






International Monetary Fund (IMF) atau Dana Moneter Internasional kembali merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi global dalam laporan World Economic Outlook edisi Juli 2025. Proyeksi global untuk 2025 dinaikkan menjadi 3,0%, seiring sejumlah faktor pendorong sementara seperti kenaikan belanja menjelang kenaikan tarif dan stimulus fiskal di beberapa negara besar. Namun di sisi lain, IMF tetap menyoroti risiko perdagangan global yang dapat menahan pemulihan dalam jangka menengah. Dalam artikel ini, Makmur akan membahas latar belakang revisi tersebut, dampaknya terhadap perekonomian Indonesia, serta pilihan instrumen investasi strategis yang dapat dipertimbangkan investor untuk menghadapi dinamika global.
International Monetary Fund (IMF) atau Dana Moneter Internasional adalah lembaga keuangan internasional yang bertujuan menjaga stabilitas sistem moneter global. Hingga saat ini, IMF memiliki 191 negara anggota dari berbagai tingkat perkembangan ekonomi. Lembaga ini memberikan dukungan kepada anggotanya, termasuk Indonesia melalui pembiayaan, konsultasi kebijakan, dan analisis ekonomi untuk membantu mengatasi tekanan fiskal, defisit transaksi berjalan, dan tantangan struktural lainnya.
Salah satu publikasi utamanya adalah World Economic Outlook, laporan berkala yang memuat proyeksi ekonomi global, regional, dan nasional. Publikasi ini menjadi acuan penting bagi pemerintah, pelaku pasar, dan lembaga keuangan dalam membaca arah perekonomian dunia. Pada edisi Juli 2025, IMF merevisi naik proyeksi pertumbuhan global, namun tetap menyoroti risiko yang dapat menghambat pemulihan dalam jangka menengah.
IMF menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global menjadi 3,0% pada 2025 dan 3,1% pada 2026, dari estimasi sebelumnya sebesar 2,9% dan 3,0%. Revisi ini mencerminkan perbaikan sentimen global di tengah sejumlah faktor pendukung utama:
Di antara negara-negara utama, Amerika Serikat dan Tiongkok mencatat revisi tertinggi:
Meskipun demikian, IMF juga mengingatkan bahwa pertumbuhan ini belum sepenuhnya mencerminkan perbaikan struktural. Aktivitas ekonomi yang meningkat sejauh ini lebih banyak dipicu oleh faktor sementara, seperti penimbunan stok menjelang pemberlakuan tarif baru. Tanpa pemulihan konsumsi yang merata, momentum pertumbuhan berisiko melemah pada paruh kedua 2025 hingga awal 2026.
IMF menyoroti bahwa arah pemulihan ekonomi global masih dibayangi berbagai risiko, mulai dari ketegangan perdagangan internasional hingga ketidakpastian suku bunga jangka panjang.
Di tengah kondisi tersebut, strategi diversifikasi menjadi semakin penting agar portofolio tetap optimal. Salah satu instrumen yang dapat dipertimbangkan adalah reksa dana pendapatan tetap (RDPT), yang dikelola oleh manajer investasi (MI) profesional dan cenderung menawarkan potensi imbal hasil lebih stabil meskipun pasar mengalami fluktuasi.
RDPT mengalokasikan minimal 80% portofolionya pada obligasi atau sukuk, baik dari pemerintah maupun korporasi. Instrumen ini sesuai bagi investor yang ingin menjaga pertumbuhan portofolio secara berkelanjutan, dengan tingkat risiko yang lebih terukur di tengah ketidakpastian global. Selain itu, RDPT juga umumnya memberikan distribusi imbal hasil secara berkala, sehingga dapat membantu menjaga keseimbangan antara risiko dan potensi keuntungan investasi.
Itulah pembahasan mengenai revisi proyeksi ekonomi global oleh IMF dan implikasinya terhadap ekonomi Indonesia serta pasar keuangan. Meskipun outlook makro saat ini tampak membaik, investor tetap perlu berhati-hati terhadap risiko lanjutan dari ketegangan perdagangan dan normalisasi kebijakan fiskal. Di tengah ketidakpastian tersebut, diversifikasi portofolio melalui reksa dana pendapatan tetap dapat menjadi pilihan strategis untuk menjaga stabilitas portofolio Anda.
Di Makmur, Anda juga dapat memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda dapat memilih dan membeli reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo August Financial Freedom, promo Semua Bisa Makmur, dan promo Makmur Premium Tour.
Link: Promo-Promo di Makmur
Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.
Perlu diketahui, selain melalui ponsel, Anda juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.
Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:
Website: Makmur.id
Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani
Key Takeaways: Dalam membangun portofolio investasi saham, salah satu tantangan terbesar bagi investor adalah membedakan antara saham yang benar-benar berkualitas (best buy) dan saham yang sebaiknya dihindari (worst buy). Tidak semua saham yang harganya murah layak dibeli, dan tidak semua saham yang populer menjamin keuntungan. Memahami perbedaan fundamental antara kedua kategori ini adalah langkah krusial […]
Key Takeaways: Strategi buy and hold pada reksa dana merupakan pendekatan investasi jangka panjang, di mana investor mempertahankan investasinya tanpa melakukan penjualan atau pencairan. Tujuannya adalah memperoleh pertumbuhan aset secara bertahap dan optimal. Berbeda dengan trading aktif yang mengandalkan timing pasar, strategi ini lebih konsisten dan disiplin. Dalam reksa dana, strategi investasi ini didukung oleh […]
Reksa dana pasar uang (RDPU) merupakan instrumen investasi dengan risiko relatif rendah dan likuid, sehingga cocok untuk berbagai profil investor. Reksa dana ini 100% dialokasikan ke instrumen pasar uang seperti deposito dan obligasi yang memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun. Oleh karena itu, RDPU ideal untuk tujuan investasi jangka pendek dan menawarkan potensi imbal […]
Sebagai instrumen investasi yang relatif stabil, reksa dana pendapatan tetap (RDPT) menjadi salah satu pilihan utama investor di Indonesia. Hal ini tercermin dari Asset Under Management (AUM) yang mencapai Rp266,82 triliun per Februari 2026, naik 5,05% dibandingkan Desember 2025, tertinggi di antara jenis reksa dana lainnya. Untuk memastikan kualitas reksa dana, Makmur menyeleksi RDPT dari […]
Reksa dana campuran merupakan instrumen investasi yang mengalokasikan dana pada instrumen saham, obligasi, dan instrumen pasar uang, dengan masing-masing aset tidak melebihi 79% dari total portofolio. Diversifikasi ini memberikan keseimbangan antara potensi pertumbuhan dan stabilitas, sehingga cocok bagi investor dengan profil risiko moderat dan tujuan investasi jangka menengah hingga panjang. Makmur menyeleksi reksa dana campuran […]
Pasar saham domestik bergerak volatil sepanjang year-to-date (YTD) per 31 Maret 2026 akibat kombinasi sentimen eksternal dan domestik. Dari sisi eksternal, berlanjutnya konflik Timur Tengah mendorong harga minyak West Texas Intermediate (WTI) naik 79% YTD, disertai kekhawatiran inflasi dan ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama. Dari sisi domestik, sentimen dipengaruhi kekhawatiran fiskal dan pembekuan rebalancing […]