makmur-logo
Reksa Dana
Bangun Kekayaan Anda Lebih Cerdas
dengan Reksa Dana
Maksimalkan produk reksa dana terkurasi dari para
profesional, untuk bantu capai tujuan finansial Anda.
Pelajari

Berinvestasi lebih mudah dengan
beragam fitur pintar
Dikelola oleh profesional yang bersertifikasi
Mudah & Dapat diakses dimana saja
Investasi mulai dari Rp10.000
Produk sesuai profil risiko
Alokasi aset dibantu oleh Mavis
faq-illustration
Ada Pertanyaan Seputar Makmur?
Kunjungi FAQ Kami
arrow-right-green
Artikel

Prinsip Strategi Risk Parity Portfolio yang Perlu Dipahami Investor

author
Content Management
author
26 Desember 2025
Facebook
Instagram
Tiktok
blog-detail

Key Takeaways:

  • Strategi risk parity portfolio memprioritaskan distribusi risiko, bukan alokasi modal.
  • Risk parity portfolio dirancang untuk menghadapi berbagai kondisi ekonomi, termasuk inflasi, pertumbuhan, maupun perlambatan ekonomi.
  • Strategi ini membutuhkan penyesuaian bobot aset secara berkala agar kontribusi risiko tetap seimbang.
  • Risk parity portfolio bertujuan membangun portofolio yang konsisten dan stabil dalam jangka panjang dengan fokus pada pengelolaan risiko.

Manajemen risiko adalah salah satu aspek yang sangat krusial dalam berinvestasi. Strategi risk parity portfolio merupakan salah satu pendekatan yang bisa Anda gunakan untuk manajemen risiko investasi. 

Strategi ini populer berkat Ray Dalio, pendiri dari Bridgewater Associates, salah satu hedge fund terbesar di dunia. Risk parity portfolio dianggap mampu membuat portofolio lebih stabil dalam menghadapi berbagai kondisi pasar.

Anda perlu memahami bahwa strategi risk parity portfolio tidak sekadar membagi investasi ke dalam beberapa aset, melainkan mendistribusikan risiko secara merata ke seluruh aset yang dimiliki. Dengan pendekatan ini, portofolio diharapkan tidak bergantung pada performa satu kelas aset saja dan cenderung stabil saat terjadi volatilitas pasar.

Prinsip Risk Parity Portfolio yang Perlu Dipahami Investor

Strategi ini pada dasarnya berfokus pada membagi risiko, berikut adalah prinsip yang perlu Anda pahami sebelum menerapkan pendekatan ini dalam portofolio investasi Anda:

1. Keseimbangan risiko aset

Tahap awal dalam membangun risk parity portfolio adalah menyelaraskan kontribusi risiko dari setiap kelas aset. Pendekatan ini tidak berfokus pada pembagian modal secara merata, melainkan pada perhitungan volatilitas serta hubungan antar aset.

Sebagai ilustrasi, saham umumnya memiliki volatilitas yang lebih tinggi dibandingkan obligasi. Dalam praktik risk parity, alokasi saham dapat berada di kisaran 25–35%, sementara obligasi memperoleh porsi yang lebih besar, sekitar 55–65%, untuk menyeimbangkan kontribusi risiko. Sisanya dapat dialokasikan ke aset lain seperti emas atau kas di kisaran 5–15% sebagai diversifikasi tambahan.

Dengan struktur seperti ini, setiap kelas aset diharapkan memberikan porsi risiko yang relatif seimbang. Hasilnya, portofolio menjadi lebih stabil, terdiversifikasi, dan tidak bergantung secara berlebihan pada satu sumber risiko tertentu.

2. Diversifikasi berdasarkan kondisi ekonomi

Pendekatan risk parity portfolio menekankan pentingnya memiliki kombinasi aset yang dapat berkinerja relatif stabil di berbagai kondisi ekonomi, baik saat inflasi tinggi, pertumbuhan melambat, maupun periode ekspansi. Pendekatan ini biasanya melibatkan alokasi aset yang difokuskan pada kontribusi risiko, bukan sekadar bobot nominal, sehingga potensi imbal hasil diselaraskan dengan profil risiko keseluruhan portofolio.

Saat ini, Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan BI-Rate sebesar 4,75% per 17 Desember 2025, setelah total pemangkasan mencapai sekitar 150 basis poin sepanjang 2025, dimulai dari sekitar 6,25% pada akhir 2024. Level suku bunga ini merupakan yang terendah sejak Oktober 2022, mencerminkan upaya otoritas moneter dalam mendukung pertumbuhan ekonomi sambil menjaga inflasi dan stabilitas nilai tukar.

Dalam konteks suku bunga yang lebih rendah, beberapa kelas aset seperti obligasi dengan durasi menengah-panjang atau saham dengan eksposur domestik dapat mengalami respons yang berbeda dibandingkan saat suku bunga tinggi. Diversifikasi portofolio berdasarkan sensitivitas terhadap suku bunga dan siklus ekonomi dapat membantu menjaga profil risiko dan imbal hasil, misalnya dengan memadukan aset yang cenderung berkinerja baik saat suku bunga turun dengan aset yang stabil saat tekanan inflasi meningkat.

