makmur-logo
Reksa Dana
Bangun Kekayaan Anda Lebih Cerdas
dengan Reksa Dana
Maksimalkan produk reksa dana terkurasi dari para
profesional, untuk bantu capai tujuan finansial Anda.
Pelajari

Berinvestasi lebih mudah dengan
beragam fitur pintar
Dikelola oleh profesional yang bersertifikasi
Mudah & Dapat diakses dimana saja
Investasi mulai dari Rp10.000
Produk sesuai profil risiko
Alokasi aset dibantu oleh Mavis
faq-illustration
Ada Pertanyaan Seputar Makmur?
Kunjungi FAQ Kami
arrow-right-green
Artikel

Panduan Bagaimana Memahami dan Memanfaatkan Data Neraca Perdagangan

author
Content Management
author
28 Agustus 2025
Facebook
Instagram
Tiktok
blog-detail

Key Takeaways:

  • Neraca perdagangan adalah selisih antara nilai ekspor dan impor dalam suatu periode. Jika ekspor lebih besar dari impor, terjadi surplus, sedangkan jika sebaliknya, terjadi defisit.
  • Pertumbuhan ekspor atau impor dapat dianalisis secara bulanan atau tahunan untuk memahami tren perdagangan.
  • Surplus neraca perdagangan mencerminkan posisi ekonomi yang kuat dan dapat memperkuat cadangan devisa.

Neraca perdagangan adalah selisih antara nilai ekspor dan impor suatu negara. Surplus terjadi saat ekspor melebihi impor, dan defisit saat impor lebih besar dari ekspor. Neraca perdagangan merupakan komponen utama dari neraca pembayaran yang mencerminkan posisi ekonomi suatu negara dalam hubungan perdagangan internasional. Data ini biasanya disajikan bulanan, kuartalan, atau tahunan oleh lembaga resmi seperti Badan Pusat Statistik (BPS) di Indonesia.

Komponen dalam Neraca Perdagangan

Neraca perdagangan terdiri dari dua komponen, yaitu:

  • Ekspor

Ekspor adalah kegiatan menjual barang atau jasa ke luar negeri. Nilai ekspor dihitung berdasarkan harga FOB (Free on Board), yaitu harga barang sampai di pelabuhan muat tanpa biaya pengangkutan internasional.

Contoh:

Pada bulan Mei 2025, Indonesia mengekspor produk komoditas pertanian, seperti kelapa sawit, senilai USD 1,5 miliar (sekitar Rp 22,5 triliun) ke China. Selain itu, Indonesia juga mengekspor produk elektronik, seperti telepon genggam, senilai USD 500 juta (sekitar Rp 7,5 triliun) ke Amerika Serikat.

  • Impor

Impor adalah kegiatan membeli barang atau jasa dari luar negeri. Nilai impor dihitung berdasarkan harga CIF (Cost, Insurance, and Freight), yaitu harga barang termasuk biaya angkut dan asuransi sampai ke pelabuhan tujuan di dalam negeri.

Contoh:

Pada bulan Mei 2025, Indonesia mengimpor mesin industri dan alat berat dari Jepang senilai USD 800 juta (sekitar Rp 12 triliun). Di samping itu, Indonesia juga mengimpor bahan baku kimia untuk industri manufaktur senilai USD 350 juta (sekitar Rp 5,25 triliun) dari Korea Selatan.

Cara Membaca Data Neraca Perdagangan

Neraca perdagangan merupakan indikator penting dalam perekonomian negara yang menggambarkan hubungan perdagangan antara negara dengan dunia luar, khususnya dalam hal ekspor dan impor. Berikut adalah cara membaca dan memahami data neraca perdagangan dengan lebih komprehensif, lengkap dengan contoh data yang relevan:

1. Nilai Ekspor dan Impor per Sektor

Data neraca perdagangan biasanya memisahkan nilai ekspor dan impor berdasarkan sektor atau jenis barang, yang memberikan gambaran yang lebih jelas tentang sektor mana yang berkontribusi besar terhadap perdagangan luar negeri negara tersebut.

