makmur-logo
Reksa Dana
Bangun Kekayaan Anda Lebih Cerdas
dengan Reksa Dana
Maksimalkan produk reksa dana terkurasi dari para
profesional, untuk bantu capai tujuan finansial Anda.
Pelajari

Berinvestasi lebih mudah dengan
beragam fitur pintar
Dikelola oleh profesional yang bersertifikasi
Mudah & Dapat diakses dimana saja
Investasi mulai dari Rp10.000
Produk sesuai profil risiko
Alokasi aset dibantu oleh Mavis
faq-illustration
Ada Pertanyaan Seputar Makmur?
Kunjungi FAQ Kami
arrow-right-green
Artikel

Cara Menilai Risiko Pasar Menggunakan Pendekatan Michael Burry

author
Content Management
author
30 Desember 2025
Facebook
Instagram
Tiktok
blog-detail

Key Takeaways:

  • Michael Burry adalah seorang investor dan manajer investasi (MI) hedge fund yang dikenal berkat kemampuannya dalam menganalisis dan menilai risiko pasar secara mendalam.
  • Ia menekankan untuk menilai risiko pasar secara efektif dengan melakukan analisis fundamental yang mendalam.
  • Pencapaian Michael Burry juga didorong oleh keputusan investasi yang didasarkan pada analisis rasional dan tidak dipengaruhi oleh emosi atau spekulasi.

Michael Burry adalah seorang founder dan manajer investasi (MI) hedge fund Scion Management LLC, penerus dari hedge fund sebelumnya Scion Asset Management, yang per 2025 telah melikuidasi dana investor dan menjadi family office private fund. Burry memperoleh popularitas internasional melalui peran pentingnya dalam mengantisipasi krisis keuangan global 2008, yang kemudian diangkat dalam buku dan film “The Big Short“. 

Sebagai seorang investor yang sangat detail dalam analisisnya, Burry berhasil memperkirakan keruntuhan pasar subprime mortgage yang memicu krisis global. Pendekatannya berani menentang “status quo”, yakni kebiasaan investor mengikuti konsensus pasar serta menilai risiko hanya dari pergerakan harga dan sentimen jangka pendek.

Burry dikenal karena kepercayaannya pada data dan analisis fundamental yang mendalam. Pendekatan ini memungkinkan Burry untuk mengambil keputusan investasi yang tidak biasa, dengan deep value investing yang berfokus pada membeli aset yang dihargai lebih rendah dari nilai intrinsiknya, dan gaya contrarian, sebuah keputusan investasi yang berlawanan dengan mayoritas investor.

Memahami Risiko Investasi dari Perspektif Michael Burry

Burry memiliki pendekatan yang sangat analitis dalam menilai risiko pasar. Berikut adalah beberapa prinsip kunci dalam pendekatan risiko yang digunakan oleh Michael Burry:

1. Fokus pada analisis fundamental yang mendalam

Pendekatan yang digunakan Burry adalah fokus pada analisis fundamental yang mendalam. Ia menghabiskan waktu yang sangat lama untuk menganalisis laporan keuangan, data industri, dan faktor makroekonomi yang dapat mempengaruhi pasar. Burry memiliki kemampuan luar biasa dalam menggali data dan informasi yang tidak terduga.

Dalam kasus krisis subprime mortgage, misalnya, ia melakukan analisis mendalam terhadap instrumen keuangan yang terkait dengan pinjaman berisiko tinggi, seperti mortgage-backed securities (MBS) dan collateralized debt obligations (CDO), yang pada saat itu dipandang sebagai investasi yang “aman” oleh banyak investor. 

MBS dan CDO dipandang “aman” karena banyak diantaranya memperoleh peringkat kredit tinggi (AAA) dari lembaga pemeringkat kredit, menawarkan imbal hasil lebih menarik dibanding obligasi pemerintah, serta didukung asumsi bahwa harga properti AS akan terus naik pada saat itu. Selain itu, permintaan yang sangat tinggi dari bank, dana pensiun, dan investor institusional membuat produk ini tampak likuid dan stabil pada waktu itu. 