3. Penggunaan model kuantitatif

Dalam penerapannya, strategi risk parity portfolio memerlukan pendekatan kuantitatif yang lebih mendalam untuk mencapai alokasi aset yang optimal. Salah satu langkah pertama yang diperlukan adalah menghitung volatilitas historis dari setiap aset yang ada dalam portofolio. Volatilitas ini mencerminkan tingkat fluktuasi harga aset selama periode tertentu, yang dapat menunjukkan seberapa besar risiko yang dapat ditanggung oleh portofolio.

Selain volatilitas, langkah penting lainnya adalah menghitung korelasi antar aset (kovarians). Korelasi mengukur sejauh mana dua aset bergerak bersama, apakah keduanya cenderung naik dan turun pada waktu yang sama atau justru berlawanan arah. Kovarians ini memberikan gambaran tentang seberapa besar hubungan antara harga aset yang satu dengan harga aset lainnya dalam portofolio. 

Jika dua aset memiliki korelasi negatif, maka kedua aset tersebut akan cenderung bergerak berlawanan arah, yang dapat mengurangi risiko keseluruhan portofolio. Sebaliknya, korelasi positif berarti kedua aset cenderung bergerak searah, meningkatkan potensi risiko.

4. Fokus pada risiko, bukan return

Strategi investasi berfokus pada imbal hasil atau return yang optimal. Sebaliknya, risk parity portfolio lebih menekankan pada pengelolaan risiko. Jika risiko dikelola dengan baik, maka return yang stabil akan mengikuti. Dengan pendekatan ini, Anda tidak hanya fokus pada potensi keuntungan, tetapi juga membangun portofolio yang lebih kuat dan tahan terhadap fluktuasi pasar.

Sebagai contoh, portofolio agresif dengan alokasi 70% saham dan 30% obligasi dapat mengalami volatilitas tahunan di atas 15%, karena risiko didominasi oleh saham. Sementara itu, risk parity portofolio dengan pembagian risiko yang seimbang, misalnya 30% saham, 60% obligasi, dan 10% aset safe haven, dapat menekan volatilitas ke kisaran 7–9%, tanpa mengorbankan potensi imbal hasil jangka panjang secara signifikan.

5. Rebalancing portfolio secara berkala

Anda perlu melakukan rebalancing portfolio secara rutin agar tetap sesuai dengan prinsip alokasi risiko yang telah ditetapkan. Pergerakan harga pasar dapat mengubah bobot risiko tiap aset, sehingga rebalancing portfolio penting untuk menjaga keseimbangan tersebut. Anda bisa menjadwalkannya secara berkala, misalnya setiap kuartal, atau melakukannya ketika terjadi perubahan risiko yang melebihi batas tertentu.

Strategi risk parity portfolio menawarkan pendekatan yang lebih sistematis dan seimbang dalam mengelola risiko investasi. Dibandingkan dengan kinerja satu kelas aset, strategi ini berupaya meminimalisir risiko secara proporsional ke berbagai instrumen. Dengan demikian, portofolio menjadi lebih tahan terhadap fluktuasi ekonomi dan tidak terlalu terpukul saat satu jenis aset yang mengalami tekanan.

Namun, strategi ini tidak dapat dijalankan hanya dengan membagi porsi investasi secara sederhana. Diperlukan analisis yang cermat terhadap volatilitas, korelasi antar aset, serta disiplin dalam melakukan rebalancing portfolio. Bagi investor individu, hal ini mungkin memerlukan waktu, pengetahuan, dan indikator yang belum tentu mudah diperoleh.

Jika Anda ingin berinvestasi secara praktis, instrumen reksa dana bisa menjadi pilihan yang tepat. Manajer investasi (MI) akan mengelola portofolio secara aktif, termasuk menyesuaikan alokasi aset berdasarkan kondisi pasar dan prinsip pengelolaan risiko. Anda hanya perlu memilih jenis dan produk reksa dana yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan investasi Anda, seperti:

  • Reksa dana pasar uang

Reksa dana ini cocok untuk Anda yang fokus pada risiko rendah dan likuiditas tinggi. Sebagian besar dana kelolaan akan dialokasikan ke instrumen pasar uang dan obligasi jangka pendek (jatuh tempo di bawah 1 tahun).

  • Reksa dana pendapatan tetap

Apabila Anda yang menginginkan potensi imbal hasil lebih tinggi dari reksa dana pasar uang dengan tingkat risiko yang masih moderat, maka reksa dana pendapatan tetap bisa jadi pilihan. Minimal 80% dana kelolaan reksa dana pendapatan tetap dialokasikan ke obligasi negara atau korporasi.

  • Reksa dana campuran

Dana kelolaan pada produk reksa dana campuran dialokasikan secara proporsional ke instrumen pasar uang, obligasi, dan saham, dengan batas maksimal 79% untuk setiap jenis aset. Cocok untuk Anda yang ingin keseimbangan antara risiko dan return.

  • Reksa dana saham

Reksa dana saham diperuntukkan bagi Anda yang berani mengambil risiko lebih tinggi untuk potensi imbal hasil yang lebih besar. Minimal 80% dana kelolaan di reksa dana ini, dialokasikan ke instrumen saham.