Contoh Data Ekspor:

Pada bulan Mei 2025, Indonesia mengekspor produk komoditas pertanian, seperti kelapa sawit, senilai USD 1,5 miliar (sekitar Rp 22,5 triliun) ke China. Selain itu, Indonesia juga mengekspor produk elektronik seperti telepon genggam, senilai USD 500 juta (sekitar Rp 7,5 triliun) ke Amerika Serikat.

Interpretasi Ekspor:

  • Ekspor kelapa sawit dan elektronik menunjukkan daya saing Indonesia di sektor agrikultur dan manufaktur. Bisa dilihat juga bahwa permintaan tinggi dari negara mitra dagang mencerminkan kontribusi besar sektor pertanian dalam perdagangan luar negeri.

Contoh Data Impor:

Pada bulan Mei 2025, Indonesia mengimpor mesin industri dan alat berat dari Jepang senilai USD 800 juta (sekitar Rp 12 triliun). Di samping itu, Indonesia juga mengimpor bahan baku kimia untuk industri manufaktur senilai USD 350 juta (sekitar Rp 5,25 triliun) dari Korea Selatan.

Interpretasi Impor:

  • Impor mesin dan alat berat menandakan kebutuhan akan barang modal untuk mendukung industri dan pembangunan. Namun, ketergantungan pada bahan baku impor menunjukkan belum mandirinya industri manufaktur dalam negeri, khususnya sektor kimia.

2. Pertumbuhan Ekspor dan Impor Bulanan atau Tahunan

Pertumbuhan ekspor dan impor dapat dihitung dalam bentuk persentase, baik bulanan (month-on-month/mom) maupun tahunan (year-on-year/yoy). Angka ini memberi gambaran tren perdagangan suatu negara dan apakah ada perubahan signifikan dalam permintaan atau pasokan barang.

Contoh Data Pertumbuhan Ekspor:

Pada Mei 2025, ekspor Indonesia meningkat 5% dibandingkan bulan sebelumnya (April 2025). Sebelumnya, ekspor Indonesia tercatat Rp 305 triliun pada April 2025, sedangkan pada Mei 2025 tercatat Rp 320 triliun.

Interpretasi Pertumbuhan Ekspor:

  • Peningkatan ekspor 5% mencerminkan naiknya permintaan global terhadap produk Indonesia. Tren positif ini bisa dipicu oleh musim perdagangan, kebijakan ekspor, atau kerja sama internasional.

Contoh Data Pertumbuhan Impor:

Pada Mei 2025, Indonesia mengalami penurunan impor sebesar 3% dibandingkan Mei 2024, yang sebelumnya tercatat Rp 300 triliun, sementara pada Mei 2025 tercatat Rp 290 triliun.

Interpretasi Pertumbuhan Impor:

  • Penurunan impor sebesar 3% bisa menunjukkan berkurangnya ketergantungan terhadap barang impor. Bisa juga disebabkan oleh menurunnya kebutuhan bahan baku atau adanya kebijakan pembatasan impor. Namun, jika impor terkait bahan baku industri, penurunan bisa menandakan lemahnya produksi domestik.

3. Surplus atau Defisit Neraca Perdagangan

Neraca perdagangan dihitung dengan mengurangi total impor dari ekspor. Jika ekspor lebih besar dari impor, negara tersebut mengalami surplus perdagangan; sebaliknya, jika impor lebih besar, maka negara tersebut mengalami defisit perdagangan.

Contoh Data Neraca Perdagangan Surplus:

Pada bulan Mei 2025, nilai ekspor Indonesia tercatat sebesar Rp 320 triliun dan nilai impor sebesar Rp 290 triliun. Oleh karena itu, neraca perdagangan Indonesia menunjukkan surplus sebesar Rp 30 triliun.

Interpretasi Surplus:

  • Surplus Rp 30 triliun menunjukkan kekuatan sektor ekspor dan daya saing ekonomi, surplus ini bisa memperkuat cadangan devisa dan mendukung kestabilan ekonomi domestik.

