makmur-logo
Masuk / Daftar
Artikel

Saham dengan Free Float Rendah, Apakah Layak untuk Investasi Jangka Panjang?

author
Content Management
author
19 Februari 2026
Facebook
Instagram
Tiktok
blog-detail

Key Takeaways:

  • Saham dengan free float rendah cenderung lebih volatil dan kurang likuid.
  • Saham dengan free float rendah memiliki risiko likuiditas lebih tinggi, sehingga fundamental perusahaan perlu menjadi pertimbangan utama bagi investor jangka panjang.
  • Investor dapat mempertimbangkan reksa dana saham untuk meminimalkan risiko likuiditas sekaligus tetap mendapatkan eksposur pasar saham.

Keberhasilan dalam berinvestasi saham melibatkan berbagai faktor, salah satunya adalah menilai apakah saham dengan free float rendah layak untuk investasi jangka panjang. Free float saham merujuk pada jumlah saham yang tersedia untuk diperdagangkan di pasar terbuka, yang tidak dimiliki oleh pemegang saham pengendali ataupun pihak korporasi. Saham dengan free float rendah dapat memengaruhi likuiditas, volatilitas, dan potensi pengembalian investasi. Oleh karena itu, memahami dampak free float terhadap saham sangat penting bagi investor.

Apa Itu Saham dengan Free Float Rendah?

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai apakah saham dengan free float rendah layak untuk investasi jangka panjang, penting untuk memahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan saham dengan free float rendah.

Free float saham adalah saham yang beredar di masyarakat yang dimiliki oleh pihak selain pengendali dan afiliasinya, serta bisa diperdagangkan di pasar. Misalnya, jika sebuah perusahaan memiliki 1 juta saham yang tercatat di bursa dan 300 ribu saham dimiliki oleh publik (selain pengendali), maka free float-nya adalah 30%.

Sebagai contoh PT Pelayaran National Bina Buana Raya Tbk (BBRM) pada 30 Desember 2025, memiliki saham free float sebanyak 758.356.183 saham atau 8,9% dari total saham yang tercatat di bursa, yang berjumlah 8.479.490.328 saham. Saham ini dimiliki oleh pemegang saham dengan kepemilikan kurang dari 5% dan bukan oleh pengendali atau afiliasi pengendali.

Free float menjadi acuan dalam menilai sebuah saham karena memengaruhi beberapa faktor fundamental, di antaranya:

  • Likuiditas

Saham dengan free float yang rendah cenderung memiliki likuiditas yang lebih kecil, karena hanya sedikit saham yang tersedia untuk diperdagangkan di pasar terbuka. Berdasarkan data rata-rata nilai transaksi saham BBRM dalam 1 bulan terakhir tercatat sebesar Rp24,5 miliar atau jauh di bawah kompetitornya HUMI di angka Rp112,4 miliar. Hal ini menjadi perbedaan yang signifikan dari segi likuiditas dari kedua saham untuk dipertimbangkan oleh investor.

  • Volatilitas

Saham dengan free float rendah seringkali lebih volatil. BBRM, misalnya, pada 23 Januari 2026 mengalami penurunan harga sebesar -12,9% dalam satu hari. Sebagai perbandingan, saham blue chip dengan market cap besar dan likuiditas tinggi umumnya memiliki pergerakan harga yang relatif lebih stabil dibandingkan saham dengan free float rendah. Pergerakan harga saham BBRM yang lebih agresif menunjukkan betapa sensitifnya saham ini terhadap fluktuasi pasar, menjadikannya lebih berisiko untuk investor konservatif.

  • Transparansi
    Saham dengan free float rendah tetap memiliki tingkat transparansi yang baik karena laporan keuangannya dapat diakses melalui situs Bursa Efek Indonesia (BEI). Selain itu, saham ini tetap sangat reaktif terhadap isu kecil yang mengakibatkan harga saham cenderung sensitif terhadap berita atau pergerakan pasar karena terbatasnya likuiditas, yang membuatnya lebih mudah terpengaruh oleh faktor eksternal.

Untuk mengidentifikasi saham dengan free float rendah, Anda perlu memperhatikan beberapa faktor, seperti kepemilikan saham oleh institusi besar atau afiliasi. Saham dengan free float rendah biasanya dimiliki oleh kelompok pemegang saham yang besar, seperti pengendali atau afiliasi pendiri perusahaan, sementara pemegang saham publik hanya memiliki sebagian kecil saham.

