






Ketika berinvestasi saham, penting untuk memahami karakteristik jenis saham yang Anda beli karena setiap saham memiliki potensi imbal hasil yang berbeda, khususnya antara saham growth dan saham value. Di Indonesia, saham growth merupakan saham dari perusahaan yang menunjukkan pertumbuhan laba bersih di atas rata-rata industri atau terus melakukan ekspansi secara agresif.
Sebaliknya, saham value adalah saham dari perusahaan dengan fundamental yang kuat namun diperdagangkan di bawah nilai intrinsiknya, sehingga dianggap saham undervalued oleh investor. Perbedaan karakteristik keduanya membuat pendekatan investasinya pun berbeda, sehingga Anda dapat mengelola portofolio secara lebih optimal, menyesuaikan ekspektasi imbal hasil, serta meminimalkan risiko di berbagai kondisi pasar.
Saham growth biasanya dipilih oleh investor yang mengincar potensi imbal hasil tinggi dalam jangka panjang, karena potensi pertumbuhan pendapatan dan laba yang cenderung lebih tinggi dibandingkan industri lainnya. Berikut ini merupakan karakteristiknya:
Valuasi saham growth cenderung sangat tinggi, tercermin dari Price to Earnings atau PE ratio dan Price to Book Value (PBV) yang jauh di atas rata-rata industri. Investor cenderung rela membayar lebih mahal karena ekspektasi dan kepercayaan akan pertumbuhan masa depan perusahaan yang tinggi, meskipun secara historis bisa saja belum terealisasi.
Sebagai contoh, harga saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) per 2 Februari 2026 ditutup pada Rp220 per saham, sehingga kalkulasi PE ratio annualized sebesar 140,8x. Berarti investor membayar Rp140,8 untuk setiap Rp1 laba yang dihasilkan perusahaan. Sebagai gambaran, angka ini jauh melampaui rata-rata sektor energi di BEI yang biasanya berada di kisaran 27,9x. Dari data PE ratio di atas, terlihat bahwa investor menilai potensi masa depan perusahaan sangat tinggi, meskipun valuasinya sudah jauh melampaui aset yang dimiliki saat ini.
*PE ratio yang tinggi tidak selalu mencerminkan kualitas pertumbuhan perusahaan, karena rasio tersebut juga dapat meningkat ketika laba bersih sedang rendah.
Saham growth sering menahan pembayaran dividen, laba bersih umumnya diputar kembali untuk ekspansi perusahaan, baik melalui investasi aset, akuisisi, ataupun inovasi produk. Hal ini sejalan dengan filosofi pertumbuhan jangka panjang.
Sebagai contoh, saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN). Pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tanggal 18 Juni 2025, BREN memutuskan untuk tidak membagikan tambahan dividen dari laba tahun buku 2024. Seluruh sisa laba ditetapkan sebagai laba ditahan guna mendukung ekspansi lebih lanjut.
Keputusan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) untuk mengalokasikan sekitar 73% dari laba bersih tahun buku 2024 sebesar Rp1,4 triliun sebagai laba ditahan bertujuan untuk memperkuat struktur permodalan guna mengakselerasi transisi energi bersih di Indonesia.
Fokus utama diarahkan pada proyek Sidrap 2, di mana perusahaan telah menyelesaikan studi kelayakan, mengamankan ketersediaan lahan, serta mengantongi perizinan yang diperlukan untuk segera masuk ke tahap tender PLN.
Dengan menahan dividen tambahan, perusahaan berupaya menjaga fleksibilitas keuangan agar tetap kompetitif dalam memenangkan proyek-proyek strategis Energi Baru Terbarukan (EBT) yang memiliki tingkat pengembalian ekonomi menarik.
Jika Anda lebih menyukai pendekatan investasi yang konservatif, saham value dapat menjadi pilihan utama. Saham ini cenderung lebih stabil dan cocok untuk tujuan investasi jangka menengah-panjang, terutama bagi investor yang mengutamakan arus kas dividen.
Saham value umumnya memiliki harga yang “murah” atau undervalued. Hal ini tercermin dari PE dan PBV ratio yang rendah. PE ratio yang rendah mengindikasikan bahwa harga saham relatif murah dibandingkan laba bersihnya, sedangkan PBV di bawah 1,0x umumnya menunjukkan bahwa harga saham berada di bawah nilai bukunya, yang mengindikasikan adanya potensi apresiasi harga di masa depan.
