Hai, Sobat Makmur! Dalam dunia pasar modal dikenal adanya istilah rebalancing. Rebalancing akan mengubah anggota atau konstituen dari indeks utama Bursa Efek Indonesia (BEI). Rebalancing indeks menjadi momentum penting yang wajib dicermati oleh Manajer Investasi (MI) karena akan menjadi acuan dalam menentukan portofolio reksa dana. Pada artikel kali ini, Makmur akan mengajak kamu berkenalan lebih dalam dengan rebalancing indeks dan dampaknya ke reksa dana. Yuk, disimak!
Sebelum membahas mengenai dampak rebalancing ke reksa dana, ada baiknya kamu mengetahui terlebih dahulu apa itu rebalancing. Rebalancing indeks adalah kegiatan yang dilakukan BEI untuk menyesuaikan komposisi indeks saham, baik melalui perubahan anggota (konstituen) maupun bobot masing-masing anggota dalam indeks tersebut. Tujuan dari rebalancing adalah memperbarui indeks agar tetap sesuai dengan kondisi pasar terkini. Indeks saham akan digunakan sebagai patokan investasi bagi investor institusi, dana pensiun, perusahaan asuransi, dan MI.
Dalam pasar modal Indonesia, terdapat dua jenis rebalancing atau yang sering disebut dengan evaluasi, yakni evaluasi mayor dan evaluasi minor. Evaluasi mayor bertujuan memilih saham konstituen indeks untuk periode selanjutnya disertai dengan menyesuaikan jumlah saham untuk indeks dan/atau bobot dari konstituen. Per April 2024, BEI mengubah aturan mengenai periode evaluasi mayor. Evaluasi mayor yang sebelumnya hanya dilakukan 2 kali pada bulan Januari dan Juli dengan periode efektif bulan Februari dan Agustus akan dilakukan menjadi sebanyak 4 kali pada bulan Januari, April, Juli, dan Oktober dengan periode efektif pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November. Perubahan ini berdasarkan pengumuman BEI nomor Peng-00058/BEI.POP/03-2024 tanggal 27 Maret 2024.
Sedangkan evaluasi minor hanya bertujuan menyesuaikan jumlah saham untuk indeks dan/atau bobot dari konstituen tanpa pemilihan konstituen indeks untuk periode selanjutnya.Pada Oktober 2024, BEI mengumumkan adanya evaluasi mayor untuk indeks-indeks utama di BEI, yakni Indeks LQ45, IDX 30, dan IDX 80. Berikut hasil dari rebalancing mayor Oktober 2024 yang berlaku mulai 1 November 2024 hingga 31 Januari 2025.
Tabel 1. Hasil Evaluasi Mayor LQ45

