






Value investing adalah salah satu strategi investasi yang dikenal mampu menghasilkan keuntungan jangka panjang dengan risiko yang terukur. Strategi ini semakin populer berkat kesuksesan Warren Buffett, seorang investor legendaris yang konsisten menerapkan prinsip-prinsip value investing dalam membangun kekayaannya. Ia lahir pada 30 Agustus 1930 di Omaha, Nebraska, dikenal sebagai salah satu investor paling berpengaruh dan legendaris di dunia.
Warren Buffett merupakan pemegang saham terbesar Berkshire Hathaway, perusahaan konglomerasi yang memiliki portofolio bisnis di berbagai sektor. Dalam laporan tahunan Berkshire Hathaway maupun wawancara publiknya, ia sering menjelaskan pendekatan dan prinsip value investing dalam keputusan investasinya.
Ada beberapa prinsip dasar value investing dari Warren Buffett, di antaranya:
Menurut Warren Buffett, nilai intrinsik suatu perusahaan mencerminkan seberapa besar kemampuan perusahaan tersebut untuk menghasilkan arus kas di masa depan, yang merupakan cerminan dari keberlanjutan dan profitabilitas jangka panjangnya. Dalam konteks ini, Buffett menekankan bahwa keputusan investasi yang bijak tidak hanya didasarkan pada harga saham yang terlihat murah, tetapi lebih pada analisis terhadap kualitas dan potensi arus kas yang dapat dihasilkan oleh perusahaan tersebut.
Warren Buffett menggunakan beberapa rasio keuangan untuk menilai nilai intrinsik perusahaan, termasuk price to earnings (P/E) untuk mengukur hubungan antara harga saham dan laba, price to book (P/B) untuk membandingkan harga saham dengan nilai buku perusahaan, serta return on equity (ROE) untuk menilai efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari ekuitas.
Ia juga memperhatikan debt to equity (D/E) untuk memastikan perusahaan tidak terlalu bergantung pada utang, free cash flow (FCF) untuk mengevaluasi kemampuan perusahaan menghasilkan uang tunai, dan operating margin untuk menilai efisiensi operasional. Selain itu, pertumbuhan laba yang stabil dan dividend yield menjadi indikator penting bagi Warren Buffett dalam memilih perusahaan yang berpotensi memberikan keuntungan jangka panjang dan arus kas yang kuat.
Konsep margin of safety juga merupakan prinsip dasar dalam value investing yang sangat ditekankan oleh Warren Buffett. Investor sebaiknya membeli hanya ketika harga saham tersebut jauh lebih rendah daripada nilai intrinsiknya. Dengan cara ini, Anda memiliki “ruang perlindungan” yang dapat mengurangi risiko jika terjadi ketidakpastian atau volatilitas pasar.
Pendekatan ini memungkinkan Anda untuk menghindari kerugian besar saat pasar tidak stabil. Selain itu, juga memberikan potensi keuntungan yang lebih besar ketika nilai perusahaan kembali mencerminkan kondisi riilnya.
Warren Buffett selalu menekankan pentingnya berinvestasi pada bisnis yang Anda pahami. Artinya, Anda harus memiliki pemahaman yang mendalam tentang model bisnis, industri, dan prospek jangka panjang perusahaan tersebut. Dengan demikian, Anda dapat menilai apakah perusahaan memiliki sustainable competitive advantage, yaitu keunggulan dalam bersaing dengan kompetitor dalam jangka panjang.
Prinsip ini juga melindungi Anda dari keputusan investasi yang bersifat spekulatif di sektor atau industri yang tidak Anda kuasai, karena kurangnya pemahaman dapat meningkatkan risiko investasi. Tanpa pengetahuan yang cukup, Anda bisa saja menghadapi tantangan dalam menganalisis potensi bisnis tersebut, yang dapat mempengaruhi keputusan yang berisiko tinggi.
Selain kinerja finansial, kualitas manajemen juga menjadi pertimbangan utama bagi Warren Buffett. Ia berkeyakinan bahwa perusahaan dengan pemimpin yang jujur, kompeten, dan memiliki visi jangka panjang akan lebih mampu menghadapi berbagai tantangan bisnis. Anda dapat mempelajari rekam jejak manajemen dalam mengelola aset, distribusi dividen, serta keputusan strategis yang diambil. Faktor tersebut memberikan gambaran tentang keandalan perusahaan dalam menciptakan nilai bagi pemegang saham.
Disiplin dan kesabaran merupakan elemen kunci dalam value investing. Warren Buffett selalu menunggu kesempatan investasi yang tepat, daripada membuat keputusan secara tergesa-gesa. Ia hanya berinvestasi ketika menemukan peluang yang sesuai dengan prinsip value investing, memastikan keputusan yang diambil didasarkan pada analisis yang matang dan rasional.