Contoh Data Neraca Perdagangan dengan Defisit:

Pada bulan Mei 2024, Indonesia mencatatkan nilai ekspor sebesar Rp 280 triliun dan impor sebesar Rp 300 triliun, yang menghasilkan defisit perdagangan sebesar Rp 20 triliun.

Interpretasi Defisit:

  • Defisit Rp 20 triliun menunjukkan ketergantungan Indonesia terhadap barang impor, terutama barang modal dan bahan baku. Defisit yang berlangsung terus-menerus dapat menjadi risiko ekonomi jika tidak diimbangi dengan penguatan sektor ekspor atau substitusi impor.

Manfaat Memahami Neraca Perdagangan

Berikut adalah beberapa manfaat dari memahami neraca perdagangan bagi investor:

1. Mengukur Stabilitas Ekonomi Makro

Neraca perdagangan yang surplus atau stabil menunjukkan ekonomi yang sehat dan terkendali, menjadi sinyal positif bagi investor terhadap kondisi fundamental negara.

2. Menilai Risiko Investasi

Defisit perdagangan yang besar dan berkelanjutan dapat meningkatkan risiko nilai tukar dan inflasi. Investor dapat menggunakan data ini untuk menilai tingkat risiko sebelum menanamkan modal.

3. Membantu Analisis Sektor Potensial

Tren ekspor yang meningkat menunjukkan sektor-sektor unggulan yang memiliki daya saing global, membuka peluang investasi di industri terkait.

4. Menentukan Arah Investasi Portofolio

Perubahan dalam neraca perdagangan bisa memengaruhi nilai mata uang, suku bunga, dan kebijakan moneter. Investor dapat menyesuaikan strategi portofolio berdasarkan indikator ini.

Anda dapat memperoleh data neraca perdagangan Indonesia dari sumber terpercaya seperti:

  • Badan Pusat Statistik (BPS) 

BPS melalui website resminya di https://www.bps.go.id menyajikan data bulanan dan tahunan lengkap dengan rincian per sektor dan negara mitra dagang.

  • Bank Indonesia (BI)

BI melalui website resminya di https://www.bi.go.id menyediakan laporan neraca pembayaran yang mencakup neraca perdagangan sebagai komponen utamanya.

Memahami neraca perdagangan penting bagi Anda untuk menilai kekuatan sektor ekspor, ketergantungan pada impor, serta stabilitas ekonomi suatu negara sebagai dasar dalam mengambil keputusan investasi. Untuk memanfaatkan peluang dari perubahan tren neraca perdagangan, Anda dapat mempertimbangkan reksa dana saham sebagai instrumen investasi yang memberikan eksposur ke pasar saham dengan risiko yang lebih terdiversifikasi melalui pengelolaan oleh manajer investasi profesional.

Reksa dana saham menawarkan kesempatan untuk berinvestasi di pasar saham dengan risiko yang lebih terdiversifikasi, berkat pengelolaan dana oleh manajer investasi yang profesional. Anda bisa membeli produk reksa dana saham melalui platform Makmur.id, salah satu produknya TRIM Syariah Saham. Berdasarkan data per 27 Agustus 2025, reksa dana tersebut memiliki 12,22% dalam 3 bulan terakhir.

*Disclaimer: Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja di masa depan. 


Di Makmur, Anda juga dapat memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda dapat memilih dan membeli reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo August Financial Freedom, promo Semua Bisa Makmur, dan promo Makmur Premium Tour.

Link: Promo-Promo di Makmur

Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.

Download Makmur

Perlu diketahui, selain melalui ponsel, Anda juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.

