






Setiap orang yang berinvestasi tentu ingin mendapatkan keuntungan. Tapi, masih banyak yang belum siap dengan risiko investasi yang didapatkan. Informasi mengenai investasi yang ada saat ini, lebih banyak mengedepankan imbal hasil atau return daripada risikonya (risk).
Nyatanya banyak yang melupakan bahwa menjaga pertumbuhan portofolio investasi juga memerlukan skill dalam meminimalisir risiko. Bukan hanya terus berfokus untuk mendapat return tinggi tanpa menghiraukan risiko yang terjadi dalam produk-produk investasi.
Risiko investasi itu dapat terjadi kapan saja dan selalu berdampingan dengan return investasi. Apalagi ketika kerugian itu terealisasi, seringkali merasakan dampak negatif yang lebih besar dari sekadar kehilangan uang.
Punya tujuan untuk menikah atau dana pendidikan, lalu mengalami kerugian saat dana ingin dicairkan sehingga tidak punya uang yang cukup. Pasti kebayang kan, bagaimana hal tersebut bisa berdampak juga pada sisi psikologis?
Penting untuk menyadari risiko apa saja yang bisa terjadi saat berinvestasi dan bagaimana cara kita menguranginya. Ini bukan berarti kita jadi menakut-nakuti diri sendiri atau berpikiran negatif, tetapi justru menjadi efek positif karena kita jadi bisa berinvestasi dengan lebih tenang dengan mengetahui return dan risk-nya.
Risiko investasi reksa dana yang sering kali membuat orang takut atau was-was adalah ketika melihat nilai unit reksa dana sedang turun atau merah yang bisa mengakibatkan kita mengalami kerugian secara nyata.
Tapi harus diingat bahwa ketika reksa dana sedang turun, kita belum mengalami kerugian sebenarnya (unrealized loss) selama belum mencairkan unit reksa dananya .
Tapi jika reksadana dicairkan, baik karena efek psikologi atau karena memang membutuhkan dananya, maka kerugian itu menjadi nyata. Ini yang dampaknya bisa dirasakan bahkan berefek kepada psikologis, sehingga kapok atau enggan untuk berinvestasi lagi.
Oleh karena itu jangan cepat panik dan menjual reksa dana kita ketika sedang merah. Tapi miliki cara pandang bahwa kerugian itu belum terealisasikan dan berpotensi untuk kembali untung dalam jangka panjang.
Sebenarnya cara paling ampuh untuk mengurangi risiko adalah dengan berdiversifikasi. Tapi seperti yang sudah ketahui, bahwa reksa dana adalah instrumen yang aset dasarnya sudah terdiversifikasi alias dana pada reksa dana diinvestasikan tidak pada satu instrumen investasi saja.
Oleh karena diversifikasi sudah menjadi bagian dari reksa dana, jadi ketika reksa dana sedang merah, sebenarnya yang kita butuhkan adalah waktu untuk menunggu nilai unit reksa dana tersebut naik kembali sambil tetap berinvestasi. Ini yang biasa kita sebut dengan dollar cost averaging (DCA) atau nabung rutin. Ini adalah strategi pertama yang bisa dilakukan. Menunggu dan tetap melakukan nabung rutin.
Tapi bagaimana jika ternyata kita membutuhkan uang tersebut dalam waktu dekat tapi sedang merugi? Nah, sebenarnya jika dana di dalam investasi tersebut dibutuhkan dalam waktu dekat, maka seharusnya dana tersebut dipindahkan ke instrumen yang rendah risiko seperti Reksa Dana Pasar Uang.
Tetapi jika memang kita belum memindahkannya dan sekarang sedang rugi, ada dua hal yang mungkin bisa dilakukan:
Maka jika ingin berinvestasi di instrumen yang tinggi risiko, milikilah dana darurat terlebih dahulu dan gunakanlah uang dingin yang memang tujuannya untuk diinvestasikan dalam jangka panjang.
