makmur-logo
Masuk / Daftar
Artikel

BBRI hingga BMRI Beri Sinyal Akan Bagikan Dividen, Reksa Dana Ini Bisa Kamu Cermati

author
Content Management
author
25 Februari 2025
Facebook
Instagram
Tiktok
blog-detail

Hai, Sobat Makmur! Saham perbankan, utamanya saham perbankan besar, masi menjadi primadona investor. Selain fundamentalnya yang prospektif, daya tarik utama saham perbankan adalah potensi pembagian dividen yang bisa menjadi salah satu sumber passive income investor. Tahun ini pun perbankan besar seperti BMRI hingga BBRI telah memberi sinyal pembagian dividen dari tahun buku 2024. Pada artikel kali ini, Makmur akan membahas mengenai potensi pembagian dividen perbankan besar dan reksa dana saham yang bisa kamu cermati. Yuk, disimak!

Perbankan Besar Akan Bagikan Dividen

Sejumlah bank besar tanah air telah memberi sinyal adanya pembagian dividen jumbo tahun ini. Berikut perbankan yang akan memberi dividen serta estimasi besaran dividen untuk tahun buku 2024

1. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI)

BBRI mengisyaratkan akan membagikan dividen dengan rasio pembagian dividen atau dividend payment ratio (DPR) sebesar 80% sampai dengan 85% dari tahun buku 2024. Direktur Utama BBRI Sunarso mengatakan, besaran dividen final akan diputuskan pada saat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), yang rencananya akan digelar Maret 2025. Awalnya, BBRI akan menyelenggarakan RUPST pada Selasa, 11 Maret 2025. Namun dalam pengumuman terbaru, BBRI mengubah jadwal RUPST menjadi 24 Maret 2025.

Tahun lalu, BBRI membukukan laba bersih Rp60,64 triliun. Dengan asumsi rasio pembayaran dividen sebesar 85%, bank pelat merah ini berpotensi mengucurkan dividen total hingga Rp51,54 triliun. Untuk Sobat Makmur ketahui, BBRI telah membagikan dividen interim Tahun Buku 2024 sebesar Rp20,46 triliun atau setara Rp 135 per saham. Sehingga, sisa dividen (dividen final) yang berpotensi dibayarkan BBRI sebesar Rp31,08 triliun.

Adapun dividend per share (DPS) yang berpotensi dibagikan BBRI sebesar Rp205 per saham. Jumlah ini didapatkan dengan membagi potensi dividen final BBRI dengan jumlah saham BBRI yang beredar saat ini, yakni sebanyak 151,56 miliar saham. Dengan demikian, dividend yield yang berpotensi dihasilkan oleh BBRI sebesar 5,23%. Angka ini didapatkan dengan membagi estimasi dividen per saham BBRI yang sebesar Rp205 per saham dengan harga saham BBRI terakhir (per tanggal 24 Februari 2025) di level Rp3.920.

2. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)

BBNI memperkirakan rasio pembagian dividen tahun buku 2024 akan berada pada rentang 55% hingga 60%. Proyeksi ini lebih tinggi jika dibandingkan realisasi rasio pembagian dividen pada tahun buku 2023 yang hanya sebesar 50%.

Tahun lalu, BBNI membukukan laba bersih Rp21,5 triliun. Dengan asumsi DPR maksimal di angka 60%, maka perbankan pelat merah ini berpeluang membagikan dividen Rp12,90 triliun. Dengan demikian, estimasi dividen per saham BBNI tahun buku 2024 sebesar Rp345,86 per saham. Estimasi ini didapatkan dengan membagi estimasi dividen BBNI dengan jumlah saham BBNI yang beredar saat ini, yakni 37,29 miliar saham. Dengan membandingkan harga saham BBNI terkini (per tanggal 24 Februari 2025) di level Rp4.200, maka diperoleh estimasi dividend yield sebesar 8,23%.

3. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI)

Tak mau kalah dengan 2 bank BUMN lain, BMRI juga telah memberi sinyal pembagian dividen untuk tahun buku 2024. BMRI memiliki proyeksi dividen dengan DPR di level 60%. Hal ini berdasarkan penuturan Direktur Keuangan dan Strategi Sigit Prastowo mengatakan bahwa rasio dividen dalam 5 tahun terakhir dijaga pada level 60%.