Anda juga harus siap untuk memiliki saham selama bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun selama perusahaan tersebut tetap memiliki prospek yang baik. Orientasi jangka panjang ini memungkinkan Anda memanfaatkan pertumbuhan eksponensial yang tidak terlihat dalam jangka pendek. Value investing bukanlah strategi untuk mencari keuntungan cepat, melainkan membangun kekayaan dalam jangka panjang.
Prinsip value investing ala Warren Buffett merupakan kerangka kerja yang sederhana namun sangat efektif dalam membangun kekayaan jangka panjang. Anda dapat membuat keputusan investasi yang lebih rasional dan terukur dengan menjalankan prinsip tersebut, bahkan memiliki peluang lebih besar untuk mencapai hasil investasi yang optimal.
Pertimbangkan juga untuk berinvestasi di reksa dana saham, yang menempatkan minimal 80% aset kelolaan pada instrumen ekuitas atau saham. Anda pun dapat mengimplementasikan prinsip-prinsip value investing dengan cara yang lebih mudah, karena dana kelolaan pada reksa dana saham dikelola secara profesional oleh manajer investasi (MI) yang memiliki pengetahuan mendalam untuk memilih saham dengan potensi pertumbuhan jangka panjang.
Anda dapat menemukan beragam produk reksa dana saham di Makmur, perusahaan Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Salah satu produk reksa dana saham yang bisa Anda pertimbangkan adalah TRIM Syariah Saham. Berdasarkan data per tanggal 18 September 2025, reksa dana ini bisa memberikan imbal hasil 9,63% secara year-to-date (YTD).
Di Makmur, Anda bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo Smart September, promo Semua Bisa Makmur dan promo Makmur Premium Tour.
Link: Promo-Promo di Makmur
Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.
Perlu diketahui, selain melalui aplikasi, Anda juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.
Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:
Website: Makmur.id
Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani
Key Takeaways: Dalam berinvestasi pada reksa dana, banyak investor yang lebih fokus pada return atau imbal hasil yang dapat diperoleh. Meskipun return merupakan salah satu pertimbangan utama, penting untuk tidak mengabaikan aspek risiko yang menyertainya. Risiko pada reksa dana dapat berasal dari berbagai faktor yang memengaruhi kinerja investasi. Oleh karena itu, pemahaman yang mendalam mengenai […]
Key Takeaways: Keberhasilan dalam berinvestasi saham melibatkan berbagai faktor, salah satunya adalah menilai apakah saham dengan free float rendah layak untuk investasi jangka panjang. Free float saham merujuk pada jumlah saham yang tersedia untuk diperdagangkan di pasar terbuka, yang tidak dimiliki oleh pemegang saham pengendali ataupun pihak korporasi. Saham dengan free float rendah dapat memengaruhi […]
Key Takeaways: Dalam berinvestasi reksa dana, keputusan membeli atau menjual sering dipengaruhi oleh kondisi pasar pada hari tertentu. Namun, harga yang digunakan dalam transaksi bukanlah harga saat instruksi diberikan, melainkan Nilai Aktiva Bersih (NAB) pada tanggal efektif sesuai ketentuan cut-off time. Jika transaksi dilakukan setelah batas waktu tersebut, maka akan menggunakan NAB hari bursa berikutnya. […]
Key Takeaways: Broker summary adalah laporan yang mencakup informasi terkait volume transaksi yang dilakukan oleh broker, harga beli dan jual saham, perubahan harga saham yang dipengaruhi oleh aktivitas broker, serta akumulasi dan distribusi saham yang dilakukan oleh market maker. Market maker merupakan pihak berupa institusi atau individu yang menyediakan likuiditas di pasar keuangan. Meskipun broker […]
Key Takeaways: Arus dana asing bisa menjadi indikator kunci dalam menganalisis saham, karena aliran dana asing dari luar negeri dapat memberikan dampak signifikan terhadap sektor tertentu di pasar saham, termasuk perubahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Oleh karena itu, penting bagi investor untuk memahami cara menganalisis sektor yang berpotensi mendapatkan keuntungan dari arus dana asing. […]
Key Takeaways: Status Full Call Auction (FCA) merupakan mekanisme perdagangan khusus yang diterapkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) terhadap saham yang masuk dalam Papan Pemantauan Khusus (PPK). Melalui mekanisme ini, perdagangan saham tidak lagi dilakukan seperti biasa di Pasar Reguler, melainkan hanya pada waktu tertentu melalui proses lelang. Bagi investor yang memiliki saham dengan status […]