PT United Tractors Tbk (UNTR) adalah salah satu contoh saham value. Pada 2 Februari 2026, harga saham UNTR ditutup pada Rp24.450. Dengan PE ratio annualized sebesar 6,1x dan PBV sebesar 0,9x.
PE ratio annualized UNTR tercatat sebesar 6,1x, yang tergolong rendah dibandingkan dengan rata-rata historis 10 tahun terakhir yang mencapai 11,7x. Sementara itu, rata-rata historis 10 tahun rasio PBV-nya di 1,6x, yang berarti saham ini diperdagangkan lebih rendah dibandingkan rata-rata valuasi historisnya, sehingga investor dapat melakukan analisis fundamental lebih lanjut untuk mengetahui potensi imbal hasil saham UNTR di masa depan.
Salah satu daya tarik saham value adalah konsistensinya dalam membagikan dividen. Perusahaan yang termasuk dalam kategori saham value umumnya memiliki arus kas yang stabil serta tidak memerlukan dana yang sangat besar untuk melakukan ekspansi. Oleh karena itu, saham value cenderung membagikan sebagian besar laba yang dihasilkan kepada pemegang saham dalam bentuk dividen.
Masih dari contoh yang sama, yaitu saham UNTR, perusahaan ini menetapkan dividend payout ratio (DPR) 40% dari laba bersih tahun 2024, yang menunjukkan komitmen kuat perusahaan untuk memberikan imbal hasil tunai yang stabil kepada para pemegang sahamnya.
Secara historis, UNTR memiliki rekam jejak pembagian dividen yang besar bagi pemegang sahamnya. Pada tahun 2022, perusahaan ini membagikan total dividen sebesar Rp7.003 per saham, yang setara dengan total pembayaran dividen mencapai Rp25,5 triliun. Jumlah tersebut mencakup sekitar 121% dari laba bersih perusahaan tahun 2022 yang mencapai Rp22,9 triliun. Rasio pembayaran dividen yang melebihi 100% terjadi karena perusahaan menggunakan akumulasi laba ditahan dari tahun-tahun sebelumnya.
Untuk tahun buku 2023, UNTR memutuskan untuk membagikan total dividen sebesar Rp2.270 per saham, yang berjumlah total Rp8,2 triliun. Pembayaran ini setara dengan rasio pembayaran sekitar 37,2% dari laba bersih tahun 2023 yang tercatat sebesar Rp22,1 triliun.
Konsistensi dalam pembayaran dividen juga mencerminkan perusahaan mampu menjaga keseimbangan antara distribusi keuntungan kepada pemegang saham dan menjaga kebutuhan pendanaan untuk operasional.
Ketika ingin berinvestasi pada saham growth dan value, Anda perlu mempertimbangkan beberapa aspek strategis penting berikut ini:
Jika tujuan Anda adalah untuk mencapai pertumbuhan modal yang signifikan dalam jangka panjang dan siap menghadapi volatilitas pasar, saham growth bisa menjadi pilihan yang tepat. Saham growth memiliki potensi untuk tumbuh signifikan, namun seringkali disertai dengan fluktuasi harga yang besar.
Sebaliknya, jika Anda lebih mengutamakan stabilitas dan pendapatan dari dividen, saham value adalah pilihan yang lebih sesuai. Saham value biasanya menawarkan pengembalian yang lebih stabil, karena perusahaan pada kategori ini cenderung membagikan dividen secara rutin kepada pemegang saham.
Saham growth cenderung memiliki tingkat risiko yang lebih tinggi, mengingat valuasinya yang relatif mahal dan ketidakpastian mengenai pencapaian laba di masa depan. Saham growth cenderung dinilai berdasarkan ekspektasi pertumbuhan yang signifikan, meskipun realisasinya belum tentu sesuai harapan.
Di sisi lain, saham value biasanya lebih stabil, namun risiko tetaplah ada. Perubahan kondisi makroekonomi di sektor saham terkait dapat memengaruhi kinerja saham value. Oleh karena itu, penting untuk menilai sejauh mana Anda siap menghadapi risiko tersebut dan menyesuaikan portofolio dengan profil risiko.
Saham growth umumnya membutuhkan waktu lebih lama untuk merealisasikan potensi kenaikan harganya. Hal ini karena perusahaan dengan karakteristik growth berfokus pada ekspansi dan pengembangan yang dapat memakan waktu beberapa tahun sebelum terlihat hasil yang signifikan. Oleh karena itu, saham growth lebih cocok untuk investor dengan horizon waktu investasi jangka panjang yang bersedia menunggu potensi apresiasi nilai saham.
