






Hai, Sobat Makmur! Tahun 2024 menjadi periode yang cukup berwarna bagi pasar modal Indonesia. Meski cenderung turun dibanding tahun 2023, sejumlah pencapaian berhasil dicetak oleh pasar modal tanah air di tengah gempuran sentimen domestik dan internasional. Dalam artikel kali ini, Makmur akan mengajak kamu untuk melihat pencapaian pasar modal Indonesia sepanjang 2024 dan juga target dari otoritas pasar modal untuk tahun ini. Yuk, disimak!
1. Investor Pasar Modal Tembus 14,8 Juta
Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) memang belum resmi merilis jumlah investor pasar modal sepanjang 2024. Akan tetapi, berdasarkan rilis Bursa Efek Indonesia (BEI), per 27 Desember 2024 jumlah investor pasar modal Indonesia menembus angka 14,8 juta investor. Jumlah tersebut merupakan jumlah SID terkonsolidasi yang terdiri dari investor saham, surat utang, reksa dana, surat berharga negara (SBN) dan efek lain yang tercatat di KSEI. Jumlah ini naik 22,31% dari jumlah investor per akhir 2023 yang hanya 12,16 juta investor.
Secara rinci, terdapat 6,37 juta investor yang memiliki saham dan efek lainnya. Jumlah ini meningkat 21% dari tahun 2023 yakni 5,26 juta investor. Investor reksa dana tercatat sebanyak 14 juta investor yang juga meningkat 23% dari tahun 2023 yang hanya 11,42 juta investor.
2. IHSG Terkoreksi 2,65%, Sempat Capai Level Tertinggi
Meski berhasil menambah jumlah investor, kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) cukup lesu sepanjang 2024. Pada akhir perdagangan 2024 yakni pada 30 Desember 2024, IHSG ditutup menguat tipis 0,62% ke level 7.079,90. Sepanjang 2024, IHSG mengalami koreksi sebesar 2,65% dan sepanjang Desember 2024, IHSG melemah hingga 1,67%. IHSG tertekan penurunan saham-saham berkapitalisasi besar (big caps). Sepanjang 2024, terdapat 5 saham big caps yang menjadi pemberat (laggard) IHSG, yakni saham BBRI dengan penurunan sebesar -28.73%, saham TLKM dengan pelemahan -31.39%, saham BBNI yang melemah -19.07%, saham ASII terkoreksi -13.27%, dan saham GOTO yang melemah -18.60%.
Akan tetapi, sepanjang tahun lalu IHSG sempat menyentuh level tertinggi sepanjang masa alias all time high (ATH). Masih merujuk data BEI, IHSG sempat menyentuh level ATH pada 19 September 2024 yakni di level 7.905,390 dengan kapitalisasi pasar alias market capitalization mencapai Rp13.475 triliun. Rata-rata frekuensi transaksi harian mencapai 1,13 juta kali transaksi dengan rata-rata volume transaksi harian mencapai 19,9 miliar saham.
3. Ada 41 Perusahaan IPO di 2024
Mengacu data Bursa Efek Indonesia (BEI), sepanjang 2024 terdapat 41 perusahaan yang melantai di pasar saham. Jumlah ini menurun 48,1% dari realisasi IPO pada 2023 yang mencapai 79 perusahaan. Secara rinci, perusahaan di sektor consumer cyclicals merupakan sektor dengan pencatatan saham tertinggi pada tahun lalu, yakni 13 perusahaan dengan total dana dihimpun mencapai Rp5,7 triliun. Kemudian diikuti oleh sektor basic materials sebanyak 8 perusahaan dengan dana dihimpun mencapai Rp 1,5 triliun, dan sektor energi sebanyak 6 perusahaan dengan dana dihimpun mencapai Rp 5,6 triliun.
Realisasi IPO pada tahun lalu juga berada di bawah target awal yang dipasang BEI, yakni 62 emiten. BEI juga mencatat IPO pada 2024 merupakan yang terendah sejak 2020 atau dalam 5 tahun terakhir.
Tabel 1. Jumlah IPO Emiten Periode 2020-2024

Meski mengalami penurunan, pencapaian IPO pada tahun lalu terbilang cukup baik. Berdasarkan data dari EY Global IPO Trends 2024, jumlah pencatatan saham baru di BEI menempati peringkat ke-10 di dunia dengan total dana terkumpul atau fund-raised mencapai Rp14,3 triliun. Dengan demikian, total perusahaan tercatat saham sampai dengan akhir 2024 mencapai 943 perusahaan.
Tabel 2. Perusahaan dengan Nilai IPO Terbesar di BEI Tahun 2024

