makmur-logo
Masuk / Daftar
Artikel

Melihat Prospek 4 Saham yang Terlibat Program Danantara

author
Content Management
author
24 Februari 2025
Facebook
Instagram
Tiktok
blog-detail

Hai, Sobat Makmur! Indonesia kini resmi memiliki badan pengelola investasi (BPI) baru, yakni Danantara. Dalam implementasinya, Danantara akan mengelola aset 7 perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dari 7 BUMN, ada 4 BUMN yang berstatus sebagai perusahaan terbuka dan memiliki saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dalam artikel kali ini, Makmur akan membahas mengenai prospek 4 saham yang masuk dalam Danantara, mulai dari BBRI hingga TLKM. Yuk, disimak!

Apa Itu Danantara

Sebelum masuk ke pembahasan inti, ada baiknya kamu mengetahui terlebih dahulu apa itu Danantara. Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) dibentuk dengan tujuan untuk mengonsolidasikan kekuatan ekonomi BUMN dan mengelola investasi di luar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Danantara akan berfokus pada sektor-sektor strategis seperti energi terbarukan, pengembangan industri manufaktur, hilirisasi sumber daya alam, dan ketahanan pangan.

Sebagai superholding BUMN, Danantara akan mengelola tujuh BUMN besar, antara lain PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, (BBRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), PT Pertamina (Persero), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), dan PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau MIND ID. Ada 4 perusahaan yang merupakan perusahaan terbuka, yakni BBRI, BBNI, BMRI, dan TLKM.

Presiden Prabowo mengatakan, total aset yang dikelola atau asset under management (AUM) Danantara diperkirakan mencapai lebih dari US$900 miliar, dengan pendanaan awal sebesar US$20 miliar. Sumber pendanaan awal Danantara akan berasal dari penghematan APBN dan dividen yang disetorkan BUMN.

Bagaimana Prospek Saham-saham Ini Setelah Masuk Danantara?

Sejak diumumkan terlibat dalam Danantara, saham-saham ini (terutama saham perbankan) sempat bergerak fluktuatif. Ada beberapa faktor yang membuat saham-saham ini mengalami fluktuasi. Pertama, adanya gerakan masif di sosial media terkait ajakan menarik uang di perbankan BUMN dan memindahkannya ke perbankan swasta. Kedua, pasar masih wait and see terkait kebijakan BBRI, BMRI, dan BBNI usai masuk ke Danantara.

Meski demikian, dalam jangka panjang saham-saham BBRI, BMRI, dan BBNI masih cukup menarik dan prospektif. Ada sejumlah katalis positif yang bisa mendorong kinerja saham perbankan. Pertama, penurunan suku bunga Bank Indonesia atau BI rate yang baru saja terjadi pada Januari 2025. Pemangkasan suku bunga BI rate dapat mendorong pertumbuhan kredit perbankan. Dengan penurunan BI rate, bank cenderung menyesuaikan suku bunga kredit yang ditawarkan kepada nasabah. Akibatnya, pinjaman akan menjadi lebih murah dan terjangkau sehingga mendorong masyarakat untuk mengambil kredit konsumtif maupun kredit untuk usaha.

Kedua, kinerja yang solid. Baik BBRI, BBNI, dan BMRI, berhasil mencetak pertumbuhan laba bersih tahun lalu. Solidnya kinerja perbankan mencerminkan bank memegang peranan vital di masyarakat. Ketiga, sentimen positif juga datang dari kabar rencana aksi pembelian kembali alias buyback saham yang akan dilakukan BBRI, BMRI, dan BBNI. Aksi korporasi ini diharapkan mampu menjadi sentimen positif bagi saham BBRI, BMRI, dan BBNI.

Sementara untuk TLKM, ada beberapa sentimen positif bagi saham emiten telekomunikasi ini. Pertama, pangsa pasar telekomunikasi yang cukup berkembang seiring dengan penetrasi internet. Kedua, inovasi yang dilakukan TLKM untuk menggaet pasar. Salah satunya, TLKM melalui Telkomsel menggunakan operator ByU untuk menarik minat pasar. ByU merupakan operator kelas dua yang bersaing untuk mempertahankan basis pelanggan TLKM di segmen ini. Namun, TLKM menghadapi persaingan ketat di sektor telekomunikasi yang diperkirakan akan terus berlanjut hingga 2027, terutama dalam layanan internet mobile broadband (MBB).

Nah, Sobat Makmur, itu dia prospek saham BBRI, BMRI, BBNI, dan TLKM yang masuk ke ekosistem Danantara. Dalam jangka panjang, saham-saham memiliki prospek yang menjanjikan. Sehingga, koreksi yang sempat terjadi pada saham-saham perbankan besar bisa menjadi peluang bagi investor untuk menyerok saham-saham ini di harga yang murah.

Selain membeli secara langsung, kamu juga bisa memiliki saham-saham ini melalui reksa dana saham. Salah satu reksa dana yang menawarkan portofolio saham-saham emiten perbankan berkualitas adalah reksa dana STAR Infobank 15 Kelas Utama.

STAR Infobank15 Kelas Utama merupakan reksa dana dengan komposisi 80% hingga 100% yang berasal dari kumpulan efek yang terdaftar pada Indeks INFOBANK15. Indeks INFOBANK15 terdiri dari 15 saham sub sektor perbankan yang terdapat di sektor keuangan, seperti BBRI, BMRI, BBNI, BBCA, BBTN, dan BRIS.  Ke-15 saham yang mengisi portofolio reksa dana STAR Infobank 15 Kelas Utama memiliki aspek fundamental yang baik dan likuiditas perdagangan yang tinggi.

