






Pasar modal Indonesia kembali diramaikan oleh penawaran umum perdana saham (IPO). PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), bersiap mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 23 September 2025. EMAS akan menjadi perusahaan ketiga dalam ekosistem Grup Merdeka, setelah PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA). Dalam artikel ini, Makmur akan membahas profil bisnis EMAS, rincian IPO, struktur pemegang saham, kinerja keuangan, valuasi, serta prospek dan risiko yang perlu dicermati investor.
PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) didirikan dengan nama PT Pani Bersama Jaya dan resmi berganti nama pada Juni 2025. Perusahaan ini merupakan anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang berfokus pada pengembangan dan pengelolaan Proyek Emas Pani di Gorontalo, salah satu proyek tambang emas terbesar di Indonesia.
Proyek Pani memiliki basis sumber daya dan cadangan emas yang signifikan. Hingga akhir 2024, estimasi cadangan dan sumber daya perusahaan EMAS mencapai:
Tambang ini direncanakan beroperasi hingga 2041 dengan jadwal konstruksi fasilitas pengolahan yang ditargetkan selesai pada Oktober 2025. Produksi komersial diperkirakan dimulai pada awal 2026, dengan target produksi puncak mencapai 500 ribu troy ounce per tahun pada 2033.
Dengan profil sumber daya yang besar dan prospek umur tambang jangka panjang, EMAS berpotensi menjadi salah satu produsen emas utama di Asia Tenggara.
Sebelum IPO, EMAS dimiliki oleh sejumlah pemegang saham utama, dengan porsi terbesar dikuasai oleh PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) sebesar 62,73%. Selain itu, terdapat nama-nama strategis lain seperti PT Elias Adi Manajemen, PT Unitras Kapita Indonesia, PT Natarang Emas, hingga investor individu seperti Winato Kartono dan Garibaldi Thohir.
Melalui penawaran umum perdana saham (IPO), EMAS melepas sebanyak-banyaknya 1,62 miliar saham baru atau sekitar 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Dengan demikian, kepemilikan MDKA akan terdilusi menjadi sekitar 56,46%, sementara porsi publik (masyarakat) akan masuk sebesar ±10%.
Tabel 1.1 Struktur Pemegang Saham EMAS Sebelum dan Sesudah IPO

Sumber: Prospektus EMAS, 2025
Harga penawaran ditetapkan dalam kisaran Rp1.800–Rp3.020 per saham, sehingga total dana yang berpotensi dihimpun mencapai sekitar Rp4,88 triliun. Berikut jadwal lengkap penawaran umum perdana saham EMAS:
Dana hasil IPO akan digunakan untuk memperkuat struktur keuangan dan mendukung ekspansi bisnis perusahaan, dengan alokasi sebagai berikut:
Sumber: Prospektus EMAS
Dalam pelaksanaan penawaran umum perdana saham, perusahaan didukung oleh tujuh penjamin pelaksana emisi efek (underwriter), yaitu Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (LG), UOB Kay Hian Sekuritas (AI), Sinarmas Sekuritas (DH), Indo Premier Sekuritas (PD), Aldiracita Sekuritas Indonesia (PP), OCBC Sekuritas Indonesia (TP), dan Amantara Sekuritas Indonesia (YO).
Secara historis, beberapa underwriter tersebut memiliki rekam jejak yang cukup solid dalam mendukung IPO di pasar modal Indonesia. Berikut beberapa contoh performa saham pada hari pertama perdagangan yang diikuti masing-masing underwriter:
Di sisi lain, dua emiten afiliasi di sektor pertambangan mineral, yaitu MDKA (PT Merdeka Copper Gold Tbk) dan MBMA (PT Merdeka Battery Materials Tbk), juga didukung oleh Indo Premier Sekuritas (PD) sebagai salah satu underwriter utama.
EMAS mencatat perkembangan kinerja keuangan yang fluktuatif dalam dua tahun terakhir. Pada 2023, EMAS membukukan pendapatan sebesar Rp2,29 triliun, dan meningkat 26% yoy menjadi Rp2,87 triliun pada 2024. Laba kotor turut bertumbuh dari Rp753,2 miliar pada 2023 menjadi Rp935,1 miliar pada 2024, mencerminkan adanya ekspansi kapasitas usaha.
Hingga kuartal I-2025, EMAS membukukan rugi bersih US$9,21 juta atau sekitar Rp151,28 miliar. Sementara itu, Pendapatan yang ada masih berasal dari sewa alat berat, bukan penjualan emas. Hal ini membuat arus kas terbatas dan menekan potensi pembagian dividen dalam jangka pendek.
Dari sisi neraca, total aset per akhir 2024 mencapai Rp11,83 triliun (+3% yoy), dengan liabilitas naik 9% menjadi Rp4,32 triliun. Ekuitas perusahaan justru turun 4% yoy menjadi Rp4,32 triliun, sehingga struktur permodalan masih menantang. Pasca IPO, ekuitas diperkirakan meningkat signifikan menjadi Rp7,23–Rp9,20 triliun, seiring dengan masuknya dana hasil penawaran umum perdana saham (pada rentang harga Rp1.800–Rp3.020 per saham).
Dari sisi profitabilitas, margin laba bersih atau Net Profit Margin (NPM) masih negatif akibat kerugian yang dialami, sedangkan Return on Equity (ROE) dan Return on Assets (ROA) belum optimal. Tambahan modal dari IPO diharapkan dapat memperkuat struktur keuangan sekaligus mendukung ekspansi usaha ke depan.
Tabel 1.2 Kinerja Keuangan EMAS

