makmur-logo
Reksa Dana
Bangun Kekayaan Anda Lebih Cerdas
dengan Reksa Dana
Maksimalkan produk reksa dana terkurasi dari para
profesional, untuk bantu capai tujuan finansial Anda.
Pelajari

Berinvestasi lebih mudah dengan
beragam fitur pintar
Dikelola oleh profesional yang bersertifikasi
Mudah & Dapat diakses dimana saja
Investasi mulai dari Rp10.000
Produk sesuai profil risiko
Alokasi aset dibantu oleh Mavis
faq-illustration
Ada Pertanyaan Seputar Makmur?
Kunjungi FAQ Kami
arrow-right-green
Artikel

Pesanan Mencapai Lebih dari 1 Juta SID, IPO SUPA Catat Rekor Baru Pasar Modal di Indonesia

author
Content Management
author
16 Desember 2025
Facebook
Instagram
Tiktok
blog-detail

Key Takeaways:

  • IPO SUPA catat rekor pesanan lebih dari 1 juta SID dan oversubscribed hingga 318,69x, menunjukkan kepercayaan kuat investor pada bank digital.
  • SUPA turnaround dari rugi Rp366 miliar pada 2024 menjadi laba Rp60 miliar Kuartal III-2025.
  • Aset pada Kuartal III-2025 meningkat Rp16,5 triliun (+70% yoy) dari fokus ritel-UMKM dan pendapatan bunga +176% yoy.

PT Super Bank Indonesia Tbk akan mencatatkan sahamnya di BEI dengan harga penawaran Rp635 per saham yang diikuti oleh lonjakan partisipasi investor dalam penawaran umum perdana saham pada Desember 2025. Hal ini mencerminkan dinamika baru di pasar modal Indonesia dengan jumlah pemesanan yang mencapai lebih dari 1 juta Single Investor Identification (SID), IPO SUPA tidak hanya menarik perhatian pelaku pasar, tetapi juga mencatatkan rekor tertinggi dalam sejarah partisipasi publik pada proses penawaran saham perdana di Indonesia.

Pencapaian ini menjadi indikator penting atas meningkatnya kepercayaan investor terhadap sektor perbankan digital serta kualitas emiten yang ditawarkan ke publik. Di tengah kondisi pasar yang selektif, tingginya minat terhadap IPO SUPA menunjukkan bahwa kombinasi model bisnis, prospek pertumbuhan, dan momentum pasar mampu mendorong antusiasme investor. Untuk memahami makna di balik rekor tersebut, beberapa aspek kunci berikut perlu dicermati lebih lanjut.

Transformasi Bisnis SUPA Menuju Perusahaan Publik

PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA), sebelumnya dikenal sebagai PT Bank Fama International, merupakan bank digital yang fokus pada inklusi keuangan di Indonesia, dengan penekanan utama pada segmen underbanked, unbanked, dan UMKM melalui layanan perbankan digital seperti tabungan, deposito, pembayaran, serta pinjaman berbasis ekosistem (embedded lending).

Fokus tersebut tercermin dalam model bisnis inti SUPA yang mengandalkan penghimpunan dana melalui tabungan digital dan deposito, serta penyaluran kredit konsumtif dan produktif bagi UMKM. Di sisi transaksi, SUPA menghadirkan layanan pembayaran seperti QRIS dan transfer daring yang terintegrasi dengan berbagai platform mitra. Produk unggulan seperti Pinjaman Atur Sendiri (PAS) menunjukkan pertumbuhan yang pesat, sejalan dengan penerapan strategi digital-first tanpa jaringan kantor fisik, sehingga mendukung efisiensi operasional.

Pendekatan berbasis ekosistem ini mendorong pertumbuhan basis nasabah SUPA, yang didominasi oleh masyarakat underbanked/unbanked dan pelaku UMKM yang mengakses layanan melalui platform mitra digital terkemuka. Dalam ruang lingkup persaingan bank digital, SUPA saat ini menempati posisi ketiga dengan pangsa pasar 9,5%, berada di bawah SeaBank (29,5%) dan Bank Jago (24,3%), serta bersaing ketat dengan Bank Neo Commerce (9,2%) dan Allo Bank (8,5%) berdasarkan data 2025.