Sementara itu, saham value lebih sesuai bagi investor yang mengutamakan stabilitas dan potensi pendapatan dividen. Namun, saham yang diperdagangkan di bawah nilai wajarnya tidak selalu langsung mengalami kenaikan harga. Pasar dapat membutuhkan waktu untuk kembali merefleksikan nilai fundamental perusahaan tersebut.
Memilih antara saham growth dan saham value bukan sekadar soal mana yang lebih baik, melainkan mana yang paling sesuai dengan strategi dan profil risiko Anda. Sebagai investor yang bijak, sebaiknya diversifikasi portofolio dan tidak hanya memilih salah satu cara saja, untuk meminimalkan risiko.
Menggabungkan keduanya dalam portofolio merupakan strategi diversifikasi yang efektif dalam menghadapi dinamika pasar yang terus berubah. Pertimbangkan tujuan finansial, waktu investasi, dan toleransi risiko Anda sebelum menentukan porsi masing-masing dalam portofolio.
Jika Anda tidak memiliki cukup waktu untuk melakukan analisis saham secara mendalam, reksa dana saham bisa menjadi pilihan yang tepat. Manajer investasi (MI) pada reksa dana saham memiliki keahlian dan pengalaman untuk memilih saham dengan potensi imbal hasil tinggi, baik yang undervalued maupun yang memiliki potensi pertumbuhan (growth) di masa depan. Selain itu, MI juga melakukan diversifikasi ke berbagai sektor dan jenis saham, yang membantu mengoptimalkan potensi imbal hasil.
Terdapat beragam produk reksa dana saham yang bisa Anda pertimbangkan di Makmur, salah satunya Sucorinvest Maxi Fund. Berdasarkan data per 23 Februari 2026, reksa dana ini bertumbuh 78,46% dalam 1 tahun terakhir.
*Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
Di Makmur, Anda juga bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo February Fortune 2026 dan promo Semua Bisa Makmur.
Link: Promo-Promo di Makmur
Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.
Perlu diketahui, selain melalui aplikasi, Anda juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.
Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:
Website: Makmur.id
Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani
Key Takeaways: Banyak investor yang ingin membeli saham kerap tidak menyadari adanya notasi khusus yang diberikan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Notasi tersebut merupakan simbol atau kode yang digunakan untuk mengidentifikasi saham suatu perusahaan yang terdaftar di bursa efek. Notasi ini sangat penting karena memudahkan investor dalam melakukan transaksi jual beli saham serta memudahkan pengawasan […]
Key Takeaways: Dalam berinvestasi pada reksa dana, banyak investor yang lebih fokus pada return atau imbal hasil yang dapat diperoleh. Meskipun return merupakan salah satu pertimbangan utama, penting untuk tidak mengabaikan aspek risiko yang menyertainya. Risiko pada reksa dana dapat berasal dari berbagai faktor yang memengaruhi kinerja investasi. Oleh karena itu, pemahaman yang mendalam mengenai […]
Key Takeaways: Keberhasilan dalam berinvestasi saham melibatkan berbagai faktor, salah satunya adalah menilai apakah saham dengan free float rendah layak untuk investasi jangka panjang. Free float saham merujuk pada jumlah saham yang tersedia untuk diperdagangkan di pasar terbuka, yang tidak dimiliki oleh pemegang saham pengendali ataupun pihak korporasi. Saham dengan free float rendah dapat memengaruhi […]
Key Takeaways: Dalam berinvestasi reksa dana, keputusan membeli atau menjual sering dipengaruhi oleh kondisi pasar pada hari tertentu. Namun, harga yang digunakan dalam transaksi bukanlah harga saat instruksi diberikan, melainkan Nilai Aktiva Bersih (NAB) pada tanggal efektif sesuai ketentuan cut-off time. Jika transaksi dilakukan setelah batas waktu tersebut, maka akan menggunakan NAB hari bursa berikutnya. […]
Key Takeaways: Broker summary adalah laporan yang mencakup informasi terkait volume transaksi yang dilakukan oleh broker, harga beli dan jual saham, perubahan harga saham yang dipengaruhi oleh aktivitas broker, serta akumulasi dan distribusi saham yang dilakukan oleh market maker. Market maker merupakan pihak berupa institusi atau individu yang menyediakan likuiditas di pasar keuangan. Meskipun broker […]