makmur-logo
Masuk / Daftar
Artikel

Deposito vs Reksadana Pasar Uang: Mana yang Lebih Untung?

author
Content Management
author
04 Januari 2024
Facebook
Instagram
Tiktok
blog-detail

Dalam dunia investasi, ada berbagai pilihan yang tersedia bagi investor yang ingin mengembangkan kekayaan mereka. Dua pilihan yang sering kali menjadi pertimbangan banyak orang adalah memilih deposito bank umum dan reksa dana pasar uang. 

Keduanya menawarkan keamanan dan potensi keuntungan, meskipun dengan tingkat risiko yang berbeda. Seringkali membuat banyak orang bingung mana yang lebih menguntungkan.

Mari kita telaah perbedaan, manfaat, serta kekurangan dari kedua jenis instrumen ini.

Baca Juga: Cara Menabung Rp 50 Juta Selama Setahun

Deposito vs Reksa Dana Pasar Uang

Berikut beberapa hal yang membedakan ketika memilih menyimpang uang melalui deposito vs Reksa Dana pasar uang.

1. Keamanan dengan Tingkat Return 

Deposito merupakan instrumen keuangan yang menawarkan keamanan yang tinggi kepada para investor. Uang yang diinvestasikan dalam deposito ditempatkan pada bank untuk jangka waktu tertentu dengan tingkat bunga tetap. 

Deposito memiliki jangka waktu yang bervariasi, mulai dari beberapa bulan hingga beberapa tahun, dan umumnya tidak dapat dicairkan sebelum jatuh tempo tanpa dikenakan penalti.

Deposito merupakan instrumen simpanan yang bisa dijamin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) apabila bunganya masih sesuai dengan tingkat bunga penjaminan.

Reksa dana pasar uang berbeda dari deposito karena berfungsi sebagai wadah bagi manajer investasi untuk mengumpulkan dana dari investor.

Dalam gambaran sederhana, reksa dana merupakan gabungan dari berbagai deposito dan instrumen lain yang dikelola dalam satu portofolio. Berbeda dengan deposito yang merupakan produk simpanan, reksa dana tidak dapat disebut sebagai simpanan. 

Karena itu, tidak ada pihak yang dapat memberikan jaminan terhadap nilai reksa dana pasar uang, dan meskipun fluktuasinya sangat rendah, nilai reksa dana pasar uang dapat mengalami fluktuasi.

Walau soal kemanan lebih tinggi deposito namun, tingkat keuntungan deposito cenderung lebih rendah dibandingkan dengan Reksa Dana pasar uang.

2. Jangka Waktu Investasi

Deposito memiliki jangka waktu yang telah ditetapkan, sedangkan reksa dana pasar uang biasanya lebih fleksibel dalam hal jangka waktu investasi.

Pencairan deposito dilakukan saat deposito jatuh tempo. Meski demikian, akan pun bisa melakukan pencairan sebelum jatuh tempo berakhir, akan tetapi ada biaya penalti yang harus dibayarkan.

Namun tidak demikian dengan reksa dana pasar uang. Reksa dana pasar uang tidak mengenal jangka watu investasi.

Reksa dana pasar uang bisa dicairkan kapan saja sesuai keinginan kamu, adapun potongan dari reksa dana pasar uang umumnya adalah biaya-biaya pengelolaan investasi yang besarannya kecil, dan transfer dari bank kustodian. Namun, jika kamu membeli Reksa Dana Pasar Uang di Makmur maka kamu tidak dikenakan biaya-biaya dalam pencairan asalkan memiliki rekening bank yang sama (agar tidak dikenakan potongan transfer beda bank)

3. Nominal Investasi yang Terjangkau

Salah satu perbedaan yang menjadi pembeda antara deposito vs Reksa Dana pasar uang yaitu nominal investasi yang terjangkau.

Deposito: Beberapa bank atau lembaga keuangan menetapkan jumlah minimal yang harus diinvestasikan dalam deposito. Jumlah ini bisa bervariasi, mulai dari puluhan hingga ratusan juta rupiah. 

Namun, ada juga bank yang menawarkan deposito dengan nominal yang lebih rendah, bahkan mulai dari jutaan rupiah. Semakin besar nominal investasi pada deposito, biasanya tingkat bunga yang ditawarkan juga akan lebih menguntungkan.

Reksa Dana Pasar Uang: Reksa dana pasar uang seringkali memiliki batas minimum investasi yang lebih rendah dibandingkan deposito. Beberapa reksa dana bahkan memungkinkan investor untuk berinvestasi dengan nominal yang sangat rendah, bisa mulai dari ratusan ribu atau bahkan puluhan ribu. 

Hal ini memungkinkan akses yang lebih mudah bagi individu dengan modal terbatas untuk berpartisipasi dalam investasi Reksa Dana. Dalam hal nominal investasi terjangkau, reksa dana pasar uang mungkin lebih cocok bagi investor dengan dana yang terbatas karena memungkinkan mereka untuk berinvestasi dengan jumlah yang lebih kecil dibandingkan deposito. 

Kedua instrumen, deposito dan reksa dana pasar uang, memiliki karakteristik yang berbeda. Deposito menawarkan keamanan dan kepastian return, sementara reksa dana pasar uang memberikan fleksibilitas dan potensi return yang lebih tinggi dengan risiko yang sedikit lebih tinggi dibanding deposito. Pemilihan investasi tergantung pada profil risiko, kebutuhan likuiditas, dan tujuan investasi individu.

