makmur-logo
Reksa Dana
Bangun Kekayaan Anda Lebih Cerdas
dengan Reksa Dana
Maksimalkan produk reksa dana terkurasi dari para
profesional, untuk bantu capai tujuan finansial Anda.
Pelajari

Berinvestasi lebih mudah dengan
beragam fitur pintar
Dikelola oleh profesional yang bersertifikasi
Mudah & Dapat diakses dimana saja
Investasi mulai dari Rp10.000
Produk sesuai profil risiko
Alokasi aset dibantu oleh Mavis
faq-illustration
Ada Pertanyaan Seputar Makmur?
Kunjungi FAQ Kami
arrow-right-green
Artikel

IHSG Pecah Rekor, Begini Dampaknya ke Reksa Dana Saham

author
Content Management
author
23 September 2024
Facebook
Instagram
Tiktok
blog-detail

Hai, Sobat Makmur! Pemangkasan suku bunga yang dilakukan oleh sejumlah bank sentral di dunia membawa angin segar bagi pasar saham Indonesia. Hal ini tercermin dari kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang naik sepanjang pekan lalu. Kenaikan IHSG ini tentu berdampak ke instrumen yang berhubungan dengan saham, salah satunya reksa dana saham. Pada artikel kali ini, Makmur akan mengajak kamu untuk memahami efek pemangkasan suku bunga ke IHSG dan dampaknya ke reksa dana saham. Yuk, disimak!

IHSG Sempat Pecah Rekor

Pekan lalu, IHSG berhasil mencetak rekor baru. Pada Kamis (19/9), IHSG sempat menguat ke level 7.910,866, yang merupakan level tertingginya sepanjang masa alias all time high (ATH). Penguatan IHSG terutama didorong oleh kenaikan saham-saham perbankan dengan kapitalisasi pasar besar seperti BBCA, BMRI, BBNI. Bahkan, saham BBCA dan BMRI sempat mencetak rekor level tertinggi baru pada Kamis (19/9).

Ada beberapa faktor yang membuat IHSG mencetak rekor tertingginya. Pertama, arus dana asing yang mengalir masuk ke pasar keuangan domestik secara masif pasca bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) memutuskan untuk memangkas suku bunganya sebesar 50 basis poin (bps). Hal ini disebabkan perbedaan atau disparitas suku bunga The Fed dengan Suku Bunga BI yang masih cukup tinggi.

Kedua, penurunan suku bunga akan membuat investor mencari alternatif lain dengan imbal hasil yang lebih tinggi dari deposito, salah satunya saham. Meningkatnya permintaan saham di bursa akan menyebabkan peningkatan likuiditas dan harga saham emiten dengan bisnis yang solid. Selain itu, penurunan suku bunga juga akan meningkatkan kinerja sejumlah emiten. Sebab, pemangkasan suku bunga yang diikuti oleh penurunan bunga kredit akan membuat emiten mendapatkan pendanaan dengan biaya yang lebih rendah. Dengan kondisi ini, emiten mampu menekan beban bunga yang berpotensi mendorong laba bersih emiten dan menyebabkan apresiasi harga saham. Hal ini terbukti dari penguatan IHSG dalam beberapa waktu belakangan ini. Dalam sebulan ke belakang, IHSG menguat 2,43% (per 23 September 2024).

Dampak Kenaikan IHSG ke Reksa Dana Saham

Penguatan ini juga berdampak pada penguatan reksa dana saham. Sebab, sesuai namanya, mayoritas portofolio reksa dana ini berisi aset berupa ekuitas (saham). Per tanggal 23 September 2024, dalam kurun waktu sebulan ada sejumlah reksa dana yang dijual di Makmur yang mencetak kenaikan paling tinggi. Pertama, kenaikan tertinggi dicetak oleh reksa dana Bahana Icon Syariah Kelas G dengan kenaikan 8,45%. Kedua, ada reksa dana saham TRIM Syariah Saham dengan kenaikan 6,43%. Ketiga, reksa dana Syailendra MSCI Indonesia Value Index Fund Kelas A dengan kenaikan 5,42%

Memilih Reksa Dana Saham

Minat investor untuk berinvestasi di reksa dana saham masih cukup besar. Mengutip Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), nilai dana kelolaan alias asset under management (AUM) reksa dana saham mencapai Rp78,51 triliun per Agustus 2024. Selain diuntungkan oleh sentimen pemangkasan suku bunga, ada sejumlah keunggulan dari reksa dana saham.

