makmur-logo
Masuk / Daftar
Artikel

Investasi Pasif VS Investasi Aktif, Mana yang Cocok Diterapkan di 2025?

author
Content Management
author
05 Desember 2024
Facebook
Instagram
Tiktok
blog-detail

Hai, Sobat Makmur! Dalam hitungan pekan, kita akan segera memasuki tahun 2025. Apakah Sobat Makmur sudah menentukan strategi investasi untuk tahun depan? Jika belum, Makmur akan membantu Sobat Makmur dalam menentukan strategi investasi. Dalam hal ini, strategi yang dibahas adalah investasi pasif VS investasi aktif dan bagaimana strategi yang cocok diterapkan di 2025. Yuk, disimak!

Apa Itu Investasi Aktif dan Investasi Pasif?

Sebelum membahas lebih lanjut, ada baiknya kamu memahami terlebih dahulu apa itu investasi aktif dan investasi pasif. Investasi aktif adalah strategi investasi yang melibatkan peran aktif dari investor dalam memilih dan mengelola portofolio. Proses ini biasanya mencakup analisis rutin terhadap perdagangan saham, kajian mendalam tentang kondisi pasar, serta penerapan strategi yang bertujuan untuk melampaui kinerja pasar.

Dengan kata lain, investasi aktif mengadopsi pendekatan langsung yang menuntut kamu berperan sebagai manajer portofolio. Investasi aktif membutuhkan evaluasi terhadap fluktuasi harga serta potensi keuntungan dari instrumen investasi. Analisis fundamental termasuk laporan keuangan perusahaan dan valuasi aset memegang peranan penting dalam investasi aktif. Selain bertujuan mengungguli kinerja rata-rata pasar, investasi aktif juga dikenal sebagai pendekatan investasi yang sering kali memanfaatkan pergerakan pasar jangka pendek.

Jika kamu adalah investor yang menggunakan pendekatan strategi investasi aktif, kamu biasanya memantau pasar secara rutin dan membuat keputusan berdasarkan data terbaru serta dinamika ekonomi yang sedang berlangsung. Pendekatan ini berfokus pada kemampuan untuk memproyeksikan tren serta keterampilan dalam mengelola risiko guna memperoleh hasil yang maksimal.

Sementara itu, strategi investasi pasif cenderung mengikuti pergerakan indeks atau pasar secara umum. Jika kamu adalah investor pasif, kamu akan cenderung tidak terpengaruh oleh fluktuasi pasar jangka pendek atau tren sementara. Sebab, investasi pasif akan menganut pendekatan strategi jangka panjang dalam pengelolaan investasi. Pendekatan ini dilakukan dengan mengandalkan kemampuan untuk menahan dan menyimpan aset, untuk menghindari dorongan bereaksi atau mencoba memprediksi pergerakan pasar ke depan.

Investor pasif umumnya memiliki mindset bahwa sulit untuk mengalahkan return pasar secara keseluruhan. Investor dengan pendekatan pasif lebih memilih untuk menyesuaikan kinerja investasi dengan pasar atau sektor tertentu. Pendekatan ini dilakukan dengan mereplikasi hasil pasar melalui portofolio yang terdiversifikasi.

Mana yang Lebih Baik, Investasi Aktif atau Pasif?

Pilihan antara pendekatan investasi aktif dan investasi pasif tergantung pada tujuan, waktu, pengetahuan, dan toleransi risiko yang bisa kamu terima. Keduanya memiliki kelebihan dan kelemahan yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi pribadi. Berikut kelebihan dan kelemahan investasi aktif dan pasif.

Kelebihan Investasi Aktif

1. Return Berpotensi Mengungguli Kinerja Pasar

Investor yang menggunakan pendekatan investasi aktif akan berusaha untuk mengalahkan kinerja (return) pasar dengan memilih saham atau aset yang diperkirakan akan memberikan hasil lebih baik daripada pasar secara keseluruhan. Strategi ini memberikan kesempatan untuk mendapatkan keuntungan lebih besar. Misal, sejak awal tahun alias secara year-to-date Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 7%. Jika kamu menganut pendekatan investasi aktif, maka kamu akan berusaha menyesuaikan portofolio saham milikmu dengan membeli saham-saham berkinerja baik dan melepas saham-saham berkinerja buruk. Dengan upaya ini, portofolio milikmu diharapkan mampu mengungguli return IHSG sejak awal tahun, yakni lebih dari 7%.