Mortgage-backed securities (MBS) adalah instrumen keuangan yang diterbitkan berdasarkan kumpulan kredit properti. Investor yang membeli MBS menerima pembayaran bunga dan pokok dari pinjaman yang dibayar oleh peminjam, sehingga MBS memungkinkan lembaga keuangan mengubah perjanjian kredit menjadi instrumen investasi yang dapat diperdagangkan di pasar. 

Sedangkan, Collateralized debt obligations (CDO) adalah instrumen keuangan yang menggabungkan berbagai jenis utang, termasuk MBS, dan membaginya menjadi beberapa lapisan atau tranches dengan tingkat risiko dan imbal hasil yang berbeda. Tranche yang memiliki risiko rendah dibayar terlebih dahulu, sementara yang berisiko tinggi dibayar belakangan. Meskipun memberikan fleksibilitas bagi investor untuk memilih tingkat risiko, struktur ini juga menimbulkan masalah ketika utang mulai gagal bayar, hingga terjadi economic bubble dan krisis keuangan 2008.

Namun sebelum krisis terjadi, di tahun 2007 banyak investor menilai bahwa instrumen MBS dan CDO dipandang sebagai investasi yang “aman”.  Di sisi lain, Burry menemukan bahwa lebih dari 25% dari subprime mortgage pada tahun 2007 berisiko gagal bayar. Melalui informasi tersebut, ia mampu melihat potensi kehancuran kredit yang akan datang jauh sebelum banyak orang menyadarinya, yang kemudian mendorongnya untuk mengambil posisi short pada pasar tersebut. 

Sebagai informasi, posisi short adalah strategi investasi di mana investor meminjam saham atau sekuritas dari pihak lain untuk dijual di pasar, dengan harapan harga aset tersebut akan turun sehingga dapat dibeli kembali di harga yang lebih rendah.

Sebagai contoh, seorang investor meminjam suatu saham dan menjualnya di harga $100. Jika harga saham kemudian turun ke $60, investor dapat membeli kembali saham tersebut di harga yang lebih rendah untuk dikembalikan kepada pihak peminjam. Selisih harga sebesar $40 menjadi potensi keuntungan, sebelum memperhitungkan biaya dan risiko.

Namun, jika harga saham justru naik, investor harus membeli kembali saham tersebut di harga yang lebih tinggi, sehingga potensi kerugian dari strategi ini dapat terus membesar.

2. Menilai kondisi pasar yang tidak stabil

Burry juga dikenal karena kemampuannya untuk melihat kondisi pasar yang tidak stabil, bahkan ketika banyak investor merasa baik-baik saja. Salah satu aspek dari pendekatan risikonya adalah kemampuannya untuk mengidentifikasi gejolak atau ketidakseimbangan dalam sistem pasar. 

Sebagai contoh, pada pertengahan 2014 harga minyak melambung tinggi, harga minyak mentah Brent mencapai sekitar $115 per barel pada saat itu. Lalu, banyak analis dan investor optimis bahwa harga minyak akan terus meningkat, karena permintaan global yang kuat dan ketegangan politik di beberapa negara penghasil minyak. 

Namun, Michael Burry memiliki pandangan yang berbeda. Burry tidak yakin harga minyak yang terlalu tinggi akan bertahan, karena ia memperkirakan bahwa harga yang terlalu tinggi akan menghambat permintaan dan menciptakan ketidakseimbangan dalam pasar energi global. Ia juga melihat bahwa lonjakan harga minyak menyebabkan produsen minyak shale di Amerika Serikat memproduksi lebih banyak, yang akan meningkatkan pasokan (oversupply) dan akhirnya menekan harga minyak.

Hingga pada akhir 2014 dan awal 2015, harga minyak mulai jatuh. Di akhir 2015, harga minyak mentah Brent sudah berada di kisaran $35 per barel, mengalami penurunan hampir 70% dari puncaknya pada pertengahan 2014. 

Pasar yang terlihat stabil dan menguntungkan dalam jangka waktu pendek kerap rentan terhadap masalah besar, jika faktor-faktor fundamental yang mendasarinya tidak dapat bertahan. Dengan mempertimbangkan dampak jangka panjang dari harga minyak yang tinggi, Burry dapat menganalisa potensi krisis jauh sebelum banyak orang menyadarinya. Dari hal tersebut, Burry memberikan pelajaran bagi banyak investor untuk selalu memastikan apakah kondisi pasar saat ini didukung oleh fundamental yang kuat dan stabil.

