






Hai, Sobat Makmur!
Pasar saham Indonesia sedang terguncang. Pada pertengahan Maret, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat merosot hampir 7%. Bursa Efek Indonesia (BEI) juga sempat memberlakukan pembekuan perdagangan sementara alias trading halt untuk mencegah kejatuhan IHSG lebih dalam. Pada Senin (24/3), IHSG kembali terkoreksi dan menyentuh level 5.967,194 yang merupakan level terendah dalam 3 tahun. Sejumlah sentimen yang menekan IHSG diantaranya penurunan rating IHSG oleh lembaga keuangan global, pembentukan Danantara yang menekan saham big bank, hingga ketidakpastian kebijakan pemerintah.
Di tengah ketidakpastian pasar saat ini, berinvestasi di reksa dana pendapatan tetap bisa menjadi strategi yang tepat. Investor juga dapat memanfaatkan momen dengan melakukan dollar cost averaging di reksa dana campuran dan saham. Terlebih, The Fed telah memberi sinyal pemangkasan suku bunga acuan di akhir tahun. Ditambah lagi saat ini Makmur sedang bagi-bagi Bonus Investasi hingga Rp100 Juta. Yuk, investasi di Makmur sekarang!

Berikut syarat dan ketentuan promo ini:
Halo Investor Makmur, Membangun kekayaan adalah sebuah perjalanan yang panjang, tidak selalu mudah, dan penuh tantangan yang tidak dapat diprediksi. Di tengah dunia yang bergerak semakin cepat, setiap keputusan investasi menuntut kesabaran dan konsistensi yang tidak semua orang mampu pertahankan. Makmur memahami kompleksitas perjalanan tersebut, dan menyadari bahwa di balik setiap portofolio yang dibangun, terdapat […]
Halo Investor Makmur, IHSG terkoreksi 12,4% secara MTD hingga (21/5), diikuti net foreign sell Rp 6 triliun. Tekanan ini dipicu rebalancing MSCI dan kebijakan ekspor komoditas satu pintu melalui pemerintah. Dari sisi global, The Fed membuka peluang kenaikan suku bunga, sementara BI menaikkan suku bunga acuan ke 5,25% untuk menjaga stabilitas rupiah. Di tengah volatilitas […]
Halo Investor Makmur, MSCI kembali membekukan rebalancing saham Indonesia untuk periode Mei 2026, dengan pengumuman evaluasi final pada Juni 2026. Kebijakan ini berpotensi menahan aliran dana pasif global ke pasar ekuitas, sejalan dengan koreksi IHSG sebesar 18,2% dan net foreign sell yang mencapai Rp47,2 triliun secara YTD (per 28 April 2026). Di tengah tekanan pada […]
Halo Investor Makmur, Ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran terus berlanjut, memasuki pekan kelima. Eskalasi ini mendorong harga minyak naik >40% akibat gangguan distribusi dan turut menekan pasar keuangan. IHSG turun 13,82% (month-to-date hingga 27 Maret) diikuti aksi net foreign sell sebesar Rp16,46 triliun seiring meningkatnya sentimen risk-off global. Di tengah ketidakpastian pasar yang […]
Halo Investor Makmur, Indonesia dan Amerika Serikat (AS) capai kesepakatan dagang final, dengan tarif ekspor Indonesia menjadi 19% dan 0% untuk 1.819 produk, sebagai timbal balik, Indonesia menghapus bea masuk atas 99% produk AS. Kesepakatan ini perlu dicermati terutama jika impor melampaui ekspor, surplus neraca perdagangan dapat tertekan. Di sisi lain, AS berencana menaikkan tarif […]
Halo Investor Makmur, Pasar Saham Indonesia bergerak fluktuatif sepanjang Januari 2026. Pada (28/01), IHSG terkoreksi dalam hingga memicu trading halt. Tekanan pasar terjadi usai MSCI mengumumkan penerapan perlakuan sementara terhadap pasar saham Indonesia dengan membekukan penyesuaian indeks pada evaluasi Februari 2026, meningkatkan kehati-hatian investor global dan berpotensi menahan arus dana asing dalam jangka pendek. Di […]