






Hai, Sobat Makmur! Kesadaran masyarakat Indonesia dalam berinvestasi di pasar modal terus meningkat. Hal ini tercermin dari banyaknya masyarakat yang mulai berinvestasi sejak dini, bahkan sejak menjadi pelajar dan mahasiswa. Pada artikel kali ini, Makmur akan mengajak kamu yang masih berstatus pelajar dan mahasiswa yang berminat untuk berinvestasi, termasuk tips dan instrumen apa yang cocok dipilih di kalangan pelajar dan mahasiswa. Yuk, disimak!
Sobat Makmur, tahukah kamu kalau jumlah investor dari kalangan pelajar dan mahasiswa terus mengalami pertumbuhan? Merujuk data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), per September 2024 jumlah investor pasar modal di Indonesia mencapai 13,94 juta. Sebanyak 23,98% dari total investor di Indonesia merupakan pelajar dengan total kepemilikan aset mencapai Rp17,73 triliun.
Ada beberapa alasan di balik tumbuhnya investor di kalangan pelajar. Pertama, generasi muda semakin sadar pentingnya menyiapkan masa depan keuangan sejak dini. Kalangan pelajar dan mahasiswa melihat investasi sebagai alternatif untuk mencapai berbagai tujuan finansial, baik pendidikan, memulai bisnis, atau membeli aset di masa mendatang. Kedua, dorongan faktor ekonomi, pasar modal dianggap media yang ideal untuk memperoleh pendapatan tambahan di tengah kondisi ekonomi cukup menantang saat ini.
Ketiga, informasi dan edukasi mengenai investasi kini semakin mudah diakses melalui media sosial, situs edukasi, dan komunitas literasi keuangan. Banyak sekolah dan universitas mulai mengadakan kelas atau seminar mengenai literasi keuangan, sehingga membuat pelajar lebih paham pentingnya mengelola keuangan sejak dini. Keempat, perkembangan teknologi membuat platform investasi berbasis aplikasi dan teknologi digital semakin mudah diakses. Hal ini memudahkan pelajar untuk memulai investasi dengan cepat dan sederhana.
Bagi sebagian pelajar dan mahasiswa, berinvestasi mungkin menjadi sesuatu yang masih asing. Kebanyakan pelajar dan mahasiswa masih mengenal sistem menabung secara konvensional untuk mengamankan dananya. Namun, menabung dengan sistem konvensional ini memiliki banyak kekurangan, salah satunya nilai riil dana yang ditabung akan terus menyusut sejalan dengan naiknya inflasi. Nah, jika kamu adalah pelajar dan mahasiswa yang berencana memulai berinvestasi, berikut adalah sejumlah tips dari Makmur.
1. Kenali Risiko
Sebelum memulai berinvestasi, ada baiknya kamu mengenali risiko dalam berinvestasi. Sebagai pemula, kamu mungkin belum memahami betul konsep investasi dan risiko yang ada. Hal ini bisa membuat kamu keliru dalam menilai potensi instrumen tertentu atau mengambil keputusan yang kurang tepat, seperti memilih instrumen dengan risiko yang lebih tinggi dari yang mereka mampu hadapi. Kurangnya pengalaman juga bisa membuatmu rentan terhadap tren investasi populer atau berinvestasi dengan keputusan emosional sesaat. Ada baiknya kamu mencermati sejumlah risiko dalam pasar modal seperti risiko penurunan nilai hingga risiko likuiditas aset.
2. Memilih Instrumen yang Tepat
Kesibukan menimba ilmu di sekolah/kampus bisa menjadi salah satu faktor yang membuatmu tidak memiliki waktu untuk memantau dan mengelola portofolio investasi. Hal ini bisa membuat kamu kurang maksimal dalam mengelola portofolio. Di sisi lain, pengetahuanmu di pasar modal juga masih minim. Untuk itu, kamu perlu memilih instrumen investasi yang tepat untuk memaksimalkan potensi return. Salah satu instrumen yang cocok kamu pilih adalah reksa dana. Jika kamu berinvestasi di reksa dana, dana milikmu akan dikelola secara profesional oleh pihak ketiga yakni Manajer Investasi (MI). MI akan bertanggung jawab memilih aset yang akan dimasukkan dalam portofolio reksa dana, seperti saham, obligasi, dan instrumen pasar uang. Pastinya, pemilihan aset dilakukan berdasarkan analisis mendalam dan disertai dengan sejumlah analisis dan pertimbangan makro ekonomi. Nah, dengan adanya MI sebagai pihak ketiga, tentunya kamu tidak perlu repot untuk memantau portofoliomu. Sebab, MI akan melaporkan kinerja dan alokasi dana kepada investor secara teratur.
Selain itu, kamu bisa memilih reksa dana sesuai dengan profil risikomu. Jika kamu adalah pelajar yang baru memulai investasi, kamu bisa memilih reksa dana pasar uang yang memiliki tingkat risiko yang lebih rendah dibandingkan instrumen lainnya. Kinerja investasi reksa dana pasar uang akan cenderung stabil ketika pasar bergejolak. Selain itu, instrumen berjangka pendek juga memiliki risiko gagal bayar yang kecil. Oleh karena itu, jenis reksa dana ini cocok bagi kamu sebagai investor pelajar yang masih pemula.