3.  Berpikir jangka panjang dan tidak terpengaruh oleh emosi pasar

Salah satu kunci keberhasilan Burry adalah kemampuannya untuk tetap tenang dan fokus pada jangka panjang meskipun pasar seringkali bergerak dengan gejolak dan ketidakpastian. Banyak investor cenderung terpengaruh oleh sentimen pasar atau emosi yang timbul akibat volatilitas harga, tetapi Burry tetap berpegang pada prinsip analisis fundamental dan tidak terpengaruh oleh perubahan pasar dalam jangka pendek.

Sebagai contoh, pada tahun 2018, ketika pasar saham AS terus mencetak rekor dan sentimen investor sangat optimistis, Michael Burry mulai memperingatkan potensi koreksi besar di sektor teknologi. Sepanjang Januari hingga September 2018, indeks Nasdaq mencatatkan kenaikan sekitar 20,09% dan sempat menyentuh level tertinggi di kisaran $7.701, namun menurut Burry lonjakan tersebut tidak sepenuhnya didukung oleh kinerja fundamental perusahaan. 

Ia menilai valuasi saham-saham teknologi telah menjadi terlalu mahal, sehingga pada saat banyak investor masih optimistis, Burry justru mengambil posisi short terhadap sektor teknologi sebagai antisipasi penurunan pasar. Pada akhir tahun 2018, meskipun pasar sempat terus merangkak naik, indeks Nasdaq akhirnya mengalami koreksi yang jauh lebih signifikan hingga sekitar -21,52% pada Desember 2018, menunjukkan bahwa peringatan Burry mengenai potensi penurunan harga terbukti lebih realistis dibandingkan optimisme pasar yang berlebihan.

Pendekatan ini mengajarkan kita untuk tetap berpikir jangka panjang, menghindari keputusan yang didorong oleh emosi pasar, dan tetap berfokus pada analisis yang rasional dan objektif. Michael Burry telah menunjukkan kepada dunia bagaimana cara menilai risiko pasar dengan pendekatan yang cermat, rasional, dan berbasis data. 

Pendekatannya menekankan pentingnya analisis fundamental yang mendalam, kemampuan untuk mengidentifikasi ketidakseimbangan pasar, serta pentingnya berpikir jangka panjang dan tidak terpengaruh oleh emosi pasar. Burry mengajarkan bahwa risiko pasar tidak selalu terlihat jelas, dan hanya dengan pemahaman yang mendalam tentang dinamika pasar, Anda dapat membuat keputusan investasi yang lebih baik. 

Apabila Anda tidak memiliki waktu dan belum memiliki pengalaman untuk menerapkan prinsip analisis yang mendalam, maka berinvestasi melalui reksa dana saham bisa menjadi langkah yang tepat. Portofolio pada reksa dana saham dikelola oleh manajer investasi (MI) profesional yang memiliki keahlian dalam menggunakan data, menganalisis risiko, dan melakukan riset yang mendalam untuk memilih saham potensial. 

Ada beragam pilihan produk reksa dana saham di Makmur, salah satunya Syailendra Equity Opportunity Fund Kelas A. Berdasarkan data per tanggal 28 Desember 2025, reksa dana saham tersebut memiliki pertumbuhan yang sangat baik, sebesar 21,96% dalam 1 tahun terakhir. 


Di Makmur, Anda juga bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo December Thrive, promo Semua Bisa Makmur dan promo Makmur Premium Tour.

Link: Promo-Promo di Makmur

Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.

Download Makmur

Perlu diketahui, selain melalui aplikasi, Anda juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.