2. Lebih Fleksibel dalam Mengelola Risiko

Pendekatan investasi aktif memungkinkan kamu untuk menyesuaikan portofolio secara cepat berdasarkan perubahan pasar atau kondisi ekonomi, sehingga dapat mengurangi potensi kerugian dalam situasi pasar yang kurang menguntungkan. Investasi aktif juga memanfaatkan pergerakan aset jangka pendek atau ketidakstabilan pasar. Kondisi ini bisa memberikan peluang keuntungan lebih cepat dibandingkan dengan investasi pasif.

3. Kontrol Atas Portofolio Lebih Besar

Pendekatan investasi aktif memungkinkan kamu untuk memiliki kontrol penuh atas pilihan dan keputusan investasi. Hal ini memungkinkan kamu untuk memilih sektor atau perusahaan tertentu yang sesuai dengan strategi dan preferensi mereka.

Kelemahan Investasi Aktif

1. Biaya Tinggi

Biaya dalam berinvestasi secara aktif cenderung lebih tinggi. Ini karena setiap aktivitas pembelian dan penjualan aset (misal saham atau reksa dana) menimbulkan biaya transaksi. Jika pembelian dan penjualan aset terus terjadi dalam frekuensi yang tinggi dan berlangsung lama, maka hal ini dapat mengurangi potensi hasil (return) investasimu.

2. Membutuhkan Banyak Waktu

Investasi aktif akan lebih banyak menyita waktu kamu untuk memantau pasar, menganalisis kondisi ekonomi, dan membuat keputusan investasi. Tentunya, hal ini menjadi beban bagi investor yang tidak memiliki cukup waktu atau keahlian untuk terlibat secara aktif mengelola investasi.

3. Risiko yang Tinggi

Kelemahan utama dari investasi aktif adalah risiko yang lebih besar. Sebab, keputusan investasi aktif sering kali berdasarkan analisis pasar jangka pendek, yang bisa berubah dengan cepat. Ketidakpastian pasar dan kesalahan dalam memprediksi pergerakan harga dapat menyebabkan potensi kerugian (loss)yang signifikan. Oleh karena itu, meskipun memiliki potensi keuntungan tinggi, risiko investasi aktif juga lebih besar terutama jika strategi yang diambil kurang tepat.

Kelebihan Investasi Pasif

1. Biaya Lebih Rendah

Investasi pasif cenderung memiliki biaya lebih rendah dibandingkan investasi aktif karena tidak menghabiskan biaya transaksi yang banyak dan tidak perlu analisis yang mendalam. Investor hanya perlu membeli dan menahan aset dalam jangka panjang, mengurangi biaya yang dikeluarkan.

2. Mengurangi Risiko Keputusan yang Kurang Tepat

Dengan mengikuti indeks atau pasar secara keseluruhan, investasi pasif mengurangi risiko yang timbul dari pengambilan keputusan yang salah atau prediksi pasar yang tidak akurat. Ini memberi investor kesempatan untuk mendapatkan hasil yang lebih konsisten tanpa terpengaruh oleh fluktuasi jangka pendek.

3. Diversifikasi Otomatis

Pendekatan investasi pasif biasanya dilakukan melalui dana indeks atau Exchange Traded Fund (ETF) yang menawarkan diversifikasi otomatis. Pemilihan aset pada reksa dana mengurangi risiko terkait dengan investasi pada saham individu. Ini karena portofolio reksa dana secara luas tersebar di berbagai sektor dan aset, yang membantu mengurangi potensi kerugian dari pergerakan pasar.