Dalam BBRM, 758.356.183 lembar saham atau 8,9% dari total saham yang tercatat dimiliki oleh pemegang saham dengan kepemilikan kurang dari 5%. Selain itu, 21.595.698 saham dimiliki oleh dewan komisaris. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar saham BBRM dimiliki oleh pihak-pihak tertentu yang memiliki pengaruh besar terhadap perusahaan, dengan free float yang rendah untuk investor publik.

Dampak Free Float Rendah terhadap Likuiditas dan Volatilitas Harga

Saham dengan free float rendah perlu dipertimbangkan dengan cermat sebelum membuat keputusan investasi jangka panjang. Berikut adalah beberapa faktor penting yang perlu dievaluasi untuk memastikan kesesuaian saham tersebut:

1. Dampak terhadap likuiditas dan pergerakan harga

Saham dengan free float rendah cenderung memiliki likuiditas yang lebih kecil, yang berarti harga saham dapat bergerak lebih volatil. Di sisi lain, hal ini memberi peluang bagi investor untuk memanfaatkan momentum pergerakan harga. Namun, investor perlu waspada terhadap risiko yang terkait dengan rendahnya likuiditas yang bisa menyebabkan pergerakan harga saham yang tajam.

Dalam kasus BBRM, dengan free float yang hanya sekitar 8,9%, saham ini cenderung memiliki volatilitas yang lebih tinggi. Pergerakan harga saham yang tajam (-12,9% pada 23 Januari 2026) menunjukkan bahwa saham ini sangat sensitif terhadap dinamika pasar, yang menjadi pertimbangan penting untuk investor jangka panjang.

2. Potensi keuntungan dan risiko

Saham dengan free float rendah berpotensi menghasilkan imbal hasil lebih tinggi. Namun, disertai risiko yang juga lebih besar. Oleh karena itu, investor perlu mempertimbangkan tingkat likuiditas serta konsentrasi kepemilikan saham, karena struktur free float yang rendah umumnya membuat saham lebih sensitif terhadap pergerakan pasar dan terkonsentrasi pada pemegang saham pengendali.

3. Keuntungan dari kepemilikan tertentu

Investor dengan kepemilikan besar terhadap saham dengan free float rendah berpotensi mendapatkan keuntungan strategis, seperti memiliki pengaruh besar dalam pengambilan keputusan perusahaan atau dalam aksi korporasi seperti akuisisi. Dalam kasus BBRM, dengan free float sekitar 8,9%, sebagian besar saham tetap berada di tangan pemegang saham utama. Struktur kepemilikan yang terkonsentrasi ini menunjukkan bahwa mayoritas hak suara berada pada pemegang saham pengendali, sehingga peran investor publik dalam menentukan arah strategis perusahaan relatif terbatas.

Saham dengan free float rendah, seperti yang terjadi pada BBRM, lebih cocok untuk investor yang memiliki pendekatan jangka panjang dan siap menahan volatilitas harga. Meskipun cenderung lebih volatil dan kurang likuid, saham tersebut dapat menawarkan peluang keuntungan jika dikelola dengan bijak, khususnya bagi investor dengan kepemilikan besar dan mampu memanfaatkan potensi pengaruh dalam pengambilan keputusan perusahaan melalui akuisisi atau aksi korporasi lainnya.

Saham dengan free float rendah dapat menjadi pilihan investasi jangka panjang jika investor dapat mengelola risiko dengan baik dan memahami dinamika pasar serta perannya dalam perusahaan tersebut. Namun, Anda juga perlu mengedepankan diversifikasi dan pemilihan saham yang tepat agar potensi keuntungan optimal.

Apabila Anda tidak memiliki waktu untuk menganalisis dan memperhitungkan free float sebuah saham, investasi reksa dana saham dapat menjadi pilihan yang dapat Anda pertimbangkan. Melalui reksa dana saham, dana Anda akan dikelola oleh manajer investasi (MI) profesional yang dapat membantu Anda meminimalkan risiko yang bisa terjadi, seperti pergerakan harga pasar yang cukup besar.

Terdapat beragam produk reksa dana saham di Makmur, salah satunya Syailendra Equity Opportunity Fund Kelas A. Berdasarkan data per 18 Februari 2026, reksa dana ini mencatatkan pertumbuhan 25,13% dalam 1 tahun terakhir. 
*Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.


Di Makmur, Anda juga bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo February Fortune dan promo Semua Bisa Makmur.

Link: Promo-Promo di Makmur

Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.

Download Makmur

Perlu diketahui, selain melalui aplikasi, Anda juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.

Web Aplikasi Makmur

Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:

Website: Makmur.id


Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani

Bagikan
Facebook
Instagram
Tiktok
Artikel lainnya
Artikel

Saham Bonus vs Dividen, Mana yang Lebih Memperbesar Portofolio Investor?