Sejalan dengan momentum pertumbuhan tersebut, keputusan SUPA untuk melaksanakan penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) tidak terlepas dari upaya memperkuat struktur permodalan sekaligus meningkatkan kapasitas ekspansi bisnis. Melalui IPO ini, SUPA membuka akses pendanaan yang lebih luas guna mendukung pertumbuhan kredit, pengembangan teknologi. Langkah tersebut juga mencerminkan komitmen manajemen dalam menerapkan tata kelola perusahaan yang baik dan meningkatkan transparansi sebagai emiten terbuka di pasar modal Indonesia.

Detail Penawaran Umum SUPA

Harga penawaran ditetapkan sebesar Rp635 per saham, dengan jumlah saham yang ditawarkan sebanyak 4.406.612.300 lembar atau setara 13% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Dengan struktur tersebut, Perseroan berpotensi menghimpun dana sekitar Rp2,80 triliun dari penawaran umum perdana saham ini.

Adapun jadwal pelaksanaan IPO adalah sebagai berikut:

  • Masa penawaran umum: 10–15 Desember 2025
  • Masa distribusi saham: 16 Desember 2025
  • Pencatatan saham di BEI: 17 Desember 2025

Dana hasil IPO akan dimanfaatkan secara terukur untuk mendukung pertumbuhan bisnis Perseroan dengan rincian sebagai berikut:

  • Sebesar 70% dialokasikan sebagai modal kerja, khususnya untuk memperkuat penyaluran kredit Perseroan.
  • Sisanya, sebesar 30% digunakan untuk belanja modal, termasuk namun tidak terbatas pada pengembangan produk, peningkatan teknologi informasi, serta inisiatif strategis lain yang mendukung pertumbuhan dan keberlanjutan usaha Perseroan.

Kinerja Keuangan SUPA

SUPA mengalami perbaikan signifikan dalam kinerja keuangan pada 2025 setelah bertahun-tahun mencatat kerugian. Pada 2022, perusahaan rugi bersih Rp155 miliar, memburuk menjadi Rp385 miliar di 2023 dan Rp366 miliar di 2024, terutama akibat beban operasional yang melebihi pendapatan bunga, seperti Rp1,03 triliun pada 2024 meski pendapatan bunga mencapai Rp744 miliar. Namun, hingga semester I-2025, Superbank mencatat laba bersih Rp20 miliar dengan arus kas operasional positif Rp248 miliar, jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya yang negatif.​

Pada Januari-Agustus 2025, laba bersih melonjak menjadi Rp44,5 miliar, sementara hingga Juni 2025 kredit disalurkan Rp8,2 triliun (+32,2% yoy) dan pendapatan bunga bersih Rp665,3 miliar (+170,7% yoy). Laba bersih Kuartal III-2025 melonjak menjadi Rp60,1 miliar (+121,0% yoy) didukung pendapatan bunga bersih Rp1,1 triliun (+176% yoy), total aset Rp16,5 triliun (+70% yoy), Cost to Income Ratio (CIR) turun ke 70,1%, dan Net Interest Margin (NIM) 10,6%.

Sumber: Prospektus SUPA, 2025

Skala dan Rekor Pemesanan Investor

IPO SUPA mencatatkan rekor baru di pasar modal Indonesia dengan partisipasi investor yang melampaui 1 juta Single Investor Identification (SID), menjadikannya IPO dengan basis investor terbesar hingga saat ini. Capaian tersebut mencerminkan daya tarik SUPA yang luas serta tingginya minat investor ritel terhadap prospek bank digital.

Tingginya partisipasi ini menegaskan meningkatnya inklusi pasar modal dan kepercayaan investor terhadap model bisnis SUPA dalam jangka panjang. Lebih dari sekadar aksi korporasi, IPO SUPA menjadi indikator kuat atas kedalaman permintaan domestik serta semakin matangnya ekosistem investasi ritel di Indonesia.

Rekor pemesanan yang dicapai oleh IPO PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) menjadi terlihat signifikan apabila dibandingkan dengan penawaran saham perdana sebelumnya di pasar modal Indonesia. Beberapa IPO yang sempat mencatatkan tingkat partisipasi investor yang tinggi, seperti saham RLCO dengan sekitar 750 ribu SID dan CDIA dengan kurang lebih 500 ribu SID, kini terlampaui oleh SUPA. Adapun pemesanan masif tersebut menimbulkan Oversubscribed hingga 318,69 kali.

