makmur-logo
Masuk / Daftar
Artikel

Apa sih CAGR di Reksa Dana itu?

author
Content Management
author
22 Mei 2024
Facebook
Instagram
Tiktok
blog-detail

Hai Sobat Makmur! Compound Annual Growth Rate (CAGR) adalah istilah yang sering muncul dalam dunia investasi, termasuk reksa dana. Namun, sebagian dari kita mungkin belum sepenuhnya memahami apa itu CAGR dan bagaimana cara menghitungnya. Kali ini kita akan membahas secara mendalam mengenai CAGR, fungsinya, manfaatnya, serta bagaimana membandingkan reksa dana menggunakan CAGR.

A. Pengertian Compound Annual Growth Rate (CAGR) dan Cara Perhitungan CAGR

CAGR merupakan tingkat pertumbuhan tahunan rata-rata dari suatu investasi selama periode tertentu yang lebih dari satu tahun. CAGR tidak hanya memberikan rata-rata aritmatika, tetapi juga memperhitungkan efek dari pertumbuhan kumulatif sepanjang waktu. Ini adalah cara yang efektif untuk kamu dalam mengukur seberapa baik kinerja suatu investasi dari waktu ke waktu.

Kamu dapat menerapkan perhitungan CAGR dengan rumus berikut:

Contoh:

Misalkan kamu berinvestasi sebesar Rp 10.000.000 di sebuah reksa dana dengan jangka waktu 3 tahun. Kemudian setelah 3 tahun, nilai investasi kamu menjadi Rp 14.500.000. Maka perhitungan CAGR-nya yaitu:

Nilai rata-rata persentase imbal hasil investasi kamu per tahun yaitu sebesar 13.04%.

B. Fungsi dan Manfaat Compound Annual Growth Rate (CAGR)

Fungsi dari CAGR

CAGR digunakan untuk mengukur dan membandingkan kinerja investasi dari waktu ke waktu. Ini berguna dalam:

  • Evaluasi Kinerja Investasi: CAGR membantu kamu untuk memahami seberapa baik investasimu tumbuh dari waktu ke waktu dengan cara yang konsisten. Misalnya, jika kamu ingin mengevaluasi kinerja reksa dana yang dimiliki selama lima tahun, CAGR akan menunjukkan berapa persen rata-rata pertumbuhan setiap tahunnya selama lima tahun tersebut.
  • Reinvestasi Keuntungan: CAGR mengasumsikan bahwa keuntungan yang diperoleh dari investasi, diinvestasikan kembali setiap tahunnya. Ini memberikan gambaran yang lebih baik tentang kinerja sebenarnya dari investasi tersebut.
  • Perbandingan Investasi: CAGR memudahkan perbandingan antara dua atau lebih investasi dengan periode yang berbeda-beda. Misalnya, jika ada dua investasi, satu dengan periode 3 tahun dan yang lain dengan periode 5 tahun, menggunakan CAGR dapat membantu kamu membandingkan tingkat pertumbuhan tahunan rata-rata dari kedua investasi tersebut meskipun jangka waktunya berbeda.
  • Jenis Investasi yang Berbeda: CAGR juga dapat digunakan untuk membandingkan berbagai jenis investasi, seperti saham, obligasi, real estate, atau reksa dana. 

Manfaat dari CAGR

  • Mengatasi Fluktuasi: CAGR membantu meratakan fluktuasi yang terjadi dari tahun ke tahun dalam sebuah investasi. Misalnya, nilai investasi sebuah reksa dana bisa sangat bervariasi setiap tahun karena berbagai faktor, seperti kondisi pasar, perubahan dalam industri, atau faktor ekonomi lainnya. Dengan menggunakan CAGR, kita akan mendapatkan satu angka pertumbuhan yang mewakili tingkat pertumbuhan tahunan rata-rata selama periode tertentu, sehingga memberikan gambaran yang lebih jelas dan konsisten tentang kinerja jangka panjang daripada hanya melihat perubahan tahunan yang bisa sangat bervariasi.
  • Keputusan Investasi: CAGR membantumu dalam membuat keputusan investasi yang lebih informatif dengan melihat kinerja jangka panjang dari sebuah reksa dana. Dengan begitu, kamu bisa menilai potensi investasimu berdasarkan dari kinerja yang dicerminkan oleh pertumbuhan CAGR.

