makmur-logo
Masuk / Daftar
Artikel

Memahami Bagaimana Sistem Penjatahan Saham IPO Diterapkan dalam Pasar Modal Indonesia

author
Content Management
author
06 April 2026
Facebook
Instagram
Tiktok
blog-detail

Key Takeaways:

  • Sistem penjatahan saham IPO di Indonesia dirancang untuk menciptakan distribusi saham yang adil dan transparan.
  • Oversubscription yang tinggi dapat memengaruhi jumlah saham yang diterima oleh investor, dengan pembagian dilakukan secara proporsional.
  • Porsi saham untuk investor ritel kini diperbesar hingga 50% dari total saham yang ditawarkan dalam IPO.
  • Pengembalian dana (refund) akan dilakukan jika pesanan saham tidak dapat dipenuhi sesuai dengan alokasi yang tersedia.

Sistem penjatahan saham dalam proses Initial Public Offering (IPO) perlu dipahami oleh investor, terutama Anda yang aktif berpartisipasi dalam IPO. Penjatahan saham IPO adalah proses pembagian saham yang diterbitkan oleh perusahaan yang melakukan penawaran umum perdana (IPO) kepada investor yang berminat membeli saham tersebut. 

Proses ini memastikan bahwa saham yang tersedia didistribusikan secara adil di antara para investor yang telah mengajukan permintaan, dengan mempertimbangkan jumlah permintaan yang masuk dan alokasi yang telah ditentukan.

Sistem Penjatahan Saham IPO di Indonesia

Pasar modal Indonesia telah mengalami beberapa pembaruan terkait sistem penjatahan saham IPO, khususnya dengan diberlakukannya aturan SEOJK No. 25/SEOJK.04/2025 oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mulai berlaku pada 17 November 2025. Untuk memahami lebih lanjut, berikut adalah mekanisme bagaimana sistem penjatahan saham IPO yang diterapkan di Indonesia.

1. Porsi investor ritel diperbesar

Salah satu perubahan signifikan dalam sistem penjatahan saham IPO adalah peningkatan porsi saham yang dialokasikan untuk investor ritel. Kini, porsi saham untuk investor ritel diperluas, dengan alokasi yang dapat mencapai hingga 50% dari total saham yang ditawarkan dalam IPO.

Kebijakan ini memberikan kesempatan lebih luas bagi investor ritel untuk memiliki saham perusahaan yang baru go public. Dengan alokasi yang lebih besar ini, diharapkan dapat tercipta partisipasi yang lebih inklusif dan pemerataan kesempatan investasi di pasar modal, serta mendorong pertumbuhan jumlah investor di Indonesia.

2. Mekanisme penjatahan terpusat (pooling allotment)

Seluruh pesanan saham ritel kini diprioritaskan melalui pooling allotment, yaitu sistem di mana seluruh permintaan saham dari investor ritel digabungkan menjadi satu kelompok untuk kemudian dibagi secara proporsional berdasarkan jumlah permintaan dan alokasi yang tersedia.

Jika terjadi oversubscription, yaitu jumlah permintaan yang melebihi jumlah saham yang tersedia lebih dari 25 kali lipat, maka porsi saham untuk investor ritel akan otomatis bertambah. Oversubscription menggambarkan kondisi di mana permintaan saham jauh lebih tinggi dibandingkan jumlah yang ditawarkan.

Sistem ini bekerja dengan cara mengambil sebagian saham dari alokasi yang sebelumnya dijanjikan untuk institusi (fixed allotment). Saham yang awalnya dijanjikan untuk institusi bisa dialihkan sebagian untuk meningkatkan porsi investor ritel jika terjadi oversubscription. Hal ini bertujuan untuk memberikan kesempatan lebih besar bagi investor ritel dalam memperoleh saham IPO.