Selain STAR Infobank 15 Kelas Utama, berikut sejumlah reksa dana saham yang bisa kamu cermati :

Di Makmur, kamu bisa juga memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Sobat Makmur bisa membeli reksa dana pilihanmu dengan memanfaatkan promo seperti promo Special Valentine, promo Semua Bisa Makmur, dan promo Semakin Makmur.


Kamu juga bisa memanfaatkan promo-promo Makmur yang tertera pada link di bawah ini untuk mendapatkan keuntungan tambahan dan menemani perjalanan investasimu dalam mencapai tujuan finansial di masa depan.

Link: Promo-Promo di Makmur

Yuk, unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan jangan lupa berikan ulasan terbaikmu.

Download Makmur

Perlu diketahui, selain melalui ponsel, kamu juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.

Web Aplikasi Makmur

Kamu juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link berikut:

Website: Makmur.id


Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Akhmad Sadewa Suryahadi

Bagikan
Facebook
Instagram
Tiktok
Artikel lainnya
Artikel

Tidak Semua Bank Terdampak Sama saat Cost of Fund Naik, Apa yang Membedakan Bank dengan CASA Tinggi?

Key Takeaways: Bank Indonesia menaikkan BI-Rate 100 basis poin pada kuartal II 2026, dari 4,75% menjadi 5,75%, lalu menahannya pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Juli hingga Oktober 2026. Pada RDG 20–21 Oktober 2026, BI tetap menaikkan suku bunga deposit facility dari 4,75% menjadi 5,00%. Per September 2026, kredit perbankan tumbuh 13,26% secara tahunan, jauh lebih […]

author
Content Management
calendar
06 November 2026
Artikel

Reinvestasi ke Emiten yang Sama atau Diversifikasi, Mana yang Lebih Menguntungkan Setelah Musim Pembagian Dividen?

Key Takeaways: Sepanjang YTD 2026, tiga pembagi dividen tunai terbesar di Bursa Efek Indonesia berasal dari sektor perbankan, yaitu PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sekitar Rp52,10 triliun, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) Rp50,63 triliun, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp40,06 triliun. Adapun PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) berada […]

author
Content Management
calendar
05 November 2026
Artikel

Mitigasi Risiko Apabila Perusahaan Memutuskan Go Private, Ini Reorientasi Strategi yang Perlu Investor Lakukan

Key Takeaways: Keputusan suatu perusahaan terbuka untuk melakukan go private merupakan salah satu aksi korporasi yang perlu dicermati investor. Proses ini mengubah status perusahaan dari emiten yang sahamnya diperdagangkan di bursa menjadi perusahaan tertutup dan tidak lagi tunduk pada kewajiban sebagai perusahaan terbuka sebagaimana sebelumnya. Dalam praktiknya, proses go private dapat disertai voluntary delisting dari […]

author
Content Management
calendar
03 November 2026
Artikel

5 Reksa Dana Pasar Uang Terbaik Berdasarkan Return per Oktober 2026

Reksa Dana Pasar Uang (RDPU) merupakan instrumen investasi dengan risiko relatif rendah dan likuid, sehingga cocok untuk berbagai profil investor. Reksa dana ini 100% dialokasikan ke instrumen pasar uang seperti deposito dan obligasi yang memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun. Oleh karena itu, RDPU ideal untuk tujuan investasi jangka pendek dan menawarkan potensi imbal […]

author
Content Management
calendar
31 Oktober 2026
Artikel

5 Reksa Dana Pendapatan Tetap Terbaik Berdasarkan Return per Oktober 2026

Sebagai instrumen investasi yang relatif stabil, Reksa Dana Pendapatan Tetap (RDPT) menjadi salah satu pilihan utama investor di Indonesia. Hal ini tercermin dari Asset Under Management (AUM) yang mencapai Rp211,23 triliun per September 2026. Meski turun 3,57% dibandingkan Agustus 2026, AUM RDPT masih menjadi yang terbesar di antara jenis reksa dana konvensional lainnya. RDPT mengalokasikan […]

author
Content Management
calendar
31 Oktober 2026
Artikel

5 Reksa Dana USD Terbaik Berdasarkan Return per Oktober 2026

Sepanjang Oktober 2026, rupiah kembali bergerak melemah terhadap dolar AS. Setelah berada di level terkuatnya di Rp17.873 per dolar AS pada 2 Oktober 2026, rupiah menembus level Rp18.000 per dolar AS pada pertengahan bulan dan sempat menyentuh level terlemah di Rp18.180 per dolar AS pada 28 Oktober 2026. Rupiah ditutup di level Rp18.125 per dolar […]

author
Content Management
calendar
31 Oktober 2026
Hak Cipta © PT Inovasi Finansial Teknologi
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan yang berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PT Inovasi Finansial Teknologi telah mendapatkan izin sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta telah tersertifikasi ISO 27001:2022 dalam penerapan standar internasional pada Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Reksa dana adalah instrumen investasi dan produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Makmur tidak bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Saham adalah tanda penyertaan modal atas suatu persereoan terbatas yang terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Seluruh instrumen investasi mengandung risiko dan memiliki kemungkinan berkurangnya nilai investasi. Kinerja historis instrumen investasi tidak menjamin kinerja dimasa yang akan datang.
Makmur V.1.0.0