Key Takeaways: Bagi investor saham, terdapat berbagai cara untuk memperoleh keuntungan, di antaranya melalui pembagian dividen dan saham bonus. Keduanya sama-sama memberikan manfaat kepada pemegang saham, tetapi mekanisme dan dampaknya terhadap investasi sangat berbeda.  Lalu, mana yang lebih memperbesar portofolio investor, saham bonus atau dividen? Untuk menjawabnya, penting memahami terlebih dahulu cara kerja masing-masing aksi […]

author
Content Management
calendar
19 Agustus 2026
Artikel

Strategi Emiten Telekomunikasi, Cara Telkom (TLKM) dalam Menjaga Stabilitas ARPU Melalui Integrasi IndiHome dan Telkomsel

Key Takeaways: Kemampuan emiten dalam menjaga kualitas pendapatan menjadi faktor yang lebih penting dibanding sekadar mengejar pertumbuhan jumlah pelanggan. Salah satu metrik yang sering digunakan untuk mengukur kualitas tersebut adalah Average Revenue Per User (ARPU). ARPU sendiri merupakan metrik yang menunjukkan rata-rata pendapatan yang dihasilkan dari setiap pelanggan dalam periode tertentu, misalnya per bulan. Metrik […]

author
Content Management
calendar
13 Agustus 2026
Artikel

Destry Damayanti Jadi Calon Tunggal BI, Penguatan Rupiah di Depan Mata?

Key Takeaways: Perry Warjiyo mengundurkan diri secara sukarela dari jabatan Gubernur Bank Indonesia pada 25 Juli 2026 karena alasan pribadi. Pengunduran diri tersebut diterima Presiden Prabowo Subianto, dan Perry resmi berhenti dari jabatannya pada 27 Juli 2026. Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, kemudian ditunjuk sebagai Pejabat Sementara Gubernur BI untuk mengisi kekosongan kepemimpinan tersebut. […]

author
Content Management
calendar
12 Agustus 2026
Artikel

Fenomena Silent Wealth dan Mengapa Strategi Mengelola Exposure Instrumen Investasi Efektif untuk Investor Jangka Panjang

Key Takeaways: Di tengah maraknya tren yang menunjukkan gaya hidup mewah di media sosial, banyak investor dengan kemampuan finansial yang baik justru memilih untuk tidak menampilkan kekayaan secara berlebihan. Tren tersebut dikenal sebagai silent wealth, yaitu konsep yang memandang pertumbuhan aset dan kesehatan finansial tidak diukur dari barang yang dimiliki atau ditunjukkan, melainkan dari aset […]

author
Content Management
calendar
11 Agustus 2026
Artikel

Apakah Insider Ownership Tinggi Menjamin Saham Stabil? Ini Cara Menyusun Strategi Investasinya

Key Takeaways: Struktur kepemilikan saham merupakan salah satu faktor yang perlu diperhatikan investor saat menilai kualitas suatu emiten. Salah satu indikator yang sering digunakan adalah insider ownership, yaitu porsi saham yang dimiliki secara langsung oleh pihak internal perusahaan, seperti anggota direksi, komisaris, pendiri, atau pihak manajemen tertentu. Besarnya insider ownership perlu dipantau investor publik karena […]

author
Content Management
calendar
10 Agustus 2026
Artikel

Menggali Potensi Saham Prajogo Pangestu dan Cara Menilai Risikonya

Key Takeaways: Prajogo Pangestu dikenal sebagai salah satu pengusaha dan investor paling berpengaruh di Indonesia. Ia merupakan pendiri sekaligus pemegang saham utama Grup Barito, sebuah konglomerasi yang memiliki lini bisnis di sektor energi terbarukan, petrokimia, pertambangan, infrastruktur, hingga utilitas. Berkat ekspansi bisnis yang konsisten selama puluhan tahun, namanya kerap masuk dalam daftar orang terkaya di […]

author
Content Management
calendar
06 Agustus 2026
Hak Cipta © PT Inovasi Finansial Teknologi
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan yang berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PT Inovasi Finansial Teknologi telah mendapatkan izin sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta telah tersertifikasi ISO 27001:2022 dalam penerapan standar internasional pada Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Reksa dana adalah instrumen investasi dan produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Makmur tidak bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Saham adalah tanda penyertaan modal atas suatu persereoan terbatas yang terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Seluruh instrumen investasi mengandung risiko dan memiliki kemungkinan berkurangnya nilai investasi. Kinerja historis instrumen investasi tidak menjamin kinerja dimasa yang akan datang.
Makmur V.1.0.0