Web Aplikasi Makmur

Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:

Website: Makmur.id


Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani

Bagikan
Facebook
Instagram
Tiktok
Artikel lainnya
Artikel

Leverage Saham Terlihat Menguntungkan, Tapi Risikonya Perlu Anda Evaluasi

Key Takeaways: Leverage saham adalah strategi investasi yang menggunakan dana pinjaman sekuritas untuk memperbesar nilai transaksi saham, dengan tujuan mengoptimalkan potensi imbal hasil. Namun, potensi risikonya juga lebih besar, karena perubahan kecil dalam harga saham bisa berdampak besar terhadap pengurangan ekuitas atau modal. Oleh karena itu, sebelum menggunakan leverage saham, penting bagi Anda untuk memahami […]

author
Content Management
calendar
05 Februari 2026
Artikel

Mengandalkan Model Altman Z-Score dalam Investasi Saham? Berikut Faktor Lain yang Perlu Investor Evaluasi Lebih Dalam

Key Takeaways  Investasi saham memerlukan analisis yang mendalam dan cermat, mengingat tingginya fluktuasi pasar dan risiko kegagalan dari perusahaan yang dipilih oleh investor. Untuk mengurangi risiko tersebut, berbagai metode analisis kuantitatif dan kualitatif terus berkembang.  Salah satu pendekatan yang semakin populer adalah penggunaan model statistik, yang memungkinkan analisis yang objektif dan terukur dengan mengolah data […]

author
Content Management
calendar
04 Februari 2026
Artikel

Tertarik Membeli Saham IPO? Ini Pertimbangan dalam Memilih Saham yang Layak Dibeli

Key Takeaways: Membeli saham di pasar perdana atau Initial Public Offering (IPO) sering kali menarik perhatian banyak investor karena menawarkan peluang untuk meraih keuntungan. Sebagai catatan, IPO adalah proses ketika sebuah perusahaan pertama kali menawarkan sahamnya kepada publik melalui Bursa Efek Indonesia (BEI). Banyak investor berpikir bahwa membeli saham IPO adalah kesempatan untuk memiliki bagian […]

author
Content Management
calendar
03 Februari 2026
Artikel

Merespons Evaluasi MSCI, OJK–BEI Rilis 8 Agenda Percepatan Reformasi Pasar Modal Indonesia 2026

Key Takeaways: Pada Minggu, 1 Februari 2026, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dan Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) selaku Self-Regulatory Organization (SRO), serta Danantara menyelenggarakan dialog strategis yang membahas delapan rencana aksi percepatan reformasi integritas pasar modal Indonesia yang disusun dalam empat pilar utama. Dalam kesempatan tersebut, […]

author
Content Management
calendar
02 Februari 2026
Artikel

Reksa Dana Pasar Uang Terbaik 2026 Berdasarkan Return

Reksa dana pasar uang (RDPU) merupakan instrumen investasi dengan risiko relatif rendah dan likuid, sehingga cocok untuk berbagai profil investor. Reksa dana ini 100% dialokasikan ke instrumen pasar uang seperti deposito berjangka dan obligasi yang memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun. Oleh karena itu, RDPU ideal untuk tujuan investasi jangka pendek dan menawarkan potensi […]

author
Content Management
calendar
31 Januari 2026
Artikel

Reksa Dana Pendapatan Tetap Terbaik 2026 Berdasarkan Return

Sebagai instrumen investasi yang relatif stabil, reksa dana pendapatan tetap (RDPT) menjadi salah satu pilihan utama investor di Indonesia. Hal ini tercermin dari Asset Under Management (AUM) yang mencapai Rp254 triliun per Desember 2025, naik 67% secara tahunan (year-on-year/yoy), tertinggi di antara jenis reksa dana lainnya. Untuk memastikan kualitas reksa dana, Makmur menyeleksi RDPT dari […]

author
Content Management
calendar
31 Januari 2026
Bangun Kekayaan Jangka Panjang Bersama Makmur
Hak Cipta ©2019 - 2026 PT Inovasi Finansial Teknologi
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan yang berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PT Inovasi Finansial Teknologi telah mendapatkan izin sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta telah tersertifikasi ISO 270001:2022 dalam penerapan standar internasional pada Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Reksa dana adalah instrumen investasi dan produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Makmur tidak bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Saham adalah tanda penyertaan modal atas suatu persereoan terbatas yang terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Seluruh instrumen investasi mengandung risiko dan memiliki kemungkinan berkurangnya nilai investasi. Kinerja historis instrumen investasi tidak menjamin kinerja dimasa yang akan datang.
Makmur V.1.0.0