1. Return Investasi yang Relatif Lebih Tinggi

Prinsip high risk high return berlaku saat kamu berinvestasi reksa dana saham. Sebab, saham merupakan salah satu instrumen dengan volatilitas tinggi dibanding instrumen lain seperti obligasi atau deposito. Namun, kondisi ini memungkinkan kamu memperoleh keuntungan yang tinggi melalui potensi pergerakan harga saham di pasar modal.

2. Cocok Untuk Jangka Panjang

Reksa dana saham cocok jika kamu berencana untuk berinvestasi jangka Panjang. Instrumen saham biasanya dapat menghasilkan return setelah jangka panjang. Selain itu, berinvestasi jangka panjang juga untuk menghindari kamu dari tingginya fluktuasi harga pasar saham sangat dinamis.

3. Tak Perlu Repot Mengelola Portofolio Sendiri

Seperti yang dijelaskan di atas, saham merupakan salah satu instrumen dengan volatilitas yang tinggi. Kamu mungkin khawatir akan kemampuanmu dalam mengelola portofolio. Namun, jika kamu berinvestasi di reksa dana saham, kamu tidak perlu repot untuk mengamati fluktuasi harga saham. Sebab, portofoliomu akan dikelola secara profesional oleh Manajer Investasi (MI). Kamu hanya perlu untuk mengecek secara berkala perkembangan dari portofolio investasi di reksa dana saham yang kamu beli. Hal ini berbeda jika kamu berinvestasi saham secara langsung, dimana kamu dituntut untuk mengelola portofoliomu secara aktif.

Namun, kamu harus ingat bahwa setiap instrumen investasi pasti memiliki risiko tersendiri. Sejumlah risiko reksa dana saham diantaranya kurang cocok untuk investasi jangka pendek, risiko yang tergolong tinggi, hingga risiko suspensi dan likuiditas saham yang menjadi portofolio. Oleh sebab itu, sebelum membeli reksa dana saham, pastikan cermati dahulu isi portofolio dalam reksa dana yang menjadi incaranmu. Kamu bisa melihat komposisi reksa dana ini dari fund fact sheet yang diterbitkan secara rutin oleh MI. Pastikan saham-saham yang ada dalam reksa dana saham merupakan saham dengan fundamental dan memiliki likuiditas tinggi. Sobat Makmur disarankan untuk memilih reksa dana saham yang mengacu pada saham yang masuk ke dalam indeks utama buatan BEI seperti LQ45, IDX30, atau IDX80.

Selain itu, kamu bisa memilih reksa dana dengan portofolio saham yang sensitif terhadap kebijakan suku bunga, salah satunya saham perbankan. Contoh, reksa dana STAR Infobank 15 Kelas Utama yang merupakan reksa dana besutan PT STAR Asset Management. STAR Infobank15 Kelas Utama merupakan reksa dana saham dengan komposisi 80% hingga 100% yang berasal dari saham yang masuk Indeks INFOBANK15. Indeks ini berisi saham-saham perbankan dengan fundamental bagus dan likuiditas transaksi yang tinggi seperti saham BBCA, BBRI, dan BBNI. Per 23 September 2024, STAR Infobank 15 Kelas Utama tumbuh 4,82% dalam sebulan dan naik 11,18% sejak awal tahun alias secara year-to-date (YTD).

Selain itu, pastikan kamu membeli reksa dana terbaik di Makmur. Selain aman dan dijamin oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kamu bisa menggunakan sejumlah promo menarik untuk memaksimalkan kinerja portofoliomu seperti promo Superb September 2024, promo Semua Bisa Makmur, dan promo Semakin Makmur.


Kamu juga bisa memanfaatkan promo-promo Makmur yang tertera pada link di bawah ini untuk mendapatkan keuntungan tambahan dan menemani perjalanan investasimu dalam mencapai tujuan finansial di masa depan.

Link: Promo-Promo di Makmur

Yuk, unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan jangan lupa berikan ulasan terbaikmu.

Download Makmur

Perlu diketahui, selain melalui ponsel, kamu juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.