3. Batasan pemesanan maksimal

Untuk mencegah dominasi oleh satu pihak dalam proses IPO, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan batasan pemesanan saham bagi investor ritel. Setiap investor ritel hanya dapat memesan maksimal 10% dari total nilai saham yang ditawarkan dalam IPO. Kebijakan ini bertujuan untuk memastikan distribusi saham yang lebih merata dan memberikan kesempatan yang lebih luas bagi investor individu untuk berpartisipasi dalam penawaran saham perdana. 

Dengan adanya batasan ini, OJK berharap dapat menciptakan iklim pasar yang lebih adil dan seimbang. Selain itu, kebijakan ini juga diharapkan dapat mencegah terjadinya konsentrasi kepemilikan saham yang berlebihan oleh segelintir pihak, yang dapat memengaruhi kestabilan pasar modal secara keseluruhan.

4. Ketersediaan dana wajib

Ketersediaan dana pada posisi T+0 merupakan salah satu peraturan penting dalam mekanisme penjatahan saham IPO. Investor diwajibkan untuk memastikan bahwa dana yang dibutuhkan untuk membeli saham telah tersedia sepenuhnya di rekening dana nasabah (RDN) saat melakukan pemesanan saham. 

Hal ini bertujuan untuk memastikan kelancaran transaksi dan menghindari pembatalan pemesanan yang disebabkan oleh ketidakcukupan dana. Dengan demikian, investor diharapkan dapat memenuhi kewajiban keuangan mereka sebelum mengajukan permintaan saham, menjaga integritas dan efisiensi pasar modal.

5. Sistem e-IPO

Sistem e-IPO memungkinkan seluruh proses pemesanan dan penjatahan saham IPO dilakukan secara elektronik melalui portal e-IPO. Melalui sistem ini, investor dapat melakukan pemesanan secara online, memantau perkembangan secara real-time, serta memastikan bahwa proses penjatahan saham dilaksanakan dengan transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. 

Selain itu, e-IPO juga mempermudah aksesibilitas bagi berbagai kalangan investor, sehingga investor dapat berpartisipasi dalam IPO dengan lebih efisien dan tanpa harus melalui prosedur manual yang rumit. Sistem ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan dan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi investor di pasar modal Indonesia.

6. Pengembalian dana (refund)

Pengembalian dana (refund) akan dilakukan jika ada pemesanan yang tidak dapat dipenuhi, seperti dalam situasi oversubscription. Dana yang tidak teralokasi akan dikembalikan ke RDN investor. Proses pengembalian dana ini umumnya dilakukan dalam waktu sekitar 1 hari kerja setelah tanggal penjatahan, tergantung pada mekanisme penyelesaian transaksi.

Apabila terdapat perbedaan antara jumlah saham yang diterima dengan yang dipesan, selisih dana yang sudah dibayar akan dikembalikan sesuai dengan alokasi yang diberikan. Dengan demikian, investor dapat memastikan bahwa dana yang tidak teralokasi akan segera kembali tanpa hambatan.

Ilustrasi Sistem Penjatahan Saham IPO PT “AAA” Tbk

Dalam prosesnya, bagaimana sistem penjatahan saham IPO dilaksanakan bisa memengaruhi jumlah saham yang diterima oleh investor, terutama ketika permintaan jauh melebihi jumlah yang tersedia. Mari kita lihat ilustrasi kasus IPO PT “AAA” Tbk yang mengalami oversubscription 300 kali dan bagaimana mekanisme penjatahan saham bekerja.

Data IPO PT “AAA” Tbk:

  • Harga per lot: Rp1 juta
  • Total saham yang ditawarkan: 1.000.000 lot
  • Alokasi untuk investor ritel: 50% dari total saham = 500.000 lot
  • Kondisi pasar: Oversubscription pada porsi ritel mencapai 300 kali

Langkah 1, menghitung saham yang tersedia untuk investor ritel

Dari total 1.000.000 lot saham yang ditawarkan, 50% atau 500.000 lot dialokasikan untuk investor ritel. Namun, karena permintaan sangat tinggi (oversubscription 300 kali), jumlah saham ini jelas tidak cukup untuk memenuhi seluruh permintaan dari investor ritel.