Tidak ada investasi yang tidak memiliki risiko, Oleh karena itu kita hanya bisa mengurangi risiko, bukan menghilangkannya. Selain mengetahui risiko dari investasi tersebut, kita juga harus mengetahui profil risiko kita sebagai investor.
Coba tanyakan pada diri sendiri, apakah kamu memang mampu menanggung risiko yang akan terjadi pada saat berinvestasi di aset dengan risiko tinggi? Ketika kita bisa mengetahui profil risiko, memahami risiko investasi yang ada, dan menggunakan strategi yang tepat, maka keputusan investasi pun bisa dilakukan dengan lebih yakin dan tenang.
Editor: Endang Cahyani (bersertifikasi WAPERD, WMI dan CFP)
Penulis: Diestra Perdana
Yuk mulailah berinvestasi di aplikasi yang Aman & Legal seperti Makmur, karena PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Selain kamu dapat berinvestasi Reksa Dana, kamu juga bisa mendapatkan berbagai bonus investasi melalui promo-promo menarik dari Makmur. Yuk mulai perjalanan investasimu bersama Makmur dan temukan berbagai Reksa Dana terbaik dari Manajer Investasi pilihan.
Link: Promo-Promo Makmur
Yuk unduh Makmur melalui link dibawah ini dan jangan lupa berikan ulasan terbaikmu.
Download Makmur
Website: Makmur.id
Key Takeaways: Dalam membangun portofolio investasi saham, salah satu tantangan terbesar bagi investor adalah membedakan antara saham yang benar-benar berkualitas (best buy) dan saham yang sebaiknya dihindari (worst buy). Tidak semua saham yang harganya murah layak dibeli, dan tidak semua saham yang populer menjamin keuntungan. Memahami perbedaan fundamental antara kedua kategori ini adalah langkah krusial […]
Key Takeaways: Strategi buy and hold pada reksa dana merupakan pendekatan investasi jangka panjang, di mana investor mempertahankan investasinya tanpa melakukan penjualan atau pencairan. Tujuannya adalah memperoleh pertumbuhan aset secara bertahap dan optimal. Berbeda dengan trading aktif yang mengandalkan timing pasar, strategi ini lebih konsisten dan disiplin. Dalam reksa dana, strategi investasi ini didukung oleh […]
Reksa dana pasar uang (RDPU) merupakan instrumen investasi dengan risiko relatif rendah dan likuid, sehingga cocok untuk berbagai profil investor. Reksa dana ini 100% dialokasikan ke instrumen pasar uang seperti deposito dan obligasi yang memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun. Oleh karena itu, RDPU ideal untuk tujuan investasi jangka pendek dan menawarkan potensi imbal […]
Sebagai instrumen investasi yang relatif stabil, reksa dana pendapatan tetap (RDPT) menjadi salah satu pilihan utama investor di Indonesia. Hal ini tercermin dari Asset Under Management (AUM) yang mencapai Rp266,82 triliun per Februari 2026, naik 5,05% dibandingkan Desember 2025, tertinggi di antara jenis reksa dana lainnya. Untuk memastikan kualitas reksa dana, Makmur menyeleksi RDPT dari […]
Reksa dana campuran merupakan instrumen investasi yang mengalokasikan dana pada instrumen saham, obligasi, dan instrumen pasar uang, dengan masing-masing aset tidak melebihi 79% dari total portofolio. Diversifikasi ini memberikan keseimbangan antara potensi pertumbuhan dan stabilitas, sehingga cocok bagi investor dengan profil risiko moderat dan tujuan investasi jangka menengah hingga panjang. Makmur menyeleksi reksa dana campuran […]
Pasar saham domestik bergerak volatil sepanjang year-to-date (YTD) per 31 Maret 2026 akibat kombinasi sentimen eksternal dan domestik. Dari sisi eksternal, berlanjutnya konflik Timur Tengah mendorong harga minyak West Texas Intermediate (WTI) naik 79% YTD, disertai kekhawatiran inflasi dan ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama. Dari sisi domestik, sentimen dipengaruhi kekhawatiran fiskal dan pembekuan rebalancing […]