Sumber : Prospektus EMAS, 2025
3M25 = Periode Januari-Maret 2025
Dari sisi valuasi, EMAS diperdagangkan pada level yang relatif tinggi. P/BV EMAS sebesar 4,0–5,3x, lebih tinggi dibanding rata-rata emiten sejenis sebesar 3,89x.
Tabel 1.3 Valuasi EMAS Vs Industry

Sumber: Prospektus EMAS, 2025
Selain memiliki prospek positif, EMAS juga memiliki risiko bisnis, antara lain:
IPO EMAS memang menawarkan peluang untuk berpartisipasi dalam proyek emas berskala besar di Indonesia. Namun, dengan valuasi tinggi dan risiko eksekusi yang masih besar, saham ini hanya sesuai bagi investor dengan profil risiko agresif.
Selain itu, investasi pada saham IPO, termasuk EMAS, memiliki risiko tambahan setelah tercatat di BEI. Harga saham dapat berfluktuasi tajam, dipengaruhi oleh sentimen pasar, ekspektasi terhadap prospek tambang, serta aksi jual-beli dari investor institusi maupun ritel. Tidak tertutup kemungkinan harga terkoreksi di bawah harga penawaran, terutama karena EMAS belum menghasilkan pendapatan komersial dan masih membutuhkan waktu hingga tahap produksi.
Bagi Investor Makmur yang lebih mengutamakan stabilitas portofolio dan pengelolaan risiko, reksa dana khususnya reksa dana saham dapat menjadi pilihan diversifikasi. Investasi melalui reksa dana memungkinkan penyebaran dana ke berbagai emiten dan sektor, dengan pengelolaan profesional oleh Manajer Investasi. Pendekatan ini membantu menjaga keseimbangan portofolio sekaligus membuka peluang pertumbuhan jangka panjang.
Itulah pembahasan mengenai prospek dan fundamental PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) menjelang penawaran umum perdananya. Bagi Investor Makmur, penting untuk menyesuaikan pilihan investasi dengan profil risiko dan tujuan keuangan.
Di Makmur, Anda bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo Smart September, promo Semua Bisa Makmur dan promo Makmur Premium Tour.
Link: Promo-Promo di Makmur
Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.
Perlu diketahui, selain melalui aplikasi, Anda juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.
Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:
Website: Makmur.id
Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani
Key Takeaways: Dalam investasi reksa dana, investor umumnya ingin memahami potensi imbal hasil, termasuk pada reksa dana saham yang memiliki volatilitas lebih tinggi. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengukur potensi tersebut adalah expected return atau potensi imbal hasil yang diharapkan. Expected return digunakan untuk memperkirakan rata-rata imbal hasil yang dapat diperoleh di masa […]
Key Takeaways: Revisi aturan royalti mineral sempat diusulkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia (Kementerian ESDM) pada konsultasi publik pada 8 Mei 2026. Pemerintah berencana merevisi PP Nomor 19 Tahun 2025 terkait penyesuaian tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), khususnya royalti sektor mineral. Melalui revisi tersebut, pemerintah ingin meningkatkan penerimaan negara dari […]
Key Takeaways: Akuisisi perusahaan merupakan aksi korporasi yang berdampak material terhadap harga saham dan kinerja keuangan pihak-pihak yang terlibat, di mana suatu perusahaan membeli atau mengendalikan perusahaan lain untuk memperluas bisnis atau meningkatkan nilai. Bagi investor yang memiliki saham pada perusahaan pengakuisisi, penting untuk mengevaluasi berbagai aspek untuk memahami implikasi jangka pendek dan jangka panjang dari […]
Key Takeaways: Charlie Munger adalah salah satu investor legendaris di dunia dan merupakan rekan dari Warren Buffett di Berkshire Hathaway, sebuah perusahaan investasi (holding company) multinasional asal Amerika Serikat. Charlie Munger menjabat sebagai vice chairman sejak 1978. Ia adalah sosok yang meyakinkan Buffett untuk beralih dari strategi cigar butt menjadi berfokus pada perusahaan berkualitas dengan […]
Key Takeaways: Private placement saham adalah proses penerbitan saham baru yang ditujukan kepada investor institusi tanpa melalui pasar terbuka. Biasanya, perusahaan memilih private placement sebagai cara untuk memperkuat posisi keuangan atau mendanai proyek ekspansi. Walaupun disebut sebagai pendanaan strategis, apakah private placement selalu menguntungkan bagi investor? Mari kita bahas lebih dalam mengenai cara kerja private […]
Reksa dana pasar uang (RDPU) merupakan instrumen investasi dengan risiko relatif rendah dan likuid, sehingga cocok untuk berbagai profil investor. Reksa dana ini 100% dialokasikan ke instrumen pasar uang seperti deposito dan obligasi yang memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun. Oleh karena itu, RDPU ideal untuk tujuan investasi jangka pendek dan menawarkan potensi imbal […]