Langkah 2, menghitung permintaan dari investor ritel

Permintaan saham dari investor ritel mencapai 300 kali lipat lebih banyak daripada yang tersedia, yang berarti total permintaan adalah:

  • 300 x 500.000 lot = 150.000.000 lot.

Namun, yang tersedia hanya 500.000 lot untuk investor ritel. Karena oversubscription yang sangat tinggi, saham yang tersedia untuk ritel harus dibagi secara proporsional.

Langkah 3, pembagian saham secara proporsional

Karena permintaan sangat besar, sistem penjatahan akan membagi saham yang tersedia untuk investor ritel secara proporsional. Proporsi saham yang diterima oleh setiap investor dihitung berdasarkan jumlah saham yang mereka pesan dibandingkan dengan total permintaan.

  • Saham yang dialokasikan untuk investor ritel 500.000 lot
  • Permintaan total dari investor ritel 150.000.000 lot

Maka, proporsi saham yang diterima oleh setiap investor adalah:

  • 500.000 lot / 150.000.000 lot = 0,00333 atau sekitar 0,33% dari total permintaan.

Langkah 4, menghitung jumlah saham yang didapatkan

Jika Anda ingin mengalokasikan Rp100 juta untuk membeli saham dengan harga Rp1 juta per lot, Anda dapat memesan 100 lot.

Namun, dengan adanya oversubscription, jumlah saham yang akan Anda terima dihitung berdasarkan proporsi sekitar 0,00333 dari total pemesanan, atau setara dengan sekitar 0,33 lot.

  • 100 lot x 0,00333 = 0,33 lot.

Karena saham hanya dapat dibagikan dalam satuan lot, hasil ini tidak berarti investor pasti memperoleh 1 lot. Dalam praktiknya, investor dengan hasil di bawah 1 lot dapat memperoleh 0 atau 1 lot, tergantung pada mekanisme penjatahan dan distribusi dalam sistem e-IPO.

Langkah 5, pengembalian dana 

Jika Anda memesan 100 lot namun hanya menerima 1 lot, maka 99 lot yang tidak teralokasi akan dikembalikan ke RDN Anda. Pengembalian dana ini umumnya dilakukan dalam waktu sekitar 1 hari kerja setelah tanggal penjatahan.

Memahami bagaimana sistem penjatahan saham IPO diterapkan di pasar modal Indonesia menjadi penting, terutama karena tingginya potensi oversubscription dapat membuat investor tidak selalu memperoleh alokasi saham sesuai dengan jumlah yang dipesan.

Dalam kondisi tersebut, investor dapat mempertimbangkan alternatif investasi di pasar saham yang lebih terdiversifikasi, salah satunya melalui reksa dana saham.

Reksa dana saham dikelola oleh manajer investasi (MI) berpengalaman yang melakukan analisis secara menyeluruh sebelum mengambil keputusan investasi. Ada beragam produk reksa dana di Makmur, salah satunya Bahana Icon Syariah Kelas G. Berdasarkan data per 2 April 2026, reksa dana ini mencatatkan kinerja yang baik dengan peningkatan sebesar 68,70% dalam satu tahun terakhir.
*Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja di masa depan.


Di Makmur, Anda juga bisa memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Anda bisa berinvestasi reksa dana dengan memanfaatkan promo seperti promo April Resilience dan Semua Bisa Makmur.

Link: Promo di Makmur

Unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan berikan ulasan mengenai pengalaman investasi Anda di Makmur.

Download Makmur

Perlu diketahui, selain melalui aplikasi, Anda juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.

