Hai Sobat Makmur! Apakah kamu investor pemula dan ingin tahu bagaimana caranya menganalisis reksa dana sebelum berinvestasi? Cocok banget artikel ini untukmu. Nah, salah satu konsep yang penting untuk dipahami dalam menganalisis reksa dana adalah drawdown. Dalam artikel ini, kita akan menjelaskan secara mendalam tentang drawdown pada reksa dana, termasuk konsepnya, fungsi bagi investor, dan contoh drawdownnya.
Drawdown merupakan istilah yang digunakan dalam dunia investasi untuk mengukur tingkat penurunan maksimal selama periode waktu tertentu dari puncak tertinggi hingga titik terendah sebelum kembali pulih.
Drawdown memiliki beberapa manfaat penting bagi kamu sebagai investor:
Untuk memahami drawdown dengan lebih baik, mari kita lihat contoh sederhana.

Kita lihat beberapa contoh reksa dana di atas dari aplikasi Makmur dengan pengaturan urutan tertinggi dari drawdown 1 tahun ke belakang. Dapat diperhatikan bahwa dari jenis reksa dana tersebut memiliki perbedaan pada tingkat drawdownnya.
Sebagai contoh, drawdown pada reksa dana campuran di atas sebesar -0.12%. Hal itu menandakan bahwa penurunan dari titik tertinggi ke titik terendah pada reksa dana campuran tersebut selama 1 periode (1 tahun) sebesar -0.12%
Selain itu, besaran drawdown yang tinggi biasanya terjadi pada jenis produk reksa dana campuran dan saham karena memiliki pergerakan yang lebih fluktuatif dibanding jenis reksa dana pasar uang dan pendapatan tetap.
Jadi, drawdown merupakan salah satu konsep penting yang perlu kamu pahami sebelum berinvestasi. Dengan memahami drawdown, kamu dapat mengukur potensi risiko investasi yang bisa saja terjadi sewaktu-waktu. Pilihlah jumlah drawdown yang memiliki persentase rendah bila dibandingkan dengan instrumen reksa dana dengan jenis yang sama.
Meskipun nilai drawdown bukan menjadi jaminan kamu dalam berinvestasi reksa dana, hanya saja hal tersebut bisa menjadi pertimbangan sebelum kamu memutuskan untuk berinvestasi.
Namun ada hal lain yang lebih penting selain memperhatikan indikator drawdown, yaitu tentukan rencana finansialmu terlebih dahulu, kemudian pahami profil risiko investasimu dan baru pilih reksa dana yang sesuai dengan tujuan atau impianmu ke depan.
Kamu juga bisa memanfaatkan promo-promo yang tertera pada link di bawah ini untuk menemani perjalanan investasimu dalam mencapai tujuan finansial di masa depan.
Link: Promo-Promo di Makmur
Yuk, unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan jangan lupa berikan ulasan terbaikmu.
Selain itu, kamu juga bisa lho menambah ilmu pengetahuan dan membaca informasi atau artikel menarik di website Makmur. Klik linknya sekarang juga ya.
Website: Makmur.id
Editor: Endang Cahyani (bersertifikasi WAPERD, WMI dan CFP)
Penulis: Ilham Fitriadi Budiarto
Key Takeaways: Bank Indonesia menaikkan BI-Rate 100 basis poin pada kuartal II 2026, dari 4,75% menjadi 5,75%, lalu menahannya pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Juli hingga Oktober 2026. Pada RDG 20–21 Oktober 2026, BI tetap menaikkan suku bunga deposit facility dari 4,75% menjadi 5,00%. Per September 2026, kredit perbankan tumbuh 13,26% secara tahunan, jauh lebih […]
Key Takeaways: Sepanjang YTD 2026, tiga pembagi dividen tunai terbesar di Bursa Efek Indonesia berasal dari sektor perbankan, yaitu PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sekitar Rp52,10 triliun, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) Rp50,63 triliun, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp40,06 triliun. Adapun PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) berada […]
Key Takeaways: Keputusan suatu perusahaan terbuka untuk melakukan go private merupakan salah satu aksi korporasi yang perlu dicermati investor. Proses ini mengubah status perusahaan dari emiten yang sahamnya diperdagangkan di bursa menjadi perusahaan tertutup dan tidak lagi tunduk pada kewajiban sebagai perusahaan terbuka sebagaimana sebelumnya. Dalam praktiknya, proses go private dapat disertai voluntary delisting dari […]
Reksa Dana Pasar Uang (RDPU) merupakan instrumen investasi dengan risiko relatif rendah dan likuid, sehingga cocok untuk berbagai profil investor. Reksa dana ini 100% dialokasikan ke instrumen pasar uang seperti deposito dan obligasi yang memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun. Oleh karena itu, RDPU ideal untuk tujuan investasi jangka pendek dan menawarkan potensi imbal […]
Sebagai instrumen investasi yang relatif stabil, Reksa Dana Pendapatan Tetap (RDPT) menjadi salah satu pilihan utama investor di Indonesia. Hal ini tercermin dari Asset Under Management (AUM) yang mencapai Rp211,23 triliun per September 2026. Meski turun 3,57% dibandingkan Agustus 2026, AUM RDPT masih menjadi yang terbesar di antara jenis reksa dana konvensional lainnya. RDPT mengalokasikan […]
Sepanjang Oktober 2026, rupiah kembali bergerak melemah terhadap dolar AS. Setelah berada di level terkuatnya di Rp17.873 per dolar AS pada 2 Oktober 2026, rupiah menembus level Rp18.000 per dolar AS pada pertengahan bulan dan sempat menyentuh level terlemah di Rp18.180 per dolar AS pada 28 Oktober 2026. Rupiah ditutup di level Rp18.125 per dolar […]