C. Perbandingan CAGR dengan Simple Average

Simple Average

Simple average merupakan metode pengukuran pertumbuhan tahunan yang digunakan untuk mengetahui laju pertumbuhan rata-rata dari nilai awal ke nilai akhir dalam periode waktu tertentu namun tanpa memperhitungkan efek penggabungan tahunan.

Bila melanjutkan dari contoh di atas, ketika kamu berinvestasi dengan dana awal sebesar Rp 10.000.000, kemudian selama 3 tahun dana investasimu menjadi Rp 14.500.000. Maka perhitungan dengan rumus simple average adalah:

Perbandingan antara CAGR dan Simple Average

Bila kita bandingkan antara kedua metode perhitungan CAGR dan Simple Average. CAGR memiliki rata-rata pertumbuhan tahunan yang lebih rendah sebesar 13,04% dibandingkan jumlah perhitungan simple average sebesar 15%. Hal itu karena CAGR memperhitungkan efek bunga majemuk (compound interest), memberikan representasi yang lebih baik dari pertumbuhan sebenarnya pada investasi selama periode waktu tertentu. Sedangkan untuk simple average tidak mempertimbangkan efek kumulatif dari pertumbuhan tahunan. 

Ini menunjukkan bahwa perhitungan dalam metode CAGR dapat dinilai lebih optimal dalam mencerminkan pertumbuhan investasi yang sesungguhnya dibandingkan metode simple average.

D. Menggunakan CAGR untuk Membandingkan Reksa Dana di Aplikasi Makmur

Kali ini kita ingin membandingkan dua reksa dana yang masuk dalam jenis pendapatan tetap di aplikasi Makmur yaitu reksa dana Bahana ABF Indonesia Bond Index dan reksa dana Danamas Stabil untuk melihat dan membandingkan dari masing-masing pertumbuhan CAGR dalam jangka waktu 5 tahun.

Dari perbandingan CAGR di atas, reksa dana Bahana ABF Indonesia Bond Index memiliki CAGR yang lebih tinggi sebesar 7,87% dibandingkan reksa dana Danamas Stabil sebesar 6,48%, ini menunjukkan bahwa reksa dana Bahana ABF Indonesia Bond Index memberikan pertumbuhan yang lebih baik selama periode 5 tahun terakhir.

Walaupun begitu, reksa dana Danamas Stabil memiliki volatilitas yang jauh lebih rendah dibandingkan reksa dana Bahana ABF Indonesia Bond Index.

Sebagai kesimpulan, CAGR merupakan metode yang penting dalam evaluasi kinerja investasi reksa dana karena memberikan gambaran yang lebih baik tentang pertumbuhan tahunan yang terkompon. 

Tetapi CAGR bukan satu-satunyanya indikator untuk melihat apakah reksa dana itu bagus atau tidak. Kamu harus melihat faktor lain seperti tingkat volatilitas, besaran AUM yang dimiliki, kemudian tingkat maximum drawdown dan faktor lain yang nanti akan kita bahas di artikel selanjutnya.

Namun ada hal yang lebih penting sebelum kamu berinvestasi, yaitu tentukan rencana finansialmu terlebih dahulu, kemudian pahami profil risiko investasimu dan baru pilih reksa dana yang sesuai dengan tujuan atau impianmu.


Kamu juga bisa memanfaatkan promo-promo Makmur yang tertera pada link di bawah ini untuk menemani perjalanan investasimu dalam mencapai tujuan finansial di masa depan.

Link: Promo-Promo di Makmur

Yuk, unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan jangan lupa berikan ulasan terbaikmu.

Download Makmur

Oh iya, gak hanya melalui perangkat hp saja, kamu bisa menggunakan aplikasi Makmur melalui website lho bila ingin berinvestasi di depan laptop atau komputer, wajib banget klik link di bawah ini!

Web Aplikasi Makmur

Kemudian kamu juga bisa menambah wawasan dengan cara membaca informasi atau artikel menarik di website Makmur. Klik linknya sekarang juga ya.

Website: Makmur.id


Editor: Benrik Anthony (bersertifikasi WAPERD dan WMI)

Penulis: Ilham Fitriadi Budiarto

Bagikan
Facebook
Instagram
Tiktok
Artikel lainnya
Artikel

Dana Darurat di Rekening Tabungan Tergerus Inflasi, Instrumen Apa yang Membantu Menjaga Daya Beli dan Tetap Mudah Dicairkan?