Anda bisa membeli reksa dana melalui Makmur, perusahaan Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Semua asset management dan produk reksa dana yang tersedia di Makmur juga sudah dikurasi secara profesional. 


Di Makmur, Anda bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo December Thrive, promo Semua Bisa Makmur dan promo Makmur Premium Tour.

Link: Promo-Promo di Makmur

Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.

Download Makmur

Perlu diketahui, selain melalui aplikasi, Anda juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.

Web Aplikasi Makmur

Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:

Website:Makmur.id


Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani

Bagikan
Facebook
Instagram
Tiktok
Artikel lainnya
Artikel

Saham dengan Free Float Rendah, Apakah Layak untuk Investasi Jangka Panjang?

Key Takeaways: Keberhasilan dalam berinvestasi saham melibatkan berbagai faktor, salah satunya adalah menilai apakah saham dengan free float rendah layak untuk investasi jangka panjang. Free float saham merujuk pada jumlah saham yang tersedia untuk diperdagangkan di pasar terbuka, yang tidak dimiliki oleh pemegang saham pengendali ataupun pihak korporasi. Saham dengan free float rendah dapat memengaruhi […]

author
Content Management
calendar
19 Februari 2026
Artikel

Sebelum Membeli atau Menjual Reksa Dana, Ketahui Pentingnya Memahami Cut-Off Time NAB

Key Takeaways: Dalam berinvestasi reksa dana, keputusan membeli atau menjual sering dipengaruhi oleh kondisi pasar pada hari tertentu. Namun, harga yang digunakan dalam transaksi bukanlah harga saat instruksi diberikan, melainkan Nilai Aktiva Bersih (NAB) pada tanggal efektif sesuai ketentuan cut-off time. Jika transaksi dilakukan setelah batas waktu tersebut, maka akan menggunakan NAB hari bursa berikutnya. […]

author
Content Management
calendar
18 Februari 2026
Artikel

Banyak Investor Mengandalkan Broker Summary, Padahal Ada Hal Lain yang Perlu Dipahami

Key Takeaways: Broker summary adalah laporan yang mencakup informasi terkait volume transaksi yang dilakukan oleh broker, harga beli dan jual saham, perubahan harga saham yang dipengaruhi oleh aktivitas broker, serta akumulasi dan distribusi saham yang dilakukan oleh market maker. Market maker merupakan pihak berupa institusi atau individu yang menyediakan likuiditas di pasar keuangan. Meskipun broker […]

author
Content Management
calendar
13 Februari 2026
Artikel

Cara Menganalisis Sektor yang Diuntungkan Ketika Ada Arus Dana Asing

Key Takeaways: Arus dana asing bisa menjadi indikator kunci dalam menganalisis saham, karena aliran dana asing dari luar negeri dapat memberikan dampak signifikan terhadap sektor tertentu di pasar saham, termasuk perubahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Oleh karena itu, penting bagi investor untuk memahami cara menganalisis sektor yang berpotensi mendapatkan keuntungan dari arus dana asing.  […]

author
Content Management
calendar
12 Februari 2026
Artikel

Menghadapi Saham dengan Status Full Call Auction (FCA), Apa Strategi Investor yang Tepat?

Key Takeaways: Status Full Call Auction (FCA) merupakan mekanisme perdagangan khusus yang diterapkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) terhadap saham yang masuk dalam Papan Pemantauan Khusus (PPK). Melalui mekanisme ini, perdagangan saham tidak lagi dilakukan seperti biasa di Pasar Reguler, melainkan hanya pada waktu tertentu melalui proses lelang. Bagi investor yang memiliki saham dengan status […]

author
Content Management
calendar
11 Februari 2026
Artikel

Saham Syariah Tidak Berarti Bebas Risiko, Ini yang Perlu Anda Analisis

Key Takeaways: Investasi saham syariah biasanya menjadi pilihan bagi investor yang ingin berinvestasi sesuai dengan prinsip syariah. Namun, perlu dipahami bahwa saham syariah tetap memiliki risiko, meskipun sesuai dengan ketentuan syariah. Sebelum Anda memutuskan untuk berinvestasi, penting untuk memahami kriteria perusahaan yang memenuhi syarat sebagai saham syariah serta melakukan analisis yang mendalam. Karena setiap saham […]

author
Content Management
calendar
10 Februari 2026
Bangun Kekayaan Jangka Panjang Bersama Makmur
Hak Cipta ©2019 - 2026 PT Inovasi Finansial Teknologi
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan yang berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PT Inovasi Finansial Teknologi telah mendapatkan izin sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta telah tersertifikasi ISO 270001:2022 dalam penerapan standar internasional pada Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Reksa dana adalah instrumen investasi dan produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Makmur tidak bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Saham adalah tanda penyertaan modal atas suatu persereoan terbatas yang terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Seluruh instrumen investasi mengandung risiko dan memiliki kemungkinan berkurangnya nilai investasi. Kinerja historis instrumen investasi tidak menjamin kinerja dimasa yang akan datang.
Makmur V.1.0.0