Perbandingan ini menegaskan bahwa IPO SUPA bukan sekadar melanjutkan tren positif partisipasi investor ritel, melainkan menciptakan standar baru dalam skala permintaan publik.

Faktor Pendorong Tingginya Minat Investor

Tingginya minat investor terhadap IPO SUPA didorong oleh kombinasi antara fundamental bisnis dan kredibilitas struktur penawaran. Salah satu faktor utama adalah dukungan penjamin emisi yang terdiri dari institusi pasar modal ternama. Berikut beberapa contoh performa saham pada hari perdagangan pertama dari masing-masing underwriter, antara lain:

  • Mandiri Sekuritas (CC): MDLA (-0,5%)
  • CLSA Sekuritas (KZ): BBHI (-11,2%)
  • Trimegah Sekuritas (LG): PSAT (+25,0%)
  • Sucor Sekuritas (AZ): RAAM (+24,8%)
  • Korean Investment Sekuritas (BQ): PMUI (-15,0%)
  • Bahana Sekuritas (DX): PGEO (0,0%)

Selain itu, rekam jejak para underwriter tersebut dalam menangani IPO berskala besar dan berprofil institusional turut meningkatkan keyakinan investor ritel maupun institusi. Sinergi antara narasi pertumbuhan bank digital, valuasi yang dinilai menarik, serta struktur penjaminan emisi yang solid menciptakan persepsi risiko yang lebih terkelola. Kondisi inilah yang pada akhirnya mendorong partisipasi investor secara masif dan membawa IPO SUPA mencatatkan rekor baru dalam sejarah pasar modal Indonesia.

Dukungan tersebut tercermin pada tingginya tingkat pemesanan yang berdampak pada penjatahan saham yang sangat terbatas. Investor dengan pemesanan di bawah Rp100 juta hanya memperoleh alokasi sekitar 3–4 lot, sementara pemesanan di atas Rp100 juta mendapatkan penjatahan di kisaran ±1% dari total pemesanan. Tingkat penjatahan ini memberikan informasi bahwa kuatnya minat pasar terhadap IPO SUPA, sekaligus memperkuat persepsi bahwa penawaran perdana tersebut diserap dengan sangat agresif oleh investor dari berbagai segmen.

Investor perlu memahami bahwa saham IPO memiliki risiko yang relatif tinggi, terutama ketidakpastian harga setelah listing. Saat diperdagangkan di pasar sekunder, harga saham dapat berfluktuasi secara signifikan akibat sentimen pasar serta aksi jual dari investor institusi maupun ritel. Tidak jarang, harga saham IPO turun di bawah harga penawaran awal, bahkan hingga masuk ke papan pemantauan khusus dalam kondisi tertentu. Oleh karena itu, instrumen ini lebih cocok bagi investor dengan toleransi risiko tinggi dan pemahaman mendalam tentang dinamika pasar modal.

Bagi investor Makmur yang lebih mengutamakan stabilitas dan menghindari volatilitas berlebih, reksa dana merupakan alternatif yang lebih aman. Dana Anda akan dikelola secara profesional oleh Manajer Investasi (MI), yang melakukan alokasi aset ke berbagai instrumen, seperti saham, obligasi, dan pasar uang sesuai jenis reksa dana yang dipilih. Proses pemilihan aset didasarkan pada analisis fundamental yang mendalam serta evaluasi kondisi ekonomi makro, sehingga potensi pengelolaan portofolio menjadi lebih optimal.

Sebagai pilihan, Reksa Dana Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A (SSFIF-A) menarik untuk dipertimbangkan sebagai solusi diversifikasi berbasis syariah, dengan kinerja +9,96% dalam satu tahun terakhir (per 15 Desember 2025), mencerminkan pengelolaan yang konsisten dan terukur.


Itulah pembahasan mengenai prospek dan fundamental PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) menjelang penawaran umum perdananya. Di Makmur, Anda bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo December Thrive, promo Semua Bisa Makmur dan promo Makmur Premium Tour.

Link: Promo-Promo di Makmur

Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.

Download Makmur

Perlu diketahui, selain melalui aplikasi, Anda juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.