Web Aplikasi Makmur

Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:

Website: Makmur.id


Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani

Bagikan
Facebook
Instagram
Tiktok
Artikel lainnya
Artikel

Trading Halt Terjadi? Ini Sikap dan Langkah yang Perlu Dilakukan Investor

Key Takeaways:  Ketika terjadi trading halt di pasar saham, tidak sedikit investor yang merasa cemas dan bingung menentukan langkah selanjutnya. Di sisi lain, Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan bahwa trading halt merupakan penghentian sementara perdagangan saham di bursa efek dalam jangka waktu tertentu.  Meski kerap menimbulkan rasa panik, pemahaman yang baik mengenai trading halt, penyebabnya, […]

author
Content Management
calendar
26 Februari 2026
Artikel

Saham Growth vs Value Membutuhkan Strategi Berbeda, Ini yang Perlu Anda Pertimbangkan

Key Takeaways: Ketika berinvestasi saham, penting untuk memahami karakteristik jenis saham yang Anda beli karena setiap saham memiliki potensi imbal hasil yang berbeda, khususnya antara saham growth dan saham value. Di Indonesia, saham growth merupakan saham dari perusahaan yang menunjukkan pertumbuhan laba bersih di atas rata-rata industri atau terus melakukan ekspansi secara agresif.  Sebaliknya, saham […]

author
Lia Andani
calendar
24 Februari 2026
Artikel

Dari Kinerja hingga Kepatuhan, Ini Berbagai Faktor yang Memicu Munculnya Notasi Saham

Key Takeaways: Banyak investor yang ingin membeli saham kerap tidak menyadari adanya notasi khusus yang diberikan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Notasi tersebut merupakan simbol atau kode yang digunakan untuk mengidentifikasi saham suatu perusahaan yang terdaftar di bursa efek. Notasi ini sangat penting karena memudahkan investor dalam melakukan transaksi jual beli saham serta memudahkan pengawasan […]

author
Content Management
calendar
23 Februari 2026
Artikel

Jangan Hanya Lihat Return, Ini Aspek Risiko Reksa Dana yang Perlu Dipertimbangkan

Key Takeaways: Dalam berinvestasi pada reksa dana, banyak investor yang lebih fokus pada return atau imbal hasil yang dapat diperoleh. Meskipun return merupakan salah satu pertimbangan utama, penting untuk tidak mengabaikan aspek risiko yang menyertainya. Risiko pada reksa dana dapat berasal dari berbagai faktor yang memengaruhi kinerja investasi. Oleh karena itu, pemahaman yang mendalam mengenai […]

author
Content Management
calendar
20 Februari 2026
Artikel

Saham dengan Free Float Rendah, Apakah Layak untuk Investasi Jangka Panjang?

Key Takeaways: Keberhasilan dalam berinvestasi saham melibatkan berbagai faktor, salah satunya adalah menilai apakah saham dengan free float rendah layak untuk investasi jangka panjang. Free float saham merujuk pada jumlah saham yang tersedia untuk diperdagangkan di pasar terbuka, yang tidak dimiliki oleh pemegang saham pengendali ataupun pihak korporasi. Saham dengan free float rendah dapat memengaruhi […]

author
Content Management
calendar
19 Februari 2026
Artikel

Sebelum Membeli atau Menjual Reksa Dana, Ketahui Pentingnya Memahami Cut-Off Time NAB

Key Takeaways: Dalam berinvestasi reksa dana, keputusan membeli atau menjual sering dipengaruhi oleh kondisi pasar pada hari tertentu. Namun, harga yang digunakan dalam transaksi bukanlah harga saat instruksi diberikan, melainkan Nilai Aktiva Bersih (NAB) pada tanggal efektif sesuai ketentuan cut-off time. Jika transaksi dilakukan setelah batas waktu tersebut, maka akan menggunakan NAB hari bursa berikutnya. […]

author
Content Management
calendar
18 Februari 2026
Bangun Kekayaan Jangka Panjang Bersama Makmur
Hak Cipta ©2019 - 2026 PT Inovasi Finansial Teknologi
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan yang berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PT Inovasi Finansial Teknologi telah mendapatkan izin sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta telah tersertifikasi ISO 270001:2022 dalam penerapan standar internasional pada Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Reksa dana adalah instrumen investasi dan produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Makmur tidak bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Saham adalah tanda penyertaan modal atas suatu persereoan terbatas yang terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Seluruh instrumen investasi mengandung risiko dan memiliki kemungkinan berkurangnya nilai investasi. Kinerja historis instrumen investasi tidak menjamin kinerja dimasa yang akan datang.
Makmur V.1.0.0