Sebagai gambaran, BMRI mengantongi laba Rp55,78 triliun sepanjang 2024. Dengan estimasi DPR di level 60%, maka BMRI berpeluang membagikan dividen Rp33,46 triliun. Adapun dengan jumlah saham BMRI yang beredar saat ini sejumlah 93,33 miliar saham, maka dividen per saham BMRI ditaksir sebesar Rp358,50.

Dengan membandingkan harga saham BMRI terkini (per tanggal 24 Februari 2025) di level Rp5.025, maka diperoleh estimasi dividend yield sebesar 7,13%

Tabel 1. Ringkasan Proyeksi Dividen 3 Bank Besar Tahun Buku 2024

Prospek Saham Perbankan

Selain pembagian dividen, ada sejumlah sentimen yang membuat saham perbankan masih prospektif dalam jangka panjang.

Pertama, penurunan suku bunga Bank Indonesia atau BI rate yang baru saja terjadi pada Januari 2025. Pemangkasan suku bunga BI rate dapat mendorong pertumbuhan kredit perbankan. Dengan penurunan BI rate, bank cenderung menyesuaikan suku bunga kredit yang ditawarkan kepada nasabah. Akibatnya, pinjaman akan menjadi lebih murah dan terjangkau sehingga mendorong masyarakat untuk mengambil kredit konsumtif maupun kredit untuk usaha.

Kedua, kinerja yang solid. Baik BBRI, BBNI, dan BMRI, berhasil mencetak pertumbuhan laba bersih tahun lalu. Solidnya kinerja perbankan mencerminkan bank memegang peranan vital di masyarakat. Ketiga, sentimen positif juga datang dari kabar rencana aksi pembelian kembali alias buyback saham yang akan dilakukan BBRI, BMRI, dan BBNI. Aksi korporasi ini diharapkan mampu menjadi sentimen positif bagi saham BBRI, BMRI, dan BBNI.

Koreksi yang melanda saham-saham perbankan bisa menjadi momentum yang pas untuk mengakumulasi. Selain membeli secara langsung, kamu juga bisa memiliki saham-saham ini melalui reksa dana saham. Salah satu reksa dana yang menawarkan portofolio saham-saham emiten perbankan berkualitas adalah reksa dana STAR Infobank 15 Kelas Utama.

STAR Infobank15 Kelas Utama merupakan reksa dana dengan komposisi 80% hingga 100% yang berasal dari kumpulan efek yang terdaftar pada Indeks INFOBANK15. Indeks INFOBANK15 terdiri dari 15 saham sub sektor perbankan yang terdapat di sektor keuangan, seperti BBRI, BMRI, BBNI, BBCA, BBTN, dan BRIS. Ke-15 saham yang mengisi portofolio reksa dana STAR Infobank 15 Kelas Utama memiliki aspek fundamental yang baik dan likuiditas perdagangan yang tinggi.

Selain STAR Infobank 15 Kelas Utama, berikut sejumlah reksa dana saham yang bisa kamu cermati :

Di Makmur, kamu bisa juga memilih lebih dari 100 produk reksa dana pilihan lainnya baik itu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang, maupun reksa dana campuran. Sobat Makmur bisa membeli reksa dana pilihanmu dengan memanfaatkan promo seperti promo Special Valentine, promo Semua Bisa Makmur, dan promo Semakin Makmur.


Kamu juga bisa memanfaatkan promo-promo Makmur yang tertera pada link di bawah ini untuk mendapatkan keuntungan tambahan dan menemani perjalanan investasimu dalam mencapai tujuan finansial di masa depan.

Link: Promo-Promo di Makmur

Yuk, unduh aplikasi Makmur melalui link di bawah ini dan jangan lupa berikan ulasan terbaikmu.

Download Makmur

Perlu diketahui, selain melalui ponsel, kamu juga dapat menggunakan aplikasi Makmur melalui situs web jika ingin berinvestasi menggunakan laptop atau komputer. Silakan klik link di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.