Kelemahan Investasi Pasif

1. Potensi Return yang Terbatas

Salah satu kelemahan dari investasi pasif adalah potensi return yang lebih rendah dibandingkan dengan investasi aktif. Ini karena investasi pasif hanya berusaha untuk mencocokkan kinerja pasar atau indeks, dan tidak ada upaya untuk mengungguli pasar dan mendapatkan keuntungan lebih besar. Meskipun lebih stabil, return dari investasi pasif cenderung lebih moderat dalam jangka pendek.

2. Kurangnya Fleksibilitas

Investasi pasif menggunakan strategi yang telah ditentukan sebelumnya, tanpa melakukan penyesuaian terhadap perubahan kondisi pasar. Hal ini membuat investasi pasif kurang responsif terhadap perubahan cepat (signifikan) dalam situasi ekonomi atau pasar. Pendekatan ini membatasi fleksibilitas investor untuk menyesuaikan portofolio mereka berdasarkan analisis atau proyeksi pasar. Sebagai hasilnya, investasi pasif kurang efektif dalam memaksimalkan peluang keuntungan dalam jangka pendek.

3. Opportunity Cost Tinggi

Meskipun dianggap lebih efisien dalam hal biaya, opportunity cost yang muncul bagi investor pasif bisa jadi lebih besar dari investor aktif. Hal ini terjadi karena investor pasif akan cenderung memilih untuk tidak menyesuaikan aset mereka dengan perubahan kondisi ekonomi. Dalam istilah ekonomi, opportunity cost adalah kerugian yang dialami akibat tidak memilih alternatif terbaik yang tersedia. Ini terjadi karena setiap keputusan melibatkan trade-off, yaitu memilih satu hal dan mengorbankan yang lain.

Setelah membaca artikel di atas, pendekatan investasi mana yang paling tepat untuk diterapkan di 2025? Apakah investasi aktif atau investasi pasif? Jawabannya adalah tergantung dari preferensi dan profil risiko yang bisa kamu ambil. Misal, untuk menghadapi volatilitas pasar di 2025, kamu bisa menerapkan pendekatan investasi aktif dengan aktif menyesuaikan portofolio berdasarkan perubahan pasar. Sedangkan untuk jangka panjang, kamu bisa menerapkan pendekatan investasi pasif.

Yang terpenting, untuk mencapai target dan tujuan finansialmu, Sobat Makmur harus memilih instrumen investasi yang tepat. Diantara banyaknya pilihan instrumen investasi, kamu bisa memilih instrumen reksa dana yang cenderung aman. Nantinya, danamu akan dikelola oleh Manajer Investasi (MI) secara profesional. Manajer Investasi bertugas menentukan aset yang akan dimasukkan ke dalam portofolio reksa dana, seperti saham, obligasi, atau instrumen pasar uang, sesuai dengan reksa dana yang kamu pilih. Pemilihan aset ini dilakukan melalui analisis mendalam dengan memperhatikan berbagai faktor makroekonomi untuk memastikan pengelolaan investasi dilakukan secara maksimal.

Di Makmur, kamu bisa juga memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Sobat Makmur juga bisa memaksimalkan kinerja portofolio dengan memanfaatkan sejumlah promo dari Makmur seperti promo December Wealth, promo Semua Bisa Makmur, dan promo Semakin Makmur.


Kamu juga bisa memanfaatkan promo-promo Makmur yang tertera pada link di bawah ini untuk mendapatkan keuntungan tambahan dan menemani perjalanan investasimu dalam mencapai tujuan finansial di masa depan.

Link: Promo-Promo di Makmur

Yuk, unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan jangan lupa berikan ulasan terbaikmu.

Download Makmur

Perlu diketahui, selain melalui ponsel, kamu juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.

