminkan tingkat kepercayaan investor terhadap konsistensi kinerja dan kualitas portofolio yang dikelola secara profesional oleh tim investasi.

Di tengah ketidakpastian pasar dan meningkatnya permintaan terhadap produk berbasis prinsip syariah, Shinhan Sukuk Syariah I dapat menjadi pilihan investasi yang dapat dipertimbangkan terutama bagi investor yang mengutamakan stabilitas dan prinsip syariah. Dengan portofolio yang terdiversifikasi pada sukuk berkualitas dan dikelola secara aktif oleh manajer investasi berpengalaman, produk ini menawarkan potensi imbal hasil yang kompetitif dalam jangka menengah hingga panjang.
Di samping itu, Investor Makmur perlu menyesuaikan pilihan investasi dengan tujuan keuangan dan profil risiko, agar reksa dana yang dipilih sesuai dengan kebutuhan dan berpotensi memberikan imbal hasil yang lebih optimal.
Di Makmur, Anda juga dapat memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda dapat memilih dan membeli reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo June Invest dan promo Semua Bisa Makmur.
Link: Promo-Promo di Makmur
Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.
Perlu diketahui, selain melalui ponsel, Anda juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.
Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:
Website: Makmur.id
Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani
Key Takeaways: Ketika membeli saham, terdapat berbagai strategi yang dapat diterapkan oleh investor, mulai dari investasi jangka panjang hingga perdagangan jangka pendek. Salah satu strategi yang cukup populer di kalangan trader aktif adalah scalping method. Meskipun terlihat menarik dengan potensi keuntungan yang cepat, scalping mengandung berbagai risiko yang perlu dipahami dengan baik sebelum diterapkan. Scalping […]
Key Takeaways: Leverage saham adalah strategi investasi yang menggunakan dana pinjaman sekuritas untuk memperbesar nilai transaksi saham, dengan tujuan mengoptimalkan potensi imbal hasil. Namun, potensi risikonya juga lebih besar, karena perubahan kecil dalam harga saham bisa berdampak besar terhadap pengurangan ekuitas atau modal. Oleh karena itu, sebelum menggunakan leverage saham, penting bagi Anda untuk memahami […]
Key Takeaways Investasi saham memerlukan analisis yang mendalam dan cermat, mengingat tingginya fluktuasi pasar dan risiko kegagalan dari perusahaan yang dipilih oleh investor. Untuk mengurangi risiko tersebut, berbagai metode analisis kuantitatif dan kualitatif terus berkembang. Salah satu pendekatan yang semakin populer adalah penggunaan model statistik, yang memungkinkan analisis yang objektif dan terukur dengan mengolah data […]
Key Takeaways: Membeli saham di pasar perdana atau Initial Public Offering (IPO) sering kali menarik perhatian banyak investor karena menawarkan peluang untuk meraih keuntungan. Sebagai catatan, IPO adalah proses ketika sebuah perusahaan pertama kali menawarkan sahamnya kepada publik melalui Bursa Efek Indonesia (BEI). Banyak investor berpikir bahwa membeli saham IPO adalah kesempatan untuk memiliki bagian […]
Key Takeaways: Pada Minggu, 1 Februari 2026, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dan Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) selaku Self-Regulatory Organization (SRO), serta Danantara menyelenggarakan dialog strategis yang membahas delapan rencana aksi percepatan reformasi integritas pasar modal Indonesia yang disusun dalam empat pilar utama. Dalam kesempatan tersebut, […]
Reksa dana pasar uang (RDPU) merupakan instrumen investasi dengan risiko relatif rendah dan likuid, sehingga cocok untuk berbagai profil investor. Reksa dana ini 100% dialokasikan ke instrumen pasar uang seperti deposito berjangka dan obligasi yang memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun. Oleh karena itu, RDPU ideal untuk tujuan investasi jangka pendek dan menawarkan potensi […]