***

Editor: Benrik Anthony (bersertifikasi WAPERD dan WMI)
Penulis: Diestra Perdana

Yuk mulailah berinvestasi di aplikasi yang Aman & Legal seperti Makmur, karena PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Selain kamu dapat berinvestasi Reksa Dana, kamu juga bisa mendapatkan berbagai bonus investasi melalui promo-promo menarik dari Makmur. Yuk mulai perjalanan investasimu bersama Makmur dan temukan berbagai Reksa Dana terbaik dari Manajer Investasi pilihan.

Link: Promo-Promo Makmur

Yuk unduh Makmur melalui link dibawah ini dan jangan lupa berikan ulasan terbaikmu.

Download MakmurWebsite: Makmur.id

Bagikan
Facebook
Instagram
Tiktok
Artikel lainnya
Artikel

Strategi Emiten Telekomunikasi, Cara Telkom (TLKM) dalam Menjaga Stabilitas ARPU Melalui Integrasi IndiHome dan Telkomsel

Key Takeaways: Kemampuan emiten dalam menjaga kualitas pendapatan menjadi faktor yang lebih penting dibanding sekadar mengejar pertumbuhan jumlah pelanggan. Salah satu metrik yang sering digunakan untuk mengukur kualitas tersebut adalah Average Revenue Per User (ARPU). ARPU sendiri merupakan metrik yang menunjukkan rata-rata pendapatan yang dihasilkan dari setiap pelanggan dalam periode tertentu, misalnya per bulan. Metrik […]

author
Content Management
calendar
13 Agustus 2026
Artikel

Destry Damayanti Jadi Calon Tunggal BI, Penguatan Rupiah di Depan Mata?

Key Takeaways: Perry Warjiyo mengundurkan diri secara sukarela dari jabatan Gubernur Bank Indonesia pada 25 Juli 2026 karena alasan pribadi. Pengunduran diri tersebut diterima Presiden Prabowo Subianto, dan Perry resmi berhenti dari jabatannya pada 27 Juli 2026. Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, kemudian ditunjuk sebagai Pejabat Sementara Gubernur BI untuk mengisi kekosongan kepemimpinan tersebut. […]

author
Content Management
calendar
12 Agustus 2026
Artikel

Fenomena Silent Wealth dan Mengapa Strategi Mengelola Exposure Instrumen Investasi Efektif untuk Investor Jangka Panjang

Key Takeaways: Di tengah maraknya tren yang menunjukkan gaya hidup mewah di media sosial, banyak investor dengan kemampuan finansial yang baik justru memilih untuk tidak menampilkan kekayaan secara berlebihan. Tren tersebut dikenal sebagai silent wealth, yaitu konsep yang memandang pertumbuhan aset dan kesehatan finansial tidak diukur dari barang yang dimiliki atau ditunjukkan, melainkan dari aset […]

author
Content Management
calendar
11 Agustus 2026
Artikel

Apakah Insider Ownership Tinggi Menjamin Saham Stabil? Ini Cara Menyusun Strategi Investasinya

Key Takeaways: Struktur kepemilikan saham merupakan salah satu faktor yang perlu diperhatikan investor saat menilai kualitas suatu emiten. Salah satu indikator yang sering digunakan adalah insider ownership, yaitu porsi saham yang dimiliki secara langsung oleh pihak internal perusahaan, seperti anggota direksi, komisaris, pendiri, atau pihak manajemen tertentu. Besarnya insider ownership perlu dipantau investor publik karena […]

author
Content Management
calendar
10 Agustus 2026
Artikel

Menggali Potensi Saham Prajogo Pangestu dan Cara Menilai Risikonya

Key Takeaways: Prajogo Pangestu dikenal sebagai salah satu pengusaha dan investor paling berpengaruh di Indonesia. Ia merupakan pendiri sekaligus pemegang saham utama Grup Barito, sebuah konglomerasi yang memiliki lini bisnis di sektor energi terbarukan, petrokimia, pertambangan, infrastruktur, hingga utilitas. Berkat ekspansi bisnis yang konsisten selama puluhan tahun, namanya kerap masuk dalam daftar orang terkaya di […]

author
Content Management
calendar
06 Agustus 2026
Artikel

Cara Menggunakan Excess Returns Model (ERM) untuk Menilai Kinerja Saham 

Key Takeaways: Seorang investor perlu memiliki pemahaman yang mendalam tentang cara menilai kinerja sebuah saham. Salah satu metode yang sering digunakan untuk menilai kinerja saham adalah Excess Returns Model (ERM). Model ini membantu investor mengukur kinerja saham dengan membandingkan actual return dengan expected return berdasarkan risiko pasar. Mari kita bahas lebih lanjut tentang bagaimana menggunakan […]

author
Content Management
calendar
05 Agustus 2026
Hak Cipta © PT Inovasi Finansial Teknologi
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan yang berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PT Inovasi Finansial Teknologi telah mendapatkan izin sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta telah tersertifikasi ISO 27001:2022 dalam penerapan standar internasional pada Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Reksa dana adalah instrumen investasi dan produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Makmur tidak bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Saham adalah tanda penyertaan modal atas suatu persereoan terbatas yang terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Seluruh instrumen investasi mengandung risiko dan memiliki kemungkinan berkurangnya nilai investasi. Kinerja historis instrumen investasi tidak menjamin kinerja dimasa yang akan datang.
Makmur V.1.0.0