Bursa Efek Indonesia (BEI) memasang target optimistis tahun ini. BEI menargetkan adanya 2 juta investor baru pasar modal pada 2025 mendatang. Target tersebut sejalan dengan pertumbuhan investor baru yang cukup pesat sejak 2020 silam. BEI juga menargetkan adanya pencatatan 66 perusahaan baru melalui skema IPO dan 407 efek baru secara keseluruhan (meliputi sukuk, obligasi, dan waran terstruktur).
Meski demikian, penting Sobat Makmur catat bahwa pasar saham masih akan volatile. Dalam waktu dekat, pasar akan fokus pada penerapan tarif PPN baru yang meningkat dari 11% menjadi 12%. Selain itu, perhatian juga tertuju pada pelantikan Presiden Amerika Serikat terpilih, Donald Trump, yang dijadwalkan berlangsung pada 25 Januari 2025. Investor kemungkinan akan bersikap wait and see terkait kebijakan Trump, terutama di sektor perdagangan yang cenderung proteksionis dan berpotensi memicu respons dari mitra dagang, khususnya China. Meskipun The Fed memberikan sinyal kebijakan yang dovish, ada kemungkinan pemangkasan suku bunga tidak sebesar perkiraan awal. The Fed hanya akan memangkas suku bunga dua kali lagi yakni hanya sebesar 50 basis points (bps) pada 2025.
Untuk itu, penting bagi Sobat Makmur untuk memilih strategi yang tepat pada 2025. Di tengah volatilitas pasar saham, instrumen investasi yang bisa kamu cermati adalah reksa dana. Dana milikmu akan dikelola secara otomatis dan profesional oleh Manajer Investasi (MI). Tentu, reksa dana menjadi pilihan yang cocok bagi Sobat Makmur untuk menghadapi ketidakpastian pasar di 2025.
Di Makmur, kamu bisa juga memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Sobat Makmur juga bisa memaksimalkan kinerja portofolio dengan memanfaatkan sejumlah promo dari Makmur seperti promo New Year Investment, promo Semua Bisa Makmur, dan promo Semakin Makmur.
Kamu juga bisa memanfaatkan promo-promo Makmur yang tertera pada link di bawah ini untuk mendapatkan keuntungan tambahan dan menemani perjalanan investasimu dalam mencapai tujuan finansial di masa depan.
Link: Promo-Promo di Makmur
Yuk, unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan jangan lupa berikan ulasan terbaikmu.
Perlu diketahui, selain melalui ponsel, kamu juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.
Kamu juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link berikut:
Website: Makmur.id
Editor: Benrik Anthony (bersertifikasi WAPERD dan WMI)
Penulis: Akhmad Sadewa Suryahadi
Key Takeaways: Reksa dana saham dikenal sebagai instrumen investasi yang berfokus pada pertumbuhan nilai melalui kenaikan harga saham yang menjadi portofolionya. Namun, selain potensi capital gain, beberapa reksa dana saham juga memberikan pembagian dividen tunai kepada investor. Pembagian dividen ini menjadi salah satu aspek yang sering dipertimbangkan oleh investor yang ingin memperoleh sumber penghasilan tambahan […]
Key Takeaways: Pada 20 Mei 2026, Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin (bps) dari sebelumnya 4,75% di April 2026 menjadi 5,25%, hasil dari Rapat Dewan Gubernur (RDG). Kebijakan ini menjadi salah satu langkah penting yang diambil pada tahun 2026 untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah yang terus mengalami tekanan, sekaligus […]
Key Takeaways: Exchange Traded Fund (ETF) dan reksa dana sering dianggap serupa karena keduanya memungkinkan investor untuk berinvestasi dalam portofolio yang terdiversifikasi tanpa harus membeli saham secara langsung. Meskipun demikian, keduanya memiliki perbedaan yang signifikan, terutama dalam mekanismenya. Exchange Traded Fund (ETF) adalah jenis reksa dana yang unit penyertaannya diperdagangkan di bursa efek seperti saham […]
Key Takeaways: Bagi investor saham, memahami capital inflow sangatlah penting karena dapat membantu membaca sentimen pasar, mengidentifikasi peluang, dan mengukur risiko investasi dengan lebih baik. Capital inflow adalah aliran dana asing yang masuk ke suatu negara dalam bentuk investasi portofolio maupun langsung. Di Indonesia, capital inflow dipantau secara rutin oleh Bank Indonesia melalui tiga jalur, […]
Key Takeaways: Membangun portofolio reksa dana saham bukan hanya tentang memilih produk dengan return terbaik. Salah satu keputusan penting yang sering diabaikan investor adalah menentukan apakah sebaiknya menempatkan seluruh investasi pada satu manajer investasi (MI) atau membaginya ke beberapa MI sekaligus. Kedua pendekatan ini memiliki kelebihan dan risiko masing-masing. Tidak ada jawaban yang sepenuhnya benar […]
Key Takeaways: Dalam investasi reksa dana, investor umumnya ingin memahami potensi imbal hasil, termasuk pada reksa dana saham yang memiliki volatilitas lebih tinggi. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengukur potensi tersebut adalah expected return atau potensi imbal hasil yang diharapkan. Expected return digunakan untuk memperkirakan rata-rata imbal hasil yang dapat diperoleh di masa […]