Web Aplikasi Makmur

Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:

Website: Makmur.id


Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani

Bagikan
Facebook
Instagram
Tiktok
Artikel lainnya
Artikel

Tidak Semua Saham Layak Dikoleksi, Ini Perbedaan Saham Best Buy dan Worst Buy dalam Portofolio Investasi

Key Takeaways: Dalam membangun portofolio investasi saham, salah satu tantangan terbesar bagi investor adalah membedakan antara saham yang benar-benar berkualitas (best buy) dan saham yang sebaiknya dihindari (worst buy). Tidak semua saham yang harganya murah layak dibeli, dan tidak semua saham yang populer menjamin keuntungan. Memahami perbedaan fundamental antara kedua kategori ini adalah langkah krusial […]

author
Content Management
calendar
02 April 2026
Artikel

Buy and Hold Reksa Dana dalam Kondisi Pasar Sedang Turun, Apakah Tindakan yang Tepat?

Key Takeaways: Strategi buy and hold pada reksa dana merupakan pendekatan investasi jangka panjang, di mana investor mempertahankan investasinya tanpa melakukan penjualan atau pencairan. Tujuannya adalah memperoleh pertumbuhan aset secara bertahap dan optimal. Berbeda dengan trading aktif yang mengandalkan timing pasar, strategi ini lebih konsisten dan disiplin. Dalam reksa dana, strategi investasi ini didukung oleh […]

author
Content Management
calendar
01 April 2026
Artikel

Reksa Dana Pasar Uang Terbaik 2026 Berdasarkan Return 1 Tahun Terakhir

Reksa dana pasar uang (RDPU) merupakan instrumen investasi dengan risiko relatif rendah dan likuid, sehingga cocok untuk berbagai profil investor. Reksa dana ini 100% dialokasikan ke instrumen pasar uang seperti deposito dan obligasi yang memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun. Oleh karena itu, RDPU ideal untuk tujuan investasi jangka pendek dan menawarkan potensi imbal […]

author
Content Management
calendar
31 Maret 2026
Artikel

Reksa Dana Pendapatan Tetap Terbaik 2026 Berdasarkan Return 1 Tahun Terakhir

Sebagai instrumen investasi yang relatif stabil, reksa dana pendapatan tetap (RDPT) menjadi salah satu pilihan utama investor di Indonesia. Hal ini tercermin dari Asset Under Management (AUM) yang mencapai Rp266,82 triliun per Februari 2026, naik 5,05% dibandingkan Desember 2025, tertinggi di antara jenis reksa dana lainnya. Untuk memastikan kualitas reksa dana, Makmur menyeleksi RDPT dari […]

author
Content Management
calendar
31 Maret 2026
Artikel

Reksa Dana Campuran Terbaik 2026 Berdasarkan Return 1 Tahun Terakhir

Reksa dana campuran merupakan instrumen investasi yang mengalokasikan dana pada instrumen saham, obligasi, dan instrumen pasar uang, dengan masing-masing aset tidak melebihi 79% dari total portofolio. Diversifikasi ini memberikan keseimbangan antara potensi pertumbuhan dan stabilitas, sehingga cocok bagi investor dengan profil risiko moderat dan tujuan investasi jangka menengah hingga panjang. Makmur menyeleksi reksa dana campuran […]

author
Content Management
calendar
31 Maret 2026
Artikel

Reksa Dana Saham Terbaik 2026 Berdasarkan Return 1 Tahun Terakhir

Pasar saham domestik bergerak volatil sepanjang year-to-date (YTD) per 31 Maret 2026 akibat kombinasi sentimen eksternal dan domestik. Dari sisi eksternal, berlanjutnya konflik Timur Tengah mendorong harga minyak West Texas Intermediate (WTI) naik 79% YTD, disertai kekhawatiran inflasi dan ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama. Dari sisi domestik, sentimen dipengaruhi kekhawatiran fiskal dan pembekuan rebalancing […]

author
Content Management
calendar
31 Maret 2026
Bangun Kekayaan Jangka Panjang Bersama Makmur
Hak Cipta ©2019 - 2026 PT Inovasi Finansial Teknologi
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan yang berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PT Inovasi Finansial Teknologi telah mendapatkan izin sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta telah tersertifikasi ISO 270001:2022 dalam penerapan standar internasional pada Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Reksa dana adalah instrumen investasi dan produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Makmur tidak bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Saham adalah tanda penyertaan modal atas suatu persereoan terbatas yang terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Seluruh instrumen investasi mengandung risiko dan memiliki kemungkinan berkurangnya nilai investasi. Kinerja historis instrumen investasi tidak menjamin kinerja dimasa yang akan datang.
Makmur V.1.0.0