Tabel 2. Hasil Evaluasi Mayor IDX30

Tabel 3. Hasil Evaluasi Mayor IDX80

Dalam menyusun portofolio reksa dana, MI akan mengacu pada sejumlah indeks utama buatan BEI, seperti LQ45, IDX30, dan IDX80. Ketika BEI melakukan rebalancing (terutama evaluasi mayor), maka MI akan mengatur ulang portofolionya. MI akan menyesuaikan alokasi aset sesuai dengan perubahan indeks yang menjadi acuan produk-produk reksa dana. Misal, untuk reksa dana saham dengan acuan indeks LQ45, jika ada rebalancing indeks LQ45, MI akan melakukan penyesuaian portofolio dengan mengakumulasi saham yang masuk ke Indeks LQ45 serta menjual saham yang dikeluarkan saat rebalancing.
Saham-saham yang keluar atau masuk ke dalam indeks biasanya memiliki karakteristik yang berbeda dalam hal volatilitas, kapitalisasi, atau sektor, maupun bobot terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Jika indeks menambah saham dengan kapitalisasi yang lebih besar dan lebih stabil, portofolio reksa dana bisa menjadi lebih defensif. Sebaliknya, jika saham yang ditambahkan memiliki volatilitas tinggi, risiko portofolio reksa dana dapat meningkat. Oleh karena itu, rebalancing indeks dapat mempengaruhi tingkat risiko reksa dana sesuai dengan perubahan komposisi saham dalam indeks yang menjadi acuan.
Secara umum, rebalancing dapat meningkatkan volatilitas jangka pendek di produk reksa dana. Sebab, biasanya rebalancing dapat memberikan sentimen positif bagi saham-saham yang masuk ke dalam indeks, karena akan menarik minat investor yang mengikuti indeks tersebut. Sebaliknya, rebalancing dapat memberikan sentimen negatif bagi saham-saham yang keluar dari indeks karena akan mengurangi eksposur dan likuiditasnya di pasar.
Meski dapat memicu fluktuasi dalam jangka pendek, rebalancing membantu portofolio reksa dana tetap sejalan dengan kondisi pasar terkini. Dengan demikian, rebalancing indeks berperan dalam memastikan reksa dana terus selaras dengan perubahan pasar. Hal ini bisa menjadikan reksa dana lebih menarik bagi investor yang ingin portofolionya tetap relevan dan sesuai dengan dinamika pasar saat ini.
Nah, Sobat Makmur, itu dia penjelasan mengenai rebalancing indeks dan dampaknya ke reksa dana. Dengan portofolio yang terus diperbarui, reksa dana dapat memberikan eksposur investasi yang lebih sesuai bagi para investor. Tentunya, reksa dana bisa menjadi pilihan tepat bagi Sobat Makmur yang ingin berinvestasi.
Pastikan kamu membeli reksa dana incaranmu di platform yang tepat seperti Makmur. Di Makmur, kamu bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan, baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Sobat Makmur bisa membeli reksa dana pilihanmu dengan memanfaatkan promo seperti promo November Growth, promo Semua Bisa Makmur, dan promo Semakin Makmur.
Kamu juga bisa memanfaatkan promo-promo Makmur yang tertera pada link di bawah ini untuk mendapatkan keuntungan tambahan dan menemani perjalanan investasimu dalam mencapai tujuan finansial di masa depan.
Link: Promo-Promo di Makmur
Yuk, unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan jangan lupa berikan ulasan terbaikmu.
Perlu diketahui, selain melalui ponsel, kamu juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.
Kamu juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link berikut:
Website: Makmur.id
Editor: Benrik Anthony (bersertifikasi WAPERD dan WMI)
Penulis: Akhmad Sadewa Suryahadi
Key Takeaways: Proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia kembali menjadi perhatian setelah DPR mengesahkan APBN 2027 pada 29 September 2026 dengan target pertumbuhan ekonomi 6%. Target tersebut berada dalam kisaran 5,8% hingga 6,5% yang sebelumnya diusulkan pemerintah dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027 dan disampaikan Presiden Prabowo Subianto pada 20 Mei 2026. Sebagai […]
Key Takeaways: Kebutuhan pembiayaan pemerintah merupakan salah satu faktor yang menentukan arah imbal hasil di pasar obligasi domestik. Semakin besar utang yang harus diterbitkan, semakin ketat persaingan memperebutkan dana yang tersedia di pasar. APBN 2027 yang disahkan DPR pada September 2026 menargetkan penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) neto sebesar Rp833,7 triliun. Angka tersebut naik 4,28% […]
Key Takeaways: Bursa Efek Indonesia (BEI) menyesuaikan batas auto rejection bawah (ARB) untuk efek bersifat ekuitas menjadi 7% secara asimetris melalui Surat Keputusan Direksi Nomor Kep-00157/BEI/10-2026 tentang Peraturan Nomor II-A. ARB merupakan batas maksimal penurunan harga saham dalam satu hari perdagangan. Ketentuan yang mendapat dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini berlaku di Pasar Reguler dan […]
Key Takeaways: Melalui Grup Salim, Anthoni Salim mengendalikan sejumlah perusahaan di sektor konsumer dan agribisnis. Dua di antaranya yang dikenal luas oleh investor di pasar modal Indonesia adalah PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP). Kedua perusahaan tersebut dikenal lewat produk populer seperti Indomie, mi instan yang telah […]
Harga saham perdana ditetapkan sebelum saham diperdagangkan di pasar, sehingga penilaian investor terutama bertumpu pada informasi dalam prospektus. Ketelitian membaca dokumen tersebut menjadi pembeda utama dalam menilai penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). Pada 2026, sektor kesehatan menjadi sektor yang paling banyak muncul dalam proses IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI). Per […]
Key Takeaways: Imbal hasil instrumen jangka pendek menjadi salah satu acuan penting bagi investor yang menempatkan dana pada deposito, surat utang bertenor pendek, maupun reksa dana pasar uang. Salah satu acuannya adalah hasil lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia atau SRBI. Pada lelang 9 Oktober 2026, rata-rata tertimbang yield SRBI tenor 12 bulan yang dimenangkan tercatat […]