Web Aplikasi Makmur

Kamu juga dapat menambah wawasan dengan membaca informasi atau artikel menarik di situs web Makmur. Silakan klik link berikut:

Website: Makmur.id


Editor: Merry Putri Sirait (bersertifikasi WPPE)
Penulis: Akhmad Sadewa Suryahadi

Bagikan
Facebook
Instagram
Tiktok
Artikel lainnya
Artikel

Target Pertumbuhan Ekonomi 6% dalam APBN 2027, Ini Instrumen Investasi yang Perlu Dicermati

Key Takeaways: Proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia kembali menjadi perhatian setelah DPR mengesahkan APBN 2027 pada 29 September 2026 dengan target pertumbuhan ekonomi 6%. Target tersebut berada dalam kisaran 5,8% hingga 6,5% yang sebelumnya diusulkan pemerintah dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027 dan disampaikan Presiden Prabowo Subianto pada 20 Mei 2026. Sebagai […]

author
Content Management
calendar
21 Oktober 2026
Artikel

Penerbitan SBN dan Beban Bunga Utang Meningkat, Kapan Crowding Out Menjadi Risiko Nyata bagi Yield dan Ekuitas?

Key Takeaways: Kebutuhan pembiayaan pemerintah merupakan salah satu faktor yang menentukan arah imbal hasil di pasar obligasi domestik. Semakin besar utang yang harus diterbitkan, semakin ketat persaingan memperebutkan dana yang tersedia di pasar. APBN 2027 yang disahkan DPR pada September 2026 menargetkan penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) neto sebesar Rp833,7 triliun. Angka tersebut naik 4,28% […]

author
Content Management
calendar
20 Oktober 2026
Artikel

BEI Pangkas Batas ARB Jadi 7% Usai IHSG Anjlok 11,57%, Apa Dampaknya bagi Investor?

Key Takeaways: Bursa Efek Indonesia (BEI) menyesuaikan batas auto rejection bawah (ARB) untuk efek bersifat ekuitas menjadi 7% secara asimetris melalui Surat Keputusan Direksi Nomor Kep-00157/BEI/10-2026 tentang Peraturan Nomor II-A. ARB merupakan batas maksimal penurunan harga saham dalam satu hari perdagangan. Ketentuan yang mendapat dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini berlaku di Pasar Reguler dan […]

author
Content Management
calendar
19 Oktober 2026
Artikel

INDF vs ICBP: Mana Saham Anthoni Salim yang Lebih Menarik?

Key Takeaways: Melalui Grup Salim, Anthoni Salim mengendalikan sejumlah perusahaan di sektor konsumer dan agribisnis. Dua di antaranya yang dikenal luas oleh investor di pasar modal Indonesia adalah PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP). Kedua perusahaan tersebut dikenal lewat produk populer seperti Indomie, mi instan yang telah […]

author
Content Management
calendar
15 Oktober 2026
Artikel

Sektor Kesehatan Paling Banyak di Pipeline IPO 2026, Apa yang Perlu Dinilai Investor Sebelum Masuk Saham Perdana?

Harga saham perdana ditetapkan sebelum saham diperdagangkan di pasar, sehingga penilaian investor terutama bertumpu pada informasi dalam prospektus. Ketelitian membaca dokumen tersebut menjadi pembeda utama dalam menilai penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). Pada 2026, sektor kesehatan menjadi sektor yang paling banyak muncul dalam proses IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI). Per […]

author
Content Management
calendar
13 Oktober 2026
Artikel

Yield Lelang SRBI Turun ke Kisaran 6,5%, Apa Artinya bagi Likuiditas Pasar dan Imbal Hasil Instrumen Domestik?

Key Takeaways: Imbal hasil instrumen jangka pendek menjadi salah satu acuan penting bagi investor yang menempatkan dana pada deposito, surat utang bertenor pendek, maupun reksa dana pasar uang. Salah satu acuannya adalah hasil lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia atau SRBI. Pada lelang 9 Oktober 2026, rata-rata tertimbang yield SRBI tenor 12 bulan yang dimenangkan tercatat […]

author
Content Management
calendar
12 Oktober 2026
Hak Cipta © PT Inovasi Finansial Teknologi
PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) adalah perusahaan yang berizin dan terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PT Inovasi Finansial Teknologi telah mendapatkan izin sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta telah tersertifikasi ISO 27001:2022 dalam penerapan standar internasional pada Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Reksa dana adalah instrumen investasi dan produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Makmur tidak bertanggung jawab atas pengelolaan portofolio reksa dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Saham adalah tanda penyertaan modal atas suatu persereoan terbatas yang terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Seluruh instrumen investasi mengandung risiko dan memiliki kemungkinan berkurangnya nilai investasi. Kinerja historis instrumen investasi tidak menjamin kinerja dimasa yang akan datang.
Makmur V.1.0.0