3. Memulai dengan Nominal Kecil
Salah satu hambatan bagi pelajar dan mahasiswa yang berencana memulai berinvestasi adalah ketersediaan dana. Sebab, mayoritas pelajar masih menggantungkan penghasilan dari orangtua. Jika kamu berencana memulai berinvestasi, kamu sebaiknya memulai dengan jumlah kecil sesuai kemampuan. Inilah pentingnya memilih platform investasi yang tepat. Di Makmur, kamu bisa memilih reksa dana pilihan terbaik yang bisa dibeli mulai dari Rp10.000. Sejumlah reksa dana yang bisa dibeli mulai dari Rp10.000 hingga Rp100.000 diantaranya:
· Insight Renewable Energy Fund
· Trimegah Balanced Absolute Strategy Low Volatility
· Sucorinvest Sustainability Equity Fund
4. Menetapkan Tujuan Investasi yang Jelas
Kamu juga harus membuat tujuan dan target finansial yang jelas dan rinci. Jika diibaratkan perjalanan, sebelum berangkat kamu pasti harus menentukan lokasi tujuan yang akan kamu tuju. Penetapan target ini akan membuat rencana investasi kamu bisa terarah. Tujuan yang kamu pasang bisa untuk dana pendidikan, tabungan jangka panjang, atau membeli barang tertentu (seperti gadget). Adanya target yang jelas dapat membuatmu fokus pada tujuan tersebut. Jadi, kamu tidak akan mencairkan dana atau menggunakan dana investasi untuk tujuan lain.
Berinvestasi artinya mempercayakan danamu untuk ditempatkan di suatu instrumen dengan harapan instrumen tersebut mampu menghasilkan return yang optimal. Itu berarti, sebelum menentukan untuk membeli reksa dana, kamu juga harus melakukan riset secara mendalam. Jangan sampai Sobat Makmur membeli reksa dana tanpa tahu seluk beluknya. Salah satu cara melakukan riset dan screening untuk memilih reksa dana adalah dengan membaca prospektus dan fund fact sheet yang dirilis MI.
Nah, itu dia sejumlah tips memulai investasi bagi kamu yang masih berstatus pelajar atau mahasiswa. Dengan mengikuti tips ini, tentunya kamu bisa memulai perjalanan investasi yang aman dan efektif, sembari terus belajar dan beradaptasi dalam dunia pasar modal.
Selain memilih instrumen yang tepat, pastikan kamu membeli reksa dana incaranmu di platform yang tepat. Di Makmur, kamu bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan, baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Sobat Makmur bisa membeli reksa dana pilihanmu dengan memanfaatkan promo seperti promo Outstanding October, promo Semua Bisa Makmur, dan promo Semakin Makmur.
Kamu juga bisa memanfaatkan promo-promo Makmur yang tertera pada link di bawah ini untuk mendapatkan keuntungan tambahan dan menemani perjalanan investasimu dalam mencapai tujuan finansial di masa depan.
Link: Promo-Promo di Makmur
Yuk, unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan jangan lupa berikan ulasan terbaikmu.
Perlu diketahui, selain melalui ponsel, kamu juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.
Kamu juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link berikut:
Website: Makmur.id
Editor: Benrik Anthony (bersertifikasi WAPERD dan WMI)
Penulis: Akhmad Sadewa Suryahadi
Key Takeaways: Return on Investment (ROI) merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk mengukur keberhasilan suatu investasi. ROI menunjukkan seberapa efektif investasi yang dilakukan dalam menghasilkan keuntungan. Secara umum, semakin besar ROI yang diperoleh, semakin baik kinerja investasi tersebut. Namun, ROI yang besar tidak selalu mencerminkan investasi yang ideal karena masih terdapat faktor lain yang […]
Key Takeaways: Reksa dana pendapatan tetap adalah jenis reksa dana yang mengalokasikan minimal 80% dana kelolaannya ke dalam instrumen seperti obligasi atau surat utang. Produk ini cocok bagi Anda yang menginginkan potensi imbal hasil yang stabil dengan tingkat risiko lebih rendah dibandingkan reksa dana saham. Salah satu manajer investasi yang menawarkan produk-produk reksa dana pendapatan […]
Key Takeaways: Market capitalization atau market cap sering digunakan sebagai salah satu indikator untuk menilai skala sebuah perusahaan. Namun, penting bagi Anda untuk memahami bahwa market cap yang besar tidak selalu mencerminkan kualitas fundamental suatu emiten. Investor yang hanya bergantung pada market cap dalam mengambil keputusan investasi berisiko mengabaikan aspek-aspek penting lainnya. Market cap adalah […]
Key Takeaways: Dalam beberapa dekade terakhir, pergerakan harga komoditas global telah menjadi faktor penting yang memengaruhi keputusan pelaku pasar, pemangku kebijakan, dan analis ekonomi di berbagai negara. Fluktuasi harga minyak, batu bara, serta berbagai komoditas lainnya tidak hanya mencerminkan dinamika penawaran dan permintaan jangka pendek, tetapi juga menggambarkan kondisi serta arah perekonomian global secara lebih […]
Key Takeaways: Banyak investor menggunakan strategi yang sama sepanjang hidupnya, padahal kebutuhan dan toleransi risiko akan terus berubah seiring waktu. Salah satu cara yang dapat Anda gunakan untuk memaksimalkan hasil investasi adalah life-cycle investing. Pendekatan ini berfokus pada perubahan profil risiko dan tujuan keuangan seseorang seiring berjalannya waktu, sehingga memungkinkan Anda untuk menyesuaikan keputusan investasi […]
Key Takeaways: Dividen merupakan salah satu sumber pendapatan pasif bagi investor saham, khususnya Anda yang menerapkan strategi investasi jangka panjang. Namun, besarnya dividen saja tidak cukup untuk menilai kualitas suatu emiten. Anda juga perlu memahami apakah dividen tersebut bertumbuh secara konsisten dari waktu ke waktu. Salah satu perhitungan yang dapat digunakan untuk menilainya adalah Dividend […]