Web Aplikasi Makmur

Kamu juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link berikut:

Website: Makmur.id


Editor: Benrik Anthony (bersertifikasi WAPERD dan WMI)
Penulis: Akhmad Sadewa Suryahadi

Bagikan
Facebook
Instagram
Tiktok
Artikel lainnya
Artikel

Menggali Potensi Saham Prajogo Pangestu dan Cara Menilai Risikonya

Key Takeaways: Prajogo Pangestu dikenal sebagai salah satu pengusaha dan investor paling berpengaruh di Indonesia. Ia merupakan pendiri sekaligus pemegang saham utama Grup Barito, sebuah konglomerasi yang memiliki lini bisnis di sektor energi terbarukan, petrokimia, pertambangan, infrastruktur, hingga utilitas. Berkat ekspansi bisnis yang konsisten selama puluhan tahun, namanya kerap masuk dalam daftar orang terkaya di […]

author
Content Management
calendar
06 Agustus 2026
Artikel

Cara Menggunakan Excess Returns Model (ERM) untuk Menilai Kinerja Saham 

Key Takeaways: Seorang investor perlu memiliki pemahaman yang mendalam tentang cara menilai kinerja sebuah saham. Salah satu metode yang sering digunakan untuk menilai kinerja saham adalah Excess Returns Model (ERM). Model ini membantu investor mengukur kinerja saham dengan membandingkan actual return dengan expected return berdasarkan risiko pasar. Mari kita bahas lebih lanjut tentang bagaimana menggunakan […]

author
Content Management
calendar
05 Agustus 2026
Artikel

Efek Musiman Menawarkan Peluang, Ini Cara Investor Mengoptimalkan Timing Investasi

Key Takeaways: Dalam dunia investasi, pemahaman terhadap faktor-faktor yang memengaruhi pergerakan harga aset menjadi kunci untuk mengoptimalkan hasil. Salah satu fenomena yang menarik adalah efek musiman, yaitu fenomena di mana pasar atau sektor tertentu mengalami perubahan performa yang dapat diprediksi berdasarkan waktu atau periode tertentu dalam setahun. Efek musiman sering kali memberikan peluang berharga bagi […]

author
Content Management
calendar
04 Agustus 2026
Artikel

Dampak Ketegangan Geopolitik Global terhadap Proyeksi PDB Indonesia 2026

Key Takeaways: Kinerja ekonomi Indonesia dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan ketahanan yang cukup solid di tengah dinamika global yang tidak menentu. Sepanjang tahun 2025, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) tercatat sebesar 5,11%. Pertumbuhan ini ditopang oleh sektor investasi dan ekspor yang tetap ekspansif di tengah tekanan geopolitik seperti perang dagang AS–China. Memasuki tahun 2026, proyeksi […]

author
Content Management
calendar
03 Agustus 2026
Artikel

5 Reksa Dana Pasar Uang Terbaik per Juli 2026

RDPU merupakan instrumen investasi dengan risiko relatif rendah dan likuid, sehingga cocok untuk berbagai profil investor. Reksa dana ini 100% dialokasikan ke instrumen pasar uang seperti deposito dan obligasi yang memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun. Oleh karena itu, RDPU ideal untuk tujuan investasi jangka pendek dan menawarkan potensi imbal hasil lebih tinggi dibanding […]

author
Content Management
calendar
31 Juli 2026
Artikel

5 Reksa Dana Pendapatan Tetap Terbaik per Juli 2026

Sebagai instrumen investasi yang relatif stabil, reksa dana pendapatan tetap (RDPT) menjadi salah satu pilihan utama investor di Indonesia. Hal ini tercermin dari Asset Under Management (AUM) yang mencapai Rp223,37 triliun per Juni 2026. Meskipun turun 7,19% dibandingkan Mei 2026, AUM RDPT masih menjadi yang terbesar di antara jenis reksa dana konvensional lainnya. Untuk memastikan […]

author
Content Management
calendar
31 Juli 2026
Hak Cipta © PT Inovasi Finansial Teknologi
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan yang berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PT Inovasi Finansial Teknologi telah mendapatkan izin sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta telah tersertifikasi ISO 27001:2022 dalam penerapan standar internasional pada Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Reksa dana adalah instrumen investasi dan produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Makmur tidak bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Saham adalah tanda penyertaan modal atas suatu persereoan terbatas yang terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Seluruh instrumen investasi mengandung risiko dan memiliki kemungkinan berkurangnya nilai investasi. Kinerja historis instrumen investasi tidak menjamin kinerja dimasa yang akan datang.
Makmur V.1.0.0