Web Aplikasi Makmur

Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link di bawah ini:

Website: Makmur.id


Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Lia Andani

Bagikan
Facebook
Instagram
Tiktok
Artikel lainnya
Artikel

Menggali Potensi Saham Prajogo Pangestu dan Cara Menilai Risikonya

Key Takeaways: Prajogo Pangestu dikenal sebagai salah satu pengusaha dan investor paling berpengaruh di Indonesia. Ia merupakan pendiri sekaligus pemegang saham utama Grup Barito, sebuah konglomerasi yang memiliki lini bisnis di sektor energi terbarukan, petrokimia, pertambangan, infrastruktur, hingga utilitas. Berkat ekspansi bisnis yang konsisten selama puluhan tahun, namanya kerap masuk dalam daftar orang terkaya di […]

author
Content Management
calendar
06 Agustus 2026
Artikel

Cara Menggunakan Excess Returns Model (ERM) untuk Menilai Kinerja Saham 

Key Takeaways: Seorang investor perlu memiliki pemahaman yang mendalam tentang cara menilai kinerja sebuah saham. Salah satu metode yang sering digunakan untuk menilai kinerja saham adalah Excess Returns Model (ERM). Model ini membantu investor mengukur kinerja saham dengan membandingkan actual return dengan expected return berdasarkan risiko pasar. Mari kita bahas lebih lanjut tentang bagaimana menggunakan […]

author
Content Management
calendar
05 Agustus 2026
Artikel

Efek Musiman Menawarkan Peluang, Ini Cara Investor Mengoptimalkan Timing Investasi

Key Takeaways: Dalam dunia investasi, pemahaman terhadap faktor-faktor yang memengaruhi pergerakan harga aset menjadi kunci untuk mengoptimalkan hasil. Salah satu fenomena yang menarik adalah efek musiman, yaitu fenomena di mana pasar atau sektor tertentu mengalami perubahan performa yang dapat diprediksi berdasarkan waktu atau periode tertentu dalam setahun. Efek musiman sering kali memberikan peluang berharga bagi […]

author
Content Management
calendar
04 Agustus 2026
Artikel

Dampak Ketegangan Geopolitik Global terhadap Proyeksi PDB Indonesia 2026

Key Takeaways: Kinerja ekonomi Indonesia dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan ketahanan yang cukup solid di tengah dinamika global yang tidak menentu. Sepanjang tahun 2025, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) tercatat sebesar 5,11%. Pertumbuhan ini ditopang oleh sektor investasi dan ekspor yang tetap ekspansif di tengah tekanan geopolitik seperti perang dagang AS–China. Memasuki tahun 2026, proyeksi […]

author
Content Management
calendar
03 Agustus 2026
Artikel

5 Reksa Dana Pasar Uang Terbaik per Juli 2026

RDPU merupakan instrumen investasi dengan risiko relatif rendah dan likuid, sehingga cocok untuk berbagai profil investor. Reksa dana ini 100% dialokasikan ke instrumen pasar uang seperti deposito dan obligasi yang memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun. Oleh karena itu, RDPU ideal untuk tujuan investasi jangka pendek dan menawarkan potensi imbal hasil lebih tinggi dibanding […]

author
Content Management
calendar
31 Juli 2026
Artikel

5 Reksa Dana Pendapatan Tetap Terbaik per Juli 2026

Sebagai instrumen investasi yang relatif stabil, reksa dana pendapatan tetap (RDPT) menjadi salah satu pilihan utama investor di Indonesia. Hal ini tercermin dari Asset Under Management (AUM) yang mencapai Rp223,37 triliun per Juni 2026. Meskipun turun 7,19% dibandingkan Mei 2026, AUM RDPT masih menjadi yang terbesar di antara jenis reksa dana konvensional lainnya. Untuk memastikan […]

author
Content Management
calendar
31 Juli 2026
Hak Cipta © PT Inovasi Finansial Teknologi
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan yang berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PT Inovasi Finansial Teknologi telah mendapatkan izin sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta telah tersertifikasi ISO 27001:2022 dalam penerapan standar internasional pada Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Reksa dana adalah instrumen investasi dan produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Makmur tidak bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Saham adalah tanda penyertaan modal atas suatu persereoan terbatas yang terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Seluruh instrumen investasi mengandung risiko dan memiliki kemungkinan berkurangnya nilai investasi. Kinerja historis instrumen investasi tidak menjamin kinerja dimasa yang akan datang.
Makmur V.1.0.0