Key Takeaways: Dana darurat adalah dana yang disiapkan untuk kebutuhan mendesak yang tidak terduga, seperti biaya kesehatan, perbaikan rumah, atau kehilangan pendapatan. Karena fungsinya tersebut, syarat utamanya adalah mudah dicairkan dan nilainya relatif stabil. Persoalannya, dua syarat tersebut tidak otomatis berarti nilainya terjaga. Pada September 2026, inflasi tahunan tercatat 3,28%, sementara bunga tabungan reguler di […]

author
Content Management
calendar
27 Oktober 2026
Artikel

Emas dan Dolar AS Sama-sama Dianggap Aset Lindung Nilai, Mana yang Lebih Efektif Melindungi Portofolio dari Inflasi dan Pelemahan Rupiah?

Key Takeaways: Sepanjang YTD 2026, investor domestik menghadapi tiga tekanan sekaligus. Inflasi meningkat ke 3,28% secara tahunan pada September, sementara rupiah sempat melewati Rp18.000 per dolar AS pada akhir September 2026. Dalam kondisi seperti itu, emas dan dolar AS sering dipandang sebagai aset lindung nilai. Namun, keduanya bekerja melalui mekanisme yang berbeda dan memberikan hasil […]

author
Content Management
calendar
26 Oktober 2026
Artikel

Target Pertumbuhan Ekonomi 6% dalam APBN 2027, Ini Instrumen Investasi yang Perlu Dicermati

Key Takeaways: Proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia kembali menjadi perhatian setelah DPR mengesahkan APBN 2027 pada 29 September 2026 dengan target pertumbuhan ekonomi 6%. Target tersebut berada dalam kisaran 5,8% hingga 6,5% yang sebelumnya diusulkan pemerintah dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027 dan disampaikan Presiden Prabowo Subianto pada 20 Mei 2026. Sebagai […]

author
Content Management
calendar
21 Oktober 2026
Artikel

Penerbitan SBN dan Beban Bunga Utang Meningkat, Kapan Crowding Out Menjadi Risiko Nyata bagi Yield dan Ekuitas?

Key Takeaways: Kebutuhan pembiayaan pemerintah merupakan salah satu faktor yang menentukan arah imbal hasil di pasar obligasi domestik. Semakin besar utang yang harus diterbitkan, semakin ketat persaingan memperebutkan dana yang tersedia di pasar. APBN 2027 yang disahkan DPR pada September 2026 menargetkan penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) neto sebesar Rp833,7 triliun. Angka tersebut naik 4,28% […]

author
Content Management
calendar
20 Oktober 2026
Artikel

BEI Pangkas Batas ARB Jadi 7% Usai IHSG Anjlok 11,57%, Apa Dampaknya bagi Investor?

Key Takeaways: Bursa Efek Indonesia (BEI) menyesuaikan batas auto rejection bawah (ARB) untuk efek bersifat ekuitas menjadi 7% secara asimetris melalui Surat Keputusan Direksi Nomor Kep-00157/BEI/10-2026 tentang Peraturan Nomor II-A. ARB merupakan batas maksimal penurunan harga saham dalam satu hari perdagangan. Ketentuan yang mendapat dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini berlaku di Pasar Reguler dan […]

author
Content Management
calendar
19 Oktober 2026
Artikel

INDF vs ICBP: Mana Saham Anthoni Salim yang Lebih Menarik?

Key Takeaways: Melalui Grup Salim, Anthoni Salim mengendalikan sejumlah perusahaan di sektor konsumer dan agribisnis. Dua di antaranya yang dikenal luas oleh investor di pasar modal Indonesia adalah PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP). Kedua perusahaan tersebut dikenal lewat produk populer seperti Indomie, mi instan yang telah […]

author
Content Management
calendar
15 Oktober 2026
Hak Cipta © PT Inovasi Finansial Teknologi
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan yang berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PT Inovasi Finansial Teknologi telah mendapatkan izin sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta telah tersertifikasi ISO 27001:2022 dalam penerapan standar internasional pada Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Reksa dana adalah instrumen investasi dan produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Makmur tidak bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Saham adalah tanda penyertaan modal atas suatu persereoan terbatas yang terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Seluruh instrumen investasi mengandung risiko dan memiliki kemungkinan berkurangnya nilai investasi. Kinerja historis instrumen investasi tidak menjamin kinerja dimasa yang akan datang.
Makmur V.1.0.0