Web Aplikasi Makmur

Kamu juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link berikut:

Website: Makmur.id


Editor: Benrik Anthony (bersertifikasi WAPERD dan WMI)
Penulis: Akhmad Sadewa Suryahadi

Bagikan
Facebook
Instagram
Tiktok
Artikel lainnya
Artikel

Diversifikasi ke Beberapa MI atau Fokus di Satu MI? Ini Strategi yang Tepat untuk Profil Risiko Anda

Key Takeaways: Membangun portofolio reksa dana saham bukan hanya tentang memilih produk dengan return terbaik. Salah satu keputusan penting yang sering diabaikan investor adalah menentukan apakah sebaiknya menempatkan seluruh investasi pada satu manajer investasi (MI) atau membaginya ke beberapa MI sekaligus. Kedua pendekatan ini memiliki kelebihan dan risiko masing-masing. Tidak ada jawaban yang sepenuhnya benar […]

author
Content Management
calendar
13 Mei 2026
Artikel

Ingin Mengetahui Expected Return Reksa Dana? Ini Cara Menghitungnya

Key Takeaways: Dalam investasi reksa dana, investor umumnya ingin memahami potensi imbal hasil, termasuk pada reksa dana saham yang memiliki volatilitas lebih tinggi. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengukur potensi tersebut adalah expected return atau potensi imbal hasil yang diharapkan. Expected return digunakan untuk memperkirakan rata-rata imbal hasil yang dapat diperoleh di masa […]

author
Content Management
calendar
12 Mei 2026
Artikel

Pemerintah Berencana Naikkan Tarif Royalti Sejumlah Komoditas Mineral, Timah Berpotensi Paling Terdampak

Key Takeaways: Revisi aturan royalti mineral sempat diusulkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia (Kementerian ESDM) pada konsultasi publik pada 8 Mei 2026. Pemerintah berencana merevisi PP Nomor 19 Tahun 2025 terkait penyesuaian tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), khususnya royalti sektor mineral. Melalui revisi tersebut, pemerintah ingin meningkatkan penerimaan negara dari […]

author
Content Management
calendar
11 Mei 2026
Artikel

Saham yang Anda Miliki Melakukan Akuisisi Perusahaan Lain? Hal Ini yang Perlu Anda Evaluasi

Key Takeaways: Akuisisi perusahaan merupakan aksi korporasi yang berdampak material terhadap harga saham dan kinerja keuangan pihak-pihak yang terlibat, di mana suatu perusahaan membeli atau mengendalikan perusahaan lain untuk memperluas bisnis atau meningkatkan nilai. Bagi investor yang memiliki saham pada perusahaan pengakuisisi, penting untuk mengevaluasi berbagai aspek untuk memahami implikasi jangka pendek dan jangka panjang dari […]

author
Content Management
calendar
06 Mei 2026
Artikel

Prinsip Investasi Charlie Munger yang Relevan bagi Investor

Key Takeaways:  Charlie Munger adalah salah satu investor legendaris di dunia dan merupakan rekan dari Warren Buffett di Berkshire Hathaway, sebuah perusahaan investasi (holding company) multinasional asal Amerika Serikat. Charlie Munger menjabat sebagai vice chairman sejak 1978. Ia adalah sosok yang meyakinkan Buffett untuk beralih dari strategi cigar butt menjadi berfokus pada perusahaan berkualitas dengan […]

author
Content Management
calendar
05 Mei 2026
Artikel

Private Placement Saham Disebut Pendanaan Strategis, Benarkah Selalu Menguntungkan Investor?

Key Takeaways: Private placement saham adalah proses penerbitan saham baru yang ditujukan kepada investor institusi tanpa melalui pasar terbuka. Biasanya, perusahaan memilih private placement sebagai cara untuk memperkuat posisi keuangan atau mendanai proyek ekspansi. Walaupun disebut sebagai pendanaan strategis, apakah private placement selalu menguntungkan bagi investor? Mari kita bahas lebih dalam mengenai cara kerja private […]

author
Content Management
calendar
04 Mei 2026
Bangun Kekayaan Jangka Panjang Bersama Makmur
Hak Cipta ©2019 - 2026 PT Inovasi Finansial Teknologi
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan yang berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PT Inovasi Finansial Teknologi telah mendapatkan izin sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta telah tersertifikasi ISO 270001:2022 dalam penerapan standar internasional pada Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Reksa dana adalah instrumen investasi dan produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Makmur tidak bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Saham adalah tanda penyertaan modal atas suatu persereoan terbatas yang terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Seluruh instrumen investasi mengandung risiko dan memiliki kemungkinan berkurangnya nilai investasi. Kinerja historis instrumen investasi tidak menjamin kinerja dimasa yang akan datang.
Makmur V.1.0.0